HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Mekanisme Penerapan SNI ISO 21001:2018 di Perguruan Tinggi
Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kebutuhan pendidikan dalam hal ini pendidikan tinggi menjadi peluang tersendiri bagi perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi negeri (PTN) untuk menarik minat masyarakat terutama kalangan remaja agar memilih institusinya. Namun, persaingan PTN dalam memperebutkan pasar mahasiswa ini cukup berat (Elfian, Ariwibowo, & Johan, 2018; Nulhaqim, Heryadi, Pancasilawan, &
Ferdryansyah, 2016). Penyelenggaraan administrasi pendidikan pada suatu institusi pendidikan seperti pendidikan tinggi yang
39
ber-Badan Hukum Milik Negara (BHMN) sangat penting untuk dikajian secara mendalam. Status BHMN dalam praktiknya ternyata menimbulkan tantangan baru. Saat ini mulai bermunculan pemikiran baru tentang konsep-konsep penyelenggaraan perguruan tinggi dengan status BHMN secara ideal.30
Idealnya penyelenggaraan perguruan tinggi perlu memperhatikan keterlibatan dan pemenuhan kebutuhan stakeholders dan lingkungan. Pelibatan ini sangat penting karena penyelenggaraan institusi perguruan tinggi negeri berdampak pada peran vital perguruan tinggi dalam mencetak dan menghasilkan calon pemimpin bangsa dan generasi penerus bangsa terbaik. Selain itu, lingkungan pendidikan tinggi juga perlu dipertimbangkan mengingat lingkungan pendidikan tinggi merupakan sebuah kelompok sosial yang responsif dan kritis dalam menanggapi permasalahan yang ada di sekitarnya.31
Dr. Zakiyah, Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN berharap Perguruan Tinggi dapat menerapkan SNI ISO 21001:2018 sebagai salah satu acuan dalam mengelola pendidikan karena mengacu ke standar global. Badan Standardisasi Nasional sampai saat ini juga telah menggandeng 62 perguruan tinggi salah satu tujuannya untuk meningkatkan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian di Indonesia. 32
Dr. Muhammad Rosiawan yang merupakan Dosen yang juga menjabat Ketua Masyarakat Standardisasi DPW Jatim menyampaikan bahwa Kebermanfaatan penerapan SNI ISO 21001:2018 diperkuat dengan 5 konsep utama yang menjadi
"ruh" di semua Management System Standard ISO. Kelima konsep utama tersebut diantaranya Pemikiran Berbasis Risiko, Pendekatan Proses, Siklus Plan-Do-Check-Act, Prinsip-prinsip
30 Rispa Ngindana, dkk. Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik, Analisis Penerapan Sistem Manajemen Pendidikan Tinggi Untuk Mewujudkan Good University Governance, Vol 2 No.2 Tahun 2020, hlm. 152-153.
31 Ibid. hlm. 153.
32
https://www.bsn.go.id/main/berita/detail/11055/penerapan-sistem-manajemen-pendidikan-tinggi-berbasis-sni-iso-210012018 di akses pada tanggal 10 Agustus 2021
40
Manajemen, dan Struktur Tingkat Tinggi.33 Nature atau fitrah pendidikan adalah membangun manusia dan ini yang membedakan pendidikan daripada MSS lain yang lebih lekat penerapannya di institusi bisnis (profit oriented). Maka prinsip SNI ISO 21001:2018 diperkuat dengan prinsip tambahan yakni Kepimpinan visioner, Tanggung jawab sosial, Aksesibilitas dan pemerataan, perilaku etis dalam pendidikan serta keamanan dan perlindungan data.
Mekanisme Penerapan Sistem Manajemen Pendidikan Tinggi Berdasarkan SNI ISO 21001:2018
Gambar 4: Tahapan pendampingan SNI bagi Organisasi Pendidikan
Sumber: https://pembimbingansni.bsn.go.id/
Berdasarkan gambar di atas dan wawancara34 dengan kepala kantor layanan teknis Badan Standardisasi Nasional Pronvinsi Sulawesi Selatan, maka penulis dapat menguraikan tahapan pendampingan SNI ISO 21001:2018 sebagai berikut:
1. Identifikasi Awal: Pemahaman mengenai persyaratan SNI yang akan diterapkan oleh organisasi Pendidikan dan melakukan gap analysis dokumen terhadap proses bisnisnya. Gap Analysis dokumen dilakukan untuk mengetahui persyaratan dari SNI ISO 21001:2018 yang dipenuhi dan sesuai dengan Sistem Penjaminan Mutu
33 Ibid.,
34 Wawancara dengan Bapak Taufiq Hidayat pada tanggal 10 Agustus 2021
41
Internal (SPMI) pada organisasi Pendidikan serta yang belum di penuhi.
2. Penyiapan/Setup System: Penyiapan dan penyusunan dokumen yang mendukung penerapan dan pemenuhan persyaratan SNI ISO 21001:2018.
3. Implementasi, Pelaksaan Audit Internal dan rapat tinjauan manajemen: Implementasi dari sistem yang telah dikembangkan setelah disahkan oleh manajemen organisasi Pendidikan melalui sosialisasi ke semua personel organisasi pendidikan dilanjutkan dengan pelatihan pemahaman, tata cara dan simulasi pelaksanaan audit internal. Setelah itu dilaksanakan rapat tinjauan manajemen.
4. Pengajuan Permohonan Sertifikasi: Sebelum dilakukan kegiatan sertifikasi oleh pihak ketiga (Lembaga Sertifikasi), Pembina telah memastikan bahwa proses bisnis dan dokumentasi yang dihasilkan telah memenuhi seluruh persyaratan acuan yang digunakan untuk proses sertifikasi dan selanjutnya organisasi pendidikan dapat melakukan pengajuan untuk dilakukan sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi yang terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).
5. Pendampingan Tindakan Perbaikan: Untuk pendampingan Organisasi Pendidikan bila diperlukan dapat diberikan konsultasi dalam menutup hasil temuan dari audit yang dilakukan oleh Lembaga sertifikasi.
6. Penyerahan Sertifikasi SNI: Sertifikat SNI dapat diserahkan setelah Lembaga Sertifikasi menerbitkan sertifikat kesesuaian penggunaan tanda SNI ISO 21001:2018 Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan.
Berdasarkan wawancara dengan Bapak Taufiq Hidayat sebagai Kepala Kantor Layanan Teknis Badan Standaridasai Nasional Provinsi Sulawesi Selatan dan telah di koordinasikan dengan pihak kantor Pusat Badan Standardisasi Nasioanal bahwa ada beberapa Perguruan Tinggi yang sementara dan telah melaksanakan penerapan SNI ISO 21001:2018 diantaranya sebagai berikut:
42
3 Stikes Al-Insyirah Riau Sosialisasi Ya 4 Universitas ATI
7 Universitas Bakrie DKI Jakarta
Jawa Barat Sosialisasi Ya
9 Politeknik Meta Industri
Jawa Barat Sosialisasi Ya
10 Universitas Negeri
43
13 Universitas Mahasaraswanti
Bali Sertifikat SNI Tidak
14 Universitas
19 Politekes Manado Sulawesi Utara
Pelatihan Audit Internal
Ya
Sumber: Kepala KLT Badan Standardisasi Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
44
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan Pembahasan diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Berdasarkan Pembahasan ada dua Perguruan Tinggi yang telah menerapkan SNI ISO 21001:2018 yaitu Universitas Warmadewa dan Universitas Mahasaraswanti sedangkan Perguruan Tinggi lainnya sementara proses untuk penerapan SNI ISO 21001:2018 mulai dari tahap identifikasi awal, setup sistem, implementasi dan pelaksanaan audit internal, pengajuan permohonan sertifikasi, pendampingan tindakan perbaikan dan penyerahan sertifikat SNI ISO 21001:2018.
2. SNI ISO 21001:2018 mempromosikan adopsi pendekatan proses ketika mengembangkan, menerapkan dan meningkatkan keefektifan Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP), untuk meningkatkan kepuasan pemelajar dan penerima manfaat lain dengan memenuhi persyaratan pemelajar dan penerima manfaat lain.
Persyaratan spesifik yang dianggap penting untuk adopsi pendekatan proses dimasukkan dalam sistem manajemen organisasi pendidikan.
B. Saran
Berdasarkan Pembahasan diatas maka penulis memberikan saran terhadap penelitian ini sebagai berikut:
1. Sebaiknya untuk efektivitas penerapan dari SNI ISO 21001:2018 tentang organisasi Pendidikan – sistem manajemen organisasi Pendidikan – Persyaratan dengan panduan penggunaan dilakukan sosialisasi secepatnya di berbagai Perguruan Tinggi supaya
2. Perguruan Tinggi yang akan menerapkan SNI ISO 21001:2018 sebaiknya mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk penerapan SNI ISO 21001:2018 dalam hal ini kesiapan Perguruan Tinggi dalam menerapkan SNI ISO
45
21001:2018 karena ini merupakan Sistem Manajemen Pendidikan berbasis Internasional.
46