• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Produk

4. Media Adobe Captivate 5.0

Adobe Captivate merupakan aplikasi Adobe Systems Incorporated merupakan aplikasi paling handal dalam membangun konten pembelajaran multimedia atau CBT (Computer Base Training/Testing) interaktif, kaya fitur dan mudah digunakan (Feri Sulianta, 2013:1).

5) Media Interaktif

Media interaktif adalah suatu sistem penyampaian pengajaran yang menyajikan materi pembelajaran dengan pengendalian komputer untuk peserta didik.

6) Modul

Modul merupakan paket program pembelajaran yang terdiri dari komponen-komponen yang berisi tujuan belajar dan sistem evaluasinya (Nana Sudjana dan Ahmad Rifai, 2007:132).

1.8 Sistematika Penyajian

Proposal skripsi ini terdiri dari lima bab. Bab I ini menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penyajian.

Bab II berisi landasan teori. Bab ini menguraikan penelitian yang relevan, kajian teori dan kerangka berpikir. Penelitian yang relevan berisi tentang penelitian – penelitian yang sejenis dengan topik ini. Kajian teori berisi uraian tentang media pembelajaran, Adobe Captivate 5.0, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, dan pentinya pengembangan bahan pembelajaran.

Bab III berisi tentang metodologi penelitian. Bab ini menguraikan jenis penelitian, data dan sumber data, proses pengumpulan data, instrumen, pengumpulan data, teknik analisis data dan uji coba produk.

Bab IV berisi hasil penelitian dan pembahasan. Bab ini menguraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan. Bab ini menjelaskan tentang analisa data dari hasil uji coba yang dilakuakan oleh peneliti terhadap pembelajar. Hasil uji coba yang dilakukan berasal dari validasi dan nilai akhir yang ada di dalam media pembelajar interaktif berupa script nilai dari 60 siswa. Terakhir adalah

memaparkan hasil data dari penilaian dosen ahli atau expertjusment yang berasal dari Universitas Sanata Dharma maupun SMA Santa Laurensia Tangerang.

BAB V berisi penutup. Bab ini menguraikan kesimpulan implikasi, dan saran-saran yang bermanfaat bagi pihak lain yang terkait dengan penelitian ini dan juga memaparkan kesimpulan hasil penelitian.

10

BAB II

KAJIAN TEORI

A. Kajian Teori-Teori Terdahulu yang Relevan

Penelitian tentang media belum banyak dilakukan di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Peneliti mencatat ada empat penelitian yang menurut peneliti relevan dengan penelitian ini, penelitian tersebut antara lain: Pertama, Pengembangan Media Audiovisual sebagai Media Pembelajaran Menyimak untuk Siswa Kelas III SD Soka 1 Srumbung, Magelang Tahun Ajaran 2010/2011 diteliti Andreas Anggi Kurniawan mahasiswa PBSID, Universitas Sanata Dharma (2011). Kedua, Pengembangan Media Audio dan Audiovisual untuk Keterampilan Menyimak Kelas X SMA BOPKRI Banguntapan Bantul Yogyakarta diteliti oleh Nugroho Yogo Pardiyono mahasiswa PBSID, Universitas Sanata Dharma (2010). Ketiga, Pemanfaatan Media Adobe Captivate 5.5 sebagai Media Pembelajaran dalam Pengajaran Menyimak Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Tingkat Dasar di Wisma Bahasa Yogyakarta diteliti Agustinus Bayu Prasetyo mahasiswa PBSID, Universitas Sanata Dharma (2012). Keempat, Pengembangan Modul dan CD Interaktif dengan Mindjet Mindmanager X5 untuk Keterampilan Menulis Laporan Perjalanan Kelas VIII Siswa SMP Kanisius Gayam Yogyakarta diteliti oleh Reinardus Aldo Agassi, mahasiswa PBSID, Universitas Sanata Dharma (2013).

Penelitian yang pertama, Andreas Anggi Kurniawan pada tahun 2011 yang berjudul Pengembangan Media Audiovisual sebagai Media Pembelajaran

Menyimak untuk Siswa Kelas III SD Soka 1 Srumbung, Magelang Tahun Ajaran 2010/2011, dilakukan dengan tujuan menghasilkan suatu produk berupa media audiovisual (film dokumenter) untuk siswa kelas III sekolah dasar. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan media audiovisual sebagai pengembangan media pembelajaran menyimak untuk siswa kelas III SD Soka 1 Srumbung, Magelang.

Kegiatan awal penelitian pengembangan dengan melakukan analisis kebutuhan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui minat siswa kelas III SD Soka 1 Srumbung, Magelang terhadap media film dokumenter dan kegiatan menyimak. Langkah pengembangan media audiovisual berdasarkan kebutuhan siswa dan standar kompetensi dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Produk yang dihasilkan adalah film dokumenter dengan judul “Alam kebanggaanku”. Media audiovisual ini belum diujicobakan secara langsung kepada siswa kelas III SD.

Relevansi penelitian pertama dengan penelitian pengembangan media Adobe Captivate 5.0 dan modul pembelajaran keterampilan menyimak cerpen Bahasa Indonesia untuk siswa kelas XI semester I SMA Santa Laurensia Tangerang terletak pada sama-sama penelitian pengembangan dan terdapat analisis kebutuhan sebelum mengembangkan produk. Perbedaan penelitian ini terdapat pada produk yang dihasilkan yakni pada penelitian pengembangan media audiovisual sebagai media pembelajaran menyimak untuk kelas III SD Soka 1 Srumbung media yang dihasilkan berupa media audiovisual berupa film dokumenter, maka pada penelitian pengembangan media Adobe Captivate 5.0 dan

modul pembelajaran keterampilan menyimak cerpen bahasa Indonesia untuk siswa kelas XI semester I SMA Santa Laurensia Tangerang media yang dihasilkan menggunakan media Adobe Captivate 5.0 berupa media pembelajaran interaktif dan modul pembelajaran

Penelitian yang kedua, Nugroho (2010) mengembangkan media audio dan audio-visual sebagai media pembelajaran di SMA BOPKRI Banguntapan Bantul Yogyakarta dan bertujuan untuk mengetahui media audio dan audiovisual apa saja yang sesuai dengan kompetensi menyimak dan menghasilkan produk yang akan digunakan sekolah tersebut dalam kegiatan pembelajaran. Nugroho menganggap penelitian tersebut penting karena atas dasar (1) pengembangan media audio dan audio-visual merupakan salah satu untuk menyajikan media pembelajaran baru dalam bentuk multimedia yang mampu meningkatkan apresiasi siswa terhadap pelajaran bahasa Indonesia khurusnya keterampilan menyimak, (2) produk tersebut mampu meningkatkan minat belajar bahasa dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya keterampilan menyimak, (3) adanya produk pengembangan tersebut diharapkan pembelajar bahasa Indonesia di SMA BOPKRI Banguntapan Bantul Yogyakarta akan lebih kondusif dan menarik.

Penelitian kedua memiliki relevansi dengan penelitian pengembangan media Adobe Captivate 5.0 dan modul pembelajaran keterampilan menyimak cerpen bahasa Indonesia untuk siswa kelas XI semester I SMA Santa Laurensia Tangerang terletak pada materi yang digunakan yakni keterampilan menyimak. Perbedaan penelitian ini terdapat pada media yang digunakan dan pengguna media yakni pada penelitian pengembangan media audio dan audiovisual untuk

kelas X SMA BOPKRI Banguntapan Bantul Yogyakarta dan media yang dihasilkan berupa media audio dan audiovisual, sedangkan pada penelitian pengembangan media Adobe Captivate 5.0 dan modul pembelajaran keterampilan menyimak cerpen bahasa Indonesia untuk siswa kelas XI semester I SMA Santa Laurensia Tangerang dan media yang dihasilkan menggunakan media Adobe Captivate 5.0 berupa media pembelajaran interaktif dan modul pembelajaran.

Penelitian yang ketiga, Agustinus Bayu Prasetyo (2012) mengkaji media Adobe Captivate 5.5 yang dipergunakan di Wisma Bahasa Yogyakarta, serta mendeskripsikan media-media yang dipergunakan di Puri Indonesia Language Plus Yogyakarta. Tujuan penelitian tersebut antara lain: (1) Menghasilkan media interaktif pembelajaran dengan memanfaatkan media Adobe Captivate 5.5 dalam pengajaran menyimak Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) tingkat dasar di Wisma Bahasa Yogyakarta, (2) Memaparkan implikasi produk pengembangan dengan bidang lain, (3) Memaparkan pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA), (4) Memaparkan model pembelajaran keterampilan menyimak.

Penelitian ketiga memiliki kesamaan dengan penelitian pengembangan media Adobe Captivate 5.0 dan modul pembelajaran keterampilan menyimak cerpen bahasa Indonesia untuk siswa kelas XI semester I SMA Santa Laurensia Tangerang terletak pada jenis penelitian pengembangan dan adanya kesesuaian topik yang diteliti yakni instrumen (aplikasi) yang dipergunakan. Perbedaan penelitian ini terdapat pada pengguna media yakni pada penelitian pengembangan Pemanfaatan Media Adobe Captivate 5.5 sebagai Media Pembelajaran dalam

Pengajaran Menyimak Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Tingkat Dasar Di Wisma Bahasa Yogyakarta media yang dihasilkan untuk Penutur Asing (BIPA) Tingkat Dasar di Wisma Bahasa Yogyakarta, sedangkan pada penelitian pengembangan media Adobe Captivate 5.0 dan modul pembelajaran keterampilan menyimak cerpen bahasa Indonesia untuk siswa kelas XI semester I SMA Santa Laurensia Tangerang media yang dihasilkan menggunakan media Adobe Captivate 5.0 berupa media pembelajaran interaktif dan modul pembelajaran keterampilan menyimak untuk siswa kelas XI semester I SMA Santa Laurensia Tangerang.

Penelitian yang keempat, Reinardus Aldo Agassi (2013) mengkaji pengembangan modul dan CD interaktif dengan mindjet mindmanager X5 untuk keterampilan menulis laporan perjalanan kelas VIII siswa SMP Kanisius Gayam Yogyakarta. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah mengembangkan modul dan CD interaktif pembelajaran mindjet mindmanager X5 untuk keterampilan menulis laporan perjalanan kelas VIII siswa SMA Kanisius Gayam Yogyakarta. Sesuai dengan rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul dan CD interaktif pembelajaran keterampilan menulis laporan perjalanan dengan mindjet mindmanager X5 untuk kelas VIII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta. Langkah penelitian ini yaitu analisis kebutuhan terlebih dahulu dengan angket, setelah analisis kebutuhan yakni pengembangan silabus dan rancangan materi dan kemudian uji coba produk dan revisi produk.

Relevansi penelitian keempat dengan penelitian pengembangan media Adobe Captivate 5.0 dan modul pembelajaran keterampilan menyimak cerpen

bahasa Indonesia untuk siswa kelas XI semester I SMA Santa Laurensia Tangerang terletak pada keluaran yang dihasilkan berupa modul pembelajaran. Perbedaannya, penelitian ini mengembangkan modul pembelajaran untuk keterampilan menyimak cerpen bahasa Indonesia kelas XI semester I SMA Santa Laurensia Tangerang, sedangkan pada penelitian pengembangan modul dan CD interaktif dengan mindjet mindmanager X5 untuk keterampilan menulis laporan perjalanan kelas VIII siswa SMP Kanisius Gayam Yogyakarta mengembangkan modul pembelajaran dengan materi keterampilan menulis laporan perjalanan kelas VII siswa SMP Kanisius Gayam Yogyakarta.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, penelitian ini peneliti memfokuskan penelitian pengembangan media interaktif dan modul pembelajaran pada mata pelajaran menyimak cerpen Bahasa Indonesia untuk siswa jenjang pendidikan sekolah menengah atas (SMA). Pengembangan media pembelajaran interaktif menurut peneliti layak menjadi sorotan utama terhadap prestasi akademis siswa di dalam sekolah. Dalam dunia pendidikan, proses pembelajaran sumber informasi yakni guru, siswa, bahan bacaan, media pembelajaran dan lain sebagainya. Maka media dalam kegiatan pembelajaran tidak lain adalah memperlancar proses interaksi antara guru dengan siswa, dalam hal ini membantu siswa secara optimal. Media yang dikembangkan yakni media Adobe Captivate 5.0. Adobe Captivate 5.0 merupakan salah satu dari aplikasi Adobe System Incorporated dengan cara penggunaan yang mudah semudah menggunakan aplikasi presentasi Microsoft PowerPoint.

A.Kajian Teori

1. Media dalam pembelajaran Bahasa Indonesia a) Pengertian Media

Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Gagne (1993 dalam Cecep Kustandi, 2011:7) menyatakan, bahwa media adalah berbagai jenis komponen dan lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. AECT (Association for Educational Communicaion and Technology) dalam Hamzah (2010:121) mengartikan media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Berbeda dengan itu semua adalah batasan pengertian yang diberikan oleh Heinich dan kawan-kawan (1982) dalam Cecep Kustandi dan Bambang Sutjipto (2011:9) mengemukakan media sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima.

Berdasarkan teori – teori di atas, dapat disimpulkan bahwa media merupakan segala ujud yang dapat dipakai sebagai sumber belajar yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga mendorong terjadinya proses berlajar/mengajar ketingkat yang lebih efektif dan efisien. Oleh sebab itu, media sangat dibutuhkan di dunia pendidikan guna meningkatkan minat belajar dan perhatian siswa.

b) Jenis – Jenis Media

Perubahan perilaku yang dapat berasal dari terbentuknya pemahaman dan pengetahuan yang diwujudkan dalam perilaku nyata secara psikologis maupun sosiologis, dapat terjadi setelah terbentuknya suatu presepsi dari pengalaman yang diterima seseorang. Presepsi yang terbentuk kadang berbeda-beda, baik dari segi kecepatan terbentuknya, maupun lahirnya presepsi itu sendiri yang biasanya didahului oleh proses presepsi yang terjadi pada diri peserta didik itulah maka peran media di antaranya memberikan kontribusi yang cukup berperan.

Jenis media yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran cukup banyak ragamnya. Mulai dari media yang sederhana, sampai pada media yang cukup rumit dan canggih. Untuk mempermudah mempelajari jenis media, karakter dan kemampuannya dilakukan pengklasifikasian atau penggolongan.

Salah satu bentuk klasifikasi yang mudah dipelajari adalah klasifikasi yang disusun oleh Heinich dan kawan-kawan (1996) dalam sebagai berikut.

KLASIFIKASI JENIS MEDIA

Media yang tidak diproyeksikan (non projected media)

Realita, model, bahan, grafis (graphic material), display Media yang diproyeksikan

(projected media)

OHT, Slide, Opaque

Media video (Video) Audio kaset, audio vision, active audio vission.

Media video (Video) Video Media berbasis computer

(computer based media)

Computer Assisted Intruction (CAI) Computer Managed Instruction (CMI)

Pengklasifikasian yang dilakukan oleh Heinich ini pada dasarnya adalah penggolongan media berdasarkan bentuk fisiknya, yaitu apakah media tersebut masuk dalam golongan media yang tidak diproyeksikan, atau yang diproyeksikan atau apakah media tertentu masuk dalam golongan media yang dapat didengar lewat audio atau dapat dilihat secara visual, dan seterusnya.

Berbeda dengan Andreson dalam Wina Sanjaya (2008:213) yang mengkelompokan media menjadi sembilan, yakni sebagai berikut ini.

No Kelompok Media Media Instruksional

1. Audio  Pita audio (rol atau

kaset)

 Piringan Audio

 Radio (rekaman siaran)

2. Cetak  Buku teks terprogram

 Buku pegangan / manual  Buku tugas

3. Audio – Cetak  Buku latihan dilengkapi kaset

 Gambar / poster (dilengkapi audio) 4. Proyek Visual Diam  Film bingkai (slide)

 Film rangkai (berisi pesan verbal)

5. Proyek Visual Diam dengan Audio  Film bingkai (slide) suara

 Film rangkai suara 6. Visual gerak a) Film bisu dengan judul

(caption) 7. Visual Gerak dengan Audio b) Film Suara

c) Video/vcd/dvd

8. Benda d) Benda nyata

e) Model tiruan (mock-up)

9. Komputer f) Media berbasis

komputer, CAI (Computer Assisted Instructional) & CMI (Computer Managed Instructional)

Di dalam sebuah media pembelajaran terdapat beberapa komponen- komponen yang berfungsi membantu menyampaikan materi yang ada dan semua keterampilan berbahasa mencakup di dalamnya. Keluaran produk yang dihasilkan dalam penelitian pengembangan ini adalah (1) pengembangan media interaktif pembelajaran Adobe Captivate 5.0 memiliki komponen yang sangat lengkap dan dapat menggabungkan gambar, merekam video, flash, rekaman suara, animasi yang dikemas dalam sebuah materi ajar. (2) Modul pembelajaran untuk keterampilan menyimak cerpen bahasa Indonesia yang merupakan media cetak yang berfungsi sebagai buku pegangan siswa yang terprogram sesuai dengan kurikulum 2013.

c) Kriteria Pemilihan Media

Kriteria pemilihan media harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, kondisi dan keterbatasan yang ada dengan mengingat kemampuan dan sifat-sifat khasnya (karakteristik) media yang bersangkutan. Dalam hal ini Cecep Kustandi dan Bambang Sutjipto (2011:86) menyebutkan beberapa kriteria yang patut diperhatikan dalam memilih media, sebagai berikut.

1) Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan secara umum, mengacu kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif. 2) Tepat untuk medukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep,

grafik, memerlukan simbol dank ode yang berbeda, karenanya memerlukan proses dan keterampilan mental yang berbeda untuk memahaminya.

3) Praktis, luwes dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber daya lainnya untuk memproduksi, tidak perlu dipkasakan. Media yang mahal dan memakan waktu lama untuk memproduksinya. Kriteria ini menuntun para guru untuk memilih media yang ada, mudah diperoleh, atau mudah dibuat sendiri oleh guru.

4) Guru terampil menggunakannya. Ini merupakan salah satu kriteria utama. Apa pun media itu, guru harus mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran. Nilai dan manfaat amat ditentukan oleh guru yang menggunakannya.

5) Pengelompokan sasaran. Media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Ada media yang tepat untuk jenis kelompok besar, kelompok sedang, kelompok kecil, dan seterusnya.

6) Mutu teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotografi harus memenuhi persyaratan teknis tertentu.

Pendapat lain dikemukakan Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2011:4) mengenai kriteria untuk memilih media sebagai berikut.

1) Ketepatannya dengan tujuan pengajaran, artinya media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujaun-tujuan instruksional yang berisikan unsur pemahaman,

aplikasi, analisis, sintesis lebih memungkinkan digunakannya media pengajaran.

2) Dukungan terhadap isi bahan pelajaran, artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa.

3) Kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. Media grafis umumnya dapat dibuat oleh guru pada waktu mengajar. Media grafis umumnya dapat dibuat guru tanpa biaya yang mahal, di samping sederhana dan praktis penggunaannya.

4) Keterampilan guru dalam menggunakannya, apa pun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pengajaran.

5) Tersedia waktu untuk menggunakannya, sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung.

6) Sesuai dengan taraf berpikir siswa, memilih media untuk pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa, sehingga makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami oleh para siswa. Menurut beberapa ahli kriteria pemilihan media, dapat disimpulkan bahwa kriteria pemilihan media sebagai berikut.

1) Guru lebih memperhatikan tujuan pembelajaran, 2) Dapat membantu menyampaikan materi pelajaran, 3) Media yang digunakan mudah dan praktis,

4) Guru lebih menggunakan media tersebut, 5) Sesuai dengan taraf berpikir siswa,

6) Teknis yang digunakan sesuai dengan persyaratan (pengembangan audio-visual tersedia).

d) Kegunaan Media Pendidikan dalam Proses Belajar Mengajar (e- education)

Secara umum, media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan. 1) Memperjelas penyajian materi ajar.

2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan panca indera, misalnya objek yang terlalu besar atau kecil, gerak yang terlalu cepat atau lambat dapat dibantu dengan multimedia, kejadia atau peristiwa yang terjadi di masa lalu dapat ditampilkan kembali berupa rekaman film/video, dan konsep yang terlalu luas dapat divisualkan dalam bentuk gambar.

3) Memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan

4) Dapat membuat peserta didik menjadi aktif dan adanya interaksi langsung.

5) Memberikan kemudahan guru untuk memberikan perangsangan. mempersamakan pengalaman dan menimbulkan presepsi yang sama kepada peserta didik.

e) Fungsi Media dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Pemanfaatan media untuk proses pembelajaran tidak hanya berlaku bagi individu (khususnya siswa) dalam proses belajar. Seorang guru dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk kepentingan memperkaya kemampuan mengajar sehari-hari. Menurut Deni Darmawan (2012:42), beberapa manfaat yang dapat digunakan, antara lain sebagai berikut.

1) Memperluas “background knowledge” guru. 2) Pembelajaran yang Dinamis dan Fleksibel. 3) Mengatasi keterbatasan bahan ajar.

4) Kontribusi dan Pengayaan bahan ajar 5) Implementasi SAL-CBSA

Pendapat lain dikemukakan oleh Wina Sanjaya (2008:206) mengenai fungsi media seperti yang dijelaskan sebagai berikut ini.

1) Menangkap Suatu Objek atau Peristiwa – Peristiwa Tertentu.

Peristiwa-peristiwa penting atau objek yang langka dapat diabadikan dengan foto, film, atau direkam melalui video atau audio, kemudian peristiwa itu dapat disimpan dan dapat digunakan manakala diperlukan. Misalnya, guru dapat menampilkan video musikalisasi puisi, dan sebagainya.

2) Memanipulasi Keadaan, Peristiwa, atau Objek Tertentu.

Melalui media pembelajaran, guru dapat menyajikan bahan pelajaran yang bersifat abstrak menjadi konkret sehingga mudah dipahami dan dapat menghilangkan verbalisme. Misalkan untuk

menyampaikan bahan pelajaran tentang sistem peredaran darah pada manusia, dapat disajikan melalui film.

Selain itu, media pembelajaran juga dapat membantu menampilkan objek yang terlalu besar yang tidak mungkin dapat ditampilkan di dalam kelas, atau menampilkan objek yang terlalu kecil yang sulit dilihat dengan menggunakan mata telanjang.

3) Menambah Gairah dan Motivasi Belajar Siswa

Penggunaan media dapat menambah motivasi belajar siswa sehingga perhatian siswa terhadap materi pembelajaran dapat lebih meningkat. Sebagi contoh, sebelum menjelaskan materi pelajaran tentang polusi, untuk dapat menarik perhatian siswa terhadap topik tersebut, maka guru memutar film terlebih dahulu tentang banjir, atau tentang kotoran limbah industri, dan lain sebagainya.

4) Media Pembelajaran Memiliki Nilai Praktis

Pertama, media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki. Kedua, media dapat mengatasi batas ruang kelas. Hal ini terutama untuk menyajikan bahan belajar yang sulit dipahami secara langsung oleh peserta. Ketiga, media dapat memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara peserta dengan lingkungannya. Keempat, media dapat menghasilkan keseragaman pengamatan. Kelima, media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, nyata dan tepat. Keenam, media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang peserta untuk belajar dengan baik. Ketujuh, media dapat membangkitkan keinginan dan minat

baru. Kedelapan, media dapat mengontrol kecepatan belajar siswa. Kesembilan, media dapat memberikan pengalaman yang menyeluruh dari hal-hal yang konkret sampai yang abstrak.

2. Multimedia

a) Pengertian Multimedia

Perkembangan media saat ini sangat menakjubkan dengan kemunculan teknologi multimedia. Kemunculan media ini diharapkan mampu mengembangkan potensi pembelajar secara optimal dan menjadikan pembelajaran lebih menarik. Penggunaan teknologi multimedia merupakan alternatif yang tepat saat ini karena multimedia dapat menyentuh seluruh media yang dapat diperlukan pendidikan.

Dalam teknologi multimedia mencakup berbagai media seperti teks, suara, gambar, animasi, dan video dalam satu software. Furht (1996, dalam Munir, 2009:212) mendefinisikan multimedia sebagai gabungan antara berbagai media seperti teks, grafik, animasi, gambar dan video. Sedangkan Haffos (Feldman 1994) mengartikan multimedia sebagai suatu sistem komputer yang terdiri daripada hardware dan software yang memberikan kemudahan untuk menggabungkan gambar atau video.

Program multimedia dirancang khusus untuk keperluan proses belajar perlu mendapat perhatian yang serius agar program tersebut program tersebut

Dokumen terkait