BAB IV PENUTUP
B. Saran
Ada beberapa saran yang peneliti berikan kepada berbagai pihak, diantaranya sebagai berikut:
1. Kepada guru dan orangtua diharapkan untuk lebih mengingkatkan lagi kerjasamanya dalam meningkatkan kedisiplinan anak didik di TK Purnama Karang Genteng Pagutan Mataram.
78
2. Orangtua diharapkan bisa menyempatkankan waktu yang lebih dekat kepada anaknya di lingkungan keluarga demi terbentuknya karakter disiplin yang lebih baik.
3. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan metode yang tepat dalam menghadapi kendala-kendala yang dialami olehguru dan orangtua dalam menjalin kerjasama yang baik agar menjadi teladan dikemudian hari.
79
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Mujib, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2008).
Agus Wibowo, Pendidikan Karakter: Strategi Membangun Karakter Bangsa Berperadaban, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012).
Ahmad Tafsir, Pendidikan Agama dalam Keluarga, (Bandung: PT. Rosdakarya, 2002).
Ahmad Tanzeh, Metodologi Penelitian Praktis, (Yogyakarta: Teras, 2011).
Ahmad Sabri, Strategi Belajar Mengajar dan Micro Teaching, (Cet. II: PT Ciputat Press, 2007).
Ariesandi, Rahasi Mendidik Anak Agar Sukses dan Bahagia, Tips dan Terpuji Melejitkan Potensi Optimal Anak, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2008).
Arif Rahman, Memahami Ilmu Pendidikan, (Yogyakarta: C. V Aswaja Pressindo, 2013)
Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008).
Daryanto dan Suryatri, Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah, (Yogyakarta: Penerbit Gava Media, 2013).
Eka Prihatin, Manajemen Sekolah Teori dan Praktik, (Bandung: Refika Aditama, 2012).
Eko Putro Widoyoko, Teknik Penyusunan Instrumen Penelitiani, (Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2012).
Heru Sutritno, “ Kasus Pelanggaran Disiplin Siswa di Sekolah ditinjau dari Kerangka Teori Sosiologi Fungsionalisme”, Jurnal Pendidikan Inovatif, Vol. 4, No. 2, Maret 2009.
Lexy J. Moleong, Metodo Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002).
Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013).
Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 2011).
80
M. Djunaidi Ghony dan Fauzan Almanshur, Metode Penelitian Kualitatif, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012).
M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004).
Nana Syaodih Sukamadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006).
Nana Rukmana, Strategi Partnering For Educational Management: Model Manajemen Pendidikan Berbasis Kemitraan, (Bandung: Alfabeta, 2006).
Novan Ardy Wiyani, Pendidikan Karakter Berbasis Iman dan Taqwa, (Yogyakarta: Teras, 2012).
Rahmat Kriyantoso, Teknik Praktis Riset Komunikasi,(Jakarta: Kencana, 2009).
Suwartono, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: CV Andi Offset, 2014).
Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2014).
Suryadi, Kiat Jitu dalam Mendidik Anak, (Bandung:Alfabeta, 2006).
Suharismi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta, PT Rineka Cipta), hlm. 2016-235.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D), (Bandung: Alfabeta, 2009).
Syafaruddin, Manajemen Lembaga Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Press, 2005).
Wasty Somanto, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT Rineke Cipta, 1998).
81 TESIS
Zain Irma Fitriati, “Program Kerjasama Sekolah dan Orang Tua dalam Membinaan Pendidikan Islam Peserta Didik (Studi Kasus di TKIT Mu’adz Bin Jabal Yogyakarta dan TKIT Al-Khairaat Yogyakarta)”, dalam TESIS. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015.
Dwi Rangga Vischa Dewayanie, “Kerjasama Orang Tua dan Sekolah dalam Pembentukan Karakter Siswa SDIT Salsabila 3 Banguntapan (Studi Atas Forum Silaturrahmi Guru dan Orang Tua)”, dalam TESIS.
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2014.
82 LAMPIRAN
83
Lampiran 1. Hasil Dokumentasi dan Wawancara:
Gambar wawancara dengan Kepala Sekolah TK Purnama Karang Genteng.
Gambar Rapat Bulanan Guru dan Orangtua Anak TK Purnama Karang Genteng.
84
Gambar wawancara dengan Guru TK Purnama Karang Genteng.
Gambar evaluasi antara guru dan orang tua TK Purnama Karang Genteng.
85 Gambar Kelas B TK Purnama Karang Genteng
Gambar Ruang Kelas A TK Purnama Karang Genteng
86
Lampiran 2. Pedoman Wawancara Untuk Guru
1. Apa tujuan sekolah melibatkan orangtua anak didik dalam meningkatkan karakter anak sehingga ibu mengadakan bentuk kerjasama guru dan wali murid?
2. Apa saja bentuk partisipasi orangtua anak didik dalam meningkatkan kedisiplinan anak sehingga adanya kerjasama guru dan orangtua?
3. Bagaimana cara ibu bekerjasama dengan orangtua dengan ibu sebagai guru dalam mendisiplinkan anak didik?
4. Bagaimana komunikasi antara ibu dengan orangtua anak didik dalam meningkatkan kedisiplinan anak?
5. Kendala apa saja yang biasa ibu (guru) dan orangtua anak didik temukan?
Pedoman Wawancara Untuk Orangtua
1. Apakah ibu/bapak pernah diundang ke sekolah untuk rapat?
2. Apa yang ibu/bapak lakukan apabila ada bentuk partisipasi kerjasama antara guru dan orangtua?
3. Kendala apa saja yang sering ibu temukan dalam membentuk kerjasama antara guru dan orangtua?
4. Kendala apa saja yang biasa ibu/bapak temukan dalam meningkatkan kedisiplinan anak?
87
Hasil Wawancara Penelitian
No Pertanyaan Jawaban
1 Sebagai salah satu sekolah yang berada di lingkungan perkotaam, sudah barang tentu TK Purnama adalah satu satu lembaga pendidikan yang memiliki visi untuk menjadi salah satu sekolah panutan, apa yang sekolah lakukan untuk memajukan lembaga pendidikan Taman Kanak ini?
Memang benar, lembaga pendidikan Taman Kanak Purnama ini menjadi salah satu lembaga pendidikan
yang yang
diperhitungkan di mana juga setiap tahun, prosentase jumlah siswa/siswi terus meningkkat. Ini membuktikan bahwa standar guru, dan program dari lembaga kami ini sudah terjamin dan berkualitas. Salah satu keberhasilan itu bisa dilihat dari data guru dari kualitas keilmuan yang secara konseptual
telah memahami
bagaimana cara
mendidik anak usia dini.
2 Baik, ibu tadi sudah menyampaikan bahwa setiap tahun prosentase atau jumlah siswa di TK Purnama mengalami peningkatan, apakah fasilitas pendidikan adalah salah satu yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan ini?
Ya betul, lembaga ini menyediakan berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang cukup memadai, di antara fasilitas yang kami berikan adalah adanya ruang kelas yang memadai untuk belajar siswa, ada outdor dan wahana bermain dan belajar siswa serta fasilitas sekunder lainnya. selain itu, fktor guru dan komunikasi antara guru dan stakeholder, terutama komunikasi dengan orangtua anak kami lakukan dan menjadi
88
agenda penting sekolah agar kualitas pendidikan di lembaga ini makin bagus.
“Saya selaku orangtua kurang berkomunikasi dengan ibu anak, terutama berhubungan dengan bagaimana kedisiplinan pada anak dapat terbentuk dengan baik, komunikasi dengan ibu lebih kepada bagaimana keadaan anak ketika di sekolah, minat dan perkembangan komunikasi dan sosial pada anak, dan kegiatan-kegiatan anak ketika di sekolah ketika saya bekerja
3 Salah satu aspek penting dalam membentuk karakter terutama pada anak usia dini adalah bagaimana agar anak terbentuk kedisiplinan apa saja yang dilakukan sekolah dalam membentuk kedisiplinan pada siswa ini?
bagi kami, salah satu pendidikan yang harus dipraktikkan oleh seluruh instrumen sekolah baik itu seluruh guru dan siswa/siswi adalah kedisiplinan.
Kami dari sekolah, selalu menekankan agar anak dan guru selalu disiplin. Ini penting, guru misalnya dalam belajar harus sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan,
tugas-tugasnya harus
diselesaikan dan materi pembelajarannya harus tuntas. Begitu juga
dengan siswa,
pembelajaran kita mulai dengan waktu yang telah di tetapkan. Ini secara sederhana, mendidik anak untuk disiplin
89
terhadap waktu.
4 Apa masalah yang dihadapi siswa/siswi yang ditemukan guru berhubungan dengan kedisiplinan siswa?
Kami menemukan ada beberapa siswa/siswi di sekolah ini memiiki masalah terkaid dengan kedisiplinan, di antaranya adalah siswa yang bersangkutan tidak mengerjakan tugasnya dengan baik, bahkan di antara mereka ada yang datang terlambat sambil menangis di bawa oleh orang tua, yang artinya sebenarnya anak tidak ingin masuk sekolah, ataupun ada keinginan ana yang tidak ditepati orangtua ataupun siswa/siswi tidak ingin masuk sekolah.
“Salah satu kendala yang dihadapi orangtua dalam meningkatkan
kedisiplinan pada anak adalah terletak pada ketidakmampuan
orangtua konsisten terhadp kegiatan pembelajaran di rumah.
Orangtua biasanya hanya memberi perhatian kepada anak terkait dengan waktu belajarnya terutama ketika anak memberitahukan
orangtuanya terkait dengan tugas di sekolah, atau diminta oleh
anaknya untuk
mengajarkannya suatu materi tugas sederhana dari sekolah. Selebihnya, orangtua tidak mengatur waktu pembelajaran pada anak, faktor dasar
90
inilah yang
menyebabkan proses pembentukan kebiasaan kedisiplinan pada anak tidak terbangun dengan baik
“Kami secara rutin mengadakan pertemuan kepada walisantri atau walimurid setiap bulan secara formal sekaligus
sebagai upaya
monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan peserta didik, masalah yang sedang dihadapi serta solusi yang bisa diberikan oleh sekolah kepada orangtua peserta didik. Kami sebagai mediator kepada wali murid, menyampaikan perkembangan anak termasuk di dalamnya adalah penanaman karakter dan kedisiplinan pada anak, metode yang
dipagai untuk
memudahkan siswa untuk mengoptimalkan penanaman sikap tersebut
4 Tadi anda menyebutkan bahwa masalah kedisiplinan pada anak, adalah anak tidak mengerjakan tugas, atau bahkan anak datang terlambat, rewel dan tidak mau sekolah apa sebenarnya masalahnya?
Masalahnya adalah terletak pada orangtua.
Untuk kasus anak yang tidak mengerjakan tugas misalnya, pekerjaan
rumah (PR)
menggambar yang diberikan guru kepada siswa/siswi anak usia dini, ini masalahnya terletak pada keteledoran orangtua yang tidak memberikan perhatian kepada anaknya, atau
91
dengan kata lain
orangtua hanya
menganggap bahwa proses pembelajaran dan pendidikan sebata menitik beratkan pada lembaga pendidikan saja. Selanjutnya juga masalah anak yang datang terlambat, ini juga masalah yang sama-sama berhubungan dengan orangtua, orangtua mungkin memaksa anaknya, atau
masalah pola
komunikasi orangtua terhadap anaknya, di mana sebenarnya dalam memahami anak, kita harus menggunakan pendekatan psikologis, bukan semata-mata verbal, atau perintah, atau bahkan dengan pemaksaan.
“Kendala selain sibuknya orang tua anak didik dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh pihak sekolah adalah masalah kurang komitmennya orang tua dalam mengingatkan kedisiplinan anak ketika dirumah. Orang tua
biasanya hanya
memperingati anaknya untuk belajar ketika anak tersebut memiliki tugas dari sekolah, selain itu
maka orang
komitmenorang tua dalam meningkatkan kedisiplinan anak sangatlah kurang
92
5 Baik, tadi sudah disampaikan bahwa masalah yang dihadapi anak terletak pada masalah orangtua yang berdampak pada kegiatannya di sekolah, di mana tadi sudah disebutkan anak datang terlambat dan lain sebagainya. Apakah kedisiplinan ini juga ditemukan berhubungan antara relasi guru dan siswa?
Kalau masalah disiplin berhubungan dengan guru dalam hal ini, pembelajaran di kelas dengn siswa/siswi sejauh ini saya pribadi belum menemukan. Sebab bagaimanapun,
setiapguru di sekolah ini kita sudah tegasskan untuk kedisiplinan dalam
belajar, tentu
kedisiplinan dalam hal ini diartikan sebagai kedisiplinan dalam memulai pembelajaran.
Di mana setiap guru, memulai pembelajaran sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan, termasuk juga guru telah mengerjakan tugas-tugasnya di sekolah, jadi kami berusaha untuk menyelesaikan tugas-tugas administratif di
sekolah dan
menuntaskannya dengan sebaik-baiknya.
6 Tadi sudah dijelaskan bahwa ada masalah kedisiplinan di mana beberapa anak sering datang terlambat, sering lewel dan bahkan tidak mengerjkan tugas sekolah dengan baik, maka dari apa angkah sekolah terhadap masalag ini, dan apa upaya guru dan sekolah untuk menyelesaikan masalah berhubungan dengan kedisiplinan pada anak ini?
Ada beberapa langkah konkret yang dilakukan sekolah, masalah ini harus diselesaikan secara bersama yang artinya harus melibatkan guru dan orangtua. Di antaranya adalah kami dalam hal ini sebagai lembaga pendidikan harus melibatkan orangtua dalam kegiatan di sekolah. Kami secara rutin mengadakan pertemuan kepada walisantri atau walimurid setiap bulan
93
secara formal sekaligus
sebagai upaya
monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan peserta didik, masalah yang sedang dihadapi serta solusi yang bisa diberikan oleh sekolah kepada orangtua peserta didik. Kami sebagai mediator kepada wali murid, menyampaikan perkembangan anak termasuk di dalamnya adalah penanaman karakter dan kedisiplinan pada anak, metode yang
dipagai untuk
memudahkan siswa untuk mengoptimalkan penanaman sikap tersebut.
7 Terkait dengan pola komunikasi antara orangtua dan guru dalam meningkatkan kedisiplinan pada anak metode apa yang paling tepat untuk menyampaikan informasi tersebut?
Setidaknya yang guru pahami baik dalam konteks teoretisnya adalah bahwa anak ini lebih kecenderungannya adalah belajar dari apa yang dilihat, bergerak dan berulang yang secara langsung merangsang motoriknya untuk belajar bagaimana aturan gerak, atau perilaku yang diberikan langsung oleh guru maupun orangtua. Dan metode yang dipalai dalam meningkatkan kedisplina terutama yang digunakan oleh guru adalah metode bercerita dan metode praktik
“Untuk menumbuhkan sikap kedisiplinan pada anak, adalah dengan
94
memberikan beberpa punisment yaitu hukuman yang tidak memberatkan, dan tidak membuat anak menjadi tertekan. Dalam konteks dan keadaan tertentu,
anak sebaiknya
diberikan hukuman apabila bear-benar tidak mau mengikuti perintah orangtua dalam belajar dan mengerjakan tugas, namun yang digaris bawahi adalah hukuman yang diberikan untuk mendidik dan tidak menjatuhkan motivasi pada anak
“Bentuk dari perhatian kami kepada peserta didik, anak usia dini adalah membentuk suatu wadah, dalam hal ini
adalah semacam
komunitas yang berisi berbagai kegiatan untuk membangun komunikasi baik, orangtua dapat menyampaian segala hal tentang anak, pendidikan ataupun masalah psikologis, dan komunitas ini juga adalah momentum tambahan bagi anak, di
mana sekolah
mengadakan kegiatan belajar sambil bermain agar anak benar-benar terasah keterampilan, minat dan bakatnya Kerja sama antara guru dan orangtua sangat penting untuk dilakukan.
Di mana kami meyakini
95
bahwa, satu sisi guru sebagai pendidikan yang dibekali dengan pengetahuan yang matang, memahami aspek teori dan praktis dapat dengan baik memahami kondisi psikologis yang dialami oleh anak. Sebab dalam pendidikan kan, sekolah hanya melakukan proses pembelajaranbeberapa jam di sekolah, selebihnya dilaksanakan di rumah, ini artinya bahwa guru mendukung dan harus dilibatkan terkait dengan
masalah-masalah baik
berhubungan dengan kedisiplinan pada anak.
Maka dari itu, lembaga pendidikan ini selalu selalu melibatkan guru
dalam proses
pembentukan karakter dan kedisiplinan pada
anak tentunya
sebagaimana yang saya ungkapkan tadi.
Selain dilibatkan dalam kegiatan apa yang diberikan guru untuk meningkatkan dan kedisiplinan pada anak?
Kita tahu bersama bahwa, salah satu kendala orangtua terutama di usia Anak Usia Dini adalah komunikasi efektif, bagaiamana orangtua dapat menyampaikan informasi dengan baik kepada anak. Maka dari itu, agar orangtua bisa dengan mudah, ya karena ini adalah proses pendidikan maka, guru memberikan
96
metodeyang tepat untuk bisa dijadikan sebagai metode pembelajaran bagi anak terutama untuk meningkatkan kedisiplinan orangtua, sebab hemat kami yang terjadi di tengah masyarakat adalah hanya menggunakan kata kasar, atau intonasi tinggi agar si anak langsung mudah dan
cepat menyerap
inforamasi tersebut, padahal ini tidak bagus, sebab akan membentuk karakter dan cara berpikir keras yang membuat anak nanti lemah dan takut.
“Salah satu bentuk perhatian sekolah dalam membentuk kedisiplinan kepada Anak adalah dengan membangun kerja sama yang baik antara orangtua. Kami selaku guru, sering ditanya oleh wali siswa untuk bagaimana proses pendidikan di rumah dapat dilaksanakan dengan baik, orangtua juga bisa mengetahui cara untuk mendidik anak, sebab orangtua di tempat ini adalah mereka yang tidak memahami
bagaimana cara
mendidik anak dengan baik”
97 Lampiran 3. Surat – Surat Penting :
1. Surat Rekomendasi Penelitian dan Pengembangan
98 2. Surat Balasan dari TK Purnama