pesan penting apa yang terkandung di dalamnya?. Pertanyaan-pertanyaan ini adalah bagian dari yang kajian yang menarik. Tulisan kali ini akan mengupas tentang doa-doa nabi muhammad yang ada dalam al-Quran, yang jumlahnya tidaklah begitu banyak. Doa-doa nabi muhammad yang ada dalam al-Quran ini sarat nilai, hikmah, dan pelajaran kehidupan bagi ummatnya di samping juga sebagai pesan bagi ummatnya untuk tidak pernah bosan-bosan berdoa. Doa adalah pengharapan dan permohonan.
Doa adalah optimisme, doa adalah ikatan hati antara hamba dengan Tuhannya. Begitu pentingnya doa, sampai Rasulullah menyebut doa sebagai senjata orang beriman dan sebagai otak dari ibadah. mereka yang tak pernah atau jarang berdoa dalam kehidupan ini adalah orang-orang yang tak memiliki senjata dalam menghadapi tantangan dan rintangan hidup; lemah dan rawan roboh dan gugur.
Di antara doa Rasulullah dalam al-Quran adalah doa yang menunjukkan kelembutan hati nabi muhammad dan cara terbaik berhadapan dengan orang yang memusuhi atau membenci. Doa ini termaktub dalam Qs al-mu’minun: 93-94: “Ya Allah, jika
Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka. Ya Allah, Maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim”.
maksud dari doa nabi tersebut adalah: Ya Rabb, engkau berkuasa untuk mengazab mereka. namun jangan azab mereka dalam kehidupanku sementara aku ada di antara mereka. ini adalah salah satu bukti kelembutan hati nabi muhammad. Perhatikan doa-doa nabi ketika disakiti orang kafir. kebanyakan orang adalah memohon kehancuran orang yang memusuhinya. Hanya orang yang hatinya lembut yang tetap berharap kebaikan diberikan kepada orang yang memusuhinya.
Dalam ayat berikutnya, al-mu’minun: 95-96, allah berfirman: “Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa
untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka. Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan”.
memperlakukan orang memusuhi atau yang membenci dengan sikap yang lebih baik adalah kemuliaan yang hanya dimiliki oleh orang yang berjiwa besar.
makna ayat tersebut di atas akan semakin jelas jika dihubungkan dengan ayat lain dalam al-Quran, yakni Qs Fushshilat:34-35, yang artinya: “Dan tidaklah sama perbuatan
yang baik dan yang jahat. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba antara kamu dan dia ada permusuhan jadikan seolah-olah ia adalah teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar”.
Doa nabi ini sejalan dengan sikap nabi ketika di lapangan dakwah dihina bahkan disakiti. Doa beliau adalah memohonkan petunjuk kepada allah untuk mereka dan bermohon agar dari sulbi mereka kelak bisa lahir keturunan-keturunan yang beriman mengikuti agama yang dibawa oleh Rasulullah. Tak selamanya musuh akan menjadi musuh bebuyutan. kadangkala buyut (orangtua nenek) saja yang bermusuhan, sementara cucu dan keturunan berikutnya justu menjadi sahabat satu golongan.
Baca pula kisah penanam moral yang sangat legendaris dari negeri Bashrah yang bernama syekh Hasan Bashri. ketika di dalam suatu majelis ilmu ada orang yang menghinanya, lebih
dari sekadar mengkritik, beliau tidak menampakkan amarah. sepulang dari majelis beliau menyuruh muridnya untuk mengantarkan ruthab (kurma setengah matang) yang terbaik yang dimilikinya kepada sang penghina itu sambil berkata: sampaikan maaf saya kepada orang itu, tak ada lagi yang lebih baik dari apa yang saya bisa kasihkan kali ini.
Yang marak di negeri kita saat ini adalah berlomba memenjarakan orang yang dianggap menghina kita dengan dalil pencemaran nama baik. Padahal kadangkala, penghinaan orang kepada kita adalah salah satu cara allah mengumumkan kepada wilayah yang lebih luas bahwa kita adalah orang yang tak terhina dan tak bersalah. Bukankah tes uji besi dan emas itu harus melalui proses pembakaran api?
Doa nabi muhammad yang kedua adalah masih dalam Qs al-mu’minun: 97-98. Doa kedua adalah doa perlindungan dari godaan syetan, makhluk yang tidak pernah ridla jika kebenaran, kebaikan, dan kemuliaan tampak menyata dalam kehidupan manusia. Doa beliau berbunyi: “Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari
bisikan-bisikan syaitan dan aku berlindung (pula) kepada Engkau Ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku”.
mengapa doa permohonan perlindungan dari bisikan syetan itu muncul setelah masalah menghadapi manusia-manusia pembenci dan pembawa bendera permusuhan seperti tersebut di atas? Jawabannya adalah karena syetan selalu berupaya masuk dalam permasalahan kehidupan kita, menyertai dan menggoda kita untuk sepaham dengan gaya hidup syetan. karena itulah allah menyatakan: “Dan jika syaitan mengganggumu dengan
suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Qs: Fushilat : 36)
syetan tidak akan pernah lelah dan berhenti untuk menggoda, karena itulah satu-satunya tugas rutin yang wajib dilakukannya. manusia yang lelah dan berhenti memohon perlindungan kepada allah, adalah manusia yang lemah yang sangat mudah termangsa oleh syetan. Harus menjadi keyakinan bahwa tidak ada kemampuan dan kekuatan kecuali dengan allah sWT. selama manusia berjalan dalam hidupnya bersama allah dan berbuat karena allah maka tak ada celah yang bisa digunakan syetan untuk masuk menggodanya.
seorang lelaki bertamu ke sebuah rumah besar yang dijaga ketat oleh puluhan anjing ganas. andai lelaki itu membuka sendiri pintu gerbang rumah itu, maka puluhan anjing itu akan menghadangnya dan siap bertarung melawannya. lelaki itu pandai dan cerdas sekali; dia memencet bel pagar rumah itu untuk memohon kepada pemiliknya menghalau anjing-anjing itu karena dia ingin masuk ke dalam rumah itu demi keperluan yang sangat urgen. sang tuan rumah keluar, menghalau anjing itu, lelaki itupun dipersilahkan masuk dan masuk serta keluar dari rumah itu dengan aman.
mintalah perlindungan kepada allah, maka kemanapun kita pergi akan senantiasa dalam perlindungannya. Jangan pernah mengandalkan kekuatan dan kehebatan kita karena jumlah syetan yang akan menggoda kita bukan hanya satu atau puluhan melainkan bisa ratusan, ribuan, bahkan jutaan. semuanya akan pergi lari ketika kita berjalan bersama allah. Bersamalah selalu dengan allah, maka allah akan bersama kita.
Doa ketiga adalah doa untuk senantiasa berada di jalan kebenaran, yakni jalan yang diridlai allah sWT. Doa ini tercantum dalam Qs al-isra ayat 80: Dan katakanlah (muhammad): “Ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk
yang benar (mudkhal shidq) dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar (mukhraj shidq) dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)”.
menurut para ahli tafsir, yang dimaksud jalan masuk dan jalan keluar yang benar adalah memasuki suatu tempat (masalah) karena suatu tujuan yang dibenarkan oleh allah sebagaimana keluar dari suatu tempat (masalah) juga karena suatu tujuan yang dibenarkan oleh allah. Datang dan pergi serta keluar masuk tanpa tujuan atau dengan tujuan salah tidak termasuk dalam kategori ini. Bahasa psikologinya, doa ini adalah permohonan kepada allah untuk diberi kemampuan menyikapi masalah dengan benar.
Para peneliti psikologi sepakat sepakat bahwa yang menentukan sukses tidaknya atau bahagia tidaknya seseorang bukanlah ada tidaknya masalah, melainkan adalah bagaimana cara seseorang itu menyikapi masalah. masalah hidup pasti selalu ada dan tidak satupun manusia yang terhindar darinya. kebanyakan manusia merasa hanya dirinya yang mendapatkan masalah hanya karena mereka terlalu fokus kepada masalahnya sendiri sehingga buta dan tuli atas permasalahan orang lain.
sementara yang dimaksud dengan doa berikanlah kepadaku dari sisi-mu kekuasaan yang dapat menolong(ku) adalah keharusan kita untuk selalu meminta pertolongan kepada allah dalam segala urusan. allah maha tahu hakikat masalah kita dan jalan masuk serta jalan keluar masalah kita. Pengetahuan kita tidaklah cukup untuk diandalkan sebagai satu-satunya modal menyelesaikan urusan-urusan kita karena pengetahuan kita sifatnya adalah parsial. Pengetahuan yang utuh dan sempurna tentang sesuatu hanya milik allah sWT.
dari mekah ke Palestina lalu ke sidratul muntaha diatas langit ketujuh, bagaimana pula allah menjadikan lautan terbelah oleh tongkat nabi musa, bagaimana pula allah menyelamatkan nabi ibrahim dari panasnya kobaran api, dan pula bagaimana nabi Yunus bisa selamat berada dalam perut ikan selama beberapa hari adalah salah satu dari kekuasaan dan pertolongan allah kepada hambanya yang berada dalam zona beyond our
knowlegde (di atas pengetahuan kita).
Tidak semua yang terjadi dalam kisah agama itu logis dalam makna bisa dipahami secara nalar manusiawi saat ini juga. Bersama berjalannya waktu mungkin saja nanti akan bertemu dengan penjelasan ilmiahnya, namun selalu saja kekuasaan dan keajaiban yang allah persiapkan kepada hambanya di luar dugaan dan kemampuan akal manusia. Bukan karena bertentangan, melainkan karena akal kita belum mampu saja memahami keagungan allah. Bukankah kepala kita masih selalu lebih kecil ketimbang kopiah atau topi kita?.
Perhatikanlah ayat berikut ini: Dan sesungguhnya telah kami berikan kepada Daud karunia dari kami. (kami berfirman): `Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud`, dan kami telah melunakkan besi untuknya (Qs. 34:10). Bertasbihnya gunung dan burung bersama nabi Dawud adalah sesuatu yang tak bisa dinalar, tapi jelas bahwa firman ini adalah benar tanpa adanya keraguan. Berikut pula mujizat berupa lunaknya besi yang keras bagi nabi Dawud as.
Doa keempat adalah doa nabi untuk mendapatkan tambahan ilmu. Doa yang diajarkan oleh allah kepada nabi muhammad tentang hal ini disebutkan dalam Qs Thaha:
114: maka mahatinggi allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (muhammad) tergesa-gesa membaca al Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.
Satu-satunya doa permohonan penambahan dalam al-Quran adalah penambahan ilmu”.
mengapa hanya ilmu saja, bukan harta atau kekuasaan, yang secara tegas diajarkan oleh allah untuk selalu minta diberikan penambahan? ayat ini adalah pengarahan (tawjih) allah kepada Rasulullah untuk senantiasa menambah pengetahuan (ilmu) karena Rasulullah membutuhkan ilmu dari allah untuk menjadi pegangan kehidupan manusia sampai kiamat kelak.
Pengatur masyarakat harus memiliki ilmu, aturan yang diterapkan kepada masyarakat harus didasarkan pada ilmu, bukan didasarkan pada pesanan dan kepentingan nafsu. ayat ini juga menjadi penanda bahwa ilmu itu memiliki nilai agung yang perlu dimiliki oleh setiap muslim.
Doa kelima adalah berkenaan dengan kekuasaan dan kemuliaan yang semuanya berada di dalam kekuasaan mutlak allah. ini tampak jelas dalam Qs ali imran: 26: Katakanlah:
“Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
kalau kekuasaan dan kemuliaan diyakini sebagai bersumber mutlak dari allah, maka mencarinya, mendapatkannya, dan menjalankannya dengan melupakan atau menjauhkan allah
adalah skandal kehidupan yang luar biasa naifnya. Tidak akan mungkin kekuasaan dan kemuliaan itu akan berbuah keberkahan jika ayat-ayatnya dikesampingkan dan digantikan dengan kesewenang-wenangan plus kesombongan diri.
Doa keenam adalah tentang penyelesaian akhir semua perselisihan. keadilan seadil-adilnya dan kebenaran sebenar-benarnya adalah milik allah sWT. Bacalah doa nabi muhammad dalam Qsaz-Zumar ayat 46 yang artinya: katakanlah: Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, yang
mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, Engkaulah yang memutuskan di antara hamba-hambaMu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan.
Hubungkan doa nabi di atas dengan Qs Yunus ayat 19 berikut ini: Manusia dahulunya hanyalah satu umat, Kemudian
mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu (bahwa, perselisihan manusia di dunia itu akan diputuskan di akhirat), pastilah telah diberi keputusan di antara mereka (di dunia), tentang apa yang mereka perselisihkan itu. Hubungkan pula dengan
Qs az-Zumar ayat 3: Sungguh, Allah akan memberi putusan
di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan.
kalau sudah berdoa dengan menggunakan doa yang diajarkan allah kepada Rasulullah di atas, masihkan ada kenginan untuk mengandalkan selainnya, masihkah ada kehendak untuk berebut kekuasaan dan jabatan dengan cara yang tak dibenarkan menurut agama, masihkah akan tetap mendukung mereka yang memusuhi dan menantang allah, dan masihkan akan menghabiskan waktu dengan bertengkar dan berdebat sampai mengorbankan persatuan dan persaudaraan ummat?.***
salah satu kata mutiara yang disampaikan dalam kajian sore Pondok Pesantren kota alif laam miim adalah: “kuburanmu adalah kotak amalmu. sudahkah engkau isi dan dengan apa saja engkau isi? setelah kematianmu, informasi saldo tersisa dalam kotak amalmu akan segera engkau ketahui”. Berbahagialah mereka yang selalu ingat akan kotak amal sejati bernama kuburan itu. ingat akan kematian akan menjadi salah satu cara untuk senantiasa berada di jalan lurus menuju ridla allah.
ketika seorang sahabat meninggal dunia, sahabat-sahabat lainnya memuji-muji ibadah sahabat yang meninggal itu. Rasulullah diam dan kemudian bertanya: “apakah dia selalu ingat mati?” mereka menjawab: “Tidak.” Rasulullah bertanya lagi: “apakah dia meninggalkan apa yang diinginkannya?” sahabat menjawab: Tidak.” Rasulullah bersabda: “Dia tidak berderajat setinggi yang kalian sangkakan”. Rasulullah menjadikan ingat kematian sebagai ukuran tinggi tidaknya derajat seseorang.
ingat bahwa kita memiliki keterbatasan waktu hidup akan menjadikan kita bersemangat melakukan dan mempersembahkan yang terbaik. Yang terbaik yang dimaksud adalah yang benar menurut hukum allah dan baik serta indah dalam pandangan syari’at. Jangan membuang waktu mengurusi yang tak penting, jangan sia-siakan waktu melakukan yang tak berguna. Waktu kita terbatas.
setiap kita selalu diberi peluang untuk mendulang banyak pahala dan menggapai rahmat allah. Tersenyum saja menjadi ibadah, berkata baik dan indahpun menjadi ladang pahala,