BAB II. PEMBAHASAN
II.1.6 Memilih kostum
Rancangan konsep yang saya buat dimulai dengan membuat bentuk – bentuk massa. Saya sejak awal mulai meracang pa 6 memulai semua dari bentukan 3 dimensi. Dari sana saya dapat mengetahui model yang saya rancang itu tepat tidak diletakkan pada lahan yang ditentukan.
Saya membuat 3 konsep. Ketiga proyek ini terdiri dari convention hall, rekerasi indoor dan retail restoran. Ketiga proyek ini saya sengaja membuatnya saya berpikiran untuk membuat tempat saya ini menjadi lebih cepat dikenali masyrakat Medan khususnya. tentu saya harus membuat fungsi – fungsi lain yang dapat menarik orang berkunjung ke lahan ini. Sehingga saya berpikiran untuk menggunakan retail restoran dan rekreasi indoor sebagai daya tarik pada lahan ini.
Dimulai dengan convention hall diawali dengan saya merancang mencari – cari gaambar ikan lalu saya menemukan gambar tulang ikan dan saya memadukan dengan bentuk ikan. Saya mencoba merancang dengan mengedit gambar tersebut melalui ponsel saya. Akhirnya saya mendapatkan ide merancang bentuk convention hall.
Berikutnya saya mencoba merancang rekreasi indoor. Rekreasi indoor ini saya dapati ide melalui gambar ekor ikan. dan kolam renang pada Marinabay sand’s di Singapura. Saya mencoba membuat bentukan kolam renang yang saya buat seolah – olah melayang. Ini saya buat dengan membuat massa bangunan yang saya buat derajat kemiringan menghadap ke selatan. Tujuannya untuk membuat orang yang sedang berenang pada bangunan ini dapat menikmati bentuk bangunan convention dan retail restoran.
Pada retail restoran saya membuat bentukan massa seperti tetesan air, ide ini saya dapati dari tetesan air yang dikibaskan oleh ekor ikan. Saya ingin menunjukan bahwa ikan itu aktif sehingga dapat membuat air menjadi terkibas.
Demi mengejar sidang priview 1 yang semakin dekat akhirnya saya mulai merancang ketiga bangunan itu pada program sketchup. Saya menggunakan sketchup ini dikarenakan dengan menggunakan program ini saya akan mendapat kemudahan. Seperti membuat potongan akan sangat terbantu. Lalu juga dengan site plan sangat membantu. Namun saya tetap menggunakan program auto cad. dikarenakan saya dahulu terbiasa menggunakan auto cad. Sehingga berakibat dengan bentuk massa bangunan saya. yang seperti terlihat 2 dimensi. Sementara bangunan yang bagus itu harus dibuat dilihat secara 3 dimensi.
Hari demi hari saya lewati untuk mengejar ketertinggalan saya. Beberapa kali saya melakukan asistensi namun lebih terfokus dengan convention hall, dan setiap kali berasistensi saya mengubah bentukan massa. Hal ini terjadi dikarenakanstakeholder saya
merasa massa bangunan saya tidak cocok. Bentukan massa saya pada awalnya begitu liar. Saya merasa sangat puas dengan bentukan massa bangunan yang saya rancang saat itu. tetapi terjadi masalah dengan program ruang. Setelah dihitung ternyata convention hall tidak dapat masuk ke dalam bangunan saya.
Akhirnya dikarenakan waktu sidang yang semakin dekat saya mulai merancang bangunan yang simetris. dan sebenarnya saya kurang puas dengan rancangan ini. Namun saya berpikiran tidak apa saya mengalah terlebih dahulu. ini dikarenakan hari H sidang sudah semakin dekat.
Dikarenakan bentukan massa bangunan convention saya yang berubah.
sedangkan bentukan massa retail restoran dengan rekreasi indoor tidak berubah sama sekali, halini terjadi dikarenakan waktu yang semakin dekat.
Sidang priview 1 akan diadakan pada senin 12 mei 2014. Saya membuat target bahwa pada hari sabtu saya harus sudah menyelesaikan gambar saya. Akhirnya saya menyelesaikan gambar saya dan saya print juga. Saya mengerjakan itu hingga saya tidak makan siang dikarenakan waktu yang semakin dekat. Maag pun terjadi.
Teman – teman yang lain ada yang mengprint gambarnya pada hari minggu. Saya tidak ingin melakukan hal itu. Saya berpikiran minggu itu hari menenangkan diri dari semua penat yang ada. Selain itu saya merasa hal yang dilakukan teman – teman itu tidak benar. Percetakan biasanya pada hari minggu tutup. tetapi demi kepentingan pribadi mereka maka percetakan itu dipaksa untuk buka. Saya berpikir memang mahasiwa arsitektur ini sungguh luar biasa. Memang mereka pantas print pada percetakan tersebut tetapi berpikirlah hargai orang yang ingin menenangkan diri pada hari minggu. Saya berpikiran jangan merepotkan
orang. sehingga saya tidak ingin memprint pada hari minggu meskipun yang lain melakukan hal itu.
Dikarenakan waktu sidang semakin dekat saya tidak melakukan rancangan skematik. Saya langsung merancang 3 dimensi bangunan saya. Sejak awal proses asistensi saya hanya mengasiskan bentukan massa bangunan saya.
Saya merancang dengan memulai dari luar dahulu baru saya melakukan pembagian ruang pada dalamnya. Akhirnya saya mulai merancang tetapi saya merancang dengan menuangkan segala sesuatu yang sudah saya simpan di pikiran saya. Setiap kali asistensi saya menyimak segala kesalahan yang dialami dengan teman saya.hal itu menjadikan saya menyimpan gambaran denah. untuk denah rancangan saya.
Diawali dengan membuat skematik tetapi dikarenakan waktu semakin dekat untuk sidang sehingga saya langsung membuat denah saja. asistensi pun terjadi. Asistensi dilakukan pada 4 hari sebelum sidang. Awalnya stakeholder ingin asistensi dengan kamisemua. pada 1 minggu sebelum sidang tetapi dikarenakan jumlah kami 6 orang. dan masing – masing orang saat asistensi sangat menguras tenaga. sehingga dibagi menjadi 2 hari. Saya mendapatkan jadwal asistensi pada hari ke 2.
stakeholder. meyediakan waktunya untuk asistensi dengan kami. Kami sudah melakukan perjanjian bahwa akan asistensi pada jam 3 sore. Keesokan harinya saya bagun jam 7 pagi dan duduk menghadap komputer. sambil mengerjakan rancangan saya. hingga pukul 12 siang saya berhenti. dikarenakan saya terlalu memaksa untuk menyelesaikan rancangan denah. sehingga kepala saya sedikit pusing.
Akhirnya saya berhenti dan memutuskan untuk melanjutkan rancangan di studio. Hari itu merupakan hari rabu.hari rabu merupakan hari yang tidak memiliki jadwal studio.
tetapi dikarenakan kami sudah melakukan janji untuk asistensi pada hari itu sehingga saya menepati janji tersebut. Saya menuju ke kampus pada pukul 12 siang. Sesampainya dikampus saya melanjutkan merancang rancangan saya. Akhirnya jam sudah menunjukan pukul 3 sore dan stakeholder saya telah hadir di studio. Dan saya berasistensi namun ke 2 teman saya tidak hadir. Yang seharusnya mereka ikut asistensi juga di hari itu.
Saya asistensi dan stakeholder melihat rancangan denah saya. dan stakeholderhanya menyarankan untuk merubah letak lift menjadi 1. dan tidak membaginya menjadi 2 sisi. Awalnya saya membuat 2 sisi lift 1 pada sisi kiri bangunan dan 1 pada sisi kanan. namun setelah melalui proses asistensi saya merubah menjadi 1 letak lift. tujuannya untuk mempermudah akses. dan tujuan lain lebih bagus dari pada dengan lift pada sisi kiri ataupuan pada sisi kanan bangunan.
Ubahan rancangan saya tidak terlaliu banyak. Namun saya tersadar setelah saya melakukan proses penyelesaian untuk sidang pertama. Ternyata denah saya dengan bentuk massa bangunan saya bermasalah. Tadinya saya ingin memperbaiki tetapi waktu yang sudah semakin dekat. membuat saya tidak sangup untuk memperbaikinya.