BAB VI DINAMIKA PROSES PENGORGANISASIAN
D. Membentuk Kelompok Usaha Koperasi Sebagai
156
D. Membentuk Kelompok Usaha Koperasi Sebagai Wadah Pengembangan
Dalam pengembangan usaha perikanan yang dilakukan oleh para POKDAKAN “Mina Mlati Makmur” sebagai bentuk perubahan dalam kemandirian agar tidak bergantung kepada pihak luar, maka para kelompok membentuk koperasi sebagai acuan dalam mengembangkan dan memakmurkan apa yang selama ini menjadi keinginan mereka. Tujuan utama dalam membentuk koperasi usaha perikanan ini tidak semata untuk mencari keuntungan, melainkan untuk hidup bersama, berkeluarga serta saling membantu dalam meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok. Dengan membentuk koperasi ini diharapkan akan berguna dalam meningkatkan perekonomian anggota kelompok, meskipun saat ini tinggal 2 orang yang secara kasat mata bisa dikatakan aktif dalam budidaya ikan di Dusun Balowono.
Sebelum pelakasanaan dalam pembentukan koperasi, peneliti dengan Pak Hartono telah merencanakan untuk menentukan sasaran peserta, langkah ini dinilai penting mengingat dampaknya secara nyata pada keberlangsungan usaha budidaya ikan yang ada. Oleh karna sesuai apa yang dikatakan ketua kelompok dan telah disetujui oleh anggota kelompok, peserta dalam membentuk kelompok usaha koperasi terdiri dari gabungan POKDAKAN, pemuda karang taruna, ibu PKK dan warga, hal ini ditetapkan dalam pelaksanaannya setelah proses pembuatan olahan ikan sekitar jam 15.00 WIB. Adapun proses tahapan dalam pembentukan kelompok usaha koperasi sebagaimana berikut:
1. FGD Serta Membangun Pemahaman Bersama
Pada tahap diskusi ini akan membahas tentang penentuan tujuan visi misi serta penguatan kebersamaan kelompok. Proses ini dipimpin oleh Pak Hartono serta dibantu oleh ibu Herni selaku kader yang berpengalaman pada koperasi. Penjelasan tujuan dibentuknya kelompok usaha koperasi ini sebagai wadah pengembangan serta
157
dalam upaya membantu jika ada salah satu anggota kelompok membutuhkan pinjaman. Sebagaimana visi misi yang disepakati berikut:
Tabel 7.6
Visi Misi Kelompok Usaha Koperasi Pokdakan
VISI MISI
Meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan
khususnya para anggota melalui pengembangan ekonomi kreatif
Membangun organisasi yang aktif, terpercaya serta memiliki jiwa sosial yang tinggi
Menumbuhkan sistem ekonomi dan kesejahteraan yang sehat serta terpercaya
Membangun kesamaan pandangan dalam
menciptakan kondisi yang aman, tentram dan damai Terjaga dan lestarinya kultur
budidaya ikan
Saling membantu dalam susah maupun senang serta mandiri dalam segala hal Meningkatkan jaringan solidaritas pada komunitas budidaya ikan lain
Sumber: Hasil diskusi dari pembentukan koperasi
Dari tabel visi misi diatas, setiap anggota koperasi memiliki kewajiban dan hak masing-masing untuk bersama dalam memajukan usaha budidaya ikan yang ada. Setiap ada berita terbaru, kondisi situasi dan segala aspek yang berkaitan dengan koperasi, maka akan segera langsung di informasikan kepada anggota kelompok, sebagaimana yang tertuang dalam visi misi koperasi yakni meningkatkan kesejahteraan, kreatifitas, perekonomian, dan kultur budidaya yang ada. Juga misinya untuk membangun organisasi yang aktif, memiliki jiwa sosial yang tinggi, bersama saling membantu di dalam suka maupun duka, saling mempercayai dan meningkatkan solidaritas antar sesama baik dari sisi internal tiap individu
158
kelompok maupun dengan kelompok budidaya ikan yang lain.
2. Pembentukan Struktur Anggota Koperasi
Setelah proses dalam diskusi pemahaman tujuan dan visi misi koperasi, maka tahap selanjutnya pembentukan struktur anggota. Pembentukan ini melibatkan pihak yang telah disepakati bersama yang terdiri dari POKDAKAN, Ibu PKK, warga dan karang taruna. Kesepakatan yang terjalin bahwa peserta yang tidak hadir akan tetap dimasukkan dalam struktur kelompok usaha koperasi, khususnya para anggota kelompok budidaya sendiri, tujuan dari kesepakatan ini guna memaksimalkan keberlangsungan program yang nantinya akan dijalankan, meski secara alternatif jika dalam rapat mingguan atau bulanan ketika salah satu berhalangan hadir maka bisa digantikan dengan istri ataupun anaknya.
Gambar 7.20
Proses Pembentukan Struktur Anggota Koperasi
Sumber: Hasil dokumentasi peneliti
Secara terbuka Pak Hartono selaku pemimpin diskusi tidak memaksakan kehendak para peserta dalam menentukan siapa yang menjadi ketua, sekretaris, bendara, monitoring dan sebagainya. Akan tetapi mengembalikan hak itu kepada peserta untuk bersikap dewasa dalam menentukan posisi masing-masing, hal tersebut dilakukan demi membangun kesadaran, solitaritas serta kemajuan
159
kelompok budidaya ikan di Dusun Balowono. Tidak berselang lama setelah itu sesuai dengan hasil musyawarah, nama-nama struktur ditulis pada kertas manila yang sudah disediakan dan ditempelkan di rumah Bu Herni. Sebagaimana hasil diskusi pembentukan struktur anggota koperasi sesuai tabel berikut:
Tabel 7.7
Struktur Kelompok Usaha Koperasi Pokdakan
Jabatan Nama Wilayah
Ketua Rachmat Hartono (ketua pokdakan) RT 20 Sekretaris Herni (ibu kader dan PKK) RT 19 Bendahara Siti Chotimah (Istri pokdakan yakni
Pak Sutrisno)
RT 19
Pengawas Mustakim dan Satuwi (Sekretrais Desa dan keduanya bagian dari pokdakan)
RT 19
Anggota : Kumaiyah
Tibbil (Karang Taruna) Tanwirul (karang taruna) Yuni Setywati (Ibu PKK) Sumiatin (Warga)
Mursini (Istri pokdakan Pak Satuwi) Riani (istri pokdakan Pak Mustakim) Bambang (anggota Pokdakan) Indah Wati (Ibu PKK)
RT 19 RT 19 RT 19 RT 19 RT 19 RT 19 RT 19 RT 19 RT 19
Sumber: Hasil musyawarah para kelompok usaha koperasi Setelah proses pembentukan struktur anggota ditulis, maka selanjutnya nama-nama akan diperbarui dengan hasil yang lebih baik, dalam diskusi juga membahas anggaran atau saham yang nantinya akan di setorkan pada Bu herni, niminal yang disepakati sebesar Rp 100.000. koperasi ini nantinya akan berjalan untuk memasarkan hasil panen maupun olahan, harapannya akan begitu berguna jika ada salah satu anggota yang saat itu sangat membutuhkan dana, maka anggota tersebut bisa meminjam dengan hasil kesepakatan bersama dan dikembalikan sesuai jatuh tempo yang telah disepakati.
160
3. Konsolidasi Kepada Pemerintah Desa
Sebagai penguatan dalam membentuk koperasi, maka peneliti dengan anggota kelompok akan membuat upaya penguatan kepada Pemerintah Desa, hal ini bertujuan untuk meningkatkan potensi dan perekonomian warga khususnya para anggota kelompok budidaya ikan, proses ini terjadi lebih melibatkan pada sekretaris Desa Pak Mustakim lantaran beliau yang dekat dengan warga Dusun Balowono, serta mengingat rumah dan lingkungannya ada pada wilayah tersebut. Bagi para anggota sendiri adanya konsolidasi ataupun tidak, bagi mereka tidak menjadi persoalan, karna memang pendirian koperasi ini atas dasar keinginan kelompok yang murni ingin bergerak maju dan mandiri. Pak Mustakim juga medukung dan setuju terhadap pembentukan koperasi ini meskipun proses konsolidasi ini hanya dibicarakan dari mulut kemulut, pada keberlanjutan dan perkembangan koperasi sendiri akan dilakukan oleh anggota kelompok pembudidaya ikan beserta para pihak terkait.
Gambar 7.21
Peresmian Koperasi Pokdakan Mina Mlati Makmur
Sumber: Hasil dokumentasi peneliti
Pada akhir acara setelah pembentukan struktur koperasi selesai, peneliti dengan anggota kelompok usaha koperasi menyempatkan untuk dokumentasi sekaligus meresmikan terbentuknya dengan ibu-ibu PKK, warga, karang taruna, ketua Pokdakan dan anak-anak. Mereka
161
membawa hasil olahan ikan sembari mengungkapkan sebuah yel yel “Pokdakan Mina Mlati Jaya Jaya”.
Pendampingan yang dilakukan peneliti hanya sebatas memfasilitasi, membantu proses terbentuknya koperasi dan struktur kepengurusan. Rencana jangka dekat maupun panjang akan di diskusikan sendiri oleh kelompok pada tiap pertemuan mingguan atau bulanan, mengingat pembentukan koperasi ini masih awal dilakukan, meski ada beberapa anggota yang sudah mengerti bagaimana koperasi berjalan namun tetap dalam proses pembelajaran untuk menuju perubahan. Keberhasilan dalam pemijahan, pengolahan dan pemasaran nantinya berdampak langsung pada kemajuan koperasi. Hasil kesepakatan kelompok usaha koperasi nantinya akan ditulis dalam berita acara kemudian diajukan oleh Pak Hartono dengan dibantu Pak Mustakim pada musyawarah perencanaan pembangunan Desa yang dilaksanakan setiap setahun sekali pada bulan Desember. Setiap para kelompok anggota usaha koperasi dan warga terlibat dipastikan mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi demi keberlangsungan budidaya ikan yang ada.