METODE PENYUSUNAN KTI APLIKASI RISET
C. Media dan alat yang digunakan
1. Alat yang digunakan dalam melakukan senam nifas a. Matras atau tempat tidur
b. Bantal c. Kursi
2. Alat yang digunakan untuk pengukuran tinggi fundus uteri a. Midline
b. Kertas dan pena
D. Prosedur tindakan berdasarkan aplikasi riset 1. Fase interaksi
a. Memberi salam dan menyapa klien b. Memperkenalkan diri
c. Menjelaskan tujuan dan menyampaikan langkah prosedur tindakan d. Menjelaskan kontrak waktu
e. Menanyakan kesiapan klien dan mencuci tangan 2. Fase kerja
Menurut Brayshaw (2007), senam pascanatal pada persalinan normal yaitu:
a. Senam kaki dan tungkai
1) Berbaring atau duduk ditempat tidur, dilantai atau di kursi dengan kedua kaki diregangkan ke depan dan disangga.
Gambar 3.1 senam kaki
2) Tekuk dan regangkan pergelangan kaki dengan cepat. Ulangi sebanyak 12 kali. Putar kedua kaki seolah membentuk lingkaran sebesar mungkin, pertahankan lutut tetap diam. Ulangi sedikitnya 12 kali pada setiap arah.
3) Tarik kedua kaki ke arah atas pada pergelangan kaki dan tekan bagian belakang lutut menyentuh permukaan lantai. Tahan sampai hitungan 5, bernapas normal kemudian rileks, ulangi 10 kali.
b. Senam dasar panggul
1) Posisi awal posisi mana saja yang nyaman dengan kedua kaki sedikit diregangkan.
2) Kerutkan anus seolah menahan defekasi, kerutkan uretra dan vagina juga seperti menahan berkemih kemudian ketiganya dikencangkan kearah dalam. Tahan dengan kuat selama mungkin sampai maksimum 10 detik, bernapas tetap normal. Lakukan rileksasi dan istirahat sejenak selama 3 detik. Ulangi gerakan dengan perlahan sebanyak yang anda bisa sampai maksimum 10 kali. Ulangi senam, kerutkan dan kendurkan dengan cepat sampai 10 kali tanpa menahan kontraksi.
c. Senam abdomen
1) Posisi awal berbaring pada salah satu sisi dengan kedua lutut ditekuk ke atas dan bantal diletakkan diantara kedua tungkai atau berbaring terlentang dengan lutut ditekuk ke atas dan kaki di pijakkan diatas tempat tidur.
Gambar 3.2 Posisi awal berbaring terlentang lutut ditekuk
2) Pertahankan tulang belakang tetap pada posisi tengah, tarik napas sambil menghembuskan napas, secara perlahan dorong otot abdominal bawah ke arah tulang belakang. Tahan posisi sampai 10 detik, lanjutkan dengan bernapas normal, kemudian secara perlahan rileks. Ulangi sampai 10 kali.
3) Duduk tegap dikursi dengan kaki dipijakkan ke lantai. Letakkan tangan di abdomen dibawah umbilicus dengan jari-jari tangan mengarah ke garis tengah tubuh.
4) Pertahankan tulang belakang berada pada posisi tengah, tarik napas, sambil menghembuskan napas, secara perlahan tarik otot abdomen bagian bawah menjauh dari jari yang mengarah ke tulang belakang. Tahan posisi ini sampai 10 detik. Lanjutkan bernapas normal kemudian rileks secara perlahan. Ulangi sampai 10 kali.
5) Berdiri dengan tumpuan berat badan diatas kedua kaki.
6) Pertahankan tulang belakang pada posisi tengah, tarik napas dan hembuskan secara perlahan, tarik otot abdomen bagian bawah kearah tulang belakang. Tahan posisi ini samapai hitungan 10, lanjutkan bernaps nomal, kemudian rileks perlahan. Ulangi sampai 10 kali.
d. Mengangkat panggul
1) Berbaring dengan lutut ditekuk ke atas dan kaki dipijakkan pada tempat tidur atau lantai.
2) Tarik otot abdomen, kencangkan otot bokong dan tekan sebagian punggung ke arah bawah terhadap penyangga. Tahan posisi sampai hitungan 5, bernapas normal, kemudian rileks. Ulangi sampai 10 kali. Gerakan ini dapat dilakukan dengan lebih berirama untuk mengurangi ketegangan pada punggung kapan pun perlu.
Gambar 3.3 senam mengangkat panggul
3) Duduk tegap di kursi. Cara senam yaitu tarik otot abdomen, kencangkan otot bokong dan tekan sebagian punggung ke sandaran kursi. Tahan posisi ini samapai hitungan 5, bernapas normal.
Kemudian rileks dan ulangi sampai 10 kali.
4) Duduk dengan arah terbalik, duduk menghadap sandaran kursi dengan posisi kedua tangan bertumpu pada sandaran kursi. Cara senam yaitu tarik bagian abdomen kencangkan otot bokong, sedikit bungkukkan punggung bawah dan tahan posisi ini sampai hitungan 5 bernapas normal kemudian rileks. Ulangi samapi 10 kali.
5) Berdiri tegap dengan kaki sedikt diregangkan. Cara senam yaitu tarik otot abdomen dan dorong bagian bokong. Tahan sampai hitungan 5, bernapas normal, kemudian rileks, ulangi samapi 10 kali.
e. Senam stabilitas batang tubuh
1) Duduk dengan kaki berpijak dilantai dan tangan dibagian bawah abdomen
Gambar 3.4 posisi awal duduk
2) Kencangkan otot dasar panggul dan tranversus dan angkat satu lutut sehingga kaki terangkat beberapa inchi dari lantai. Tahan sampai hitungan 5 detik, pastikan bahwa panggul dan tulang belakang tetap pada posisinya. Ulangi 5 kali untuk masing-masing tungkai. Secara bertahap tingkatkan penahanan gerakan sampai 10 detik dan ulangi 10 kali.
3) Berbaring miring dengan kedua lutut ditekuk ke depan. Cara senam yaitu kencangkan otot dasar panggul dan tranversus dan angkat bagian atas lutut dengan menggerakan paha ke arah luar, tumit tetap berbaring tetap saling bersinggungan. Tahan sampai 5 detik, pastikan panggul atau tulang belakang tidak berotasi. Ulangi 5 kali untuk masing-masing tungkai. Secara bertahap tingkatkan waktu penahanan sampai 10 detik dan ulangi 10 kali
Gambar 3.5 stabilitas batang tubuh –menaikkan lutut
4) Berbaring miring dengan lutut yang dibawah ditekuk ke belakang.
Cara senam yaitu tarik otot abdomen bawah dan naikkan tungkai atas mengarah ke atap (atas) sejajar dengan tubuh.tahan 5 detik pastikan punggung dan panggul tidak berotasi. Ulangi gerakan 5 kali pada masing-masing tungkai secara perlahan tingkatkan penahanan sampai 10 detik dan ulangi sebanyak 10 kali. Evaluasi kemajuan senam sampai beberapa minggu berikutnya, untuk mengendalikan panggul dan tulang belakang sementara angkat tungkai ke dinding dengan paha di rotasi ke luar.
Gambar 3.6 abduksi paha dalam posisi miring
5) Terlentang lutut ditekuk keatas dan kaki berpijak ke lantai tangan taruh di diatas abdomen bawah. Cara senam yaitu tarik abdomen bagian bawah dan biarkan lutut membuka sedikit yang mengontrolnya untuk meyakinkan bahwa panggul tetap tinggi dan punggung tetap datar. Secara perlahan kembalikan lutut keposisi tegak. Ulangi lagi 5 kali untuk lutut yang lain. Tingkatkan pengulangan secara bertahap sampai 10 kali. Beberapa minggu
kemudian lanjukan pengendalian panggul dengan lutut lebih rendah.
Gambar 3.7 memutar lutut kearah luar sambil mempertahankan tubuh diam
6) Terlentang lutut ditekuk ke atas dan kaki berpijak pada lantai, tangan di abdomen bawah. Cara senam yaitu tarik otot abdomen bawah dan secara lembut geser tumit salah satu tungkai ke arah bawah dengan mempertahankan punggung datar dan panggul tinggi. Hentikan bila panggul mulai bergerak.secara perlahan kembalikan lutut ke posisi menekuk. Ulangi 5 kali pada tungkai yang lain secara bertahap tingkatkan pengulangan sampai 10.
Beberapa minggu kemudian tingkatkan pengendalian panggul serta penguatan tungkai.
Gambar 3.8 mengencangkan salah satu kaki sambil mempertahankan panggul dan punggung tetap diam
3. Tahap terminasi a. Merapikan klien
b. Melakukan evaluasi tindakan c. Menyampaikan rencana tindak lajut
d. Berterimakasih atas kerjasama dengan klien e. Berpamitan
E. Alat ukur evaluasi dari aplikasi tindakan berdasarkan riset