• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Pengertian Media Visual

Media visual menurut Sanjaya yaitu media yang dapat di lihat saja, tidak mengandung unsur suara.26 Media visual adalah media yang melibatkan indra penglihatan.27

Dapat disimpulkan media ini hanya dapat menyampaikan pesan melalui indra penglihatan atau hanya dapat dilihat dengan mata saja, indra lain seperti telinga tidak dapat difungsikan untuk media visual ini.

2. Jenis- Jenis Media Visual

Jenis-jenis media visual adalah: 1) Media yang tidak diproyeksikan a) Media realita

Media realita adalah benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan di ruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke obyek. Kelebihan dari media realita ini adalah dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Misalnya untuk mempelajari keanekaragaman makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup, ekosistem, dan organ tanaman.28

b) Model

Adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya.Penggunaan model untuk mengatasi kendala tertentu sebagai pengganti realia. Misalnya untuk

26Wina Sanjaya,Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran ( Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2010 ), h. 204.

27Yudhi Muhadi, Media Pembelajaran (Jakarta: Gaung Persada Press), h. 81.

28 Senny rifki dalam

mempelajari sistem gerak, pencernaan, pernafasan, peredaran darah, sistem ekskresi, dan syaraf pada hewan.29

c) Media grafis

Yaitu tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-simbol visual. Fungsi dari media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal.30

Jenis-jenis media grafis adalah: 1. gambar / foto: paling umum digunakan

2. sketsa: gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian pokok tanpa detail. Dengan sketsa dapat menarik perhatian siswa, menghindarkan

verbalisme, dan memperjelas pesan.

3. diagram / skema: gambar sederhana yang menggunakan garis dan simbol untuk menggambarkan struktur dari obyek tertentu seteknik garis besar. Misal untuk mempelajari organisasi kehidupan dari sel sampai organisme. 4. bagan / chart : menyajikan ide atau konsep yang sulit sehingga lebih mudah

dicerna siswa. Selain itu bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari penyajian. Dalam bagan sering dijumpai bentuk grafis lain, seperti: gambar, diagram, kartun, atau lambang verbal.

5. grafik: gambar sederhana yang menggunakan garis, titik, simbol verbal atau bentuk tertentu yang menggambarkan data kuantitatif. Misalnya untuk mempelajari pertumbuhan.31

29 Senny rifki dalam

http://sennyrifki.blogspot.co.id/2011/04/karakteristik-media-visual-dan-jenis.html, di akses tanggal 30 Mei 2016

30 Senny rifki dalam

http://sennyrifki.blogspot.co.id/2011/04/karakteristik-media-visual-dan-jenis.html, di akses tanggal 30 Mei 2016

31 Senny rifki dalam

2) Media yang diproyeksikan a) Transparansi OHP

Yaitu merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Perangkat media transparansi meliputi perangkat lunak (Overhead transparancy / OHT) dan perangkat keras (Overhead projector / OHP). Teknik pembuatan media transparansi, yaitu:

a. Mengambil dari bahan cetak dengan teknik tertentu b. Membuat sendiri seteknik manual.32

b) Film bingkai / slide

Adalah film transparan yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2X2 inci. Dalam satu paket berisi beberapa film bingkai yang terpisah satu sama lain. Manfaat film bingkai hampir sama dengan transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan lebih bagus. Sedangkan kelemahannya adalah beaya produksi dan peralatan lebih mahal serta kurang praktis. Untuk menyajikan dibutuhkan proyektor slide.33

Dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis media visual terdiri dari dua yang pertama media yang tidak diproyeksikan mempunyai beberapa bagian yaitu media realita, model, media grafis, dan jenis-jenis media visul yang kedua media yang diproyeksikan mempunyai bagian yaitu transparansi OHP dan film bingkai/ slide.

3. Keunggulan dan Keterbatasan Media Visual pada Pembelajaran

Karakteristik individu peserta didik dalam satu kelas berbeda satu sama lainnya. Adapun setiap media memiliki keunggulan dan keterbatasan. Hal ini menyebabkan guru harus memilih media dengan tepat untuk mengoptimalkan penyampaian materi sehingga meminimalisir kegagalan tujuan pembelajaran.

32 Yudhi Muhadi, Media Pembelajaran (Jakarta: Gaung Persada Press, 2012), h. 8.

Keunggulan yang ada pada media visual berupa, mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan karena siswa melihatnya seteknik konkrit, dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian siswa, pembuatannya relatif mudah dan murah. Keterbatasan pada media visual dapat berupa, membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang lebih kompleks, penyajian pesan hanya berupa unsur pengelihatan sehingga kurang mengasah indra siswa yang lain.34

Dapat disimpulkan bahwa dalam guru harus memilih media dengan tepat untuk mengoptimalkan penyampaian materi sehingga meminimalisir kegagalan tujuan pembelajaran. Keunggulan yang ada pada media visual berupa, mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan karena siswa melihatnya seteknik konkrit, dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian peserta didik.

4. Manfaat Media Visual

Alat bantu visual dalam konsep media pembelajaran visual adalah setiap gambar, model, benda atau alat-alat lain yang memberikan pengalaman visual yang nyata pada siswa. Alat manfaat media visual ini bertujuan:

1. Memperkenalkan, membentuk, memperkaya serta memperjelas pengertian atau konsep yang abstrak kepada siswa.

2. Mengembangkan sikap-sikap yang dikehendaki 3. Mendorong kegiatan siswa yang lebih lanjut.35

34Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP – UPI. Ilmu & Aplikasi Pendidikan; Bagian 2

Ilmu Pendidikan Praktis.(Bandung: PT. Imperial Bhakti Utama, 2007).hal. 209.

35Nana Sudjana dan Ahmad Rifa‟i, Teknologi Pendidikan (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2007), h.106.

Dokumen terkait