• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEMBERSIHKAN KOMPONEN MOTOR LISTRIK

Dalam dokumen 3. HAR. MOTOR LISTRIK.pdf (Halaman 33-37)

Membongkar Motor Listrik

AN MOTOR LISTRIK

6. MEMBERSIHKAN KOMPONEN MOTOR LISTRIK

Kotoran dan endapan dapat mengakibat kerusakan pada komponen motor, oleh sebab itu komponen-komponen motor sebelum dipasang / dirakit kembali harus bebas dari kotoran dan endapan.

Macam-macam kotoran atau endapan yang menempel pada komponen adalah :

 Debu kering dapat dihilangkan dengan menggunakan udara kering yang bertekanan rendah atau dihisap dengan vacum cleaner.

 Gemuk atau minyak dapat dihilang dengan larutan pembersih , seperti trichlor, bensin dan sebagainya

Untuk membersihkan belitan motor, gunakan cairan pembersih yang tidak merusak isolasi/tahanan isolasi dan tidak beracun, biasanya digunakan motor cleaner.

Sedangkan untuk membersihkan/menghilangkan kerak/kotoran yang tidak dapat dihilangkan oleh cairan pembersih, maka digunakan peralatan yang kasar misalnya : amplas, sikat, skrap dan sebagainya.

Pada umumnya seluruh komponen-komponen motor harus dibersihkan, tetapi yang harus mendapat perhatian khusus adalah belitan stator, rotor, bantalan dan kopling, komutator/slipring dan sebagainya.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 34 7. PEMERIKSAAN DAN PENGGANTIAN BEARING.

Pemeriksaan bearing dapat dilaksanakan baik dalam keadaan operasi maupun dalam keadaan stop (pada saat motor dioverhaul).

Pemeriksaan bearing dengan visual :

 Kelainan suara : keadaan operasi

 Karat yang berlebihan

 Cacat

 Kotoran

Cara-cara pemeriksaan bearing :

 Periksa terhadap kotoran logam (gram) yang menempel, bila terdapat kemungkinan terjadi kerusakan pada bearing

 Periksa outering dan innering terhadap keretakan

 Periksa kondisi bola dan race ways pada bantalan

 Periksa apakah ada perubahan warna, lubang atau permukaan luar outering menjadi coklat atau noda hitam, apabila terdapat menandakan adanya gerakan antara poros, bantalan dan rumahnya, Hal ini kemungkinan dapat dikarenakan kesalahan pemasangan bearing atau poros motor dan rumah bantalan rusak.

 Kondisi-kondisi kerusakan bantalan dapat juga diperoleh dengan mencoba mengoyang-goyang innering dengan hubungannnya ke outering pada bantalan yang terpasang dengan pertimbangan, bahwa semua bantalan mempunyai ruang bebas (clearence) tertentu ( apabila gerakan kecil, maka bearing masih normal).

Penggantian bearing.

Penggantian bearing dilaksanakan apabila bearing sudah rusak atau sudah waktunya harus diganti. Bila bantalan tidak dilepas, bantalan tersebut harus ditutup/dilindungi untuk mencegah melekatnya kotoran.

Untuk penggantian bearing, lakukan persiapan sebagai berikut :

 Siapkan bantalan baru dengan spesifikasi sama dengan bantalan yang akan diganti

 Siapkan peralatan kerja (tool).

 Lepaskan bearing, pasang yang baru dengan menggunakan treaker yang sesuai pada kedudukannya, treaker harus posisi centre, agar terhindar terjadinya kerusakan pada poros.

Catatan : Pemasangan bantalan jangan sampai salah, dimana bagian spesifikasinya/data terbaca harus pada bagian depan (bagian yang terlihat).

PEMELIHARAAN MOTOR LISTRIK

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 35 PT PLN (PERSERO)

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

PENGUJIAN MOTOR

.

Pendahuluan

Pengujian motor sangat penting untuk menentukan apakah semua bagian-bagian motor berfungsi sempurna, baik secara mekanik, maupun secara listrik. Pengujian terhadap motor harus dilakukan secara terprogram yang kontinyu, terutama saat bongkar pasang motor dilaksanakan.

4.1. Pengujian Mekanik Motor. 4.1.1 Pengujian Putaran Motor.

Motor beroperasi normal, lakukan pengukuran. Jumlah putaran yang ditunjukan techometer harus sama dengan putaran nominal motor yang tertera pada pelat nama motor.

4.1.2 Pengujian posisi kopling dan transmisi.

Kopling harus duduk tegak lurus pada poros. Untuk memastikan kopling tepat pada posisinya, lakukan pengujian.

Pastikan motor tepat posisi terhadap bebannya, baik secara vertikal maupun secara horizontal, dimana sumbu poros beban, lakukan pengukuran untuk menghindari posisi transmisi poros yang tidak tepat.

4.1.3 Pengujian Dudukan poros/rotor.

Posisi rotor/poros didalam stator yang tepat secara mekanik dan listrik. Dan posisi rotor yang salah harus dihindari. Untuk memastikan posisi rotor tepat dudukannya, lakukan pengukuran. Apabila posisi rotor telah tepat, poros akan berputar ringan.

4.2.

Pengujian Kelistrikan Motor

.

4.2.1. Pengujian Tahanan Kumparan Jangkar.

Pengujian tahanan kumparan jangkar (stator) dapat dilakukan menggunakan OHM meter. Bagian yang diukur adalah tahanan kumparan jangkar dan dicatat seperti pada tabel berikut. Nilai tahanan masing-masing fasa sama besar berarti baik dari segi pengukuran tahanan, demikian juga nilai tahanan antara fasa dengan bodi, OHM meter menunjuk takterhingga. Tetapi bila nilai tahanan kumparan fasa tidak sama besar berarti kondisi kumparan tidak baik (tidak seibang). Hal ini kemungkinan jumlah lilit masing-masing kumparan tidak sama.

Atau salah satu kumparan fasa pernah mengalami temperatur berlebih, sehingga struktur logamnya berubah, akibatnya tahanan jenisnya pun berubah.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 36 4.2.2 Pengujian operasi.

Sebelum motor listrik dioperasikan (distart) lakukan pemeriksaan dan pengukuran kembali meliputi :

a. Baud-baud yang kendor.

 Breaket / cover motor

 Rangka motor

 Kipas

 Penutup kipas

 Pulley / kopling b. Bearing.

 Putar poros : kelainan suara

 Kebebasan gerak dari poros

 Sistem pelumasan

 Kotoran yang melekat c. Belitan rotor dan stator.

 Gesekan

 Kotoran yang menempel

 Sambungan terminal

 Ukuran tahanan isolasi dan tahanan kontinuitasnya

d. Sikat arang. ( Motor DC dan AC rotor belitan atau universal motor 1 Ph )

 Daerah sikat arang yang menyentuh komuntator harus lebih besar 80 %

 Kabel sikat arang tidak boleh menyentuh bagian yang berputar.

 Jarak antara sikat arang dan gagangnya harus tepat/pas e. Comutator.

 Celah, apakah terdapat partikel tembaga, kotoran karbon dan lain-lain

 Jarak dengan gagang sikat ± 2 - 3 mm.

 Khusus pengukuran tahanan isolasi motor, hasil pengukuran dibandingkan dengan data performance sebelum atau hasil pengukuran/data pengukuran dari pabrik, apakah sudah memenuhi dalam range yang diijinkan.

PEMELIHARAAN MOTOR LISTRIK

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 37 PT PLN (PERSERO)

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pengujian tanpa beban/ dan saat berbeban :

 Amper start

 Amper nominal masing-masing fasa

 RPM

 Temperatur

 Vibration

 Kelainan suara

4.2.3. Pengetesan Tahanan Isolasi Dan Putaran.

Setelah belitan motor selesai dirakit atau dipasang, maka lakukan pengujian dan pengetesan baik tahanan isolasi, tahanan kumparan, putaran, tegangan serta ukur amper start up dan amper nominal masing – masing fasa. Pengujian yang dilakukan adalah operasi motor tidak berbeban / no load dan berbeban (loading).

4.2.4. Prosedur Pengujian Tahanan Isolasi Belitan Stator Motor.

1. Lakukan pengukuran ujung – ujung belitan dengan mengunakan multi-tester untuk mengetahui bahwa belitan tidak putus, catat hasil pengukuran tahanan kumparan.

2. Lakukan pengujian tahanan isolasi belitan dengan menggunakan megger dan catat hasilnya dengan prosedur sebagai berikut : Pengukuran antar belitan fasa dan pengukuran antara masing – masing belitan dengan body.

3. Apabila hasil pengukuran baik, maka hubungkan belitan motor bintang atau delta.

4. Catatan : penggunaan megger 500 Volt tegangan rendah, 1000 Volt dan 500 Volt untuk peralatan tegangan menengah.

5. Sambungkan kabel keterminal motor, dan lakukan operasi motor dalam keadaan tidak berbeban dan ukur arus startnya.

6. Periksa temperatur motor, baik secara visual (memegang) maupun dengan memasang thermometer.

7. Cek putaran motor, apakah sesuai dengan perencanaan atau spesifikasinya dengan menggunakan tacho-meter atau strobacope dan catat hasil putarannya.

8. Monitor selalu temperatur motor dan kelainan – kelainan yang terjadi.

9. Setelah normal lakukan test berbeban (loading) dengan melakukan pengukuran Arus start, Arus nominal pada beban tertentu, dan putaranya pada beban tertentu.

Dalam dokumen 3. HAR. MOTOR LISTRIK.pdf (Halaman 33-37)

Dokumen terkait