• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.5 Strategi Sosial

5.5.1 Meminjam Uang

Meminjam merupakan memakai barang (uang) orang lain untuk waktu tertentu kalau sudah datang waktunya harus dikembalikan kepada pemilik barang tersebut. Keluarga yang bekerja sebagaai tukang pemel kelapa sawit juga melakukan strategi untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Jika memang sudah tidak ada uang untuk membeli kebutuhan keluarga mereka akan meminjam

65

uang kepada tetangga yang ada disekitar rumah tukang pemel kelapa sawit dan juga kepada teman dekat yang percaya kepada tukang pemel sawit tersebut. Hal ini dilakukan untuk menutupi kekurangan yang dialami oleh keluarga tukang pemel. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu keluarga tukang pemel kelapa sawit Bapak BT (38 tahun) sebagai berikut :

“Apak kalo indak sadang bapiti apak minjam piti ka sabalah rumah ko, tu pun apak mintak janji lo tuk mambaliakan pitih urang tu, paling lamo saminggu dek urang tu awak tau lo baa kehidupan keluarga yow. Apak kalau maminjam pitih sagadang Rp. 200.000 tuk balanjo kapasa”.

Artinya :

“Bapak kalau sedang tidak mempunyai uang bapak meminjam uang ke tetangga sebelah ini, itupun bapak mintak janji untuk mengembalikan uang tersebut, paling lama seminggu, karna kita juga tahu bagaimana keluarganya. Bapak kalau meminjam uang sebesar Rp. 200.000 untuk belanja kepasar.

Hal sama juga diungkapkan oleh salah seorang tetangga yang merupakan tempat biasa keluarga tukang pemel meminjam yang bernama Mutia (38 tahun) sebagai berikut :

“Iyo apak tu acok minjam pitih ka ibuk, lau alah akir-akir bulan biasonyo apak t datang ka rumah ibuk tuak minjam pitih. Katonyo tuak mambali bareh kadang tuak balanjo sakolah anak yow”.

Artinya :

“Iya bapak itu sering meminjam uang sama ibuk, kalau sudah akhir-akhir bulan biasanya bapak tersebut datang ke rumah ibuk untuk meminjam uang. Katanya untuk membeli beras terkadang untuk belanja sekolah anaknya”.

Begitu juga yang diungkapkan oleh ibu EL (35 tahun) istri dari bapak SG (38 tahun) sebagai berikut :

“Uni acok juo yow maminjam pitih ka tetangga, dek indak lai pitih tu tapaso maminjam ka urang lain dari pado indak makan. Dek alah tabiaso maminjam jadi uni biaso me yow dek urang alah tau juo baa kaluarga awak”.

Artinya :

“Kakak juga sering meminjam uang sama tetangga, karna uang tidak ada lagi terpaksa meminjam sama orang lain dari pada tidak makan. Karna sudah terbiasa meminjam jadi kakak sudah biasa karna orang juga sudah tahu dengan keluarga saya”.

Selanjutnya juga diungkapkan oleh Bapak BM (40 tahun) sebagai berikut : “Dek talampau bana acok maminjam ka tetangga tu urang ndak lo namuah dow acok-acok bana lo maminjaman pitih, urang paralu pitih lo apo lagi cando zaman kini. Kadang apak dapek minjam pitih kadang ndak lai dapek dow”.

Artinya :

“Karna terlalu sering sekali meminjam uang kepada tetangga jadi tetangga tidak mau sering-sering dalam meminjamkan uang, orang juga perlu uang apa lagi seperti zaman sekarang ini. Terkadang bapak dapat meminjam uang dan terkadang tidak dapat.

Dalam masalah uang keluarga bapak BM memang sulit untuk mendapatkannya. Katika tidak mempunyai uang bapak BM pergi kerumah tetangga yang bernama ibu Narti, dimana ibu tersebut merupakan guru TK di Plasma III untuk meminjam uang, waktu itu bapak BM meminjam uang untuk keperluan sekolah anaknya yang sekarang sudah duduk dikelas 3 SMA. Walaupun namanya tetangga kadangkala mereka mau meminjamkan uang dan kadangkala mereka susah untuk memberi pinjaman uang.

Meninjam uang merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh keluarga tukang pemel kelapa sawit, karna penghasilan yang tidak mencukupi

67

untuk kebutuhan keluarga maka kepala keluarga melakukan meminjam uang kepada tetangga. Adanya pinjaman tidak menutup kemungkinan bagi keluarga tukang pemel. saat kerja sampingan belum menghasilkan uang untuk itu pinjaman dilakukan baik dalam bentuk uang atau benda. Strategi seperti ini dilakukan oleh keluarga apabila dalam kondisi yang sangat mendesak.

5.5.2 Julo-Julo

Arisan atau biasa disebut dengan julo-julo merupakan sekelompok orang yang mengumpulkan uang secara teratur pada tiap-tiap periode tertentu. Setelah uang terkumpul salah satu dari anggota kelompok akan keluar sebagai pemenang biasanya dilakukan dengan cara pengundian sampai semua anggota memperolehnya. Hal ini juga merupakan starategi yang dilakukan oleh keluarga tukang pemel kelapa sawit, dengan julo-julo tersebut keluarga setidaknya bisa menabung walaupun dalam jumlah yang tidak besar. Ini dilakukan untuk mengatasi keperluan yang tidak terduga terjadi pada keluarga. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang istri dari tukang pemel kelapa sawit Bapak RD (38 tahun) yaitu ibu SR (35 tahun) sebagai berikut :

“Umak ikuik bajulo-julo jo ibu-ibu yang ado di daerah kolah, umak ikuik julo-julo Rp.10.000 saminggu, emang yow ndak banyak-banyak manarimo do palingan sakali manarimo Rp.350.000, ganti-ganti umak manabuang”.

Artinya:

“Ibuk ikut arisan bersama ibu-ibu yang ada di daerah Plasma ini, ibuk ikut arisan Rp. 10.000 seminggu, memang yang akan diterima juga tidak banyak menerima sebesar Rp. 350.000, ganti ibuk manabuang.

Hal sama juga diungkapkan oleh ibu RT (36 tahun) yang juga ikut dalam julo-julo, yang mana ia ungkapkan sebagai berikut :

“Awak na sato juo yow main julo-julo Rp. 10.000 saminggu, awak alah lamo jo ikuik main ko ganti-ganti tuak tabungan awak, kadang lau narimo ado kaparaluan yang tadasak awak pakai juo pitih tu, tu kabaa juo lai awak paralu pitih tuak kebutuhan keluarga”.

Artinya :

“Saya juga ikut main arisan Rp. 10.000 seminggu, saya sudah lama ikut main ini ganti untuk tabungan saya, terkadang kalau menerima dan ada keperluan yang mendesak terpaksa uang ini saya pakai, harus bagaimana lagi saya perlu uang untuk kebutuhan keluaraga.

Keadaan yang dialami oleh tukang pemel kelapa sawit membuat keluarga harus bisa melakukan suatu hal untuk bisa menutupi segala kekurangan yang dialami oleh keluarga, begitu juga dengan julo-julo ini juga merupakan salah satu strategi sosial yang dilakukan oleh keluarga tukang pemel kelapa sawit untuk mengatasi keperluan yang tak terduga pada keluarga. Begitu juga yang dilakukan oleh ibu SR dan RT, dimana mereka ikut main julo-julo dengan tetangga lainnya. Setiap hari Minggu jam 15.00 WIB ibu-ibu arisan mulai bermain dan juga mengumpulkan uang, yang menjadi ketua dalam arisan tersebut adalah ibu Ice, beliau lah yang mengumpulkan uang arisan setiap minggunya.

Sesuai dengan teori pilihan rasional yang dikemukakan oleh Coleman, dimana dengan menggunakan strategi sosial juga bisa menjadi pilihan yang dianggap rasional oleh keluarga tukang pemel untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup, seperti meminjam uang kepada tetangga dan juga ikut arisan. Jadi para

69

tukang pemel kelapa sawit selaku aktor untuk bisa bertahan hidup dengan melakukan berbagai strategi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Aktor dipandang sebagai seseorang atau manusia yang mempunyai tujuan tertentu serta sudah menetapkan tujuannya, dan aktor pun dipandang memiliki pilihan. Dalam teori ini aktor tidak begitu menghiraukan pilihannya atau sumber pilihannya, yang penting adalah kenyataan bahwa tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan sesuai dengan tingkatan pilihan aktor, jadi jika dikaitkan dengan strategi keluarga tukang pemel kelapa sawit dalam memenuhi kebutuhan hidup yang mana tukang pemel selaku aktor untuk bisa bertahan hidup yang melakukan berbagai macam strategi. Keluarga yang memilih berbagai strategi yang merupakan pilihan yang rasional bagi mereka, yaitu untuk mengharapkan suatu keuntungan dan imbalan harus dilakukan dengan pengorbanan. Seperti keluarga tukang pemel yang strategi dengan melakukan pekerjaan lebih dari satu dari pekerjaan utama yang dilakukan secara bergantian sehingga waktu untuk berkumpul dengan keluargapun terbatas, dan juga melibatkan anggota keluarga baik istri dan anak dalam mencari nafkah. Hal ini dilakukan untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga.

Berdasarkan pandangan Coleman dapat dilihat bahwa tindakan tenaga kerja sebagai tukang pemel dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga yaitu dengan pertama mempunyai pekerjaan sampingan, pekerjaan sampingan merupakan suatu jenis usaha atau pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang di luar jam pekerjaannya yang selama ini yang telah digeluti dan dikerjakan secara rutin

dalam kehidupan sehari-hari, itu yang dilakukan oleh keluaraga tukang pemel kelapa sawit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan melakukan pekerjaan sampingan.

Istri mempunyai pekerjaan, dengan istri yang bekerja merupakan strategi yang dilakukan tukang pemel. Hal ini dilakukan karena pendapatan suami yang tidak mencukupi untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga.

Kedua strategi sosial yang berupa meminjam uang dan julo-julo, meminjam merupakan suatu strategi yang sudah biasa dikarenakan kekurangan uang dan biasanya meminjam uang itu karena ada kepercayaan dan bagi peminjam sanggup untuk melunasi pinjaman dengan gaji yang akan diterimanya nanti.

71

BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan keluarga tukang pemel dalam memenuhi kebutahan hidup dengan melakukan dua strategi yaitu strategi ekonomi dan strategi sosial yang berupa meminjam uang ketetangga dan juga sistem julo-julo. Adapun strategi ekonomi yaitu dengan melakukan pekerjaan sampingan seperti : 1) Berkebun jagung, yang mana merupakan salah satu usaha yang dilakukan keluarga tukang pemel untuk bertahan hidup dengan penghasilan yang diterima bisa untuk menutupi kekurangan keluarga. 2) Tukang bangunan juga dilakukan oleh keluarga tukang pemel untuk menambah penghasilan. 3) Beternak ayam, hal ini juga dilakukan oleh keluarga tukang pemel guna untuk menutupi kekurangan kebutuhan keluarga dengan penghasilan yang diperoleh bisa memenuhi kebutuhan keluarga. 4) Tukang ojek, hal ini juga merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh keluarga tukang pemel untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 5) Melibatkan istri dan anak dalam mencari uang agar terpenuhinya kebutuhan hidup keluarga.

6.1 Saran

Adapun saran yang dapat penulis berikan sehubungan dengan penelitian yang dilakukan di Plasma III Jorong Bukik Nilam Kabupaten Pasaman Barat tentang strategi keluarga tukang pemel dalam memenuhi kebutuhan hidup dan untuk bertahan hidup sebagai berikut :

1. Diharapkan kepada para istri yang juga ikut bekerja juga harus bisa membagi waktu untuk keluarga, dan juga anak mereka agar tetap menjadi keluarga yang utuh meskipun penghasilan keluarga minim tetapi keluarga juga tetap aman.

2. Kepada keluarga terutama yang penghasilannya tidak mencukupi mestinya anak yang masih sekolah jangan terlalu dibiarkan untuk bekerja, karna mereka juga butuh bermain dan untuk mencari kesenangannya tersendiri dan juga menyebabkan anak akan jadi malas sekolah karna telah terbiasa untuk bekerja dan menghasilkan penghasilan sendiri.

73

Dokumen terkait