• Tidak ada hasil yang ditemukan

D. Layanan Pendidikan: dari fasilitas sampai kesejahteraan

1. Membumikan PAUD dan TK : dari kota ke pelosok Desa

235

prosesnya jauh lebih sulit, karena pendidikan berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia.

1. Membumikan PAUD dan TK : dari kota ke pelosok Desa

Perkembangan lembaga pendidikan tingkat PAUD dan TK yang dikelola lembaga pendidikan berbasis pesantten, secara sederhana dapat disimpulkan sebagai bagian dari peningkatan kesadaran masyarakat dalam ikut berpartisipasi untuk membangun SDM Kabupaten Sumenep yang lebih merata,36 akan tetapi di sisi yang lain, kondisi itu juga menjadi tantangan yang cukup berat, karena keberadaan lembaga pendidikan usia dini tersebut, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk membantu pengembangan lembaga-lembaga tersebut, karena rata-rata lembaga pendidikan usia dini didirikan dan dikelola oleh masyarakat pemerhati pendidikan, adalah notabene masih penuh dengan keterbatasan. Adapun rincian rekaptulasinya adalah sebagai berikut;

36 Tentuya ini adalah gagasan yang bagus dari seorang yang punya posisi strategis yang harus punya andil penting yang tak lain adalah ketua TP PKK Kabupaten Sumenep Nurfitriana Busyro Karim, yang menyandang beberapa nama baru seperti Bunda PAUD, ibu Hijaber, Bunda Inspirator dan Motivator, karena banyak gagasan salah satunya festival 10 ribu Soto campor yang mendapat rekor Muri saat peringatan hari kabupaten Sumenep yang ke-745. Beberapa waktu lalu gagasan untuk menggelar rapat bukan di ruangan ber-AC, namun ditempat tebuka seperti yang melakukan rapat terbuka di pantai Lombang salah satu wisata Kabupaten Sumenep. Lihat dalam Majalah

236

Tabel 5.7

Rekapitulasi Bantuan PAUD 2011-2014

Tahun Jumlah Penerima Total Dana

2011 286 2. 339. 000.000

2012 281 1. 533.960.000

2013 200 384.000.000

2014 200 334. 000.000

Sumber: Dokumen Disdik Sumenep 2014.

2. Membumikan SMK sebagai investasi human capital37

Membumikan pendidikan SMK di tengah era globalisasi yang terus menguat, banyak hal yang harus disiapkan dan dimatangkan, terutama sumber daya mausia yang menjadi piranti di dalamnya. Tanpa ketersediaan SDM yang matang, suatu daerah lambat laun hanya akan manjadi korban kemajuan globalisasi.38 Oleh karena itu, penyiapan SDM yang berkualitas dengan keterampilan yang jelas, menjadi sesuatu yang urgen untuk dilakukan. Salah satunya adalah

37 Cara pengembangan human capital adalah menyediakan pelatihan formal dan informal, seperti pelatihan keterampilan dasar, on the job training, coaching dan mentoring. Semua jelas semua pelatihan ini dapat memengaruhi lebih jauh pengembangan karyawan. Lihat Mahlia Muiz,

Manajemen Sumber Daya Manusia pada Kinerja Industri (Bogor: IPB Press, 2013), 109.

38 Melihat potensi Sumenep baik dari sektor pertanian dan kelautan perlu segera memperbanyak sekolah-sekolah kejuruan (SMK), khusus untuk bidang-bidang tertentu yang menjadi kebutuhan masyarakat, misalnya bidang pertanian, kelautan dan lain sebagainya.

237

menggerakkan arah pendidikan ke arah pengembangan masyarakat yang terampil dengan skill yang memang dibutuhkan oleh masyarakat global. Karena skill atau keterampilan telah menjadi ruh masyarakat global yang tidak bisa dinafikan, sehingga pendidikan berbasis keterampilan harus dijadikan sebagai strategi menghadapi tantangan masyarakat gobal. Salah satunya dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asia yang akan di mulai pada 31 Desember 2015.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mendorong masyarakat untuk mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) secara merata di tangah-tengah masyarakat. SMK yang selama ini, cendrung masih berada di wilayah perkotaan, harus dikembangkan ke wilayah pelosok masyarakat memiliki akses yang mudah untuk mengembangkan putra-putri mereka di bidang kejuruan. Berbagai keahlian yang dikembangkan oleh SMK, tentu saja akan berdampak terhadap penyiapan generasi masa depan dengan keterampilan khusus yang bisa diandalkan. Minimal, setelah lulus SMK, mereka sudah memiliki keahlian dan kerampilan di bidangnya, sehingga dapat menciptakan pekerjaan secara mandiri atau dapat terjun ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan keahlian tertentu. Berdasarkan data BPS Kab. Sumenep 2013, jumlah SMK di Sumenep mencapi 31 sekolah (terdiri dari 29 SMK Swasta dan 2 SMK negeri), dengan jumlah siswa mencapai 3.952 orang siswa yang terdiri dari 2.025 siswa

238

SMKN dan 1.927 siswa SMK swasta.39 Tentu harapan peneliti adanya SMK swasta di berbagai pelosok Desa baik wilayah daratan dan kepulauan harus memperhatikan potensi lokal sehingga dapat meningkatkan berbagai potensi yang dimiliki daerah. Namun juga harus diimbangi dengan skill yang berskala pada kebutuhan secara global. Hal ini penting karena siswa SMK perlu diperkenalkan berbagai keterampilan sederhana baik keterampilan dasar basic vocational based) atau keterampilan khusus (accpaational skill) minimal melatih dan membiasakan bekerja dan mencintai pekerjaan.40

Melihat prospek dan dengan mencermati konteks itu, pengembangan SMK-SMK di Kabupaten Sumenep, pada dasarnya diarahkan untuk menjawab problem sumber daya manusia masyarakat yang masih sangat terbatas, sehingga apabila tetap dibiarkan, prediksi masyarakat hanya akan menjadi tenaga kerja yang tereksploitasi dan hanya akan jadi babu di daerah sendiri tentu ini akan menjadi fakta yang berkepanjangan. Masyarakat Sumenep khususnya, sudah harus segera keluar dari jebakan itu. Manusia-manusia terampil dengan kualitas yang jelas, harus dilahirkan dari SMK-SMK yang ada, sehingga Bupati selaku pemangku kebijakan ini selalu mendorong pengelolaan dan pengembangan SMK harus selalu dilakukan dan ditingkatkan.

39 Data tersebut diperoleh dari buku Sumenep dalam angka (Sumenep: Sumenep in figure, Badan Pusat Statistik, 2014), 116-117.

40 Tim penyusun, Pedoman Integrasi Pendidikan Kecakapan Hidup (life skill) dalam

239

Pendirian SMK-SMK swasta di Kabupaten Sumenep dilakukan di lembaga pendidikan agama Islam tertua di Indonesia yakni pesantren. cukup banyak kalangan pesantren yang manambah jenjang penddikan SMK di dalamnya sebagai bagian dari upaya memberikan pilihan yang terdapat kalangan santri yang selama ini kental dengan pendidikan agama. Tetapi, dengan SMK-SMK di pesantren, berarti dunia pesantren telah mengalami masyarakat yang mulai sadar dan ditantang untuk bisa beradaptasi dengan kemajuan global. Lulusan dengan keahlian dan keterampilan tertentu yang akan dihasilkan melalui SMK, dapat menjadi sarana penggemblengan kader-kader pendidikan pesantren yang tidak hanya mahir dalam masalah ilmu agama, tetapi juga memiliki skiil dan keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk menjawab tantangan kehidupan masyarakat global sehingga dapat menjadi masyarakat yang memanfaatkan kemajuan teknologi, informasi dan pasar (ekonomi) dan mengetahui berbagai mazdhab dan ideologi baru dalam masalah ekonomi.41 Sehingga nantinya pandangan peneliti akan lahir pengusaha muda atau wirausahawan muda dengan jiwa interpreneur yang masih fresh dengan berbagai ide cemerlang demi majunya generasi masa depan. Tentu ini semua adalah cita-cita yang harus didukung oleh segenap pemerhati dunia pendidikan yang harus ditindak lanjuti secara berkelanjutan.

41 Karim, Ijtihad.113-114.

240

Hal ini dibearkan oleh Kasi Kurikulum Abd. Kadir memang sejak reformasi bergulir sudah dialokasikan bantuan penyelenggaraan pendidikan yakni 40.000/siswa. Baik sekolah negeri, sekolah atau madrasah swasta SMAN/SMA/SMK/MAN/MAS Sebelum adanya BOS dan wajib belajar 12 tahun digulirkan. Pemerintah kabupaten Sumenep melakukan kebijakan berupa pemberian bantuan ini tidak pernah ada sebelum reformasi.42

Maka, spirit berdirinya SMK harus menjadi momentum yang dapat kita gunakan untuk merebut peluang dan pangsa pasar yang menjadi kebutuhan diberbagai sektor. Sehingga eksisitensi SMK di Kabupaten Sumenep, tidak hanya sekedar ada, melainkan harus dikelola dan dikembangkan dengan mengedepankan kualitas agar dapat menghasilkan produk sumber daya manusia yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan serta tidak menghilangkan nilai lokalitas dan keunggulan potensi suatu daerah. Sehingga nantinya outcome-nya dapat melakukan kreativitas dalam meningkatkan nilai tambah dari keunggulan dan keunikan suatu produk yang dihasilkan dan dapat menaikkan grit suatu produk sehingga tidak hanya menjadi produk lokal, namun juga bisa potensi lokal yang juga diperhitungkan dikancah pasar global.

Pengembangan dan peningkatan disektor pendidikan di Kabupaten Sumenep terus mengalami perkembangan yang cukup berarti. Upaya membangun pendidikan secara kaffah oleh pemerintah bersama

42 Abd. Kadir, Wawancara, Sumenep, 11 April, 2016.