• Tidak ada hasil yang ditemukan

Melakukan Analisis Akar Masalah

TAHAPAN PEMECAHAN MASALAH

B. Melakukan Analisis Akar Masalah

Data dan informasi yang diperoleh dari rumusan masalah adalah gejala luar atau mungkin mirip dengan simtum dalam ilmu kesehatan.Langkah selanjutnya adalah melakukan anali­ sis mengapa simtum itu muncul atau terjadi, dan untuk men­ emukan akar masalah yang sesungguhnya.Untuk tahap ini, pemahaman konsep dan teori tentang masalah yang terjadi menjadi sangat penting. Jika kembali pada contoh sepeda motor yang mogok, dalam pengertian mesin motor tidak mau hidup saat distater, maka kita harus faham bagaimana cara kerja mesin sepeda motor.Pemahaman terhadap cara kerja itu kemudian digandengkan dengan gejala yang terjadi saat mogok, sehingga diharapkan dapat ditemukan penyebab utama kenapa motor tersebut mogok.

Misalnya, mesin motor akan hidup saat distater,jika dalam silider terjadi pembakaraan. Untuk itu diperlukan udara yang telah tercampur dengan bensin dan bunga api dari busi. Ke­

luarnya bunga api (pengapian) haruslah pada posisi tertentu, yaitu saat piston berkedudukan di puncak.Nah, dalam menc­ ari akan masalah tiga variabel itu yang perlu diketahui. Apak­ ah bensin masih ada dan jika ada apakah karborator atau in­ jektor yang bertugas mencampur bensin dengan udara dan kemudian memasukkan ke dalam silinder berfungsi dengan baik.

Berikutnya apakah busi memang mengeluarkan api den­ gan bagus. Jika ya, apakah timing (saat keluarnya bunga api) tepat waktu. Jika ternyata busi tidak mengeluarkan bunga api dengan bagus, perlu diteluri apakah sumber listriknya berfungsi dan kabel penyalurnya juga berfungsi. Jika busi mengeluarkan bunga api tetapi tidak sempurna, apakah me­ mang businya sudah rusak atau setengah rusak.

Pencarian akar masalah harus dibedakan dengan penyele­ saian masalah.Tahap ini harus benar­benar fokus untuk men­ emukan mengapa masalah itu timbul dan apa penyebab po­ koknya. Jika pada Gambar 8 tampak teknisi melepas busi itu untuk mengetes apakah budi mengeluarkan bunga api ketika motor distater. Jika teknisi membongkar karborator itu ber­ tujuan untuk mengetahui apakah karborator berfungsi den­ gan baik, ketika diketahui bensin di tangki motor masih ada.

SUMBER: Dokumen Penulis

Dalam kasus tertentu, pencarian akar masalah tidak dapat ditemukan seorang diri. Dalam kasus seperti itu, diskusi atau FGD (focus group discussion)dengan beberapa teman yang memiliki keahlian di bidang tersebut sangat bermanfaat. Apalagi jika masalah yang dihadapi merupakan masalah mul­ tidisiplin, sehingga diskusi antara beberapa orang dengan ke­ ahlian terkait dengan masalah itu sangat penting.

Sebagai contoh, jika kita membahas kemacetan di suatu daerah, misalnya di pertigaan jalan Ketintang dekat rel kereta api, maka dapat diduga banyak variabel yang terlibat.Mis­ alnya perbandingan volume kendaraan pada jam berangkat kantor/menjelang sekolah dan kuliah dimulai/jam pulang kantor dengan lebar jalan, juga variabel kereta api yang le­ wat pada jam­jam tersebut, serta perlilaku masyarakat dalam berkendaraan dan berjualan di tepi jalan, dan sebagainya.

Ahli transportasi tentunya dapat menganalisis apakah volume kendaraan memang overload di pertigaan tersebut?. Apakah karena posisi pertigaan yang sangat depat dengan lintasan rel kereta api, sehingga saat ada kereta melintas ter­ jadi penumpukkan kendaraan.Apakah tidak adanya petugas penjaga lintasan kereta api yang menyebabkan pengendara seenaknya melintas rel? Apakah ti dak adanya lampu lalu lin­ Apakah ti dak adanya lampu lalu lin­Apakah tidak adanya lampu lalu lin­ tas (trafic light) di situ sehingga pengendara melintas saling berebutan.

Ahli tata kota dapat menganalisis, apakah rumah atau wa­ rung yang terlalu maju dan bahkan memakan jalan, sehingga menyebabkan jalan menjadi menyempit. Apakah dibiarkan­ nya rumah­rumah liar di dekat rek itu yang menyebabkan jalan Ketintang, khususnya di sekitar rel kereta api menjadi sempit. Apakah pertigaan yang jejer di dekat rel itu dapat dimodofikasi posisinya biar tidak terlalu dekat. Apakah ban­

yaknya warung di sekitar itu menyebabkan banyak parkir se­ pedea motor yang mempersempit jalan.

Ahli psikologi sosial dan atau sosiologi perkotaan dapat menganalisis perilaku pengendara maupun penjual makan­ an/pengelola warung di sekitar itu.Mengapa pengendara ti­ dak mau antre dan cenderung saling serobot. Mengapa saat lintasan kereta ditutup karena ada kereta melintas, peng­ endara cenderung memenuhi seluruh jalan, termasuk bagian yang seharus untuk kendaraan dari arah depan.Mengaka PT KAI tidak menempatkan petugas penjaga lintasan, pada hal itu merupakan lintasan rel yang sangat ramai dan sudah be­ berapa kali terjadi kecelakaan.

Jika beberapa ahli tersebut berdiskusi, dan mungkin ma­ sih perlu ahli lain atau orang atau fihak yang tinggal di seki­ tar pertigaan tersebut sebagai penyuplai informasi, sehingga analisis dapat dilakukan dengan komprehensif sampai men­ emukan akar masalahnya. Tinjauan dari berbagai aspek yang dilandasi konsep/teori yang bagus, serta data/informasi yang lengkap akan sangat membantu dalam menemukan akar ma­ salah yang sesuangguhnya.

Dari pengalaman, seringkali akar masalah yang sesungguh­ nya bukanlah fenomena yang nampak di keseharian.Dalam konteks pendidikan di suatu daerah, akar masalah rendahnya Angka Partisipasi ternyata bukan karena ketiadaan sekolah atau kekurangan biaya, tetapi budaya setempat yang tidak menginginkan anaknya sekolah.Dalam konteks kesehatan juga pernah ditemukan terjadinya penyakit kekurangan gizi bukan karena ketiadaan beras, tetapi saat itu tradisi ma­ syarakat setempat yang tidak makan beras. Dalam konteks lalu lintas di Surabaya, kemacetan bukan karena jalan yang kurang lebar, tetapi kesemerawutan orang berlalu lintas yang

dibarengi banyaknya pedagang kaki lima yang menggunakan badan jalan.

Ketika yang dianggap masalah sebenarnya keinginan se­ bagaimana dicontohkan menghasilkan remote control TV, aquarium, rice cooker dan sebagainya, tentu cara pencarian akar masalah menjadi berbeda.Dalam konteks tersebut yang dijadikan akar masalah adalah kriteria atau ciri­ciri benda atau sesuatu yang diiginkan.Misalnya, munculnya aquarium dilandasi keinginan untuk melihat gerakan ikan yang dapat dinikmati sambil santai di ruang keluarga.Gerakan ikan harus dapat dilhat dengan jelas, sehingga “kolam dalam ruang ke­ luarga” itu harus dapat diposisikan agar ikan sejajar dengan mata kita saat duduk di sofa.Dalam konteks remote control VT, kriterianya bendanya harus kecil dan nyaman dipegang, dan melalui benda itu harus dapat dilakukan berbagai pen­ gaturan TV kita.