• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEMAHAMI TANAH DENGAN SIFAT & CIRINYA UNTUK

KEPENTINGAN PENGELOLAAN

Alfisol

Menyebar di semiarid (beriklim kering sedang) sampai tropis (lembap);

Tanah ini terbentuk dari proses-proses pelapukan, serta telah mengalami

pelapukan, serta telah mengalami

pencucian mineral liat dan unsur-unsur lainnya dari bagian lapisan permukaan ke bagian subsoilnya (lapisan tanah

bagian bawah), yang merupakan bagian yang menyuplai air dan unsur hara

Alfosil (lanjutan)

Cukup produktif untuk pengembangan berbagai komoditas tanaman pertanian mulai tanaman pangan, hortikultura,

dan perkebunan.

Tingkat kesuburannya (secara kimiawi) Tingkat kesuburannya (secara kimiawi) tergolong baik. pH-nya rata-rata

mendekati netral. Di seluruh dunia diperkirakan Alfisol penyebarannya meliputi 10% daratan.

Andisol

Pembentukannya melalui proses-proses pelapukan yang menghasilkan mineral-mineral dengan struktur kristal yang

cukup rapih. Mineral-mineral ini

mengakibatkan Andisol memiliki daya mengakibatkan Andisol memiliki daya pegang terhadap unsur hara dan air yang tinggi.

Dijumpai di daerah dingin (> 1000 m dpl) dengan tingkat CH yang sedang sampai tinggi, terutama daerah-daerah yang ada hubungannya dengan

Andisol (lanjutan)

Andisol cenderung menjadi tanah yang cukup produktif, terutama setelah diberi masukan amelioran (Co; pupuk

anorganik).

Pemanfaatan untuk pengembangan Pemanfaatan untuk pengembangan pertanian tanaman pangan &

sayur-sayuran atau bunga-bungaan (seperti di daerah Lembang Kabupaten Bandung). Andisol diperkirakan meliputi sekitar 1% dari luas permukaan daratan dunia di

Aridisol

Berada di daerah-daerah dengan tingkat kekeringan yang ekstrem (sangat kering), Sangat sulit

dimanfaatkan sebagai lahan untuk dimanfaatkan sebagai lahan untuk bercocok tanam, terutama apabila

sumber air untuk irigasi tidak tersedia (air tanah atau sungai).

Dijumpai di padang-padang pasir dunia, dan luasnya sekitar 12% dari daratan

Entisol

Daerah dg bahan induk dari

pengendapan material baru atau di daerah-daerah tempat laju erosi atau

pengendapan lebih cepat dibandingkan dengan laju pembentukan tanah;

dengan laju pembentukan tanah; Pertanian yang dikembangkan

umumnya adalah padi sawah secara monokultur atau digilir dengan

sayuran/palawija. Entisol diperkirakan terdapat sekitar 16% dari permukaan daratan bumi, di luar daratan es.

Gelisol

Terbentuk dalam lingkungan permafrost (lingkungan yang sangat dingin).

Dinamakan Gelisol, karena

terbentuknya dari material Gelic terbentuknya dari material Gelic

(campuran bahan mineral dan organik tanah yang tersegregasi es pada

lapisan yang aktif).

Diperkirakan penyebarannya meliputi sekitar 9% daratan permukaan bumi.

Histosol

Mengandung bahan organik tinggi dan tidak mengalami permafrost.

Kebanyakan selalu dalam keadaan

tergenang sepanjang tahun, atau telah tergenang sepanjang tahun, atau telah didrainase oleh manusia.

Terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan, yang cepat membusuk yang

terdekomposisi dan terendapkan dalam air.

Histosol (lanjutan)

Penggunaan paling ekstensif adalah sebagai lahan pertanian, terutama

untuk tanaman sayur-sayuran seperti buncis, kacang panjang, bayam, dll. buncis, kacang panjang, bayam, dll. Histosol menyusun sekitar 1% dari daratan dunia.

Inceptisol

Menyebar mulai di lingkungan iklim semiarid (agak kering) sampai iklim lembap.

Memiliki tingkat pelapukan dan

perkembangan tanah yang tergolong perkembangan tanah yang tergolong sedang

Umumnya berkembang dari formasi geologi tuff volkan, namun ada juga sebagian yang terbentuk dari batuan sedimen seperti batu pasir (sandstone), batu lanau (siltstone),

Inceptisol (lanjutan)

Pemanfaatannya pun oleh manusia

bervariasi sangat luas pula, mulai untuk bercocok tanam hortikultura tanaman

pangan, sampai dikembangkan sebagai lahan-lahan perkebunan besar seperti lahan-lahan perkebunan besar seperti sawit, kakao, kopi, dan lain sebagainya, bahkan pada daerah-daerah yang

eksotis, dikembangkan pula untuk

agrowisata. Inceptisol menyusun sekitar 17% dari tanah dunia diluar daratan es.

Mollisol

Mempunyai horison permukaan

berwarna gelap yang mengandung bahan organik yang tinggi.

Kaya akan kation-kation basa

Secara karakter terbentuk di bawah rumput dalam iklim yang sedang.

Tersebar luas di stepa di Eropa, Asia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.

Molisol (lanjutan)

Walaupun dikatakan subur (dengan

kondisi yang dijelaskan di atas), namun intensitas pengelolaan dan

pemanfaatannya relatif masih rendah. pemanfaatannya relatif masih rendah. Diperkirakan meliputi luasan sekitar 7% dari tanah dunia.

Oxisol

Mengalami pelapukan tingkat lanjut di daerah-daerah subtropis dan tropis.

Kandungan didominasi oleh Kandungan didominasi oleh

mineral-mineral dengan aktivitas rendah, seperti kwarsa, kaolin, dan besi oksida.

Oxisol (lanjutan)

Memiliki kesuburan alami yang rendah. pH masam, kandungan Al yang tinggi, unsur hara rendah, sehingga diperlukan pengapuran dan pemupukan serta

pengelolaan yang baik agar tanah dapat pengelolaan yang baik agar tanah dapat menjadi produktif dan tidak rusak.

Oxisol meliputi sekitar 8% dari daratan dunia. Adapun di Indonesia, banyak

dijumpai di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Spodosol

Terbentuk dari proses-proses pelapukan yang di dalamnya terdapat lapisan iluviasi (penumpukan) bahan organik

(penumpukan) bahan organik

berkombinasi dengan Al (dengan atau tanpa besi).

Cenderung tidak subur (kurus unsur hara) dengn pH masam.

Spodosol (lanjutan)

Sebaiknya tanah Spodosol tidak dijadikan lahan pertanian, tetapi tetap dibiarkan

sebagai hutan. Selain kesuburannya sebagai hutan. Selain kesuburannya

rendah, tanah ini juga peka terhadap erosi karena teksturnya berpasir sehingga

cenderung gembur (remah). Spodosol menyusun sekitar 4% lahan-lahan di dunia.

Ultisol

Terbentuk di daerah yang lembab. Kendala fisik, kimia, & biologi

--sebaiknya tidak digunakan untuk pertanian tanaman pangan terlalu pertanian tanaman pangan terlalu intensif, dalam arti jangan ditanami tanaman semusim sepanjang tahun, tetapi perlu diselingi dengan tanaman pupuk hijau/leguminosa.

Ultisol diperkirakan meliputi sekitar 8% dari lahan-lahan di dunia.

Vertisol

memiliki sifat khusus, yakni mempunyai sifat vertik, karena mengandung banyak mineral liat yang mudah mengembang mineral liat yang mudah mengembang

apabila basah atau lembap, tetapi kembali mengerut apabila kering. Akibatnya, tanah ini seringkali mengalami perubahan

Vertisol (lanjutan)

Dicirikan mempunyai rekahan yang

membuka dan menutup secara periodik. Sifat fisiknya yang konsisten keras,

Sifat fisiknya yang konsisten keras,

menjadikan tanah ini termasuk berat untuk diolah. Tanah ini diperkirakan meliputi 2% dari daratan di dunia.

Dokumen terkait