BAB II LANDASAN TEORI
A. Kajian Pustaka
4. Media Pembelajaran
a. Pengertian Media
Gerlach dan Ely (dalam Kustandi dan Bambang, 2011:17) mengemukakan bahwa apabila dipahami secara garis besar, maka media adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun suatu kondisi atau membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.
Arsyad (dalam Sukiman, 2012:28) berpendapat bahwa media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan- pesan pembelajaran. Hamidjojo (dalam Arsyad, 2014:4) mengemukakan bahwa media merupakan semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan, atau pendapat sehingga ide, gagasan, atau pendapat yang dikemukakan itu sampai pada penerima yang dituju.
Menurut Bovee (dalam Sanaky, 2013:3) media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan.
19 Sedangkan menurut Miarso (dalam Sanaky, 2013:4) media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri pembelajar.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan pesan pembelajaran guna merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa dalam belajar.
b. Tujuan Media Pembelajaran
Sanaky (2013:5) berpendapat bahwa media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran memiliki tujuan untuk:
1) Mempermudah proses pembelajaran di kelas, 2) Meningkatkan efisiensi proses pembelajaran,
3) Menjaga relevansi antara materi pelajaran dengan tujuan belajar,
4) Membantu konsentrasi pembelajar dalam proses pembelajaran. Berdasarkan tujuan media pembelajaran yang dikemukakan oleh Sanaky, peneliti mengembangkan media pembelajaran kartu domino modifikasi yang memuat tujuan-tujuan tersebut.
c. Manfaat Media Pembelajaran
Kemp dan Dayton (dalam Kustandi dan Bambang, 2011:23) mengemukakan beberapa hasil penelitian yang
20 menunjukkan dampak positif dari penggunaan media pembelajaran:
1) Penyampaian pelajaran tidak kaku 2) Pembelajaran bisa lebih menarik
3) Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik dan penguatan
4) Lama waktu pembelajaran dapat dipersingkat, karena kebanyakan media hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak, dan kemungkinan dapat diserap oleh siswa lebih besar.
5) Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bila integrasi kata dan gambar sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen-elemen pengetahuan dengan cara yang terorganisasi dengan baik, spesifik dan jelas.
6) Pembelajaran dapat diberikan kapan dan di mana saja diinginkan atau diperlukan, terutama jika media pembelajaran dirancang untuk penggunaan secara individu.
7) Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan
21 Menurut Sudjana dan Riva‟i (dalam Kustandi dan Bambang, 2011: 25) manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa yaitu sebagai berikut.
1) Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa, sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar
2) Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran
3) Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru 4) Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab
tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain.
Sanaky (2013:5) mengemukakan manfaat media pembelajaran yaitu:
1) Pengajaran lebih menarik perhatian pembelajar sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar
2) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih dipahami pembelajar, serta memungkinkan pembelajar menguasai tujuan pengajaran dengan baik
22 3) Metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-mata hanya komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar, pembelajar tidak bosan, dan pengajar tidak kehabisan tenaga 4) Pembelajar lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab
tidak hanya mendengarkan penjelasan dari pengajar saja, tetapi juga aktivitas yang lain yang dilakukan seperti: mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain.
Selain itu, manfaat media pembelajaran bagi pengajar dan pembelajar, sebagai berikut:
1) Manfaat media pembelajaran bagi pengajar, sebagai berikut: a) Memberikan pedoman, arah untuk mencapai tujuan
pembelajaran
b) Menjelaskan struktur dan urutan pengajaran secara baik c) Memberikan kerangka sistematis mengajar secara baik d) Memudahkan kendali pengajar terhadap materi pelajaran e) Membantu kecermatan, ketelitian dalam penyajian materi
pelajaran
f) Membangkitkan rasa percaya diri seorang pengajar g) Meningkatkan kualitas pengajaran
h) Memberikan dan meningkatkan variasi belajar
i) Menyajikan inti informasi, pokok-pokok secara sistematik, sehingga memudahkan penyampaian
23 j) Menciptakan kondisi dan situasi belajar yang
menyenangkan dan tanpa tekanan
2) Manfaat media pembelajaran bagi pembelajar, adalah: a) Meningkatkan motivasi belajar pembelajar
b) Memberikan dan meningkatkan variasi belajar bagi pembelajar
c) Memudahkan pembelajar untuk belajar
d) Merangsang pembelajar untuk berpikir dan beranalisis e) Pembelajaran dalam kondisi dan situasi belajar yang
menyenangkan dan tanpa tekanan
f) Pembelajar dapat memahami materi pelajaran secara sistematis yang disajikan.
d. Landasan Teoritis Penggunaan Media
Menurut Bruner (dalam Kustandi dan Bambang, 2011:11) mengemukakan bahwa ada tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu:
1) Pengalaman langsung (enactive)
Pengalaman langsung adalah mengerjakan, misalnya arti kata
“anyaman” dipahami dengan langsung membuat „anyaman‟.
2) Pengalaman piktorial/gambar (iconic)
Pada tingkatan kedua yang diberi label iconic (gambar atau
image), misalnya anyaman, kata „anyaman‟ dipelajari dari
24 3) Pengalaman abstrak (symbolic)
Pada tingkatan simbol, siswa membaca (atau mendengar) kata
„anyaman‟ dan mencoba mencocokkannya dengan
pengalamannya membuat „anyaman‟.
e. Ciri-ciri Media Pembelajaran
Gerlach dan Ely (dalam Kustandi dan Bambang, 2011:13) mengemukakan tiga ciri media sebagai berikut:
1) Ciri fiksatif (fixative property)
Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi, suatu peristiwa atau objek.
2) Ciri manipulatif (manipulative property)
Transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena media memiliki ciri manipulatif. Ciri ini menggambarkan bahwa media pembelajaran memiliki kemampuan mengatasi ruang dan waktu serta memiliki kemampuan mengatasi keterbatasan inderawi manusia. Misalnya, suatu peristiwa yang sudah terjadi dan tidak dapat dihadirkan kembali dapat dipelajari kembali menggunakan media pembelajaran.
3) Ciri distributif (distributive property)
Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar
25 siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu.
f. Fungsi Media Pembelajaran
Menurut Munadi (2010:36) terdapat lima fungsi media pembelajaran, yakni (1) media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar; (2) fungsi semantik; (3) fungsi manipulatif; (4) fungsi psikologis; dan (5) fungsi sosio-kultural.
1) Fungsi media pembelajaran sebagai sumber belajar
Secara teknis, media pembelajaran berfungsi sebagai sumber
belajar. Dalam kalimat “sumber belajar” ini tersirat makna
keaktifan, yakni sebagai penyalur, penyampai, penghubung, dan lain-lain. Fungsi media pembelajaran sebagai sumber belajar adalah fungsi utamanya di samping fungsi-fungsi yang
lainnya. Media pembelajaran adalah “bahasanya guru”, maka
untuk beberapa hal, media pembelajaran dapat menggantikan fungsi guru terutama sebagai sumber belajar.
2) Fungsi semantik
Yakni kemampuan media dalam menambah perbendaharaan kata (simbol verbal) yang makna atau maksudnya benar-benar dipahami anak didik (tidak verbalistik). Bahasa meliputi lambang (symbol) dan isi (content) yakni pikiran dan atau perasaan yang keduanya telah menjadi totalitas pesan (message) yang tidak dapat dipisahkan. Unsur dari bahasa itu
26
adalah “kata”. Kata atau kata-kata sudah jelas merupakan
simbol verbal. Simbol adalah segala sesuatu yang digunakan untuk atau dipandang sebagai wakil sesuatu lainnya.
3) Fungsi manipulatif
Fungsi manipulatif didasarkan pada ciri-ciri karakteristik umum, bahwa media memiliki dua kemampuan, yakni mengatasi batas-batas ruang dan waktu dan mengatasi keterbatasan inderawi.
Pertama, kemampuan media pembelajaran dalam mengatasi batas-batas ruang dan waktu, yaitu:
a) Kemampuan media menghadirkan objek atau peristiwa yang sulit dihadirkan dalam bentuk aslinya.
b) Kemampuan media menjadikan objek atau peristiwa yag menyita waktu panjang menjadi singkat.
c) Kemampuan media menghadirkan kembali objek atau peristiwa yang telah terjadi.
Kedua, kemampuan media pembelajaran dalam mengatasi keterbatasan inderawi manusia, yaitu:
a) Membantu siswa dalam memahami objek yang sulit diamati karena terlalu kecil.
b) Membantu siswa dalam memahami objek yang bergerak terlalu lambat atau terlalu cepat.
27 c) Membantu siswa dalam memahami objek yang
membutuhkan kejelasan suara.
d) Membantu siswa dalam memahami objek yang terlalu kompleks.
4) Fungsi psikologis a) Fungsi atensi
Media pembelajaran dapat meningkatkan perhatian (attention) siswa terhadap materi ajar. Media pembelajaran yang tepat guna adalah media pembelajaran yang mampu menarik dan memfokuskan perhatian siswa.
b) Fungsi afektif
Fungsi afektif, yakni menggugah perasaan, emosi, dan tingkat penerimaan atau penolakan siswa terhadap sesuatu. Media pembelajaran yang tepat guna dapat meningkatkan sambutan atau penerimaan siswa terhadap stimulus tertentu. c) Fungsi kognitif
Siswa yang belajar melalui media pembelajaran akan memperoleh dan menggunakan bentuk-bentuk representasi yang mewakili objek-objek yang dihadapi, baik objek itu berupa orang, benda, atau kejadian/peristiwa.
d) Fungsi imajinatif
Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengembangkan imajinasi siswa.
28 e) Fungsi motivasi
Motivasi merupakan seni mendorong siswa untuk terdorong melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai.
5) Fungsi sosio-kultural
Fungsi media dilihat dari sosio-kultural, yakni mengatasi hambatan sosio-kultural antarpeserta komunikasi pembelajaran. Hambatan ini dapat diatasi media pembelajaran, karena media pembelajaran memiliki kemampuan dalam memberikan rangsangan yang sama, menyamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.
g. Jenis-jenis Media Pembelajaran
Arsyad mengelompokkan (2014:31) media pembelajaran ke dalam empat kelompok, yaitu: (1) media hasil teknologi cetak, (2) media hasil teknologi audio-visual, (3) media hasil teknologi yang berdasarkan komputer, dan (4) media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer.
Pengelompokkan media menurut taksonomi Bretz (dalam Sukiman, 2012:45) dibagi menjadi delapan kategori: (1) media audio visual gerak, (2) media audio visual diam, (3) media audio semi gerak, (4) media visual gerak, (5) media visual diam, (6) media semi gerak, (7) media audio, dan (8) media cetak.
29