• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V TEMUAN ASET

DINAMIKA PROSES PENGORGANISASIAN

C. Melakukan Riset Bersama

Gambar 6.3

Proses Inkulturasi Dengan Peternak Bebek

Sumber: Dokumentasi Peneliti

Pada tanggal 28 Februari 2020 peneliti berkunjung kerumah salah satu peternak bebek yang ada di Dusun Pakem, setelah menggali beberapa aset yang ada di Desa Rejeni dan menemukan beberapa informasi mengenai peternakan bebek melalui Abah Ikhyak dan peneliti mendatangi Mas Dimas, saya menyampaikan maksut dan tujuan saya serta memperkenalkan diri saya. Saya menjalin komunikasi kepada beliau karena beliau merupakan salah satu peternak yang cukup besar yang ada di Desa Rejeni dan menjalin kedekatan saya supaya sasaran yang akan saya capai sesuai dengan target dan menggali informasi mengenai peternakan bebek.

C. Melakukan Riset Bersama

Setelah melakukan beberapa pertemuan dan melakukan diskusi bersama dengan masyarakat baik dari para perangkat desa Rejeni maupun para peternak bebek itu sendiri, peneliti ingin melakukan pertemuan dengan para peternak bebek untuk menindaklanjuti proses uji coba dalam membuat pakan alternative, peneliti mendatangi salah satu peternak bebek yang letaknya di Dusun Pakem yaitu Mas Dimas. Disana peneliti berjumpa dengan beberapa orang yang sedang cangkrukan atau ngobrol santai di depan teras rumah Mas Dimas.

Gambar 6.4

Riset bersama dengan para peternak bebek

Sumber: Dokuemntasi Peneliti

Sebelumnya peneliti sudah mengenal Mas Dimas ssehingga ketika peneliti datang ia tidak bertanya lagi. Mas Dimas mempersilahkan saya masuk dan memperkenalkan kedatangan saya kepada orang-orang yang ada di sana, beberapa orang yang sedang duduk di sana sedang mendiskusikan beberapa persoalan khususnya mengenai dunia peternakan karena kebetulan diantaranya adalah seorang peternak bebek. Mas Dimas mengajak saya untuk ikut dan bergabung dengan kerumuna yang ada di teras, sembari menjelaskan tujuan saya datang ke Desa Rejeni. Setelah mengetahui tujuan peneliti melakukan penelitian di Desa Rejeni yang khusunya fokus penelitian pada peternakan maka mereka menjadi antusias untuk mengetahui kegiatan peneliti ketika di lapangan.

Pada saat pertemuan tersebut berlangsung, mereka sedang membahas tentang pakan bebek buatan pabrik yang harga jual nya seringkali mengalami kenaikan sehingga para peternak harus mengeluarkan biaya yang lebih terhadap pembelian pakan bebek. Sedangkan penjualan bebek dilakukan secara berkala, maksutnya adalah beberapa peternak misalnya Mas Dimas melakukan penjualan bebek pada seorang pemasok bebek untuk restoran besar, sehingga ia tidak bisa menjualkan bebeknya

selain ke pemasok bebek di restoran tersebut dan penjuala dilakukan satu minggu sekali. Berbeda dengan Mas Afif yang melakukan penjualan bebek pada pengepul ayam di pasar, biasanya pengepul ayam datang dengan membawa keranjang bebek dengan jumlah yang besar dengan menggunakan kendaraan bermotor, biasanya para pengepul bebek datang ketika bebek yang mau dipanen sudah habis terjual di pasar maka ia akan mengambil pasokan bebek yang baru yang siap dipanen di Mas Afif dan melakukan transaksi pembayaran bebek, jika bebek tidak langsung laku terjual maka keesokan harinya pengepul tersebut tidak datang ke lokasi peternakan milik Mas Afif karena stok bebek masih tersisa. Jika penjualan bebek di pasar mengalami penurunan yang tidak bisa dipastikan kapan akan kembali normal maka para peternak mengalami kerugian ditambah para peternak harus tetap memberikan pakan terhadap bebek agar bobot bebek tidak turun dan teteap stabil dengan memperhatikan protein dan vitamin yang ada dalam kandungan pakan.

Rata-rata peternak bebek menggunakan pakan buatan pabrik dengan merk Br 511 produksi PT Pokphand Charoen dan konsentrat 144 produksi PT Pokphand Charoen, konsentrat produksi PT Japfa Comfeed. Untuk starter atau indukan bebek dengan kisaran harga kurang lebih Rp 500.000 per karung, sedangkan untuk satu karung konsentrat 144 dapat digunakan untuk bebek dengan jumlah kurang lebih 50 ekor dan dapat digunakan dengan jangka waktu yang relative lebih cepat. Dalam satu kali pembuatan pakan bebek peternak membutuhkan 20 % konsentrat, jika bebek menghabiskan makanan tersebut dalam satu kali pemberian pakan dikandang maka pada saat sore hari peternak harus memberikan 20 % konsentrat lagi dalam untuk pakan bebek. Total pemberian pakan dalam sehari sebanyak 40 % untuk penggunaan pakan jenis konsentrat tanp ada campuran jenis pakan lain.Sedangkan untuk satu karung konsentrat harganya cukup mahal, dalam hal ini dapat diketahui bahwa peternak bebek mengalami pembengkakan biaya dalam

managemen pakan selama proses ternak berlangsung, belum lagi jika pakan tidak dihabiskan dan terbuang percuma akibat kerumunan bebek yang menyerbu pakan sehingga pakan berjatuhan dan terbuang secara percuma.

Setelah mendengarkan dan mengikuti alur obrolan peternak, peneliti mencoba untuk menggali aset serta potensi yang ada. Menggali skill yang dimiliki pada diri masing-masing peternak bebek, dapat diketahui bahwa salah satu peternak bebek memiliki kemampuan dalam meramu pakan bebek melalui bahan-bahan yang ada disekitar. Ia pernah melakukan praktek pembuatan pakan secara mandiri akan tetapi tidak dilanjutkan kembali karena Mas Dimas yang memiliki skill untuk membuat pakan merasa kewalahan untuk membuat pakan sendirian. Dari sini peneliti membaca peluang mengenai potensi yang ada dan mengajak peternak yang lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam melakukan praktek kembali membuat pakan alternatif dari bahan-bahan yang mudah diperoleh. Untuk mengurangi efektivitas penggunaan pakan buatan pabrik dengan membuat pakan alternative yang mudah didapat dengan harga yang terjangkau tanpa mengurangi kualitas pakan alternatif dengan memperhatikan beberapa kandungan gizi dan vitamin yang diperlukan bebek dalam masa pertumbuhannya.

Abah Sidiq selaku peternak dan penjual pakan hewan unggas ikut bersuara, ia bersedia untuk ikut terlibat dalam pembuatan pakan dengan memberikan bahan mentahan yang ada di toko pakan milik Abah Sidiq. Abah Sidiq juga mempersilahkan untuk menggunakan mesin pengaduk pakan agar digunakan selama proses praktek dilakukan. Selain itu Mas Afif juga pernah mencari dan mempelajari bagaimana cara membuat pakan dari bahan-bahan yang mudah didapat dari campuran dedak, jagung dan konsentrat. Dan Mas Afif setuju dengan ide untuk membuat pakan alternatif bersama dengan para peternak yang lainnya. Peneliti sebagai fasilitator serta jembatan antara peternak yang satu dengan yang lainnya, memberikan support serta motivasi untuk memanfaatkan potensi

tersebut dengan menghasilkan sebuah produk berupa pakan bebek. Dari obrolan tersebut dapat diketahui skill yang dimiliki oleh peternak bebek dan mengembangkan skill tersebut melalui praktek membuat pakan karena bahan dan alat yang dibutuhkan sudah disediakan oleh Abah Sidiq sehingga mempermudah proses praktek.