• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODE PENELITIAN

3.3. Proses analitik hierarki (analytical hierarchy process)

3.3.1. Mendefinisikan masalah dan solusi yang diinginkan

Penentuan prioritas kegiatan penggunaan lahan pada Kawasan Pesisir Teluk Kelabat Kecamatan Belinyu dan kecamatan Jebus dilakukan dengan metode AHP dan Benefit Cost Analysis. Pemecahan masalah dan solusi yang diinginkan yaitu mendapatkan skenario yang optimal bagi pengelolaan Kawasan Pesisir Teluk Kelabat Kecamatan Belinyu dan kecamatan Jebus. Oleh karena itu untuk

menyusun suatu analisis yang mengaplikasikan dua metode pendekatan tersebut, perlu diketahui terlebih dahulu faktor-faktor yang mempengaruhi manfaat dan biaya dari pengelolaan Kawasan Pesisir Teluk Kelabat Kecamatan Belinyu dan kecamatan Jebus.

3.3.1.1.Aspek ekonomi

Aspek ekonomi mempengaruhi keputusan akan pemilihan/penentuan prioritas penggunaan lahan dalam pemanfaatan ruang yang akan dikembangkan. Kriteria dari aspek ini dijabarkan menjadi faktor manfaat (pendapatan dan sektor informal), dan biaya/kerugian (modal dan biaya operasional dan pemeliharaan) yang mungkin terjadi dengan uraian sebagai berikut:

3.3.1.1.1. Pendapatan.

Kegiatan industri, perikanan, pariwisata dan pelabuhan akan menghasilkan pendapatan bagi masyarakat setempat dan penanaman investasi merupakan aset yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi pemerintah daerah

Adanya industri, parawisata, pelabuhan dan perikanan di suatu daerah akan menumbuhkan sektor informal, dapat berupa usaha di bidang perdagangan, jasa dan transportasi yang sangat menunjang perekonomian penduduk setempat.

3.3.1.1.3. Modal.

Kegiatan-kegiatan tersebut memerlukan modal uang yang tidak sedikit, bahkan perlu tahapan dalam melaksanakan kegiatan

3.3.1.1.4. Biaya operasional dan pemeliharaan.

Dalam menjalankan kegiatan dibutuhkan biaya operasional untuk upah, bahan dan alat serta pemeliharaan bangunan dan alat-alat agar tetap berfungsi dalam proses produksi.

3.3.1.2. Aspek Lingkungan

Pertimbangan aspek lingkungan dalam menentukan prioritas kegiatan adalah untuk menunjang pemanfaatan sumberdaya yang optimal dan

berkelanjutan. Adapun kriteria dari aspek lingkungan dapat dijabarkan menjadi faktor manfaat (perlindungan pantai dan estetika), dan biaya/kerugian

(pencemaran dan degradasi lingkungan) yang mungkin terjadi, yaitu sebagai berikut:

3.3.1.2.1. Perlindungan pantai.

Adanya kegiatan industri, pariwisata, pelabuhan dan perikanan akan menjaga lingkungan pantai agar tetap berfungsi secara alami, sehingga dapat dihindari angin yang kencang dan abrasi pantai untuk menjamin keberlanjutan usaha

Kawasan yang terbangun dengan perencanaan yang baik akan memberikan suasana yang nyaman dan sehat sebagai tempat tinggal, serta dapat memberikan gairah dalam bekerja

3.3.1.2.3. Pencemaran.

Proses produksi kegiatan industri, pariwisata, pelabuhan dan rumah tangga menghasilkan limbah yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dilakukan pengelolaan limbah secara benar. Pencemaran lingkungan dapat

mengganggu kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem wilayah pesisir. Pembuangan limbah ke perairan harus tidak melebihi kapasitas asimilasinya. 3.3.1.2.4. Degradasi Lingkungan.

Pemanfaatan sumberdaya alam yang tidak bertanggung jawab dari kegiatan industri, parawisata dan pelabuhan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan atau menyebabkan penurunan kualiatas lingkungan hidup. Sehingga perlu

dilaksanakan kegiatan yang ramah lingkungan.

3.3.1.3.Aspek Sosial

Aspek Sosial. Pertimbangan aspek sosial dalam penentuan prioritas kegiatan pemanfaatan ruang wilayah pesisir merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dengan aspek-aspek lainnya dalam pembuatan kebijakan. Hal ini disebabkan kebijakan tersebut akan berdampak positif, dapat diterima serta direspons masyarakat apabila masyarakat ikut serta menikmati dan merasa memiliki hasil dari kebijakan. Faktor manfaat (tenaga kerja dan rekreasi), dan biaya/kerugian (perubahan gaya hidup dan kecemburuan sosial) dari aspek sosial ini yang mungkin terjadi adalah:

3.3.1.3.1.Tenaga kerja.

Penyerapan tenaga kerja yang besar pada kegiatan industri, pariwisata dan pelabuhan akan berimplikasi pada pemanfaatan sumberdaya manusia setempat, sehingga secara ekonomi dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sedangkan perikanan merupakan sumber penyediaan tenaga kerja yang sangat dibutuhkan oleh kegiatan tersebut.

3.3.1.3.2.Rekreasi.

Kawasan yang terletak di pesisir pantai akan menjadi lebih menyenangkan dan indah dengan adanya penataan dari kegiatan-kegiatan tersebut. Hal tersebut akan memberikan suasana rekreatif dan menyegarkan

3.3.1.3.3.Perubahan gaya hidup.

Pertumbuhan ekonomi yang baik dan meningkatnya pendapatan akan

berdampak kepada pola hidup yang cenderung konsumtif dan mengikuti pola zaman serta berpotensi mengubah budaya

3.3.1.3.4.Kecemburuan sosial.

Kesenjangan sosial berpotensi terjadi dalam hubungan antara pengusaha, karyawan dan masyarakat, yang terkadang membawa dampak kurang baik dan merugikan semua pihak bila terjadi aksi yang anarki, dan tuntutan yang berlebihan akan dapat menghambat pekerjaan

3.3.1.4.Aspek teknologi

Pertimbangan aspek teknologi dalam penentuan prioritas kegiatan pemanfaatan ruang adalah karena teknologi sangat dibutuhkan dalam

pengembangan wilayah di masa mendatang. Melalui berbagai kegiatan seperti industri, perikanan, parawisata dan pelabuhan, maka faktor manfaat (transfer teknologi dan mutu bersaing), dan biaya/kerugian (penggangguran dan tekanan terhadap produksi tradisional) yang mungkin terjadi adalah:

3.3.1.4.1. Transfer teknologi.

Kegiatan yang berteknologi tinggi membutuhkan tenaga kerja yang ahli, dan hal ini akan memacu untuk menghasilkan tenaga kerja yang terampil menggunakan teknologi serta dapat belajar lebih baik setelah mengikuti kegiatan tersebut.

3.3.1.4.2. Mutu bersaing.

Produksi yang berbasis teknologi tentunya akan menghasilkan produk yang berkualitas baik dan mampu menghadapi persaingan global

3.3.1.4.3. Pengangguran.

Umumnya penggunaan alat dan mesin berteknologi tinggi dalam menggantikan tenaga kerja akan berdampak pada berkurangnya kesempatan kerja. Sehingga tenaga kerja yang memiliki keahlian terbatas akan menganggur

3.3.1.4.4. Tekanan terhadap produksi tradisional.

Apabila kegiatan pada kawasan industri menghasilkan produk yang sama dengan yang dihasilkan oleh masyarakat secara tradisional, maka produk tradisional masyarakat akan tersaingi, karena kalah bersaing dalam hal higienitas, kemasan dan promosi. Selanjutnya hal ini akan berdampak menghambat perkembangan usaha tradisional, bahkan dapat mematikan industri rumah tangga masyarakat lokal.

3.3.2.

Membuat struktur hierarki

Struktur hierarki prioritas manfaat Kawasan Pesisir Teluk Kelabat

Kecamatan Belinyu dan Kecamatan Jebus disajikan pada Gambar 10. Sedangkan struktur hierarki prioritas kegiatan penggunaan lahan pada Kawasan Pesisir Teluk Kelabat Kecamatan Belinyu dan Kecamatan Jebus disajikan dalam Gambar 11.

Gambar 7 Hierarki prioritas kegiatan manfaat pengelolaan kawasan

Dokumen terkait