Bagan 2.1. Komponen Karakter
2. Membentuk Karakter Melalui Kelas Pembelajaran
didik mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya.57 Menurut Doni Koesoema, pendidikan karakter dapat dipahami sebagai suatu usaha manusia untuk menjadikan dirinya sebagai manusia yang berkeutamaan. Manusia menambahkan sebuah keutamaan dalam dirinya ketika ia mampu menyempurnakan diri menjadi semakin lebih baik. Hasil dari usaha ini dapat dilihat melalui prilaku dan keputusannya.58Sehingga bisa disimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan nilai, pendidikan moral, pendidikan budi pekerti, pendidikan watak yang bertujuan memelihara apa yang baik, mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, mewujudkan dan menebar kebaikan itu dalam kehidupan seharihari dengan sepenuh hati.
2. Membentuk Karakter Melalui Kelas Pembelajaran
Secara teknis dalam Mulyasa disampaikan standar pembelajaran efektif dan berkarak terdapat dilakukan dengan pada tiga tahap, yaitu pembukaan, inti dan penutup, adapun prosedur sebagai berikut.
a) Pembukaan 59
Pembukaan pembelajaranyang berkarakter mencakup kegiatan keakraban dan pre-test. Kedua kegiatan ini, dilaksanakan pada awal pertemuan dalam pembelajaran.
1) Pembinaan keakraban
57 Kemendiknas, Panduan Pendidikan Karakter (Jakarta: Pusat Kurikulum dan Kebukuan Kemendiknas, 2011), 6.
58 Doni Koesoema A, Pendidik Karakter Strategi Mendidik Anak di Zaman Global (Jakarta: Grasindo, 2007), 82.
59
Pembinaan keakraban perlu dilakukan untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif bagi pembentukan kompetensi dan karakter peserta didik, sehingga tercipta hubunganyang harmonis antara penddik sebagai fasilitator dan peserta didik serta antar peserta didik. Langkah-langkah yang bisa dilaksanakan sebagai berikut:60
(a) Di awal pertemuan pertama, dosen memperkenalkan diri kepada peserta didik dengan memberi salam, menyebut nama, alamat, pendidikan terakhir dan tugas pokoknya.
(b) Setiap peserta didik memperkenalkan diri dengan memberi salam, menyebut nama, alamat, pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, serta alasan mereka mengambil jurusan di universitastersebut.
Menambahkan dalam Pidarta, pendidikan karakter dalam bentuk pembelajaran berbasis kelas harus memperhatikan partisipasi kelas yang harus dibetuk di awal hingga akhir pertemuan perkuliahan. Partisipasi kelas dipandang salah satu factor penting dalam proses belajar mengajar, karena melalui partisipasi kelas peserta didik akan menyerap ilmu pengetahuan yang dipelajari secara lebih cepat dan mantap. Untuk merealisasikan partisipasi kelas, yang bisa dilaksanakan adalah sebagai berikut:61
60 Ibid. 139.
61
(a) Memberikan stimuli atau dorongan-dorongan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan atau pancingan-pancingan selama perkuliahan berlangsung.
(b) Mengenal nama-nama para peserta didik dengan melakukan pengabsenan pada setiap pertemuan.
(c) Menilai kadar partisipasi setiap peserta didik yang ikut diperhitungkan dalam penentuan skor akhir.
(d) Memberi berbagai variasi media, metode, dan kegiata belajar untuk menarik perhatian peserta didik.
2) Pre-test (tes awal)62
Keseluruhan keakraban, kegiatan dilanjutkan dengan pre-test yang memiliki banyak kegunaan dalam menjajaki proses pembelajaran yang akan dilaksanakan karena akan memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Fungsi pre test ini antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut:
(a) Menyiapkan peserta didik belajar, karena dengan pre-test pikiran mereka akan terfokus pada soal-soal yang harus dikerjakan.
(b) Mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan hasil pre test dengan post test.
62
(c) Mengetahui kemapuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan ajar yang akan dijadikan topic dalam proses pembelajaran.
(d) Mengetahui dari mana seharusnya proses pembelajaran dimulai, kompetensi mana yang telah dikuasai oleh peserta didik, dan kompetensi mana yang perlu mendapatkan penekanan dan perhatian khusus. Kegiatan pre-test bisa dilaksanakan secara lisan, tulisan atau perbuatan.
Untuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam pertemuan sehari-hari, pendidik harus menentukan secara tepat jenis belajar manakah yang paling berperan dalm proses pembelajaran tertentu, dengan mengingat kompetensi dasar yang harus dicapai. Pembelajaran efektif dan berkaratkter pada tahap pembukaan dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:63
1) Pemanasan dan apresiasi.
Kegiatan ini dilakukan untuk menjajaki pengetahuan peserta didik, memotivasi peserta didik dengan menyajikan materi yang menarik, dan mendorong mereka untuk mengetahui berbagai hal baru. pemanasan dan apresiasi ini dapat dilakukan sebagai berikut.
(a) Memulai pembelajarandengan hal-hal yang diketahui dan dipahami peserta didik.
63
(b) Memotivasi peserta didik dengan bahan ajar yang menarik dan berguna bagi kehidupan mereka.
(c) Menggerakkan peserta didik agar tertarik dan berkeinginan untuk mengetahui hal-hal yang baru.
2) Ekplorasi
Tahap ini merupakan kegiatan pembelajaran untuk mengenalkan bahan dan mengaitkannya dengan pengetahuan yang dimiliki peserta didik.
(a) Perkenalkan materi standartan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik.
(b) Kaitkan materi standar dan kompetensi dasaryang baru dengan pengetahuan dan kompetensi dasar yang sudah dimiliki oleh peserta didik.
(c) Pilihlah metode yang paling tepat, dan gunakan secara bervariasi untuk meningkatkan penerimaan peserta didik terhadap materi standart dan kompetensi baru.
b) Kegiatan Inti dan Pembentukan Karakter
Kegiatan inti pembelajaran antara lain mencakup penyampaian informasi tentang materi standar, membahas materi standar untuk membentuk kompetensi dan karakter peserta didik.64Tahap ini merupakan keselutuhan kegiatan proses pembelajaran yang dialami oleh mahasiswa untuk mencapai target kompensi yang dituangkan di dalam
64
indikator. Proses ini bertujuan agar mahasiswa mampu mengalami, menjalani, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari.
Dalam proses ini seorang dosen harus dapat memilih strategi perkuliahan secara variatif, dapat mengaktifkan dan membangkitkan kreativitas mahasiswa, menyenangkan serta dapat mencapai target kompetensi yang telah ditetapkan. 65
Strategi pembelajaran aktif tidak hanya mengaktifkan mahasiswa dari segi pendengaran, dan pengelihatan, tetapi sampai berdiskusi, mengajarkan pada mahasiswa lain dan melaksanakan kehidupan nyata. Oleh karena itu, pembentukan kompetensi dan karakter peserta didik dalam Mulyasa dapat dilakukan sebagai berikut. 66
(a) Doronglah peserta didik untuk menerapkan konsep, pengertian, dan kompetensi yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari.
(b) Praktikkan pembelajaran secara langsung, agar peserta didik dapat membangun kompetensi dan karakter baru dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pengertian yang dipelajari.
(c) Gunakan metodologi yang paling tepat agar terjadi perubahan kompetensi dan karakter peserta didik.
Dalam pembentukan karakter perlu diusahakan untuk melibatkan peserta didik seoptimal mungkin. Melibatkan peserta didik adalah memberikan kesempatan dan mengikutsertakan mereka untuk turut ambil bagian dalam proses pembelajaran.
65 Sutrisno dan Suryanto, Pendidikan Islam di Era Peradaban Modern (Jakarta: Kencana, 2015), 133-134
66
c) Penutup
Kegiatan akhir pembelajaran atau penutup dapat dilakukan dengan memberikan tugas, refleksi dan post test. 67
1) Tugas, yang diberikan merupakan tindak lanjut dari pembelajaran inti atau pembentukan kompetensi yang berkenaan dengan materi standar yang telah dipelajari maupun materi yang akan dipelajari berikutnya. 2) Refleksi, refleksi dapat dilakukan oleh guru bersama dengan peserta
didik pada akhir pembelajaran, dengan cara merenungkan kembali apa-apa yang terjadi dalam pembelajaran. Hasil refleksi ini dapat dijadikan acuan dalam merencanakan dan mengembangkan pembelajaran berikutnya.
3) Post Test atau Penilaian Formatif
Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan post test. Kegiatan ini dilakukan terutama untuk melihat dan mengetahui keberhasilan pembelajaran. Yang berfungsi sebagai berikut:
(a) Kembangkan cara-cara untuk menilai hasil pembelajaran peserta didik.
(b) Gunakan hasil penilaian tersebut untuk menganalisis kekurangan peserta didik dan masalah-masalah yang dihadapi guru dalam memberikan kemudahan kepada peserta didik.
67
(c) Pilihlah metodologi yang paling tepat sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
Agar peserta didik belajar secara aktif, guru perlu menciptakan strategi yang tepat guna, sedemikian rupa, sehingga mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar.