TAHAP PERKEMBANGAN BKM/LKM
AWAL BERDAYA MANDIRI MENUJU MADANI
BIDANG / SUMBERDAYA ORGANISASI ASPEK BOBOT 25 50 75 100 125 150 175 200 225 250 275 300 325 350 375 400 SKOR Visi-Misi, sebagaimana
tertulis dalam AD/ART BKM, disusun oleh panitia pembangunan BKM
Visi-Misi dipahami oleh anggota BKM/UP sebagai cita-cita BKM ke depan menyangkut perubahan sosial yang diinginkan.
Visi-Misi menjadi acuan dalam penyusunan program dan kegiatan BKM.
Visi-Misi BKM dipahami oleh masyarakat dan dijadikan cita-cita bersama menyangkut perubahan sosial yang diinginkan Visi-Misi
Struktur organisasi BKM mengikuti kerangka PNPM
Struktur dan tupoksi organisasi BKM dipahami dan mampu dijalankan oleh anggota BKM/UP
BKM mampu mengkaji ulang struktur organisasi sesuai kebutuhan kerja penanggulangan
kemiskinan di daerahnya
Struktur organisasi BKM ditetapkan oleh BKM/UP, KSM, masyarakat, pemerintah lokal dan kelompok peduli lainnya sesuai kebutuhan STATUTA ORGANISASI Struktur Organisasi 10% Pemilihan dilakukan sesuai mekanisme yang ditetapkan oleh PNPM dan diikuti sedikitnya 30% penduduk dewasa
Pemilihan dilakukan sesuai mekanisme yang diadopsi dari PNPM, tepat waktu dan diikuti
sedikitnya 50% penduduk dewasa
Pemilihan dilakukan sesuai mekanisme yang diadopsi dari PNPM, tepat waktu dan diikuti
sedikitnya 70% penduduk dewasa
Pemilihan dilakukan sesuai mekanisme yang
disepakati bersama BKM/UP, KSM,
masyarakat, pemerintah lokal dan kelompok peduli lainnya, tepat waktu dan diikuti sedikitnya 90% penduduk dewasa Legitimasi Pemilihan Anggota BKM Semua keputusan berdasarkan arahan dari PNPM
Ada konsultasi antara
BKM dan PNPM Ada konsultasi antara BKM/UP kepada KSM dan masyarakat Keputusan berdasarkan musyawarah BKM, KSM, masyarakat dan pemerintah kelurahan Pengambilan Keputusan KEPEMIMPI NAN Perempuan 20%
perempuan dalam keanggotaan BKM atau hanya sekedar tercantum namanya
hadir dalam rapat-rapat pengambilan keputusan meskipun suaranya seringkali masih diabaikan
memiliki penghargaan yang sama terhadap setiap pendapat yang muncul baik dari anggota laki-laki maupun perempuan. perempuan, anggota BKM/UP, KSM, masyarakat, aparat pemerintahan, dsb., berhak mengemukakan pendapat dalam musyawarah BKM. dlm Pengambilan Keputusan
Tidak ada Ada mekanisme tetapi
tidak digunakan Ada mekanisme dan digunakan untuk mendapatkan masukan
Tersedia berbagai mekanisme yang
disepakati bersama dengan masyarakat
Mekanisme Minta Usulan
Masyarakat
Hanya beberapa anggota BKM yang meluangkan waktu ikut dalam pengelolaan BKM
Lebih dari separuh anggota BKM ikut dalam pengelolaan BKM dan menunjukkan kapasitas kepemimpinannya
Hampir seluruh anggota BKM aktif mengelola BKM sesuai pembagian tugas yang disepakati
Seluruh anggota BKM aktif mengelola BKM sesuai kapasitas, minat dan pembagian tugas yang disepakati.
Partisipasi Anggota
BKM
Pertemuan dilakukan hanya ketika ada kebutuhan pelaksanaan program
Pertemuan rutin terjadual meski tidak selalu terealisasi
Pertemuan rutin dilakukan dan dihadiri oleh hampir seluruh anggota BKM, hasilnya dituangkan dalam risalah pertemuan
Pertemuan rutin dilakukan sesuai jadual dan
melibatkan masyarakat, hasilnya dituangkan dalam risalah pertemuan. Pertemuan BKM Hanya menjalankan aktivitas-aktivitas yang direncanakan oleh PNPM BKM memiliki rencana kerja meski belum sistematis
BKM & UP memiliki rencana kerja yang disusun berdasarkan PJM dan Renta Pronangkis.
BKM & UP memiliki
rencana kerja yang disusun dgn melibatkan masyarakat berdasarkan PJM dan Renta Pronangkis. Perencanaan Dilakukan atas permintaan PNPM dan sesuai format PNPM Mulai mengembangkan monev atas kebutuhan sendiri dengan
menggunakan metode dan format sendiri, diluar yang ditetapkan oleh PNPM
Mulai mengembangkan monev partisipatif atas semua kegiatan yang dilakukan.
Perencanaan monev terintegrasi dalam perencanaan program, dilakukan terencana dan rutin serta partisipatif. Monitoring Evaluasi SISTEM MANAJEMEN Dokumentas 20%
dokumentasi informasi sistematik sistematik dan mudah
diakses sistematik, mudah diakses dan uptodate. i Informasi
Mekanisme PPM yang dirancang PNPM dipahami oleh anggota BKM
Mekanisme PPM
diketahui dan digunakan oleh BKM/UP,
masyarakat, pemerintah dan pihak lain untuk menyelesaikan masalah terkait program.
Minimal 90% pengaduan yang diterima BKM dapat diselesaikan
BKM telah memiliki mekanisme mandiri untuk menyelesaikan setiap masalah, ditandai dengan media pengaduan yang efektif, sistem dokumentasi yang up-date serta respon atas pengaduan yang efektif Penanganan Pengaduan Masyarakat (PPM) Minimal 50% rumah tangga miskin (RTM) di desa/kelurahan tersebut telah menjadi penerima manfaat kegiatan, sebagaimana terdapat dalam data pemetaan swadaya
Minimal 70% RTM di desa/kelurahan tersebut telah menjadi penerima manfaat kegiatan, sebagaimana terdapat dalam data pemetaan swadaya.
Minimal 90% RTM di desa/kelurahan tersebut telah menjadi penerima manfaat kegiatan, sebagaimana terdapat dalam data pemetaan swadaya
100% RTM di
desa/kelurahan tersebut telah menjadi penerima manfaat kegiatan, sebagaimana terdapat dalam data pemetaan swadaya. Penerima Manfaat Kegiatan/ Program PNPM menjadi
satu-satunya sumber dana Sumber dana berasal dari PNPM dan sumber lain (masyarakat, pemerintah daerah, swasta, dsb)
Sumber dana darI PNPM lebih kecil dibandingkan dengan sumber lain (masyarakat, pemerintah daerah, swasta, dsb)
Sumberdana berasal dari masyarakat, pemerintah daerah, swasta, dsb. Sumber
pendanaan
Mengikuti kerangka
PNPM Mampu menyusun perkiraan kebutuhan keuangan untuk menjalankan 1-2 kegiatan. Mampu menyusun perkiraan kebutuhan keuangan untuk menjalankan kegiatan 1 tahun ke depan serta rencana sumberdaya
Mampu menyusun perkiraan kebutuhan keuangan, serta strategi dan metode pengumpulan dana untuk memenuhi visi-misi program 3 tahun ke depan Rencana Keuangan SUMBERDAYA KEUANGAN Laporan Keuangan 10%
Disusun sesuai standar PNPM, meski seringkali tidak lengkap dan tidak
Disusun sesuai standar PNPM, semua bukti pemasukan dan
Dilakukan audit independen terhadap laporan keuangan.
Hasil audit independen terhadap laporan keuangan menunjukkan tidak
tepat waktu pengeluaran ada dan tercatat, tersedia tepat waktu.
ditemukan
penyalahgunaan keuangan atau kesalahan dalam pengelolaan keuangan. Lebih disiapkan untuk
pelaporan kepada PNPM, memberitahukan laporan keuangan kepada masyarakat hanya jika ditanya
Mengumumkan laporan keuangan secara terbuka kepada masyarakat.
Laporan keuangan dan hasil audit diumumkan secara terbuka kepada masyarakat.
Terdapat forum bersama masyarakat, pemerintah, dsb., untuk
pertanggungjawaban keuangan dan hasil audit Pertanggungj
awaban
Hanya mengakses menu pengembangan kapasitas yang tersedia dalam PNPM
Muncul kebutuhan-kebutuhan
pengembangan kapasitas untuk menjawab
tantangan kegiatan yang semakin meningkat, meski belum mampu mengakses sumberdaya lain di luar PNPM
Mampu mengidentifikasi dan menyusun rencana pengembangan kapasitas sendiri, serta memiliki akses pengembang kapasitas selain PNPM
Rencana pengembangan kapasitas disusun secara sistematis, bersama-sama perencanaan program, dan memiliki akses kepada berbagai pengembang kapasitas
Pengembang an kapasitas
Tidak memiliki agenda
kaderisasi Telah mulai melakukan kaderisasi namun belum memiliki sistem
BKM menetapkan sistem
dan mekanisme kaderisasi Makanisme kaderisasi berjalan efektif SUMBERDAYA MANUSIA Kaderisasi 20% Komunikasi BKM-KSM terbatas pada pertanggungjawaban penggunaan BLM Komunikasi BKM-KSM meliputi berbagai masalah dan perkembangan KSM BKM-KSM membangun komunikasi timbal balik mendiskusikan berbagai masalah dan perkembangan KSM dan BKM BKM dan KSM mengembangkan komunikasi multi arah untuk membicarakan masalah masyarakat KSM
Komunikasi BKM-masyarakat bersifat satu arah (sosialisasi)
BKM mengembangkan mekanisme untuk menarik masukan dari masyarakat terhadap perkembangan BKM
BKM mengembangkan media warga untuk membangun komunikasi timbal balik BKM dan masyarakat
BKM dan masyarakat mengembangkan komunikasi multi arah untuk membicarakan masalah masyarakat HUBUNGAN EKSTERNAL Masyarakat 20%
Sosialisasi untuk apa dan apa yang akan dilakukan BKM BKM menjadi agen komunikasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan di desa/kelurahan
Ada koordinasi untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan di
desa/kelurahan
Ada program bersama untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan di desa/kelurahan
Pemerintah
Tidak ada komunikasi Komunikasi tentang kegiatan yang dilakukan masing-masing.
Kesepakatan kerjasama jangka panjang untuk menanggulangi kemiskinan
Ada program bersama di wilayah BKM
Organisasi non-pemerintah