• Tidak ada hasil yang ditemukan

Melakukan tes uji kompetensi dan pengawasan test driver terhadap kandidat driver kemitraan di Distribution Center (DC) Kawan Lama cabang Cikarang - Jababeka

Penulis melakukan Uji kompetensi kandidat driver kemitraan di Distribution Center (DC) Kawan Lama cabang Cikarang - Jababeka. Uji kompetensi tersebut mencakup tes mata, tes buta warna, rambu - rambu lalu lintas, dan uji pengetahuan mengenai persiapan sebelum berkendara, serta cara memegang setir yang benar, diibaratkan jam dinding, 12 3 6 9, dilanjutkan dengan jawaban yang benar yaitu, 3 dan 9. Setelah tes uji

kompetensi penulis melakukan pengawasan test driver oleh kandidat driver yang telah lolos uji kompetensi. Test drive dilakukan pada lapangan DC Cikarang Kawan Lama.

Gambar 3. 21 Dokumentasi saat pengawasan test drive kandidat

3.4 Kendala yang ditemukan selama pelaksanaan kerja magang pada PT. Solusi Layanan Terpadu

Adapun kendala yang ditemukan oleh penulis pada saat melakukan kerja magang pada PT. Solusi Layanan Terpadu diantaranya adalah:

1. Perlu pendampingan lebih terhadap kandidat saat melakukan pengisian registrasi awal melalui situs e-recruitment Kawan Lama. Saat pendampingan dilakukan secara langsung di kantor, hal ini tidak begitu menjadi masalah, tetapi ketika pendampingan tersebut dilakukan pada kandidat luar kota, yang mana hanya dapat menjelaskan dan melakukan pendampingan melalui pesan ataupun telepon, terkadang hal tersebut yang menjadi kendala dikarenakan dari kedua belah pihak

sehingga sedikit memakan waktu lebih lama untuk mencapai tahap tes, hingga tahap keputusan lolos atau tidaknya ke tahap interview.

2. Pengisian data yang cukup banyak untuk registrasi awal dan dari sisi bahasa yang digunakan untuk registrasi yaitu bahasa Inggris, terkadang berdampak pada tingkat emosional kandidat ketika sampai di tahap pengisian tes, sehingga membuat hasil tes kandidat tidak maksimal.

3. Dalam pengisian registrasi penulis menemukan bahwa kesulitan yang ditemukan oleh kandidat sebagian besar pada tahap melakukan upload dokumen CV dan Pas foto, karena ketika format tidak sesuai, kandidat harus melakukan convert foto menjadi pdf serta melakukan compress size pada file yang akan diupload pada halaman registrasi e-recruitment Kawan Lama.

4. Tingkat kesulitan dan standart nilai tes intelegensi yang tinggi terkadang membuat kandidat outsourcing dalam hal ini security, office boy, driver, dan parking attendant kurang mendapat hasil yang masksimal saat melakukan intellegent test, sehingga walaupun dalam segi pengalaman dan kemampuan teknis kandidat sudah dianggap memenuhi syarat, recruiter tetap tidak dapat melanjutkan proses lamaran jika tes intelegensi tidak lolos.

3.5 Solusi dari kendala yang ditemukan

Adapun solusi yang dapat saya berikan untuk beberapa kendala yang temukan oleh penulis pada saat melakukan kerja magang pada PT. Solusi Layanan Terpadu:

1. Untuk meminimalisir kendala kandidat luar kota yang kesulitan dalam menginput data ke dalam sistem, penulis telah melakukan solusi yang telah dijalankan juga selama masa magang yang ditempuh oleh penulis dengan membuat template “bantuan registrasi”, dimana template tersebut berisikan format data yang sama dengan data di sistem, sehingga kandidat dapat mengisi secara manual melalui whatsapp

kemudian penulis yang membantu dalam melakukan input data registrasi ke sistem berdasarkan dengan data yang telah diberikan.

2. Dalam kendala data registrasi awal yang terlalu banyak, sebaiknya dilakukan pengurangan data pengisian awal yang berbintang merah atau yang wajib dan dilakukan pembaharuan bahasa dalam sistem menjadi 2 bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, agar memudahkan kandidat dalam tahap pengisian registrasi dan lebih cepat mencapai forum tes intelligence. Sekarang ini data wajib untuk pengisian registrasi dibagi menjadi 3 kategori yaitu yang pertama adalah Data pribadi yang berisikan Email, password, confirm password, Full name, No. KTP, Phone number,Gender, Date of birth, City of birth, Religion, Marital status, kolom upload CV, dan kolom upload pas foto. Kategori yang kedua adalah Alamat Pribadi yang mengandung Current Address, RT/RW, Country, Province, city, district, village, postal code, dan Residential status. Kategori yang ketiga adalah Pendidikan yang mengandung Last education, Name of school, Major, From yaitu tahun masuk pendidikan terakhir, Until yaitu tahun lulus pendidikan terakhir, dan City yaitu kota sekolah. Dalam pengalaman penulis saat melakukan pendampingan selama masa magang, penulis menemukan bahwa kesulitan yang dialami kandidat sebagian besar pada bahasanya dan menurut penulis sebaiknya untuk data seperti nama sekolah, status pernikahan, agama, status rumah, dan alamat lengkap, dapat dikategorikan sebagai data yang tidak wajib atau dapat dilakukan setelah kandidat sudah lulus tes karena sudah memiliki kepastian untuk lanjut ke tahap berikutnya, karena kandidat telah menghabiskan waktu untuk mengisi data – data ini dan ternyata tes nya belum lolos, hal ini akan membuat perasaan kandidat menjadi tidak nyaman dan kecewa.

3. Adapun solusi yang dapat penulis berikan untuk kendala kandidat dalam melakukan convert pdf yaitu sebaiknya dalam sistem dapat dibuatkan

fitur convert pdf atau fitur automation, langsung dalam situs e-recruitment Kawan Lama, sehingga kandidat tidak perlu menggunakan aplikasi atau website lain untuk melakukan convert pdf dan compress foto.

4. Dalam teori yang tercantum pada buku Human Resource Management oleh Dessler (2017) dikatakan bahwa ada empat jenis tes dalam proses seleksi karyawan yaitu tes kemampuan kognitif, tes kemampuan fisik dan motorik, tes kepribadian dan minat, serta tes pencapaian, semua hal itu dapat dilakukan berdasarkan bidang pekerjaan masing – masing.

Dalam hal ini PT. Solusi Layanan Terpadu sebagai perusahaan penyedia alih daya yang mengelola tenaga kerja dengan teknik, sebaiknya lebih menekankan persentase standar kelulusan ke arah skill test, sehingga persentase kelulusan bisa semakin tinggi. Jika ingin tetap diberlakukan test IQ, sebaiknya diadakannya edukasi pengenalan akan soal – soal sebelum kandidat tersebut melakukan test intellegence, sejak bulan November 2021 silam, telah dibuat kebijakan yang merubah standar minimum nilai dari 80, menjadi minimal nilai 75, dalam hal ini penulis melihat bahwa kebijakan ini cukup membantu, tetapi penulis melihat bahwa proses edukasi mengenai pengenalan soal – soal sebelum kandidat melaukan tes yang telah dilakukan oleh penulis, dapat jauh lebih membantu kandidat dalam menyelesaikan tes secara tepat, karena penulis melihat bahwa untuk mencapai nilai di atas 80, tidak begitu sulit ketika kandidat telah mengerti teknik dalam menjawab soal, dan dengan ini juga perusahaan dapat tetap memegang teguh prinsip dalam salah satu misi perusahaan yaitu menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Dokumen terkait