BAB II KAJIAN TEORI
C. Media Lembar Balik (Flipchart)
Flipchart sering juga disebut lembar balik, menurut Hujair Sanaky (2011: 65-66), lembaran balik adalah lembaran kertas yang berisi pesan atau bahan ajar, yang dalam penggunaannya materi dijelaskan secara berurutan atau tahap demi tahap dengan cara membalikkan
26
lembaran tersebut. “Flipchart adalah lembaran kertas berbentuk album atau kalender yang berukuran agak besar sebagai flipbook, yang disusun dalam urutan yang diikat ada bagian atasnya” (Dina Indriana, 2011: 66). “Flipchart adalah lembaran kertas media yang berisikan bahan pelajaran yang tersusun rapi dan baik... Lembaran kertas yang sama ukurannya dijilid jadi satu dengan baik agar lebih bersih dan lebih baik” (Cecep Kustandi & Bambang Sujipto, 2011: 48).
Berdasarkan beberapa pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa media flipchart adalah lembaran-lembaran dengan ukuran sama yang dijilid atau dijadikan satu pada bagian atasnya menyerupai kalender, berisikan pesan atau materi pembelajaran, dan materi disampaikan dengan cara membalikkan lembaran-lembaran tersebut, sehingga penyampaian pesan dapat dilakukan secara bertahap.
2. Kelebihan dan Kekurangan Media Flipchart
Kelebihan media lembaran balik atau flipchart (Hujair AH Sanaky, 2011: 68) adalah:
a. Lembaran balik, bermanfaat untuk bahan pelajaran yang disajikan dengan menggunakan gambar seri, sehingga secara bertahap satu demi satu bahan pelajaran tersebut disampaikan kepada pembelajar.
b. Gambar-gambar yang telah digunakan dapat disumpan dengan baik, dan gambar-gambar tersebut dapat dipakai lagi berulang-ulang.
c. Dengan menggunakan lembaran balik, tidak banyak waktu yang terbuang dalam menyampaikan materi pelajaran atau suatu informasi karena pengajar telah menyiapkan materi pelajaran pada lembaran balik di rumah dan ketika akan
27
menggunakan baru pengajar dapat menggantungkannya pada tempat gantungan lembaran balik.
d. Lembaran balik, lebih menarik perhatian, minat belajar, karena materi pelajaran diberikan secara berseri.
e. Lembaran balik, bila akan digunakan dipasang pada gantungannya.
f. Apabila ruangan kelas memungkinkan, setelah pengajar menyampaikan materi pelajaran, lembaran balik itu dipisah-pisahkan dan dapat digantungkan di dinding agar pembelajar dapat membaca kembali materi pelajaran yang telah disampaikan.
Kelebihan media lembaran balik menurut Dina Indriana (2011: 68) adalah:
a. Mampu menyajikan pesan pembalajaran secara ringkas dan praktis.
b. Dapat digunakan di dalam ruangan atau luar ruangan. c. Bahan dan cara pembuatannyaa relatif murah dan mudah. d. Mudah dibawa ke mana-mana.
e. Mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa karena di mana pun bisa digunakan sehingga siswa tetap bisa belajar.
Kelebihan media lembaran balik atau flipchart menurut Rudi Susilana dan Cepi Riyana (2009: 89-90) adalah:
a. Mampu menyajikan pesan pembelajaran secara ringkas dan praktis. b. Dapat digunakan di dalam maupun luar ruangan. Media ini tidak
membutuhkan arus listrik.
c. Bahan pembuatnnya relatif murah. d. Mudah dibawa kemana-mana.
e. Meningkatkan aktivitas belajar siswa.
Kelemahan media lembaran balik atau flipchart menurut Hujair Sanaky (2011: 68) adalah:
28
a. Pengajar merasa berat untuk menyiapkan lembaran balik di rumah, karena persoalan waktu, biaya, dan tenaga.
b. Pengajar merasa kurang ahli untuk menulis yang baik dan indah di lembaran balik.
c. Mungkin pengajar merasa tidak memiliki keahlian untuk membuat tempat rangka gantungan atau standar untuk menggantungkan lembaran balik.
Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kelabihan media lembaran balik atau flipchart adalah mampu menyajikan pesan pembelajaran secara ringkas dan praktis, dapat digunakan di dalam ruangan ataupun di luar ruangan, bahan dan cara pembuatannya relatif mudah, mudah dibawa ke mana-mana dan mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa.
Kekurangan media lembaran balik atau flipchart adalah pengajar membutuhkan waktu dan tenaga dalam membuatnya, selain itu sebagian pengajar ajan merasa kesulitan untuk membuat rangka yang digunakan untuk menggantungkan flipchart.
3. Kriteria Media Flipchart
Media flipchart dibuat agar mampu meningkatkan keberhasilan dalam proses pembelajaran. Akan tetapi, tidak semua media baik digunakan dalam proses belajar. Ahmad Rohani (1997:28) mengungkapkan bahwa salah satu yang harus diperhatikan dalam
29
memilih media adalah karakteristik siswa. Ketetapan pemilihan media dengan karakteristik siswa akan memperbesar peluang keberhasilan belajar.
Rudi Susilana dan Cepi Riyana (2008: 70) menjelaskan beberapa kriteria umum dalam pemilihan media pembelajaran, antara lain sebagai berikut:
a. Media tersebut harus sesuai dengan tujuan instruksional
Dalam memilih media perlu dikaji tujuan yang ingin dicapai dalam suatu kegiatan pembelajaran. Dari tujuan instruksional tersebut dapat dianalisis media yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut.
b. Kesesuaian dengan materi pembelajaran
Dalam memilih media, hal yang perlu diperhatikan adalah perlunya memperhatikan bahan dan kajian yang akan diajarkan pada suatu program pembelajaran. Selain itu, sebagai bahan pertimbangan lain, dari bahan atau pokok bahasan tersebut sampai sejauh mana kedalaman yang dapat dicapai.
c. Kesesuaian dengan karakteristik siswa
Media yang dipilih haruslah familiar dengan karakteristik siswa dengan mengkaji sifat-sifat dan ciri media yang akan digunakan.
30 d. Kesesuaian dengan teori
Media yang dipilih haruslah sesuai dengan teori. Media yang dipilih bukan karena kesenangan pendidik dengan media tertentu. Pemilihan media haruslah didasarkan pada teori yang telah teruji validasinya.
e. Kesesuaian dengan gaya belajar
Hal tersebut didasarkan atas kondisi psikologi siswa, bahwa belajar dipengaruhi oleh gaya belajar siswa
f. Kesesuaian dengan lingkungan, fasilitas pendukung, dan waktu yang tersedia.
4. Pengembangan Media Flipchart
Beberapa hal yang harus dilakukan sebelum menggunakan media lembaran balik atau flipchart menurut Dina Indriana (2011: 130-131) adalah:
a. Menentukan tujuan pembelajaran.
Langkah ini merupakan tahap menentukan target apa yang harus dicapai agar proses belajar mengajar sesuai dengan apa yang diharapkan.
b. Menentukan bentuk flipchart.
Ada dua jenis flipchart, yaitu pertama, berbentuk lembaran kosong yang kemudian diisi berbagai pesan atau materi oleh guru untuk disampaikan kepada siswa. Kedua, flipchart dalam bentuk
31
yang sudah berisi pesan atau materi, maka harus ditentukan terlebih dahulu bentuk flipchart yang mana yang akan dipilih.
c. Membuat ringkasan materi pembelajaran.
Pesan yang tertulis di dalam flicphart tidak boleh terlalu panjang dan terkesan bertele-tele. Guru harus meringkas materi pembelajaran sehingga dapat mewakili materi secara keseluruhan, penjelasannya dapat dilakukan secara verbal.
d. Merancang sketsa flipchart.
Proses merancang sktesa dimulai dengan pemilihan flipchart yang sudah berisi pesan, kemudian di atas lembaran kertas flipchart harus dibuatkan sketsa agar tampilannya terarah, enak dipandang dan tidak terkesan berantakan. Hal tersebut dimaksudkan agar lebih merangsang minat belajar siswa saat guru menggunakan media flipchart.
e. Pewarnaan flipchart.
Flipchart bisa menggunaan warna-warna menarik namun tidak berlebihan, dengan tujuan untuk merangsang minat belajar dan memfikuskan perhatian siswa terhadap pesan yang terdapat di dalam flipchart. Warna yang digunakan adalah warna-warna yang mencolok, untuk menarik perhatian siwa, namun jika warna tersebut mengganggu penglihatan, maka dapat disesuaikan dengan kebutuhan, agar tidak menjadikan penghalang dalam proses belajar mengajar.
32
f. Menentukan bentuk dan ukuran huruf yang digunakan.
Usahakan agar media flipchart dapat diakses dan dilihat serta dirasakan secara langsung oleh siswa dengan menggunakan bentuk dan ukuran huruf yang dapat dilihat dalam jarak yang agak jauh dari penempatan media tersebut, selain itu gunakan huruf yang tegak, bukan huruf latin.
Peneliti menggunakan pendapat para ahli dalam mengembangkan media lembaran balik flipchart, yaitu menentukan tujuan pembelajaran, menentukan bentuk flipchart, membuat ringkasan materi pembelajaran, merancang sketsa flipchart, pewarnaan flipchart, menentukan bentuk dan ukuran huruf yang digunakan.
5. Cara Menggunakan Flipchart
Cara menggunakan media lembaran balik atau flipchart menurut Dina Indriana (2011: 133-135) adalah sebagai berikut:
a. Persiapan.
Langkah persiapan yang dimaksudkan adalah guru atau pengajar menguasai materi pembelajaran dan mampu menjalankan flicphart dengan baik, sehingga siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.
b. Penempatan.
Posisi penempatan media flipchart dan guru sangatlah penting agar dapat menguasai kondisi kelas dan supaya siswa dapat
33
mengakses media flipchart dengan baik dan jelas, walaupun ada beberapa media siswa yang berada sedikit jauh dari media flipchart. c. Pengaturan siswa.
Posisi siswa harus diatur sedemikian rupa agar dapat melihat dengan jelas media flipchart, supaya siswa dapat enyerap pesan atau materi yang terdapat di dalam media flipchart.
d. Memperkenalkan materi inti
Materi yang disajikan menggunakan media flipchart penting untuk diperkenalkan kepada siswa, sehingga siswa memiliki gambaran awal mengenai materi apa yang akan dibahas oleh guru, dengan begitu siswa akan lebih mudah menerima dan mencerna materi yang akan disampaikan menggudnakan media flipchart oleh guru.
e. Menyajikan media
Setelah masuk pada materi maka guru bisa mulai memperhatikan lembaran-lembaran flipchart serta memberikan penjelasan yang cukup terhadap materi-materi tersebut.
f. Memberikan kesempatan anak didik untuk bertanya atau merespon Guru harus merangsang siswa supaya bertanya, meminta penjelasan, memberikan komentar, atau umpan balik, sehingga akan memunculkan dialog yang dapat mempermudah siswa untuk menguasai atau memahami materi yang diajarkan oleh guru.
34 g. Menyimpulkan materi
Menyimpulkan materi yang telah disampaikan, dapat menyegarkan kembali mengenai materi apa saja yang sudah dibahas dan terangkan oleh guru sebelumnyaa. Hal tersebut bertujuan agar siswa menjadi semakin paham dan mengerti mengenai materi yang baru saja diajarkan oleh guru.
6. Prinsip Desain Media Flipchart “Gemar Makan Ikan”
Azhar Arsyad (2006) menjelaskan bahwa merancang atau mengembangkan suatu media visual atau grafis perlu memperhatikan beberapa prinsip dalam pengembangannya. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut.
a. Kesederhanaan
Jumlah elemen visual yang terkandung yang lebih sedikit akan memudahkan siswa dalam memahami pesan yang disampaikan. Pesan yang panjang harus dibagi menjadi beberapa elemen agar mudah dipahami. Penulisan yang digunakan harus menggunakan gaya huruf yang sederhana agar mudah dibaca dan tidak terlalu banyak ragam huruf. Kalimat yang disajikan ringkas, jelas, padat dan mudah dipahami.
b. Keterpaduan
Maksud dalam prinsip keterpaduan adalah elemen-elemen visual tersebut ketika diamati akan berfungsi secara bersama-sama.
35
Elemen tersebut harus saling terkait dan menyatu menjadi satu bagian sehingga dapat membantu guru dan siswa dalam memahami dan mengolah pesan pembelajaran.
c. Penekanan
Penekanan dalam hal ini adalah penekanan yang diberikan kepada unsur terpenting dalam media tersebut. Penekanan menggunakan ukuran, hubungan-hubungan, perspektif, warna atau ruang.
Prinsip penekanan pada media flipchart “Gemar Makan Ikan” dapat dilihat dari penggunaan warna yang mencolok dan gambar-gambar dengan ukuran besar sehingga mudah dilihat oleh siswa. d. Keseimbangan
Keseimbangan mencakup dua hal, yaitu keseimbangan simetris dan asimetris. Bentuk atau gambar yang dilih sebaiknya menempati ruang penyajian yang memberikan persepsi keseimbangan, walaupun tidak simetris keseluruhannya. Keseimbangan yang simetris memberikan kesan yang statis, sebaliknya keseimbangan asimetris memberikan kesan dinamis.
Prinsip keseimbangan dapat dilihat pada ukuran gambar tokoh, ikan, sungai, pancing, dan langit.
e. Garis
Garis digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur sehingga dapat menuntun perhatian siswa. Fungsi garis adalah
36
sebagai pengamat, dalam mempelajari rangkaian konsep, gagasan makna atau isi materi pelajaran yang disampaikan. Selain itu, fungsi garis adalah sebagai pembatas masing-masing elemen.
Prinsip garis dalam media flipchart “Gemar Makan Ikan” adalah pada pembatas gambar dan materi pembelajaran yang ada di dalam flipchart.
f. Bentuk
Bentuk yang tidak biasa akan membangkitkan rasa minat dan perhatian siswa. Oleh sebab itu, pemilihan bentuk sebagai unsur visual dalam penyajian pesan, informasi, atau isi pelajaran harus diperhatikan. Dalam prinsip bentuk biasanya anak akan menyukai bentuk dan gambar-gambar kartun dan berwarna.
Bentuk yang terdapat dalam media flipchart “Gemar Makan Ikan” adalah gambar-gambar yang berisi cerita dan aneka bentuk ikan.
g. Tekstur
Tekstur merupakan unsur visual yang membuat persepsi kesan kasar atau halusnya sebuah permukaan. Tekstur digunakan untuk penekanan, aksentuasi atau pemisahan, serta menambah keterpaduan dari suatu unsur, musalnya warna.
Dalam media flipchart “Gemar Makan Ikan”, tekstur yang ditekankan adalah pemisah warna. Pemisah tersebut dapat dilihat
37
dari tiga kategori warna yang dipisahkan sesuai dengan materi yang akan dipelajari.
h. Warna
Warna digunakan untuk memberikan kesan pemisahan atau penekanan atau membangun keterpaduan. Selain itu, warna juga dapat meningkatkan realism objek situasi yang digambarkan, menunjukkan persamaan atau perbedaan, dan menciptakan respon emosional tertentu. Menurut Puji Riyanto (2005: 47) setiap warna akan menimbulkan sebuah respon psikologis yang berbeda-beda. Secara umum, hubungan psikoalogis antara warna dengan manusia dapat dikelompokkan sebagai berikut.
Tabel 1. Psikologis antara Warna dan Manusia
Warna Respon Psikologi
Merah Kekuatan, energi, kehangatan, cinta, nafsu, agresi, bahaya.
Biru Kepercayaan, konservatif, keamanan, teknologi, kebersihan, keteraturan.
Hijau Alami, sehat, keberuntungan, pembaharuan Kuning Optimis, harapan, filosofis, ketidakjujuran
Ungu/jingga Spiritual, misteri, kebangsawanan, transformasi, kekasaran, keangkuhan
Orangye Energi, keseimbangan, kehangatan Coklat Tanah/bumi, kenyamanaan, daya tahan
Abu-abu Intelek, masa depan, kesederhanaan, kesedihan. Putih Kesucian, kebersihan, ketepatan, ketiakbersalahan,
steril, kematian.
Hitam Kekuatan, seksualitas, kecanggihan, kematian, misteri, ketakutan, kesedihan, keanggunan.
38
Warna yang dipilih dalam media flipchart “Gemar Makan Ikan” adalah perpaduan seluruh warna. Namun yang paling dominan adalah warna biru, hijau, dan kuning.
Selain itu, prinsip lain yang digunakan dalam pengembangan media flipchart “Gemar Makan Ikan” adalah prinsip desain pesan pembelajaran menurut Asri Budiningsih (2003: 118). Prinsip-prinsip tersebut antara lain sebagai berikut.
a. Prinsip kesiapan dan motivasi.
Pinsip ini mengatakan bahwa jika dalam kegiatan pembelajara siswa memiliki kesiaan dan motivasi maka hasil belajar lebih baik. Media flipchart “Gemar Makan Ikan” menuntut kesiapan siswa untuk belajar yang dikondisikan terlebih dahulu oleh guru. Penggunaan media flipchart “Gemar Makan Ikan” menuntut guru untuk membekali siswa tentang dunia hewan, sehingga dalam prosesnya nanti siswa akan semakin tertarik untuk memperhatian pembelajaran yang disampaikan guru menggunakan media flipchart. Oleh karena itu, media flipchart “Gemar Makan Ikan” diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
b. Prinsip penggunaan alat pemusat perhatian
Prinsip ini mengatakan bahwa jika dalam proses belajar perhatian siswa terpusat pada pesan yang dipelajari, maka proses dan hasil belajar semakin baik. Media flipchart “Gemar Makan Ikan”
39
dirancang dengan pemusat perhatian siswa, antara lain sebagai berikut.
1) Warna
Warna yang digunakan pada media flipchart “Gemar Makan Ikan” adalah warna-warna cerah yang sesuai dengan karakteristik siswa. Hal tersebut dapat menarik perhatian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas.
2) Gambar
Gambar digunakan untuk menggambarkan dan memperjelas. Penggunaan gambar pada media flipchart “Gemar Makan Ikan” berisi cerita yang akan disampaikan oleh guru. 3) Bentuk dan penggunaan media
Media yang dikembangkan berbentuk segi empat dengan ukuran yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
4) Tulisan
Huruf yang digunakan untuk judul adalah huruf yang menonjol dan sesuai dengan karakteristik pengguna. Sementara huruf untuk media flipchart menggunakan huruf yang dapat dibaca jelas oleh pengguna sehingga dapat mempelajarinya dengan mudah.
c. Prinsip keaktifan siswa
Aktvitas mental, emosional, maupun aktivitas fisik merupakan tiga hal yang termasuk dalam prinsip keaktifan siswa.
40
Jika dalam proses pembelajaran siswa berpartisipasi aktif, maka proses dan hasil belajar akan meningkat. Media flipchart “Gemar Makan Ikan” diharapkan daat merangsang keaktifan siswa dalam pembelajaran.
d. Prinsip umpan balik
Umpan balik adalah informasi yang diberikan siswa mengenai keberhasilan atau kemajuan serta kekurangan dalam pembelajarannya. Prinsip umpan balik menyatakan bahwa jika dalam proses belajar siswa diberitahukan kemajuan dan kelemahan belajarnya, maka hasil belajar akan meningkat. Kemajuan atau kekurangan siswa dalam memahami materi akan terlihat dari antusias siswa memperhatikan guru menyampaikan materi menggunakan media flipchart “Gemar Makan Ikan”. Pendidik dapat memberikan beberapa pertanyaan dan apresiasi positif kepada siswa dan mengindentifikasi siswa yang sudah paham dan yang belum paham sehingga guru dapat memberkan pengarahan kembali kepada siswa.
e. Prinsip perulangan
Perulangan menyajikan informasi secara berulang-ulang. Jika dalam pembelajaran informasi yang akan disampaikan berulang-ulang maka porses dan hasilnya akan lebih baik.
Dalam pengembangan media flipchart “Gemar Makan Ikan” terdapat prinsip yang harus dipenuhi. Prinsip tesebut meliputi prinsip
41
desain visual dan desain pembelajaran agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Prinsip-prinsip tersebut digunakan sebagai pedoman dalam menghasilkan sebuah media yang layak digunakan sesuai dengan karakteristik pembelajaran.
7. Alat dan Bahan Membuat Flipchart “Gemar Makan Ikan”
Alat yang digunakan dalam pengembangan media flipchart Gemar Makan Ikan adalah pensil, penghapus, kertas A4, software Corel Draw, perangkat komputer, kertas A3, printer, kertas karton, gunting , cutter, lem fox, kertas stiker, dan binder.