Sampai saat ini (Maret 2014) jumlah jabatan fungsional tertentu adalah 133 jabatan, daftar selengkapnya sebagai berikut:
H. Pemberhentian Karena Hal-Hal Lain
1. Tidak Melaporkan Perkawinan Pertama
Saudara GANI NIP. 04……… pangkat Pengatur Muda (II/a) staf pada Direktorat Hak Cipta dan Hak Merk Departemen Kehakiman, diangkat sebagai CPNS pada tanggal 1 Maret 1991.
Setelah ± 1 tahun masa kerjanya, Saudara GANI telah melakukan hubungan intim dengan Saudari EVA, sehingga Saudari EVA mengandung. Namun Saudara GANI tidak segera bertanggungjawab untuk menikahi Saudari EVA, dengan alasan tidak mencintai Saudari EVA. Hubungan intim dengan Saudari EVA memang ia lakukan, namun menurutnya dilakukan mau sama mau (tidak ada paksaan), jadi sama sekali tidak didasarkan karena cinta.
Hari berganti bulan, semakin besar kandungan Saudari EVA dan pada bulan Mei 1992 lahirlah bayi yang dikandung Saudari EVA. Melihat kenyataan bahwa ternyata bayi yang dilahirkan Saudari EVA sangat mirip dengan Saudara GANI maka pada tanggal 8 Juli 1992. Saudari GANI bersedia melangsungkan perkawinan dengan Saudari EVA di KUA Kecamatan Batu Ceper, Kabupaten Tangerang. Perkawinan Saudara GANI dan Saudari EVA baru berjalan ± 6 bulan ternyata sudah diwarnai dengan pertengkaran-pertengkaran, masing-masing menganggap dirinya benar. Selain itu juga disebabkan karena penghasilan Saudara GANI pas-pasan. Ketidak harmonisan dalam keluarga meruncing dengan kebiasaan Saudara GANI yang sering minum-minuman keras sampai mabuk dan sering tidak pulang ke rumah. Saudari EVA menghadap atasan langsung Saudara GANI di kantor.
Pada awalnya atasan langsung Saudara GANI tidak mengenal Saudari EVA, karena Saudara GANI memang tidak pernah melaporkan bahwa dirinya sudah melangsungkan perkawinan dengan Saudari EVA. Dengan seringnya Saudari EVA mendatangi Kantor Suaminya, bukan membuat Saudari GANI menjadi baik, namun malah Saudara GANI meninggalkan istrinya dan menjatuhkan talak kepada Saudari EVA.
Kasus Saudara GANI ini kemudian ditindaklanjuti dengan dilakukan berita acara pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal Departemen Kehakiman pada tanggal 26 Juni 1993 dan ternyata ia mengakui perbuatannya, namun memberikan alasan karena
pernah dihukum dan dijatuhi hukuman disiplin. Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman dengan Nota Dinasnya Nomor…….Tanggal 5 April 1994 telah melaporkan diri kembali kepada instansi induknya setelah habis masa cutinya, diberhentikan dengan hasil pemeriksaan kepada Seketaris Jenderal Departemen Kehakiman bahwa Saudara GANI telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 2 huruf w, x, PP No. 30 Tahun 1980 jis Pasal 2 PP No. 10 Tahun 1983 dan PP No. 45 Tahun 1990.
Dengan memperhatikan faktor yang memberatkan dan faktor yang meringankan, maka Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman telah menyarankan kepada Pejabat yang berwenang, agar terhadap Saudara GANI dijatuhi hukuman disiplin berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil.
Menteri Kehakiman sebagai pejabat yang berwenang menghukum pada tanggal 25 Agustus 1994 telah menjatuhkan hukuman disiplin berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil terhadap Saudara GANI sesuai dengan ketentuan Pasal 6 ayat (4) huruf c PP No. 30 Tahun 1980.
PERTANYAAN:
Bacalah kasus tersebut di atas dengan seksama. 1. Buatlah singkatan/kronologis kasus tersebut! 2. Tentukan pokok permasalahannya!
3. Tentukan jenis-jenis yang dipertimbangkan melalui analisis Saudara jenis hukuman disiplin yang diberikan :
a. Hal-hal yang meringankan b. Hal-hal yang memberatkan 4. Buatlah kesimpulan kasus:
a. Sebutkan perbuatan dan pelangaran disiplin yang dilakukan oleh yang bersangkutan b. Sebutkan hukuman disiplin yang dijatuhkan
5. Apakah hukuman disiplin yang dijatuhkan kepada Pegawai Negeri Sipil tersebut telah memenuhi rasa keadilan? Jelaskan!
Jelaskan dampak yang mungkin timbul di lingkungan masyarakat sebagai akibat pelanggaran disiplin!
Saudara YAHYA, NIP. 47……..; sejak tanggal 1 Juli 1971 telah bekerja dilakukan Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, dan terakhir ditugaskan sebagai pelaksana pada Sudin P2K Jakarta Barat dengan pangkat Pengatur Tingkat I (II/d).
Pada tahun 1972 yang bersangkutan menikah dengan Saudari DINA dikaruniai dua orang anak, setelah ± 5 tahun dalam rumah tangganya timbul percekcokan dengan istrinya sehingga pada tahun1977 Saudara YAHYA menjatuhkan talak secara agama, percekcokkan tersebut timbul karena Saudara YAHYA berhubungan dengan Saudari ANA dan pada akhir tahun 1977 itu juga Saudara YAHYA melangsungkan pernikahan dengan Saudari ANA, namun ternyata Saudara YAHYA masih mencintai Saudari DINA, maka pada tahun 1979 Saudara YAHYA rujuk kembali dengan Saudari DINA. Rumah tangga Saudara YAHYA dengan 2 (dua) istri yaitu Saudari DINA dan Saudari ANA bertahan hingga ± 5 tahun, meskipun diwarnai dengan berbagai perbedaan-perbedaan dan antara Saudari DINA dan Saudari ANA sudah telihat saling cemburu. Pada tahun 1985, yaitu setelah berlaku ketentuan Peraturan pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil Saudara YAHYA melaksanakan perceraian dengan Saudari DINA di Pengadilan Agama Jakarta Timur tanpa meminta izin dari Pejabat yang berwenang dan setelah cerai juga tidak melaporkan perceraiannya.
Dengan perceraian tersebut Saudara YAHYA hanya mempunyai seorang isteri yaitu Saudari ANA, namun di tempatnya bertugas Saudari ANA tidak tercatat, karena pada saat Saudara YAHYA kawin dengan Saudari ANA tidak dilaporkan, bahkan Saudara YAHYA mengaku sebagai Karyawan swasta.
Sejak hidup dengan satu istri rumah tangga Saudara YAHYA mulai tenteram, sampai dengan saat bersangkutan berkenalan dengan Saudara HANUM pada tahun 1988, ternyata kemudian Saudara YAHYA melakukan perkawinan lagi dengan Saudari HANUM (mengaku berstatus duda), tanpa izin pejabat yang berwenang dan juga tidak dilaporkan, karena sebenarnya Saudara YAHYA telah pisah rumah dengan Saudari ANA, bahkan kemudian Saudari ANA ditalak 1 (satu) secara agama. Kehidupan rumah tangga Saudara YAHYA dengan Saudari HANUM berjalan lancar, apalagi Saudari HANUM sebagai karyawan swasta yang berpenghasilan lebih besar dari Saudara YAHYA.
ke rumah bahkan sering melupakan tanggung jawabnya terhadap isteri, antara lain Saudara YAHYA terlibat hutang yang selalu dilunasi oleh istrinya (Saudari HANUM) sehingga, pada tanggal 22 Maret 1990 di Pengadilan Agama Jakarta Timur telah terjadi perceraian antara Saudara YAHYA dengan Saudari HANUM, tanpa terlebih dahulu meminta izin dari Pejabat yang berwenang.
Sebelum bercerai secara sah dengan Saudara YAHYA, Saudari HANUM telah melaporkan perbuatan suaminya tersebut kepada Walikota Jakarta Barat. Berdasarkan adanya laporan tersebut maka ditindak lanjuti dengan ditugaskannya Inspektur Wilayah Kota Jakarta Barat untuk melakukan pemeriksaan terhadap Saudara YAHYA. Dalam berita acara pemeriksaan tanggal 30 Maret 1990 Saudara YAHYA mengaku telah melakukan pelanggaran disiplin.
Sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan Inspektorat Walikota Jakarta Barat Nomor……… tanggal……… Saudara YAHYA telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 2 huruf w, x Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 jis Pasal 34 ayat (1). Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 serta Pasal 3 ayat (1) Pasal 4 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 dan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990. Dengan memperhatikan faktor yang memberatkan dan yang meringankan, maka pejabat pemeriksa dari Inspektorat Wilayah Kota Jakarta Barat telah menyarankan kepada pejabat yang berwenang, agar terhadap Saudara YAHYA dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil Saran tersebut segera ditindaklanjuti oleh Walikota Jakarta Barat, yang mengusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta agar terhadap Saudara YAHYA dijatuhi hukuman disiplin.
Namun Sekretaris Wilayah/Daerah DKI Jakarta dengan Nota Dinasnya Nomor………tanggal………telah menyarankan kepada Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta agar terhadap Saudara YAHYA dijatuhi hukuman dengan 2 (dua) alternatif jenis hukuman yaitu:
Alternatif I
Berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil .
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor………tanggal 26 Januari 1991 telah dijatuhkan hukuman disiplin berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil terhadap Saudara YAHYA sesuai dengan ketentuan Pasal 6 ayat (4) huruf c Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980.
PERTANYAAN:
Bacalah kasus tersebut di atas dengan seksama. 1. Buatlah singkatan/kronologis kasus tersebut ! 2. Tentukan pokok permasalahannya !
3. Tentukan jenis-jenis yang dipertimbangkan melalui analisis Saudara. Jenis hukuman disiplin:
a. Hal-hal yang meringankan; b. Hal-hal yang memberatkan. 4. Buatlah kesimpulan kasus:
a. Sebutkan perbuatan dan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh yang bersangkutan; b. Sebutkan hukuman disiplin yang dijatuhkan.
5. Apakah hukuman disiplin yang dijatuhkan kepada Pegawai Negeri Sipil tersebut telah memenuhi rasa keadilan? Jelaskan!
Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah; Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Aparatur Sipil Negara
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1976 tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil ;
Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri
Sipil ;
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil ; Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri
Sipil ;
Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1994 tentang Tanda Kehormatan Satya Lancana
Karya Satya;
Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1999 tentang Pegawai Negeri Sipil Yang Menjadi
Anggota Partai Politik;
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1999 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah
Nomor 5 Tahun 1999 tentang Pegawai Negeri Sipil Yang Menjadi Anggota Partai Politik;
Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil ; Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil ; Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Gaji Pegawai Negeri Sipil ; Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil
Dalam Jabatan Struktural;
Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai
Negeri Sipil ;
Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Peraturan Gaji Pegawai
Negeri Sipil , sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1997;
Keputusan Presiden Nomor 26 tahun 2000 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar
Hasil Munas Korps Pegawai Republik Indonesia, Jakarta, Tahun 1999, Jakarta.
Buku-Buku
Amstrong, Michael and Baron, Anggela: Performace Management The New Realities, (1998),
Institute Of Personal Development, Camp Road, London.
Grendhaus, Jeffry H. dkk., Career Management, (2000), The Dry Press, USA.
Handoko, T. Hani, Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, (1999), BPFE, Yogyakarta.
Manullang dan Manullang, Marihot, AMH (2001), Manajemen Personalia Edisi-3, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Prowirosentono, Suyadi, Kebijakan Kinerja Karyawan, (1999), BPFE, Yogyakarta.
Sayidan, Gauzali, Manajemen Sumber Daya Manusia, jilid 2, (2000), PT. Gunung Agung, Jakarta.
Schuler, Randall. S dan Jackson, E. Susan, Manajemen Sumber Daya Manusia jilid 2, (1999), terjemahan, Penerbit Erlangga, Jakarta.