HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Inventarisasi Faktor faktor eksternal
4.4 Matriks SWOT ( strengths, weaknesses, opportunities, strengths )
Berdasarkan hasil wawancara dengan pengusaha Kopi Bubuk Tanpak Sidikalang, observasi langsung dan kajian literatur, maka dapatlah dirumuskan beberapa alternatif strategi pemasaran Kopi Bubuk Tanpak Sidikalang melalui strategi S-O, strategi W-O, strategi S-T dan strategi W-T seperti yang ditampilkan pada tabel
Tabel 4.4 Analisis SWOT
Faktor Internal
Faktor Eksternal
Strenghts (S) 1.Cita rasa kopi yang khas 2.Harga yang cukup terjangkau. 3.Jaminan bahan baku yang
berkualitas.
4.Ketersediaan Tenaga Kerja terampil.
5.Pengembangan produk yang inovatif
Weaknesses (W)
1. sering terjadi ketersediaan bahan baku yang tidak mencukupi.
2. Promosi penjualan belum optimal. 3. Lokasi usaha kurang strategis. 4. Pemasaran masih sangat sederhana 5. Saluran distribusi yang panjang 6. Belum pernah melakukan riset
72
6.Pembeli yang cenderung menjadi pelanggan
7.Adanya hak paten merek 8.Mendapat sertifikat halal
MUI dan BPOM
Opportunities (O) 1. Perkembangan teknologi. 2. Terbukanya pasar ekspor.
3. Kerjasama kemitraan dengan pengusaha lainpemerintah setempat.
4. Perubahan Jumlah Penduduk.
5. Minat beli masyarakat semakin tinggi
6. Kesadaran konsumenterhadap
kesensitifanharga dan kualitas produk
7. Brand Image produk yang baik
Strategi S-O 1).Mempertahankan
kekhasancita rasa dan aroma serta kualitas produk.
2). Melakukan penetapan harga dengan orientasi biaya 3).Meningkatkan kerjasama kemitraan dengan pemerintah. 4).Memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi Strategi W-O
5).Membuat brosur melalui kerjasama dengan dinas pariwisata dan perhotelan dan Deprindag.
6).Melakukan promosi dan pemasaran melalui perkembangan teknologi (internet).
7). Meningkatkan kerjasama dengan pengusaha lain seperti tokai kopi untuk mendapatkan bahan baku yang berkualitas.
8). Bekerjasama / berlangganan dengan pihak ekspedisi dalam rangka pengiriman barang untuk tempat-tempat yang jauh
Threats (T)
1. Perubahan selera konsumen.
2. Banyaknya pesaing.
3. Ketergantungan dengan pemasok bahan baku.
Strategi S-T
9). Tetap
Mempertahankankekhasan dan melakukan peningkatan kualitas produk.
10).Selalu melakukan inovasi agar produk yang dihasilkan sesuai dengan selera/ minat konsumen.
Strategi W-T
11).Melakukan Promosi secara optimal baik melalui media cetak maupun elektronik serta selalu mengikuti kegiatan pameran agar produknya semakin dikenal masyarakat luas.
12). Membuka gerai Kopi Tanpak secara langsung di lingkungan pasar. (padat penduduk).
3.3 Pembahasan
4. 5 Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran, dalam hal ini adalah strategi pemasaran yang dijabarkan dalam bauran pemasaran (4P), yaitu (1) produk, (2) harga, (3) promosi
73 dan (4) distribusi. Secara ringkas alternatif strategi Kopi Bubuk Tanpak Sidikalang dapat dilihat pada tabel
Tabel 4.5 Alternatif Strategi Pemasaran Kopi Bubuk Tanpak Sidikalang yangDijabarkan dalam Bauran Pemasaran
trategi Pemasaran Strategi yang dijalankan
PRODUK
1.Mempertahankan kekhasan cita rasa dan aroma kopi.
2.Selalu melakukan inovasi agar produk yang dihasilkan sesuai dengan selera/ minat konsumen.
3.Meningkatkan kerjasama dengan
pengusaha lain seperti tokai kopi untuk mendapatkan bahan baku yang berkualitas.
HARGA 5. Melakukan penetapan harga dengan
orientasi biaya
PROMOSI
6. Meningkatkan kerjasama kemitraan dengan pemerintah.
7. Membuat brosur melalui kerjasama dengan dinas pariwisata dan perhotelan dan Deprindag.
8. Melakukan promosi dan pemasaran melalui perkembangan teknologi (internet).
9. Melakukan Promosi secara optimal baik melalui media cetak maupun elektronik serta selalu mengikuti kegiatan pameran agar produknya semakin dikenal masyarakat luas.
10. Membuka gerai Kopi Tanpak secara langsung di lingkungan pasar. (padat penduduk) dan kerjasama dengan supermarket-supermarket.
74 DISTRIBUSI
11. Memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan jaringan internet.
12. Bekerjasama / berlangganan dengan pihak ekspedisi dalam rangka pengiriman barang untuk tempat- tempat yang jauh
Sumber : Data Olahan
a. Produk
Pengusaha kopi bubuk Tanpak sebaiknya tetap mempertahankan kekhasan rasa dan aroma kopi serta terus melakukan peningkatan kualitas produknya. Dengan adanya globalisasi yang mengakibatkan terbukanya pasar bebas membuat konsumen memiliki banyak pilihan diantara beragamnya produk.Tuntutan konsumen yang selalu menuntut kualitas yang baik, mengharuskan Pengusaha kopi bubuk Tanpak untuk terus melakukan peningkatan kualitas produk serta inovasi inovasi agar dapat menghasilkan produk yang dapat memuaskan keinginan/ selerakonsumen.Selain itu untuk dapat menghasilnya produk kopi bubuk dengan kualitas baik maka produsen juga harus Meningkatkan kerjasama dengan pengusaha lain yaitu tokai kopi untuk mendapatkan bahan baku yang berkualitas.
b. Harga
Melakukan penetapan harga dengan orientasi biaya.Harga untuk Kopi bubuk Tanpak Sidikalang selama ini ditentukan oleh pengusaha kopi yang disesuaikan dengan biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi kopi dimulai dari membeli biji kopi robusta pilihan dari para petani dan tokai kopi, penyortiran,pengipasan,penggorengan, penggilingan hingga pada pengemasan
75 kopi.Harga yang di jual di pasar berbeda-beda disesuaikan berdasarkan rasa, kemasan dan berat kopi. Kopi Tanpak seberat 100 gr dengan kemasan sachet harga jual dipasar sebesar Rp 15.000, Kopi Tanpak seberat 250 gr dan 500 gr kemasan box harga jual sebesar Rp 25.000 dan Rp 45.000, Kopi Tanpak Jahe seberat 100 gr dengan kemasan sachet harganya Rp 20.000 dan Kopi Tanpak Jahe seberat 250 gr dan 500 gr dengan kemasan box seharga Rp 35.000 dan Rp 60.000, Kopi Tanpak Jantan seberat 100 gr dengan kemasan sachet seharga Rp 30.000 dan Tanpak Jantan seberat 250 gr dan 500 gr dengan kemasan box seharga Rp 50.000 dan Rp 90.000. Berdasarkan harga pokok produksi ini para pengusaha Kopi bubuk Tanpak bisa menentukan berapa laba atau keuntungan yang diinginkan dari produk yang dihasilkan.
c. Promosi
Meningkatkan kerjasama dengan pemerintah sebab secara tidak langsung pemerintah turut serta dalam memperkenalkan Kopi Bubuk Tanpak sebab setiap ada kunjungan ke kantor-kantor pemerintah seperti kantor Bupati, kantor camat, kantor kejari, pengadilan dsb selalu disuguhkan dengan Kopi bubuk Tanpak. Selain itu setiap kali pemerintah berkunjung keluar kota selalu membawakan Kopi Tanpak sebagai oleh-oleh khas dari Sidikalang.
Kemudian membuat brosur melalui kerjasama dengan dinas pariwisata dan perhotelan ataupun melakukan promosi melalui internet. Langkah awal yang perlu dilakukan dengan promosi adalah membuat produk Kopi bubuk yang dihasilkan oleh Kopi Bubuk Tanpak Sidikalang mudah dikenali di pasaran. Dengan beberapa keunggulan produk yang diperkenalkan melalui media promosi, konsumen akan dengan mudah mengenali produk yang dimaksud di
76 pasaran. Misalnya selain promosi melalui pameran-pameran dan brosur - brosur, pengusaha kopi bubuk Tanpak bisa melakukan promosi dengan memanfaatkan internet.Internet adalah media yang dapat menjangkau pemasaran yang lebih luas.
Melihat lokasi usaha kopi bubuk Tanpak yang kurang strategis sebab tidak berada di lingkungan yang ramai/ padat s penduduk, sebaiknya produsen kopi bubuk Tanpak juga membuka gerai-gerai Kopi bubuk Tanpak di lingkungan yang ramai seperti di pasar.
d. Distribusi
Membangun dan meningkatkan kerjasama kemitraan usaha. Ada beberapa peluang keuntungan yang dapat diperoleh melalui kerjasama kemitraan usaha dibandingkan dengan berusaha sendiri yaitu: Kerjasama pemasaran / penampungan produk kopi bubuk Tanpak dapat lebih jelas, pasti dan periodik. Dalam pemasaran kopi Tanpak perlu dibangun kerjasama kemitraan dengan perusahaan makanan atau minuman yang bahan bakunya menggunakan Kopi Bubuk serta melakukan kerjasama kemitraan dengan toko-toko atau supermarket .Hal ini penting untuk menjaga kelangsungan produksi Kopi Bubuk Tanpak.
Memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Secara geografis pangsa pasar yang dilayani oleh pengusaha kopi bubuk Tanpak hanya terpusat di Kota Sidikalang dan sekitarnya. Memperluas pangsa pasar dengan memanfaatkan jaringan internet masih sangat mungkin dilakukan mengingat pasar yang berada di luar Sidikalang masih terbuka terutama untuk ekspor. Dengan mempertahankan kualitas produk secara kontinyu,
77 kemungkinan besar produk yang dihasilkan oleh usaha kopi bubuk Tanpak Sidiakalang dapat diterima diberbagai segmen pasar, termasuk pasar ekspor yang biasanya mensyaratkan kualitas produk tinggi. Pemasaran lewat internet juga bisa memperpendek saluran distribusi karena konsumen biasanya memesan langsung tanpa harus melalui pedagang pengumpul.
Dalam hal pengiriman barang ke tempat yang jauh diluar Sidikalang pengusaha kopi bubuk Tanpak Sidikalang dapat bekerjasama/ berlangganan dengan pihak ekspedisi agar mendapatkan potongan harga selain itu dengan adanya kerjasama maka ihak ekspedisi akan lebih mengutamakan pengiriman produk kopi bubuk Tanpak dengan tepat waktu
78 BAB V