• Tidak ada hasil yang ditemukan

Muslim Prihayati

D. Memilih Lokasi Pabrik

Lokasi pabrik adalah tempat kedudukan di mana pabrik berada. Letak geografis suatu pabrik mempunyai pengaruh yang besar terhadap sistem produksi yang ekonomis. Ini karena banyak faktor yang mempengaruhi tata letak mesin dan fasilitas pabrik. Lokasi pabrik yang baik dengan sendirinya akan menyumbang banyak dalam usaha meminimumkan biaya. Lokasi pabrik yang baik akan menghasilkan biaya transport, biaya produksi dan biaya distribusi barang jadi yang relatif kecil.

1. Faktor Pertimbangan memilih Lokasi Pabrik

Sehubungan dengan masalah pemilihan lokasi pabrik, sebenarnya akan terdapat sekian banyak factor yang akan mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik. Secara teoritis seluruh factor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik dapat dipisahkan menjadi dua jenis, yaitu:

a. Faktor Utama dalam pemilihan lokasi pabrik.

Yang dimaksud dengan factor utama dalam konteks ini adalah faktor-faktor yang pasti diperlukanoleh semua jenis industry.

Adapun yang termasuk dalan factor utama adalah:

1) Kedekatan dengan sumber bahan baku.

2) Kedekatan dengan lokasi pasar produk prusahaan.

3) Ketersediaan fasilitas transportasi.

4) Ketersediaan tenaga kerja.

5) Ketersediaan pembangkit tenaga / listrik.

b. Faktor Bukan Utama dalm pemilihan lokasi pabrik.

Yang dimaksud dengan faktor bukan utama dalam pemilihan lokasi pabrik adalah faktor-faktor yang sangat diperlukan untuk suatu jenis industri tertentu, namun belum tentu diperlukan oleh jenis industri lainnya. Beberapa faktor yang termasuk dalam faktor bukan utama antara lain:

1) Rencana masa depan pabrik.

2) Kemungkinan perluasan perusahaan.

3) Kemungkinan perluasan kota.

4) Fasilitaspelayanan mesin dan peralatan produksi.

5) Fasilitas pembelanjaan perusahaan.

6) Terdapat persediaan air.

7) Perumahan dan fasilitas-fasilitas lainnya.

8) Biaya tanah dan gedung

9) Peraturan pemerintah setempat.

10) Sikap masyarakat setempat.

11) Iklim.

12) Keadaan tanah.

2. Metode Penentuan lokasi pabrik

Berikut ini beberapa metode yang dapat digunakan untuk membantu memilih lokasi dari berbagai alternatif:

a. Metode Kualitatif

Dalam penggunaan metode ini, semua faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik, baik itu faktor utama maupun faktor bukan utama, diberi penilaian sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing alternatif lokasi. Berikut ini diberi contoh sebuah perusahaan yang akan memperluas usahanya dengan mendirikan pabrik baru dengan alternatif lokasi di solo atau demak. Dengan metodr kualitatif. Berikut ini disajikan tabel penialian alternatif lokasi dengan metode kualitatif.

Tabel 4.2.

Tabel 4.3.

Dengan demikian maka lokasi yang dipilih adalah solo karena total skornya lebih baik.

b. Metode Kuantitatif

Pendekatan biaya tetap, biaya variabel dan analisis break-even.

Pada pendekatan ini dilakukan analisis biaya tetap dan biaya variabel untuk masing-masing alternatif lokasi untuk menciptakan hubungan antara biaya dan volume kegiatan/

produksi.

Contoh:

Lokasi potensial A, B, dan C memiliki struktur baiaya seperti terlihat dalam tabel. Tentukan lokasi yang paling ekonomis untuk volume produksi sebesar 3.000 unit.

Tabel 4.4

Perhitungan Biaya total (TC) pada kapasitas 3.000 unit untuk masing-masing lokasi:

Situs A:

TC = 20 ribu + 50q

TC = 20 ribu + 50 (3.000) = 170.000.-Situs B:

TC = 40 ribu + 30q

TC = 40 ribu + 30 (3.000) = 130.000.-Situs C:

TC = 80 ribu + 10q

TC = 80 ribu + 10 (3.000) =

110.000.-Pola biaya dari tiga alternative lokasi yakni A, B dan C tersebut di atas dapat digambarkan secara grafis sebagai berikut:

Dengan demikian lokasi yang dipilih adalah lokasi c kerana biaya total untuk kapasitas 3.000 unit yang direncanakan paling rendah dibandingkan dengan lokasi lain. Andaikata harga per unit produk adalah 90,00 maka laba yang diharap bila lokasi dipilih c adalah sebesar :

Laba = LR – TC

= 90 (3.000) –

110.000.-= 270.000 - 110.000 110.000.-=

Gambar 4.2.

3. Transportasi

Ketersediaan berbagai jenis sarana transportasi dapat memberikan keluwesan dan aarana pengangkutberbagai bahan dengan biaya rendah. Tarif pengiriman daiam volume tertentu per kilometer bervariasi menurut jenis baham yang diangkut. Berat relatif dan ongkos muat untuk barang yang keluar dan masuk juga berpengaruh terhadap keputusan lokasi.

Setiap mata rantai dalam rangkaian logistik akan mendapat tnasukan dari satu sumber atau beberapa sumber dan mendistribusikan produknya ke beberapa pengguna berikutnya. Faktor bahan yang akan diproses sangat diperhatikan oleh beberapa perusahaan ketika mengambil keputusan lokasi. Jika perusahaan ditempatkan dengan sumber bahan disebut lokasi berorientasi bahan. Perusahaan manufaktur cenderung berorentasi bahan jika perusahaan mempunyai sumber bahan mentah tunggal dan mengirimkan

produknya ke berbagai arah. Lebih mudah mengangkut kertas daripada kayu dan air, sehingga pabrik kertas biasanya berlokasi tidakjauh dari sungai dan dalam wilayah di sekitar hutan.

Beberapa pabrik manufaktur berlokasi tidak jauh dari konsumen jika produk yang dihasilkan mudah rusak atau busuk, sangat berat, atau berukuran sangat besar maka perusahaan memilih lokasi berorientasi pasar. Demikian pula perusahaan yang produksinya dikonsumsi di wilayah yang tidak luas, lokasi pabrik dapat berorientasi pasar, terlebih jika bahan mentah didatangkan dari beberapa wilayah dengan biaya transportasi yang tidak mahal. Operasi pergudangan barang jadi dan barang eceran juga berorientasi pasar. Demikian pula dengan perusahaan jasa karena mereka memerlukan hubungan langsung dengan konsumen.

a. Ketersediaan Energi dan Biaya

Banyak pabrik manufaktur menggunakan sumber energi dalam jumlah besar, seperti listrik atau gas alam, untuk mengoperasikan proses produksi. Fasilitas non-manufaktur menggunakan berbagai sumber daya tersebut untuk pemanasan atau pengaturan udara di ruang-ruang kerja. Bahan bakar menjadi langka dan mahal di banyak lokasi dan akan semakin menjadi bahan pertimbangan dalam pemilihan lokasi.

b. Biaya Tempat dan Pembangunan

Biaya yang langsung berhubungan dengan lokasi fasilitas adalah biaya pemeliharaan tempat dan pembangunan fasilitas.

Biaya per luas tertentu bervariasi antara satu wilayah dengan wilayah yang lain. Biaya per 1.000 meter misalnya, kadang-kadang bervariasi karena tanah dengan harga yang tidak mahal mungkin memerlukan pengeluaran yang lebih besar untuk mempersiapkan tempat dan membangun gedung.

4. Faktor-faktor Tidak Berwujud

Disukai atau tidaknya suatu lokasi tidak selalu dapat diukur dengan uang.Orang harus diberikan penjelasan dengan cara yang bijaksana agar bersedia untuk bekerja di suatu lokasi atau tempat tertentu, karena itu daya tarik suatu lokasi dan lingkungannya sebagai tempat untuk tinggal dan menghidupi keluarga merupakan faktor yang penting.

a. Sikap Masyarakat

Hubungan dengan komunitas penduduk di sekitar lokasi harus menjadi bagian terpadu dari keputusan lokasi. Opini publik di suatu wilayah tertentu mungkin kurang sesuai untuk jenis perusahaan tertentu, meskipun tidak ada peraturan formal secara tertulis tentang hal tersebut. Perusahaan yang berlokasi di lokasi seperti tersebut di atas akan menghadapi risiko pembatasan, pajak yang tinggi, atau reaksi masyarakat yang tidak diharapkan di masa mendatang. Permasalahan akan timbul jika masyarakat merasa terganggu oleh asap, kebisingan, bau, atau dampak lain yang tidak diharapkan.

Pertemuan dengan tokoh dan wakil kelompok dalam masyarakat merupakan suatu langkah yang bijaksana sebelum membuat komitmen yang memerlukan biaya tinggi.

b. Potensi Ekspansi

Suatu tempat untuk mendirikan perusahaan manufaktur atau nonmanufaktur perlu dipertimbangkan kemungkinan dapat atau tidaknya untuk perluasan perusahaan. Ukuran dan garis batas tanah harus memungkinkan untuk perluasan tata letak fasilitas perusahaan tanpa mengorbankan efisiensi.