• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mekanisme Perdagangan Efek Berupa Saham Di Bursa Efek

2. TEORI DASAR PERDAGANGAN EFEK DI BURSA EFEK

2.4. Mekanisme Perdagangan Efek Berupa Saham Di Bursa Efek

Terdapat empat mekanisme perdagangan berdasarkan jenis pasar modal yang dikembangkan di suatu negara. Yaitu :109

1. Pasar Pertama, yaitu tempat atau sarana bagi perusahaan yang untuk pertama kalinya menawarkan saham atau obligasi ke masyarakat umum. Disini dikatakan tempat karena secara fisik masyarakat pembeli dapat bertemu dengan penjamin emisi atau agen penjual untuk melakukan pemesanan atau membayar pesanan.110

2. Pasar Kedua, yaitu tempat atau sarana jual-beli efek antar investor dan harga dibentuk oleh investor melalui perantara efek. Disini dikatakan tempat karena secara fisik para perantara efek berada dalam satu gedung di

      

109

Mohammad Samsul, op.cit. hal. 46.

110

lantai perdagangan seperti BEI. Disini dikatakan sarana karena para perantara efek bisa juga tidak berada dalam satu gedung, namun berada dalam satu jaringan sistem perdagangan. Harga pasar kedua dibentuk oleh tawaran jual-beli dari para investor tersebut sehingga disebut order driven

market.111

3. Pasar Ketiga, yaitu sarana transaksi jual beli antara market maker serta investor dan harga dibentuk oleh market maker. Investor dapat memilih

market maker yang memberi harga terbaik. Market maker dibatasi harus

berasal dari anggota bursa. Pasar Ketiga disebut juga dealer driven

market.112

4. Pasar Keempat, yaitu sarana transaksi jual beli antara investor jual dengan investor beli tanpa melalui perantara efek. Transaksi dilakukan melalui

electronic communication network asalkan pelaku memiliki efek dan dana

di central custodian dan central clearing house. Electronic

Communication Network harus terdaftar sebagai bursa efek.113

Mekanisme perdagangan saham di Bursa mengikuti mekanisme pasar kedua karena Indonesia belum memiliki pasar ketiga. Karena memerlukan pengembangan bursa menjadi Bursa Efek Skala Besar.

Investor harus menjadi nasabah di perusahaan Efek atau kantor broker sebelum dapat melakukan transaksi di BEI. Investor dapat menjadi nasabah melalui melakukan pembukaan rekening dengan mengisi dokumen pembukaan rekening. Dokumen pembukaan rekening harus memuat identitas nasabah lengkap, termasuk tujuan investasi dan keadaan keuangan, dan keterangan tentang investasi yang akan dilakukan.114

       111 Ibid. 112 Ibid. 113 Ibid. 114

BEI, “Mekanisme Perdagangan,” <http://www.idx.co.id/MainMenu/Education/ Mekanisme Perdagangan/tabid/194/lang/id-ID/language/id-ID/Default.aspx>, diakses tanggal 20 Oktober 2008 jam 16:10.

Investor dapat melakukan transaksi jual atau beli setelah pihak tersebut investor disetujui untuk menjadi nasabah di perusahaan Efek yang bersangkutan. Setiap perusahaan Efek mewajibkan kepada nasabahnya untuk mendepositokan sejumlah dana dengan nominal tertentu sebagai jaminan bahwa nasabah tersebut layak melakukan jual beli saham.115

Tidak ada batasan minimal dan jumlah dana untuk membeli saham. Dalam perdagangan saham, jumlah saham yang dijual-belikan dilakukan dalam satuan perdagangan yang disebut dengan lot.116 Di Bursa Efek Indonesia, satu lot berarti 500 saham dan itulah batas minimal pembelian saham.

BEI mengatur transaksi dilakukan pada hari-hari tertentu yang disebut Hari Bursa yang dibagi menjadi dua sesi perdagangan tiap harinya. Pada Hari Bursa dari Senin hingga Kamis, Sesi I dibuka pada jam 09.30 – 12.00 WIB dan Sesi II dibuka pada jam 13.30 – 16.00 WIB. Khusus untuk Hari Bursa pada hari Jum’at, Sesi I dibuka pada jam 09.30 – 11.30 WIB dan Sesi II dibuka pada jam 14.00 – 16.00 WIB.117 Hal ini disebabkan mayoritas penduduk Indonesia memerlukan waktu istirahat yang lebih lama pada hari Jumat untuk menunaikan ibadah shalat Jum’at.

Setelah tahapan memberi order oleh nasabah, dimana order dapat dilakukan secara langsung dimana investor datang ke kantor broker atau order disampaikan melalui sarana komunikasi seperti telpon atau sarana komunikasi lainnya. Order akan diteruskan ke Floor Trader yaitu petugas broker tersebut yang berada di lantai bursa. Floor trader akan memasukkan (entry) semua order yang diterimanya kedalam sistem komputer JATS.118

Seluruh order yang masuk ke sistem JATS dapat dipantau baik oleh floor

trader, petugas di kantor broker dan investor. Dalam tahap ini, terdapat

komunikasi antara pihak broker dengan investor agar dapat terpenuhi tujuan order yang disampaikan investor baik untuk beli maupun jual. Termasuk pada tahap ini,

       115 Ibid. 116 Ibid. 117 Ibid. 118 Ibid.

berdasarkan perintah investor terhadap order yang sebelumnya, floor trader melakukan beberapa perubahan order, seperti perubahan harga penawaran, dan beberapa perubahan lainnya.119

Setelah order yang dimasukkan ke sistem JATS bertemu dengan harga yang sesuai dan tercatat di sistem JATS sebagai transaksi yang telah terjadi (done). Artinya, sebuah order beli atau jual telah bertemu dengan harga yang cocok. Floor trader atau petugas di kantor broker akan memberikan informasi kepada investor bahwa order yang disampaikan telah terpenuhi. Dan kemudian diikuti dengan penyelesaian transaksi (settlement).120

Pada tahap penyelesaian transaksi dibutuhkan beberapa proses seperti kliring, pemindahbukuan, dan lain-lain hingga akhirnya hak-hak investor terpenuhi121. Di BEI, proses penyelesaian transaksi berlangsung selama 3 hari bursa. Artinya jika melakukan transaksi hari ini (T), maka hak-hak investor akan dipenuhi selama tiga hari bursa berikutnya, atau dikenal dengan istilah T + 3.122

Dengan menggunakan mekanisme pasar kedua, investor yang tidak melakukan kegiatan perdagangan dalam jangka pendek dapat meminjamkan sahamnya kepada KSEI/KPEI dengan mendapat imbalan sehingga lebih efisien, dan kemudian meminjamkan saham itu kepada anggota bursa yang mengalami gagal serah dan anggota bursa membayar upah (fee) sesuai peraturan yang berlaku. Pinjam-meminjam saham untuk diperjualbelikan ini yang kemudian melahirkan short-selling.

Dasar hukum mekanisme perdagangan efek di Bursa Efek Indonesia adalah Peraturan No. II.A. Tentang Perdagangan Efek yang diubah oleh Keputusan Direksi Kep-307/BEJ/12-2006.

       119 Ibid. 120 Ibid. 121 Ibid. 122 Ibid.