• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pengawasan di dalam fungsi pengawasan Inspektorat Daerah Kota Makassar Dalam Implementasi Program

STRUKTUR ORGANISASI KANTOR INSPEKTORAT KOTA MAKASSAR

C. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pengawasan di dalam fungsi pengawasan Inspektorat Daerah Kota Makassar Dalam Implementasi Program

Kesehatan Gratis Di Makassar.

1. Faktor Pendukung

Berdasarkan hasil wawancara yang telah peneliti lakukan kepada beberapa narasumber, maka diperoleh penjelasan tentang faktor pendukung fungsi pengawasan Inspektorat Makassar Dalam Implementasi Program Kesehatan Gratis Di Kota Makassar.

a.Kualitas

Yang menjadi acuan peneliti dalam kategori Kualitas yaitu tentang kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh Kantor Inspektorat Kota Makassar Sumber daya manusia yang cakap akan membantu produktivitas dalam suatu pekerjaan. Sebaliknya pun demikian. Jadi keberhasilan suatu pekerjaan terletak dari kualitas sumber daya manusianya.

Pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat Makassar Dalam Implementasi Program Kesehatan Gratis Di Kota Makassar akan berjalan sesuai dengan prosedur tidak terlepas dari kemampuan sumber daya manusianya. Sumber daya manusia yang cakap akan mampu memberikan hasil yang lebih baik. Terkait kualitas sumber daya

manusia yang dimiliki Inspektorat Makassar peneliti melakukan wawancara dengan berinisial “H” beliau mengatakan :

“Kualitas sumber daya manusia di Kantor Inspektorat saat ini cukup baik. Karena sebagian besar memiliki jenjang pendidikan yang cukup tinggi. Terbukti dengan banyaknya yang diduduki oleh orang-orang yang berpendidikan strata I dan II” (Hasil Wawancara Tanggal 2 Februaru 2015) Hasil wawancara diatas dengan salah satu pegawai Inspektorat, dengan berinisial “H” sangat merasa puas, karena dimana Inspektorat juga memiliki SDM yang cukup bagus, sehingga dalam pengawasan dapat berjalan dengan lancar, akan tetapi tidak sinkron antara jenjang pendidikan dengan pengalaman-pengalaman di bidangnya. yang paling utama adalah SDM. Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya. Terkait dengan hal di atas, peneliti juga melakukan wawancara dengan salah satu Tokoh masyarakat yang menjadi representatif masyarakat setempat yang berinisial “R” bahwa :

“Saya melihat kualitas sumber daya manusia pada kantor Inspektorat Kota Makassar saat ini cukup baik. Jika di lihat dari jenjang pendidikan yang milikinya”(Hasil Wawancara Tanggal 2 Februari 2015).

Kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh anggota Inspektorat Makassar, maka pengawasan yang dilakukan akan berjalan dengan efektif, akan tetapi jenjang pendidikan yang di milikinya tidak sejalan dengan kemampuan untuk melakukan bidang-bidang penyimpangan yang akan di lakukan penagawasan.

b.Kerjasama

Pada dasarnya kerjasama yang baik dengan orang lain dapat memberikan manfaat yang besar bagi keberlangsungan proses kerja dalam sebuah organisasi/lembaga. Pekerjaan yang dilkaukan secara bersama-sama, baik pekerjaan fisik maupun kerjasama dalam pemberian informasi akan memberikan nilai lebih. Dan waktu penyelesaian pekerjaan tidak memakan waktu yang cukup lama.

Konteks Fungsi pengawasan Inspektorat Makassar terhadap Implementasi Program Kesehatan gratis telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat dan dari masyarakat langsung untuk memperoleh informasi dan masukan terhadap pelaksanaan pengawasan. Terkait dengan hal ini peneliti melakukan wawancara kepada salah satu pegawai inspektorat yang berinisial “H” beliau mengatakan Bahwa :

“Kami di dalam melakukan pengawasan telah bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat langsung. Kerjasama ini kami lakukan, Karena kami sadari tanpa bantuan masyarakat di dalam melakukan pemantauan itu kurang efektif apalagi untuk wilayah dataran tinggi yang jaraknya cukup jauh dari kantor Inspektorat ini. Harapan kami dari kerjasama ini, agar setiap saat pengawasan dapat tetap terpantau dan mencapai tujuan yang maksimal” (Hasil Wawancara Tanggal 2 Februari 2015)

Berdasarkan hasil pengamatan diatas, penulis menggambarkan di dalam melakukan pengawasan tanpa adanya bantuan masyarakat pemantauan akan kurang efektif. agar dengan adanya kerja sama yang dilakukan oleh beberapa elemen yang terkait fungsi Inspektorat untuk konsisten dalam melakukan pengawasan, bukan

hanya sekedar konsep agar pengawasan yang dilaksanakan dapat berjalan sesuai dengan cita-cita bangsa “Hasil yang baik bermula dari praktek yang benar”. Terkait dengan hal di atas, peneliti juga melakukan wawancara dengan salah satu tokoh masyarakat berinisial“R” mengatakan bahwa :

“kami sebagai masyarakat juga mengharapkan agar dalam hal pemberian informasi dan masukan terkait masalah yang terjadi dalam pengawasan ini betul-betul mampu memberikan hasil yang maksimal tanpa ada hal-hal yang merugikan kami sebagai masyarakat” (Hasil Wawancara Tanggal 2 Februari 2015)

Berdasarkan hasil kerjasama yang dilakukan, peneliti berasumsi bahwa masyarakat juga sangat berperan penting dalam pengawasan, karena tanpa didukung peran serta masyarakat, pengawasan yang dilaksanakan akan menjadi kurang efektif. Transparansi perlu dilakukan oleh Inspektorat di berbagai tingkatan. Ini diperlukan bagi tumbuhnya iklim saling menghargai dan menghormati serta saling membantu antara masyarakat dengan pemerintah agar pengawasan berjalan sebagaimana mestinya. partisipasi masyarakat merupakan elemen penting dalam pengawasan. tidak akan sempurna (efektif) jika tidak terdapat partisipasi masyarakat.

2. Faktor Penghambat

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan beberapa narasumber tentang faktor pengahamabat Fungsi pengawasan Inspektorat Makassar dalam implementasi program Kesehatan gratis di Kota Makassar yaitu :

Banyaknya tugas yang diemban oleh para aparatur di kantor Inspektorat membuat sebagian tugas tidak berjalan secara maksimal. Ditinjau dari segi pengawasan masih banyak yang belum optimal. Salah satu pengawasan Inspektorat yang belum maksimal salah satunya pada pengawasan implementasi dari program Kesehatan gratis di kabupaten Gowa, hal ini disampaikan oleh berinisial “YS” mengatakan bahwa :

“kami mengakui bahwasanya kesibukan adalah salah satu faktor kendala di dalam melakukan Pengawasan dari tugas kami,dan ini tidak terlepas darisumber daya manusia (SDM) di kantor Inspektorat yang masih kurang maksimal, sedangkan pekerjaan banyak yang menumpuk.Sehingga pelaksanaan pengawasan kurang maksimal”(Hasil Wawancara Tanggal 3 Februari 2015)

Berdasarkan hasil pengamatan penulis, ternyata sumber daya manusia (SDM) yang di miliki pihak Inspektorat kurang maksimal sehingga untuk melakukan pengawasan kurang efektif. Jika pihak Inspektorat beralasan bahwa terlalu sibuk dengan tugas-tugasnya, itu sangat tidak rasional karena memang terbatasnya sumber daya manusia yang di milikinya. Disini penulis mengambil kesimpulan bahwa pihak Inspektorat tidak punya manajemen yang bagus. Jika manajemen bagus, maka semua terimplementasi dengan baik. Menurut John F. Mee “manajemen adalahseni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal,demikian pula mencapai kesehajteraan dan kebahagiaan maksimal, baik bagi pimpinan maupun para pekerja serta memberikan pelayanan yangsebaik mungkin kepada masyarakat.

Organisasi merupakan suatu wadah yang terstruktur secara sistematis di dalamnya terdapat beberapa orang yang melakukan kerjasama dalam rangka pencapaian tujuan. Dalam proses pencapaian tujuan dibutuhkan orang-orang yang cakap serta mampu mengemban amanah organisasi dengan baik. Penggemblengan/pembinaan yang didapat oleh seseorang dalam sebuah organisasi akan memberikan manfaat ketika terjun dalam kehidupan sosial. Sebagian anggota Inspektorat kota Makassar, pengalaman organisasinya masih minim. Sehingga sebagian tugas masih belum bisa dikerjakan dengan baik. Hal ini juga disampaikan oleh salah satu pegawai Inspektorat berinisial “H” bahwa :

“Salah satu kekurangan kami disini adalah kurangnya pengalaman organisasi diantara kami. Ini sangat penting bagi pelaksanaan tugas kami. Tanpa adanya pengetahuan yang baik tentang organisasi saya yakin banyak pekerjaan tidak berjalan sesuai harapan. Jadi inilah yang kemudian menjadi salah satu perhatian kami agar sebagian diantara kami bisa memahami cara kerja organisasi”(Hasil wawancara Tanggal 3 Februari 2015).

Hasil wawancara diatas, penulis mengasumsikan bahwa pengawasan Inspektorat belum berjalan sebagaimana mestinya disebabkan karena pengalaman oganisasinya masih minim, seharusnya sebagai lembaga yang mempunyai fungsi pembinaan dan pengawasan harus punya pengalaman organisasi. Tanpa suatu organisasi maka suatu pekerjaan tidak berjalan lancar. Menurut Chester I. Bernard ”Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai suatutujuan”. Terkait dengan hal ini peneliti

melakukan wawancara juga dengan salah satu pegawai dinas Kesehatan yaitu berinisial “NR” beliau mengatakan Bahwa :

“Selama di berlakukannya program Kesehatan gratis metode yang di lakukan dengan bentuk laporan pertanggung jawaban (LPJ) secara tertulis yang di buat pihak terkait kemudian di serahkan ke petugas pengawasan dari Inspektorat ” (Hasil wawancara Tanggal 3 februari 2015).

Selain hal penting tersebut di atas, salah satu faktor yang juga sangat menentukan keberhasilan pengawasanialah bagaimana manajemen suatu metode pelaksanaan pengawasan yang di lakukan, metode pengawasan yang tidak pernah berubah akan menimbulkan masalah baru karena di mana permasalahan yang berbeda tidak mungkin dapat di selesaikan oleh satu metode, seharusnya dari Inspektorat menyiapkan metode tertentu untuk masalah tertentu juga seperti keterlambatan dari pihak sekolah untuk memberikan laporan data-data yang di butuhkan pihak Inspektorat tersebut harus di berlakukan sanksi yang sifatnya hanya peringatan dulu.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN