BAB II SISTEM BAHAN BAKAR DAN PENGAPIAN PADA
A. Mekanisme Suplay Bahan Bakar
Ada 4 jenis sistem bahan bakar yang digunakan pada bidang otomotif 1. Sistem karburator untuk motor bensin
2. Sistem injeksi bahan bakar untuk motor bensin
3. Sistem yang menggunakan bahan bakar gas cair (LPG-Liquid Petroleum gas) atau gas alam untuk kendaraan (NVG-Natural Gas for Vichicles)
4. Sistem injeksi bahan bakar untuk motor diesel
Seluruh sistem diatas tidak sama, namun secara umum semuanya mempunyai kesamaan, yaitu memiliki tangki bahan bakar, dan cara mensuplai bahan bakar. Sistem tersebut berfungsi mencampur bahan bakar dan udara dengan campuran yang tepat sehingga dapat terbakar di dalam ruang bakar.
1. Fungsi dan Komponen
Secara umum fungsi sistem bahan bakar ialah mensuplai kebutuhan bahan bakar yang sudah siap bakar kepada motor sehingga motor dapat bekerja normal pada setiap tingkat kecepatan putar/daya motor. Sistem ini mempunyai tiga komponen utama, yaitu tangki bahan bakar, pompa bahan bakar dan karburator.
a. Tangki bahan bakar
Sebagai tempat penyimpanan/cadangan bensin untuk motor. b. Pompa bahan bakar
Pompa bahan bakar berfungsi untuk memindahkan bahan bakar dari tangki ke karburator. Pompa ini dibutuhkan hanya pada sistem tekan untuk memindahkan bahan bakar. Pompa menarik ben sin dari tan gki mela lui pipa pen ghub ung dan memasukkannya ke dalam ruang pelampung karburator.
c. Karburator
Karburator berfungsi untuk merubah fisik bahan bakar cair menjadi uap dalam perbandingan yang tepat sehingga uap bahan bakar tersebut mudah/siap dibakar.
Dalam pelaksanaanya, tidak semudah itu. Untuk dapat menghasilkan campuran yang tepat pada setiap kondisi beban dibutuhkan beberapa saluran, misalnya pada saat start, putaran idle, putaran menengah, putaran tinggi, dan lain-lain.
Gambar 24 : Karburator Sumber: www.arthursclipart.org
Bagian-bagian karburator secara umum adalah sebagai berikut :
1. Saluran Udara Masuk 2. Katup Choke
3. Venturi Kecil 4. Venturi Utama 5. Saluran Utama 6. Pelampung
7. Saluran Masuk Bahan Bakar 8. Ruang Bahan Bakar
9. Skrup Penyetel Putaran Idle 10. Saluran Idle
1. Prinsip Kerja
Pada prinsipnya karburator bekerja berdasarkan pada kecepatan aliran udara dan perbedaan tekanan. Semakin ce pat aliran u dara maka a kan sema kin rend ah tekanannya, khususnya pada suatu saluran/pipa. Untuk menciptakan perbedaan kecepatan udara pada saluran, karburator menggunakan venturi (penyempitan saluran). Perhatikan gambar, setelah udara mengalir dengan kecepatan tertentu, maka udara mampu “menarik” bahan bakar hingga terbawa bersama udara masuk, sehingga out-putnya dihasilkan uap bahan bakar. Aliran udara dihasilkan akibat gerakan turun piston pada saat langkah isap dimana katup isap terbuka dan katup buang tertutup. Gerakan turun piston mengakibatkan terjadinya tekanan rendah (kevakuman) di dalam silinder, perbedaan tekanan uda ra luar, dan tekanan di dala m silind er a kan mengakibatkan terjadinya aliran udara.
2. Sistem Pelampung
Pelampung bersama-sama dengan katup jarum dan dudukannya menjaga permukaan/jumlah bahan bakar di ruang bahan bakar. Ruang bahan bakar adalah tempat penampungan bahan bakar di dalam karburator. Permukaan/jumlah bahan bakar di ruang bahan bakar harus sesuai agar dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar pada saat putaran tinggi dan tidak masuk ke saluran masuk pada saat putaran rendah (banjir).
3. Sistem start dingin
Untuk menghidupkan motor yang masih dingin diperlukan bahan bakar yang lebih banyak dari biasanya. Untuk memperbanyak jumlah bahan bakar digunakan katup cuk (choke valve). Bila katup cuk ditutup (menutup saluran
masuk), kevacuman tinggi terjadi pada saluran di bawah katup cuk, akibatnya akan lebih banyak bahan bakar yang ditarik dari ruang pelampung sehingga campuran menjadi kaya.
Penambahan bahan bakar diperlukan untuk menghidupkan motor yang dingin disebabkan temperatur kompresi pada campuran normal belum memadai untuk pembakaran bahan bakar, di sisi lain, akibat dinginnya saluran masuk, sebagian bahan bakar menempel pada saluran masuk (tidak masuk ke dalam silinder).
4. Sistem idle
Suplai bahan bakar pada saat motor dalam keadaan putaran rendah (idle speed) diperoleh dari saluran idle. Bahan bakar yang diberikan hanya cukup untuk mempertahankan agar motor tetap hidup. Pada kondisi ini, tutup throttle dalam keadaan tertututup.
5. Sistem utama
Sistem utama mensuplai campuran bahan bakar dan udara ke dalam motor pada semua tingkatan putaran/beban di atas putaran rendah. Sistem utama mulai bekerja pada saat katup throttle mulai membuka.
6. Sistem percepatan
Sistem percepatan memberikan tambahan bahan bakar pada saat katup throttle dibuka lebih lebar. Hal ini akan mencegah motor mati saat terjadi penambahan putaran/ tenaga. Motor dapat mati sebab pada saat katup throttle dibuka lebih lebar, tingkat kevakuman menjadi rendah, akibatnya bahan bakar yang “dihisap” menjadi lebih sedikit, pada kondisi beban maksimum motor dapat mati.
2. Perawatan Sistem Bahan Bakar Bensin
Sistem bahan bakar merupakan bagian yang sangat vital. Gangguan pada sistem bahan bakar akan berdampak langsung terhadap unjuk kerja motor. Agar sistem bahan bakar dapat berfungsi optimal perlu diperhatikan hal-hal berikut:
a. Bahan bakar harus bersih.
Untuk itu diperlukan saringan bahan bakar. Saringan bahan bakar tidak boleh tersumbat, saringan yang tersumbat akan menghambat aliran bahan bakar. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan/penggantian saringan bahan bakar secara berkala.
b. Menyetel karburator
Karburator dirancang untuk memberikan uap bahan bakar dengan campuran/perbandingan yang pas, sesuai dengan kondisi kerja motor. Seringkali setelah pemakaian yang cukup lama, atau setelah dilakukan service, kondisinya berubah. Untuk itu perlu dilakukan penyetelan-penyetelan agar kondisi kerja karburator kembali seperti semula.
Penyetelan yang umum dilakukan ada dua, yaitu : 1) Penyetelan mekanis
2) Penyetelan jarak bebas pedal gas dengan komponen mekanik karburator
3) Penyetelan jarak bebas cuk. Saat tuas cuk ditarik maksimum, katup cuk harus tertutup rapat 4) Penyetelan gerak pompa percepatan agar gerak
pompa sesuai dengan gerak pedal gas. 5) Penyetelan saluran
• penyetelan saluran bahan bakar putaran rendah (idle screw)
Kedua saluran ini disetel agar diperoleh putaran rendah yang stabil dengan komposisi campuran yang tepat.
B. Mekanisme Pemasukan dan Pembuangan