• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sebelum memakai harddisk terlebih dahulu sebaiknya memilih jenis harddisk yang akan digunakan. Beberapa cara memilih dalam memilih harddisk diantaranya:

1. Kegunaan

Yang pertama dilakukan dalam memilih harddisk yaitu dengan melihat pemakaian harddisk tersebut untuk apa, sehingga dapat ditentukan harddisk cocok.

2. Interface

Berikutnya yang diperhatikan adalah interface yang digunakan, dengan memperhatikan motherboard pendukung yang akan dipakai. Interface yang sering dipakai pada komputer jenis PC adalah IDE.

3. Kapasitas

Sebaiknya dalam menentukan kapasitas, terlebih dahulu diperhatikan kegunaan harddisk tersebut. Jika digunakan untuk menyimpan data yang banyak, gunakan harddisk yang memiliki kapasitas yang besar juga. Dipasaran kini dijual harddisk dengan kapasitas yang mencapai 1000 GB.

4. Kinerja harddisk

Dengan mengetahui kinerja harddisk akan mempermudah memilih jenis harddisk yang akan dipakai, berdasarkan kecepatan serta merk. Kecepatan harddisk dinyatakan dalam

Rpm untuk tipe IDE sedangkan tipe SCSI telah mencapai 15000 Rpm. Beberapa merk harddisk yang banyak digunakan, antara lain Western Digital (WDC), Quantum, Seagate, Maxtor, Samsung, IBM, Toshiba, dan Hitachi.

2.4.Troubleshooting

Kata Troubleshooting berasal dari kata Trouble dan Shooting. Trouble artinya rusak atau kerusakan, sedangkan Shooting artinya membidik atau menembak. Jadi Troubleshooting adalah melihat sejauh mana kerusakan yang terjadi pada obyek atau media tertentu. Karena dalam penelitian yang akan dibahas adalah Troubleshooting harddisk, maka Troubleshooting Harddisk dapat diartikan sebagai membidik suatu sebab dari permasalahan yang muncul pada Harddisk. dilakukan penelitian sejauh mana kerusakan yang terjadi pada harddisk. Troubleshooting pada suatu komputer akan mengakibatkan sistem komputer menjadi labil, permasalahan tersebut tentu ada faktor penyebabnya.

Sistem kerja komputer akan semakin menurun apabila terus menerus terjadi masalah yang tidak diketahui faktor penyebabnya. Hal tersebut kerap muncul pada komputer yang tidak mendapat perawatan atau pemakaian yang tidak sesuai prosedur. Sebuah haddisk diperkirakan memiliki usia kerja sekitar 25000 sampai 200000 jam pemakaian. Beberapa faktor yang dapat memperpendek usia sebuah Harddisk, diantaranya adalah :

1. Panas yang berlebih

Faktor suhu yang tinggi sangat berpengaruh pada Harddisk, oleh sebab itu faktor pendinginan pada chasing terutama penggunaan kipas pendingin dan tata letak Harddisk perlu dipertimbangkan. Konstruksi chasing juga perlu diperhatikan agar sirkulasi

2. Guncangan

Yang dimaksud dengan kerusakan ini adalah kerusakan yang disebabkan oleh terjadinya guncangan keras misalkan cpu jatuh atau tepukul benda yang keras, sehingga akan menyebabkan berguncangnya kedudukan hardisk dan menyebabkan kerusakan hardisk secara fisik ataupun dapat menyebabkan data menjadi kacau. hal ini terjadi karena pada saat bekerja head hardisk mengambang beberapa mikrometer diatas permukaan piringan. Suatu goncangan atau benturan akan menyebabkan head menyentuh atau menggores bagian-bagian magnetik disk. Dengan kecepatan putar yang penuh, goresan ini akan merusak jalur jika hal ini terjadi pada daerah rawan seperti F A T atau direktori akibatnya akan fatal sekali, dapat dipastikan bahwa data yang ada akan rusak.

3. Kerusakan Komponen

Faktor ini amatlah tergantung pada mutu dad hardware perangkat keras komputer yang kita gunakan. Pada kornputer yang mutu hardwarenya kurang bagus, kerusakan komponen dapat terjadi karena pemakaian yang terus menerus, sehingga menyebabkan panas yang berlebih

4. Parkir

Sebagai pengguna komputer, kita dapat memegang andil dalam rusaknya hardisk hal ini terjadi apabila kita memakainya secara serampangan. Contoh yang paling mudah adalah, pada saat memakai harddisk kita tidak melakukan prosedur parkir sebelum mematikan komputer. Jika ini tidak dilakukan maka pada saat komputer dimatikan posisi head dapat berada di sembarang posisi, jika posisi tersebut berada pada dimana data disimpan dan head menyentuh permukaan disk maka data akan rusak karena rusaknya permukaan disk tersebut yang lebih berbahaya jika kita tidak melakukan parkir dan kebetulan posisi head berada pada bagian rawan disk.

Perawatan untuk mencegah kerusakan sangat diperlukan, agar kinerja dari komputer stabil. Perawatan yang perlu dilakukan antara lain:

a. Biasakanlah untuk selalu melakukan defragmentasi sector pada Harddisk untuk mengurutkan letak data yang tersimpan didalamnya gunakan peranti yang mendukung, misalnya Disk Defragmenter pada sistem operasi Windows. Piranti ini bisa diakses melalui menu start >

All Programs > Sistem Tools > Disk Defragmenter.

b. Periksa kondisi fisik harddisk menggunakan fasilitas Scan disk. Klik kanan pada Harddisk lalu pilih properties dan buka tab tools setelah itu klik Check Now.

c. Sisakan ruang kosong pada harddisk minimal 10 % dari total kapasitasnya untuk menyediakan ruang napas bagi Harddisk Dengan

bersifat sementara misal pada: C:\Windows\Temp\. Masuklah ke folder c:\windows\documents and settings, lalu klik menu tool > Folder option pada browser. Berilah tanda cek pada Show hidden folders. Lanjutkan akses ke folder documents and Settings\nama user\local\setting\temporary internet files dan temp. Hapuslah isi kedua folder tersebut. Ingat jangan sampai anda salah menghapus data.

d. Usahakan agar voltase listrik dirumah konstan untuk komputer dan tersedia cadangan daya yang cukup untuk keperluan shutdown menggunakan prosedur semestinya jika sewaktu2 aliran listrik terputus.

Untuk itu, kalau bisa gunakan pengaman atau UPS.

e. Panas yang berlebihan akibat putaran piringan Harddisk merupakan salah satu musuh utama harddisk. Oleha karena itu, manfaatkan fasilitas hibernasi dan sleep. Pada sistem operasi Windows, fasilitas tersebut dapat diakses melalui Control panel > Display > Klik tombol power dan atur konfigurasi hibernasi dan sleep. Kedua mode ini akan memperlambat putaran piringan Harddisk, mengurangi kerja head, dan mengurangi pasokan daya listrik ke Harddisk saat komputer tidak digunakan.

f. Atur aliran udara (ventilasi) dalam rangka komputer. Ringkaslah dan posisikan kabel supaya tidak menghalangi ventilasi udara. Jika perlu, bersihkan kipas tambahan yang mengarah pada Harddisk untuk mendinginkannya. Jika mnrggunakan lebih dari 1 harddisk, jangan menyusunnya terlalu dekat dalam satu tumpukan. Panas dari punggung

satu ke Harddisk yang lain akan memancar ke permukaan Harddisk yg lainnya.

g. Membuat beberapa partisi untuk Harddisk memisahkan tempat penyimpanan sistem operasi dan data kerja. Jadi jika sewaktu2 harus menginstall ulang sistem operasi tidak perlu kuatir akan keselamatan data kerja anda.

Dokumen terkait