HASIL / OUTPUT
4.3. Perhitungan Harga Pokok Produksi Menggunakan Sistem Activity Based Costing(ABC)Based Costing(ABC)
4.3.4. Memperhitungkan HPP dengan Sistem Activity Based Costing
b. Batch Level
Banyaknya kegiatan untukCost Driver, Batch Level, dari keseluruhan hasil yang ditentukan adalahah sebesar Rp.1.024.500,00
c. Fasilitas (Facility level)
Dari kegiatan fasilitas level tidak bergantung kepada unit maupun produk,
biaya fasilitas level pada usaha manisan pala yaitu biaya penyusutan investasi sebesar Rp.312.554,00.
4.3.4. Memperhitungkan HPP dengan SistemActivity Based Costing
Setelah semua aktivitas biaya di telusuri langkah selanjutnya adalah
menjumlahkan biaya per jenis produk yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya
tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik (BOP). Di dalam tabel di bawah
ini akan di jelasakan mengenai biaya produksi tidak langsung (overhead) yang
dihitung dengan menggunakan metodeActivity Based Costing(ABC)system. Tabel 9. Perhitungan Harga Pokok Produksi Menggunakan Sistem Activity
Based Costing (ABC) pada Industri Tiga Serangkai dalam Satu Siklus Produksi Bulan Juni 2016.
Item Biaya total
(Rp)
Jumlah produksi (bungkus)
HPP per bungkus (Rp) Bunga Iris Bunga Iris
Pemakaian Biaya Bahan Baku 3.578.000,00 - - -
-Biaya Tenaga Kerja Langsung 666.000,00 - - -
-Biaya Overhead Pabrik 2.066.770,24 - - -
-Jumlah Harga Pokok Produksi 6.310.770,24 600 1.440 4.965,16 3.408,24
Sumber : Data Primer yang diolah, Bulan Juni 2016.
Dari tabel 9 diatas dapat diketahui total hasil harga pokok produksi dalam
satu siklus produksi bulan juni 2016 pada usaha manisan pala di Industri Tiga
Serangkai dengan menggunakan sistem Activity Based Costing (ABC) adalah sebesar Rp. 6.310.770,24. Jumlah produksi manisan pala bentuk bunga dalam satu
siklus produksi sebanyak 600 bungkus dan untuk manisan pala bentuk iris
sebanyak 1440 bungkus, maka dalam satu bulan/satu siklus produksi industri tiga
serangkai memproduksi manisan pala baik bentuk bunga maupun bentuk iris
sebanyak 2040 bungkus. Harga pokok produksi untuk manisan pala bentuk bunga
yang dikirim adalah sebesar Rp. 4.965,16/bungkus, untuk yang manisan pala
bentuk iris adalah sebesar Rp. 3.408,24/bungkus. Sedangkan harga pokok
produksi untuk manisan pala yang dijual sendiri/dirumah bentuk bunga adalah
sebesar Rp.4.465,16/bungkus, dan untuk manisan pala bentuk iris adalah sebesar
Rp.2.908,24/bungkus.
Tabel 10. Rekapitulasi Harga Pokok Produksi per Bungkus Menggunakan SistemActivity Based Costing(ABC) pada Industri Tiga Serangkai.
Item Pala bentuk bunga
(2400 buah)
Pala bentuk iris (120 kg)
Total HPP dalam satu siklus produksi bulan juni 2016
2.679.116,2 2.326.600
HHP/bungkus untuk dikirim 4.965,16 3.408,24
HPP/ bungkus untuk jual dirumah 4.465,16 2.908,24
Jumlah untuk pengiriman/bungkus sebanyak 570 1.415
Jumlah untuk jual dirumah/bungkus sebanyak 30 25
Sumber : Data Primer yang diolah, Bulan Juni 2016.
Berdasarkan tabel 10 diatas dapat diketahui jumlah produksi pala bentuk
bunga dalam satu siklus bulan Juni 2016 adalah sebanyak 2.400 buah, dan bentuk
iris sebanyak 120 kg. Jumlah manisan pala yang dikirim sebanyak 570 bungkus,
kemudian bentuk iris sebanyak 1.415 bungkus. Jumlah manisan pala bentuk
bunga yang terjual dirumah adalah sebanyak 30 bungkus, dan bentuk iris
sebanyak 25 bungkus. Jadi, jumlah keseluruhan manisan pala untuk bentuk bunga
dan bentuk iris yang dikirim dan yang dijual di rumah adalah sebanyak 2040
43
Tabel 11. Penerimaan pada Industri Tiga Serangkai dalam Satu Siklus Produksi Bulan Juni 2016 Manisan Pala Bentuk Bunga dan Bentuk Iris
Penerimaan Bentuk bunga
(bungkus) Bentuk iris (bungkus) a. Jual sendiri/langsung - Kuantitas 30 25 - Harga 6.000 5.000 - Penerimaan 180.000 125.000
Total penerimaan (A) 305.000
b. Dikirim /agen
- Kuantitas 570 1415
- Harga 6.000* 5.000*
- Penerimaan 3.420.000 7.075.000
Total penerimaan (B) 10.495.000
*Termasuk biaya pengiriman Rp. 500/bungkus.
Sumber : Data Primer yang Diolah, Bulan Juni 2016
Berdasarkan tabel 11. diatas dapat dilihat hasil penerimaan oleh Industri
Tiga Serangkai dalam satu siklus produksi bulan Juni 2016 yang dijual dirumah
baik bentuk bunga maupun bentuk iris adalah sebesar Rp.305.000, jumlah
penerimaan masnisan pala bentuk bunga dan bentuk iris yang dikirim adalah
sebesar Rp. 10.495.000. Total keseluruhan penerimaan yang dikirim dan yang
dijual dirumah baik bentuk bunga maupun bentuk iris adalah sebesar
44 5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan dalam penentuan harga pokok produksi pada industri tiga serangkai, bahwa jumlah harga pokok produksi manisan pala pada Industri Tiga Serangkai desa Batee Tunggai Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan untuk HPP bentuk bunga yang dikirim adalah sebesar 4.965,16/bungkus, dan bentuk manisan pala iris harga pokok produksinya adalah sebesar 3.408,24/bungkus. Sedangkan HPP yang dijual sendiri/dirumah untuk manisan pala bentuk bunga adalah sebesar Rp. 4.465,16 dan untuk manisan pala bentuk iris adalah sebesar Rp. 2.908,24. Jadi, berdasarkann perhitungan harga pokok produksi yang telah dilakukan pada industri tiga serangkai maka harga pokok produksi manisan pala iris lebih kecil biaya HPP nya dibandingkan dengan harga pokok produksi manisan pala bunga.
5.2. Saran
1. Sebaiknya Industri Tiga Serangkai dapat menerapkan perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode Activity Based Costing, sehingga dalam penentuan harga jual lebih tepat dan terhindar dari pada kerugian. Dengan penentuan HPP ( harga pokok produksi) yang tepat maka dapat memperhitungkan keuntungan yang lebih jelas terhadap produk yang dihasilkan berdasarkan dengan harga jual yang telah di tentukan.
2. Industri Tiga Serangkai sebaiknya lebih banyak memproduksi manisan pala iris dibandingkan dengan manisan pala bunga, karena manisan bentuk iris
45 lebih sedikit biaya harga pokok produksinya dibandingkan dengan manisan pala bentuk bunga.
3. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya agar menggunakan analisis lain pada usaha Industri Tiga Serangkai, baik menggunakan analisis pendapatan, tataniaga pemasaran, dan sebagainya.
46
Badan Pusat Statistik (BPS). 2015. Kabupaten Aceh Selatan Dalam Angka 2015. Aceh Selatan. http://acehselatan.bps.go.id Di Akses Pada Tanggal 27 Maret 2016.
Bank Indonesia. 2001.Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK) Industri Manisan Buah Pala 2001. Tersedia : http://www.bi.go.id/umkm/kelayakan/pola-pembiayaan/industri/Document/6727
a6b58d843abc181bd3e7b37790IndustriManisanBuahPala1.pdf Di Akses Pada Tanggal 05 April 2016.
Carter, Usry. 2006.Akutansi Biaya.Edisi 13. Jakarta: Salemba Empat
Drazat, Ms. 2007. Meraup Laba Dari Pala. Cetakan Pertama. Jakarta: PT.Agromedia Pustaka.
Eka Saputri, Herning. (2013). Analisis Penentuan Harga Pokok Produksi Tas Berdasarkan Sistem Activity Based Costing Pada Perusahaan Tas Monalisa. Under Graduates thesis. Universitas Negeri Semarang Tahun 2013. Tersedia : http://lib.unnes.ac.id/18170/./7311409068 Pdf Di Akses Pada Tanggal 20 Februari 2016.
Mardi Hastuti, Fitriani. 2013. Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Blangkon Dengan Metode Full Costing ( Studi Kasus Pada Ukm Kaswanto Kampung Potrojayan, Serengan, Surakarta). Skripsi : Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tahun 2013. Tersedia : http://eprints.ums.ac.id/25782/23/200090136 NASKAH_PUBLIKASI.pdf Di Akses Pada Tanggal 23 Februari 2016. Mulyadi. 2005.AkutansiBiaya, Edisi Lima,Cetakan 7. Yogyakarta :
UPP AMP YKPN.
Muliyadi. 2007.Akutansi Biaya, Edisi ke Lima, Cetakan 8 . Yogyakarta :
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.
Muh, Akbar. 2011. Anlisis Penerapan Metode Activity Based Costing System Dalam Penentuan harga pokok produksi kamar hotel coklat makassar.
Skripsi : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin 2011. Tersedia : http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle.pdf DI Akses Pada Tanggal 24 Maret 2016.
Mursyidi. 2008. Autansi Biaya Conventional Costing, Just In Time, dan Activity Based Costing. Bandung : PT Refika Aditama.
Nirwanto, Rasditya. 2011. Analisis Penentuan Harga Pokokproduksi Kopi Pada Tingkat Petani Kopi Di Kecamatan Kembang Kabupaten Bondowoso.
47 Skripsi :Jurusan S1 Akutansi :Fakultas Ekonomi Universitas Jember Tahun 2011. Tersedia : http://www.google.com/xhtml?q=Rasditya Nirwanto 2011&client=ms-opera_mb_no&channel=bh.pdf Di Akses Pada Tanggal 20 April.
Putong, Iskandar. 2010. Economics, Pengantar Mikro dan Makro. Edisi Ke Empat. Jakarta : Mitra Wacana Media.
Prawirosentono, Suyadi. 2002. Pengantar Bisnis Modern Studi Kasus Indonesia dan Analisis Kuantitatif. Jakarta 13220 : PT Bumi Aksara.
Rahmawati, Mahjiatul Laila. 2013. Aalisis Penentuan Harga Pokok Produksi Berdasarkan sistem Activity Based Costing pada CV.Ijen Finisha Ajibarang Bayumas. Skripsi : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang Tahun 2013. Tersedia : http://lib.unes.ac.id/18035/1/7350407062.pdf DI Akses Pada Tanggal 10 Maret 2016.
Setyaningrum, Dyah Ayu. 2013. Analisis Penentuan Harga Pokok Produksi Batik Mustika Blora Berdasarkan Sistem Activity Based Costing. (Studi Kasus Pada Usaha Batik Mustika Blora). Skripsi : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang Tahun 2013. Tersedia : http://lib.unnes.ac.id/1979/1/7311409070.pdf Di Akses Pada Tanggal 20 Februari 2016.
Soekartawi. 2005. Agro Industry dalam Perspektif Sosial Ekonomi . Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Witjaksono, Armanto. 2006. Akuntansi Biaya. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Kuisioner Penelitian
No. Tanggal
ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI MANISAN PALA PADA