• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Paparan Hasil Penelitian

2) Menentukan Kategorisasi

Peneliti selanjutnya menganalisa tingkat gaya hidup hedonis pada masing subjek penelitian, dengan cara melihat skor masing-masing subjek dan mencocokkannya pada norma yang sudah dibuat untuk kategorisasi. Di bawah ini akan dipaparkan kategorisasi dan pembagian tingkat kecemasan mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi angkatan 2015 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menurut norma yang telah dibuat oleh peneliti.

Tabel 4.8 Kategorisasi Gaya Hidup Hedonis

No. Kategori Norma Hasil

1. Tinggi X ≥ M + 1SD X ≥ 42

2. Sedang M -1 SD ≤ X ≤ M +1SD 28 ≤ X ≥ 42 3. Rendah X < M – 1 SD X ≤ 28

3) Menentukan Prosentase

Setelah mengetahui kategorisasi tingkat gaya hidup hedonis masing-masing subjek, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui presentase dengan menggunakan rumus berikut ini:

Keterangan :

P = Angka Prosentase

F = Frekuensi yang sedang dicari prosentasinya N = Jumlah frekuensi atau banyaknya individu

Hasil prosentase tingkat gaya hidup hedonis mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi angkatan 2015 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah sebagai berikut ini:

Tabel 4.9 Frekuensi dan Prosentase Tingkat Gaya Hidup Hedonis

Kategori Norma Frekuensi Prosentase

Tinggi X ≥ 42 0 0 %

Sedang 28 ≤ X ≥ 42 113 63 %

Rendah X ≤ 28 65 37 %

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwasanya sebagian besar mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi angkatan 2015 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki tingkat sedang dalam gaya hidup hedonisnya. Hal tersebut terlihat dari prosentase yang mencapai 63% dari jumlah keseluruhan subjek 113 mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki tingkat gaya hidup hedonis tinggi memiliki skor prosentase 0% karena tidak ada subjek yang memiliki tingkat gaya hidup yang tinggi. Sedangkan mahasiswa yang memiliki tingkat gaya hidup hedonis rendah memiliki skor prosentase 37% dengan jumlah 65 subjek. Berikut ini merupakan diagram prosentase tingkat gaya hidup

hedonis mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi angkatan 2015 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Gambar 4.1 Diagram Prosentase Gaya Hidup Hedonis

b. Analisa Data Perilaku Konsumtif Fashion Pakaian

Peneliti menganalisis data perilaku konsumtif fashion pakaian untuk menentukan kategorisasi masing-masing subjek. Paparan analisa data sebagai berikut ini:

1) Mencari Mean Hipotetik (M) da Standar Deviasi Hipotetik (SD)

Untuk mengetahui kategorisasi variabel perilaku konsumtif fashion pakaian, maka terlebih dahulu mencari mean hipotetik (M) dan standar deviasi hipotetik (SD) yang akan dipaparkan pada tabel berikut:

Tabel 4.10 Rangkuman dan Hasil Statistik Perilaku Konsumtif Fashion Pakaian

Nilai skor mean hipotetik variabel perilaku konsumtif fashion pakaian dengan jumlah aitem valid sebanyak 16 yang terdiri dari skor minimal 17 dan skor maksimal 49. Nilai mean (M) skor mean hipotetik sebesar 35 dengan standar deviasi sebesar 6.

2) Menentukan Kategorisasi

Peneliti selanjutnya menganalisa tingkat perilaku konsumtif fashion pakaian pada masing-masing subjek penelitian, dengan cara melihat skor masing-masing subjek dan mencocokkannya pada norma yang sudah dibuat untuk kategorisasi. Di bawah ini akan dipaparkan kategorisasi dan pembagian tingkat perilaku konsumtif fashion pakaian mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi angkatan 2015 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menurut norma yang telah dibuat oleh peneliti.

Tabel 4.11 Kategorisasi Perilaku Konsumtif Fashion Pakaian

No. Kategori Norma Hasil

1. Tinggi X ≥ M + 1SD X ≥ 42 2. Sedang M -1 SD ≤ X ≤ M +1SD 28 ≤ X ≥ 42 3. Rendah X < M – 1 SD X ≤ 28 Variabel MeanHipotetik Min Maks M Sd Perilaku Konsumtif Fashion Pakaian 17 49 35 6

P =

𝑓

𝑁

× 100%

3) Menentukan Prosentase

Setelah mengetahui kategorisasi tingkat perilaku konsumtif fashion pakaian masing-masing subjek, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui presentase dengan menggunakan rumus berikut ini:

Keterangan :

P = Angka Prosentase

F = Frekuensi yang sedang dicari prosentasinya N = Jumlah frekuensi atau banyaknya individu

Hasil prosentase tingkat perilaku konsumtif fashion pakaian mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi angkatan 2015 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah sebagai berikut ini:

Tabel 4.12 Frekuensi dan Prosentase Tingkat Perilaku Konsumif Fashion Pakaian

Kategori Norma Frekuensi Prosentase

Tinggi X ≥ 42 4 2,2 %

Sedang 28 ≤ X ≥ 42 111 62,4 %

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwasanya sebagian besar mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi angkatan 2015 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki tingkat sedang dalam perilaku konsumtif fashion pakaian. Hal tersebut terlihat dari prosentase yang mencapai 62,4% dari jumlah keseluruhan subjek 111 mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki tingkat perilaku konsumtif fashion pakaian tinggi memiliki skor prosentase 2,2% dari jumlah keseluruhan subjek 4 mahasiswa. Sedangkan mahasiswa yang memiliki tingkat gaya hidup hedonis rendah memiliki skor prosentase 35,4% dengan jumlah 63 subjek. Berikut ini merupakan diagram prosentase tingkat gaya hidup hedonis mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi angkatan 2015 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Gambar 4.2

c. Analisis Hubungan Gaya Hidup Hedonis dengan Perilaku Konsumtif Fashion Pakaian

Untuk menganalisis korelasi anatara gaya hidup hedonis dengan perilaku konsumtif fashion pakaian mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi angkatan 2015 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang digunakan uji hipotesis terlebih dahulu dengan menggunakan metode analisis statistik product moment menggunakan program SPSS. Hasil uji hipotesis dapat dilihat dalam tabel:

Tabel 4.13

Hasil Uji Korelasi Dua Variabel

Diperoleh koefisien korelasi anatara gaya hidup hedonis dengan perilaku konsumtif fashion pakaian mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi angkatan 2015 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebesar rxy = 0,633 dan p= 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara gaya hidup hedonis dan perilaku konsumtif fashion pakaian pada mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi angkatan 2015 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Correlations

Hedonis Konsumtif Hedonis Pearson Correlation 1 .633**

Sig. (2-tailed) .000 N 178 178 Konsumtif Pearson Correlation .633** 1

Sig. (2-tailed) .000

N 178 178 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Artinya, jika semakin tinggi gaya hidup hedonis maka akan semakin tinggi perilaku konsumtif fashion pakaian. Sebaliknya jika semakin rendah gaya hidup hedonis maka semakin rendah perilaku konsumtif fashion pakaian pada mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi angkatan 2015 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selain itu, dimensi dari gaya hidup hedonis yang paling berpengaruh terhadap perilaku konsumtif fashion pakaian adalah dimensi opinion (opini) dengan standar koefisien yaitu 0,491 dan prosentase yaitu 27,4 %. Berikut tabel hasil uji regresi linier:

Tabel 4.14 Hasil Uji Regresi Linier

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -.470 7.339 -.064 .949 Activities .102 .128 .052 .797 .427 Interest .617 .162 .245 3.816 .000 Opinion .916 .130 .491 7.056 .000 a. Dependent Variable: Konsumtif

Dokumen terkait