• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Proses Analisis Cluster

4.2.1 Menentukan Ukuran Kemiripan

dalam tabel proximity matrix dimana semakin kecil jarak antara dua objek, maka semakin mirip kedua objek tersebut. Dalam menghitung kemiripan tiap objek (industri) dihitung menggunakan perhitungan jarak Euclidean dengan persamaan (2.5). Berikut adalah perhitungan menggunkan persamaan jarak Euclidean dengan menggunakan data pada tabel 4.2. misalkan akan dihitung kemiripan antara industri PT. Growth Sumatera Industry dan PT. Musim Mas.

Tabel 4.3 Perhitungan kedekatan Industri PT. Growth Sumatera Industry dan PT. Musim Mas Industry dan PT. Musim Mas dengan persamaan (2.5):

= √∑ ( )

√( ) ( ) ( ) ( )

√( )

=√(( )) ( )) (( ))

√(( )) (( ))

= √( ) ( ) ( ) ( )

= √

= √

= 680.074

Tabel 4.4 Perhitungan Kedekatan Industri PT.Musim Mas dan PT.Industri Karet

Objek PT.Musim

Mas ( ) 200 - - 700 700

PT.Industri

Karet( ) 200 - - 700 700

( - ) 0 - - 0 0

( ) 0 - - 0 0

= √( ) ( )) (( ) ( ))

= √(( ) ( )) ( ) ( )

= √

= 0

Hasil perhitungan kemiripan menggunakan jarak Euclidean selanjutnya dapat dlihat pada tabel 4.5 di bawah ini:

10 11 12 13 14 15 16 17 1 680,074 680,074 680,074 680,074 1422,146 680,074 632,080 680,074

2 0,000 0,000 0,000 0,000 1009,950 0,000 137,931 0,000

3 0,000 0,000 0,000 0,000 1009,950 0,000 137,931 0,000

4 0,000 0,000 0,000 0,000 1009,950 0,000 137,931 0,000

5 0,000 0,000 0,000 0,000 1009,950 0,000 137,931 0,000

6 0,000 0,000 0,000 0,000 1009,950 0,000 137,931 0,000

7 0,000 0,000 0,000 0,000 1009,950 0,000 137,931 0,000

8 680,074 680,074 680,074 680,074 1422,146 680,074 632,080 680,074

9 0,000 0,000 0,000 0,000 1009,950 0,000 137,931 0,000

10 0,000 0,000 0,000 0,000 1009,950 0,000 137,931 0,000

11 0,000 0,000 0,000 0,000 1009,950 0,000 137,931 0,000

12 0,000 0,000 0,000 0,000 1009,950 0,000 137,931 0,000

13 0,000 0,000 0,000 0,000 1009,950 0,000 137,931 0,000

14 1009,950 1009,950 1009,950 1009,950 0,000 1009,950 1138,431 1009,950 15 0,000 0,000 0,000 0,000 1009,950 0,000 137,931 0,000 16 137,931 137,931 137,931 137,931 1138,431 137,931 0,000 137,931 17 0,000 0,000 0,000 0,000 1009,950 0,000 137,931 0,000

Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Jarak Menggunakan Euclidean Distance

1 2 3 4 5 6 7 8 9

1 0,000 680,074 680,074 680,074 680,074 680,074 680,074 0,000 680,074

2 680,074 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 680,074 0,000

3 680,074 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 680,074 0,000

4 680,074 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 680,074 0,000

4.2.2 Proses analisis cluster Single Linkage a. Proses analisis cluster Single Linkage

Analisis cluster dengan metode Single Linkage merupakan proses penggabungan dua objek atau lebih yang mempunyai jarak minmum atau jarak terdekat. Pada metode ini, jarak antara satu cluster dan cluster lain diukur berdasarkan jarak terdekat anggota-anggota mereka (Simamora, 2005:217). Pada Tabel 4.5 dipilih jarak yang memliki nilai jarak terkecil, terpilih kelompok 15 dan 17 yang memiliki nilai 0,000, sehingga kelompok-kelompok ini digabungkan. Setiap proses penggabungan selanjutnya dapat dilihat pada tabel 4.6:

Tabel 4.6 Agglomeration Schedule dalam Menganalisis Tingkat Pencemaran Udara Gas Buang Cerobong Asap pada Industri

Stage

5 680,074 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 680,074 0,000

6 680,074 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 680,074 0,000

7 680,074 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 680,074 0,000

8 0,000 680,074 680,074 680,074 680,074 680,074 680,074 0,000 3,528

9 680,074 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 680,074 0,000

10 680,074 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 680,074 0,000

11 680,074 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 680,074 0,000

12 680,074 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 680,074 0,000

13 680,074 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 680,074 0,000

14 1422,146 1009,950 1009,950 1009,950 1009,950 1009,950 1009,950 1422,146 6,517 15 680,074 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 680,074 0,000 16 632,080 137,931 137,931 137,931 137,931 137,931 137,931 632,080 137,931 17 680,074 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 680,074 0,000

1 15 17 0,000 0 0 2

2 13 15 0,000 0 1 3

3 12 13 0,000 0 2 4

4 11 12 0,000 0 3 5

5 10 11 0,000 0 4 6

6 9 10 0,000 0 5 7

7 7 9 0,000 0 6 9

8 1 8 0,000 0 0 15

9 6 7 0,000 0 7 10

10 5 6 0,000 0 9 11

11 4 5 0,000 0 10 12

12 3 4 0,000 0 11 13

13 2 3 0,000 0 12 14

14 2 16 137,931 13 0 15

15 1 2 632,080 8 14 16

16 1 14 1009,950 15 0 0

Dan penjelasan setiap tahapannya adalah sebagai berikut:

1) Berdasarkan pada Tabel 4.2, 4.5 dan Tabel 4.6 diatas pada kolom stage 1, terbentuk satu cluster yang beranggotakan PT. Asahan Crumb Rubber (nomor urut 15) dan PT. Lambang Utama (nomor urut 17) dengan nilai koefisien 0,000. Karena proses agglomerasi dimulai dari 2 objek yang terdekat, maka nilai koefisen tersebut menunjukkan jarak yang terdekat dari 17 kombinasi objek yang ada. Selanjutnya pada kolom berikutnya (next stage), terlihat angka 2. Hal ini berarti objek selanjutnya yang akan tergabung dengan objek (nomor urut 15) dan (nomor urut 17) pada stage 2.

2) Pada stage 2 terbentuk cluster antara PT.Berlian Eka Sakti Tangguh (nomor urut 13) dan PT. Asahan Crumb Rubber (nomor urut 15) dengan nilai koefisien

0,000. Dengan demikian, telah terbentuk cluster yang terdri dari 3 objek yaitu

3) Pada stage 3 terbentuk cluster antara PT. Bintang Tenera (nomor urut 12) dan PT. Berlian Eka Sakti Tangguh (nomor urut 13) dengan nilai koefisien 0,000 yang menunjukkan besar jarak terdekat antara PT. Bintang Tenera dengan ketiga objek cluster sebelumnya yaitu (PT. Asahan Crumb Rubber, PT. urut 11) dan PT. Bintang Tenera (nomor urut 12) dengan nilai koefisien 0,000 yang menunjukkan besar jarak terdekat antara PT. Ikaindo Industri Karbonik dengan keempat objek cluster sebelumnya yaitu (PT. Asahan Crumb Rubber, PT. Lambang Utama, PT. Asahan Crumb Rubber dan PT. Berlian Eka Sakti Tangguh). Hal ini berarti objek selanjutnya yang akan tergabung dengan objek (nomor urut 11) dan (nomor urut 12) pada stage 5.

( ) * +

( ) { } *( ) ( )+

0,000

5) Pada stage 5 terbentuk cluster antara PT. Growth Asia (nomor urut 10) dan PT.

Ikaindo Indusri Karbonik (nomor urut 11) dengan nilai koefisien 0,000 yang

menunjukkan besar jarak terdekat antara PT.Ikaindo Industri Karbonik dengan kelima objek sebelumnya yaitu (PT.Asahan Crumb Rubber, PT.Lambang Utama, PT. Berlian Eka Sakti Tangguh, PT.Asahan Crumb Rubber dan PT.Bintang Tenera). Hal ini bererti objek selanjutnya akan tergabung dengan objek (nomor urut 10) dan (nomor urut 11) pada stage 6.

( ) * + objek sebelumnya yaitu (PT. Asahan Crumb Rubber, PT. Lambang Utama, PT.

Berlian Eka Sakti Tangguh,PT. Asahan Crumb Rubber, PT.Bintang Tenera dan PT. Ikaindo Industri Karbonik). Hal ini bererti objek selanjutnya akan tergabung dengan objek (nomor urut 9) dan (nomor urut 10) pada stage 7.

( ) * +

( ) { } *( ) ( )+

0,000

7) Pada stage 7 terbentuk cluster antara PT. Jakaranatama (nomor urut 7) dan PT.

Agro Jaya Perdana (nomor urut 9) dengan nilai koefisien 0,000 yang menunjukkan besar jarak terdekat antara PT. Agro Jaya Perdana dengan ketujuh objek cluster sebelumnya yaitu (PT. Asahan Crumb Rubber, PT.

Lambang Utama, PT. Berlian Eka Sakti Tangguh, PT. Asahan Crumb Rubber, PT.Bintang Tenera, PT. Ikaindo Indusri Karbonik dan PT.Growth Asia). Hal ini berarti objek selanjutnya akan tergabung dengan objek (nomor urut 9) dan (nomor urut 10) pada stage 9.

( ) * +

( ) { }

*( ) ( )+

0,000

8) Pada stage 9 terbentuk cluster antara PT. Permata Hijau (nomor urut 6) dan PT. Jakaranatama (nomor urut 7) dengan nilai koefisien 0,000 yang menunjukkan besar jarak terdekat antara PT.Jakaranatama dengan kedelapan objek sebelumnya yaitu (PT. Asahan Crumb Rubber, PT.Lambang Utama, PT.Berlian Eka Sakti Tangguh,PT. Asahan Crumb Rubber, PT.Bintang Tenera, PT.Ikaindo Indusri Karbonik, PT.Growth Asia dan PT. Agro Jaya Perdana).

Hal ini berarti objek selanjutnya akan tergabung dengan objek (nomor urut 6) dan (nomor urut 7) pada stage 10.

( ) * +

( ) { }

*( ) ( )+

0,000

9) Pada stage 10 terbentuk cluster antara PT. Smart Coorporation (nomor urut 5) dan PT.Permata Hijau (nomor urut 6) dengan nilai koefisien 0,000 yang menunjukkan besar jarak terdekat antara PT.Permata Hijau dengan kesembilan objek sebelumnya yaitu (PT. Asahan Crumb Rubber, PT.Lambang Utama, PT.Berlian Eka Sakti Tangguh,PT. Asahan Crumb Rubber, PT.Bintang Tenera, PT.Ikaindo Indusri Karbonik, PT.Growth Asia, PT. Agro Jaya Perdana dan PT.

Jakaranatama). Hal ini bererti objek selanjutnya akan tergabung dengan objek (nomor urut 5) dan (nomor urut 6) pada stage11.

( ) * + Coorporation dengan kesepuluh objek cluster sebelumnya yaitu (PT. Asahan Crumb Rubber, PT.Lambang Utama, PT.Berlian Eka Sakti Tangguh, PT.

Asahan Crumb Rubber, PT.Bintang Tenera, PT.Ikaindo Industri Karbonik, PT.Growth Asia, PT. Agro Jaya Perdana, PT. Jakaranatama dan PT.Permata

Hijau). Hal ini berarti objek selanjutnya akan tergabung dengan objek (nomor 0,000 yang menunjukkan besar jarak terdekat antara PT.Coca Cola Bottling Indonesia dengan kesebelas objek cluster sebelumnya yaitu (PT. Asahan Crumb Rubber, PT.Lambang Utama, PT.Berlian Eka Sakti Tangguh, PT.

Asahan Crumb Rubber, PT.Bintang Tenera, PT. Ikaindo Indusri Karbonik, PT.Growth Asia, PT. Agro Jaya Perdana, PT. Jakaranatama, PT.Permata Hijau dan PT. Smart Coorporation). Hal ini bererti objek selanjutnya akan tergabung dengan objek (nomor urut 3) dan (nomor urut 4) pada stage 13.

( ) * +

( ) { }

*( ) ( )+

0,000

12) Pada stage 13 terbentuk cluster antara PT. Musim Mas (nomor urut 2) dan PT.

Industri Karet Deli (nomor urut 3) dengan nilai koefisien 0,000 yang menunjukkan besar jarak terdekat antara PT. Industri Karet Deli dengan kedua belas objek cluster sebelumnya yaitu (PT. Asahan Crumb Rubber, PT.Lambang Utama, PT.Berlian Eka Sakti Tangguh,PT. Asahan Crumb Rubber, PT.Bintang Tenera, PT.Ikaindo Indusri Karbonik, PT.Growth Asia, PT. Agro Jaya Perdana, PT. Jakaranatama, PT.Permata Hijau, PT. Smart Coorporation dan PT.Coca Cola Bottling Indonesia). Hal ini bererti objek selanjutnya akan tergabung dengan objek (nomor urut 2) dan (nomor urut 3) pada stage 14.

( ) * +

( ) { } *( ) ( )+

0,000

13) Pada stage 14 terbentuk cluster antara PT. Musim Mas (nomor urut 2) dan PT.

Belawan Deli Chemical Industry (nomor urut 14) dengan nilai koefisien 137,931 yang menunjukkan besar jarak terdekat antara PT. Belawan Deli Chemical Industry dengan ketiga belas objek cluster sebelumnya yaitu (PT.

Asahan Crumb Rubber, PT.Lambang Utama, PT.Berlian Eka Sakti Tangguh,PT. Asahan Crumb Rubber, PT.Bintang Tenera, PT.Ikaindo Indusri Karbonik, PT.Growth Asia, PT. Agro Jaya Perdana, PT. Jakaranatama, PT.Permata Hijau, PT. Smart Coorporation, PT.Coca Cola Bottling ndonesia dan PT. Industri Karet Deli). Hal ini berarti objek selanjutnya akan tergabung dengan objek (nomor urut 2) dan (nomor urut 14) pada stage 15.

( ) * +

( ) { }

*( ) ( )+

0,000

14) Pada stage 14 terbentuk cluster antara PT. Musim Mas (nomor urut 2) dan PT.

Belawan Deli Chemical Industry (nomor urut 14) dengan nilai koefisien 137,931 yang menunjukkan besar jarak terdekat antara PT. Belawan Chemical Industry dengan keempat belas objek cluster sebelumnya yaitu (PT. Asahan Crumb Rubber, PT.Lambang Utama, PT.Berlian Eka Sakti Tangguh,PT.

Asahan Crumb Rubber, PT.Bintang Tenera, PT.Ikaindo Indusri Karbonik, PT.Growth Asia, PT. Agro Jaya Perdana, PT. Jakaranatama, PT.Permata Hijau, PT.Smart Coorporation, PT.Coca Cola Bottling Indonesia dan PT. Industri Karet Deli). Hal ini bererti objek selanjutnya akan tergabung dengan objek (nomor urut 2) dan (nomor urut 14) pada stage 15.

( ) * +

( ) { }

*( ) ( )+

0,000

15) Pada stage 15 terbentuk cluster antara PT. Growth Sumatera Industry (nomor urut 1) dan PT. Musim Mas (nomor urut 2) dengan nilai koefisien 632,080 yang menunjukkan besar jarak terdekat antara PT. Musim Mas dengan kelima belas objek cluster sebelumnya yaitu (PT. Asahan Crumb Rubber,

PT.Lambang Utama, PT.Berlian Eka Sakti Tangguh,PT. Asahan Crumb Rubber, PT.Bintang Tenera, PT.Ikaindo Indusri Karbonik, PT.Growth Asia, PT. Agro Jaya Perdana, PT. Jakaranatama, PT.Permata Hijau, PT. Smart Coorporation, PT.Coca Cola Bottling Indonesia, PT. Industri Karet Deli, PT.

Belawan Deli Chemical Industry, dan PT. Belawan Deli Chemical Industry).

Hal ini bererti objek selanjutnya akan tergabung dengan objek (nomor urut 1) dan (nomor urut 2) pada stage16.

( ) * +

( ) { }

*( ) ( )+

16) Pada stage 16 terbentuk cluster antara PT. Growth Sumatera Industry (nomor urut 1) dan PT. Belawan Deli Chemical Industry (nomor urut 14) dengan nilai koefisien 1009,950 yang menunjukkan besar jarak terdekat antara PT.

Belawan Deli Chemical Industry dengan keenam belas objek cluster sebelumnya yaitu (PT. Asahan Crumb Rubber, PT.Lambang Utama, PT.Berlian Eka Sakti Tangguh, PT. Asahan Crumb Rubber, PT.Bintang Tenera, PT.Ikaindo Indusri Karbonik, PT.Growth Asia, PT. Agro Jaya Perdana, PT. Jakaranatama, PT.Permata Hijau, PT. Smart Coorporation, PT.Coca Cola Bottling Indonesia, PT. Industri Karet Deli, PT. Belawan Deli Chemical Industry, PT. Belawan Deli Chemical Industry dan PT. Musim Mas).

Kemudian pada kolom (next stage) terlihat angka 0, yang berarti proses clustering berhenti. Kemudian proses selanjutnya dilakukan pada tahap yang belum diproses sampai proses cluster berhenti.

( ) * +

( ) { }

*( ) ( )+

1009,950

b. Menentukan jumlah anggota cluster dan anggotanya pada metode Single Linkage

Dalam menentukan anggota cluster, penulis memilh untuk mengelompokkan objek-objek dalam 4 cluster. Kemudian dari data awal pada Tabel 4.3 dengan menggunakan SPSS diperoleh Output Cluster Membership dengan 5 cluster.

Dapat dilihat pada Tabel 4.7 di bawah ini:

Tabel 4.7 : Tabel Cluster Membership

c. Interpretasi cluster pada metode Single Linkage setelah cluster terbentuk maka tahap selanjutnya adalah memberi ciri spesifik untuk menggambarkan isi cluster pada tabel 4.8:

Tabel 4.8 Anggota dari Cluster yang Terbentuk dengan Metode Single Linkage

No Cluster Perusahaan

1

I

PT. Growth Sumatera Industry

2 PT. Dow Agros

3

II

PT. Musim Mas

4 PT. Industri Karet Deli

5 PT. Coca Cola Bottling Indonesia

6 PT. Smart Coorporation

7 PT. Permata Hijau

8 PT. Jakaranatama

9 PT. Industri Karet Deli

10 PT. Agro Jaya Perdana

11 PT. Growth Asia

12 PT. Ikando Industri Karbonik

13 PT. Bintang Tenera

14 PT. Berlian Eka Sakti Tangguh

15 PT. Lambang Utama

16 III PT. Belawan Deli Chemical Industry

17 IV PT. Amir Hasan Company

Keterangan:

Dari tabel diatas dapat diklasifikasikan bahwa Cluster I adalah kelompok dengan kemiripan paling mirip pertama ddikuti Cluster II,III dan IV.

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang dilakukan untuk 17 perusahaan dikota Medan menggunakan metode Single Linkage, berdasarkan jenis pencemaran udara gas buang cerobong asap TSP, CO, NH3, NO2, dan SO2 diperoleh 4 cluster dan dilihat berdasarkan variabel yang paling berbahaya yaitu CO, NO2, dan SO2 adalah Kelompok I merupakan kelompok yang memiliki nilai pencemaran udara gas buang cerobong asap dengan kategori berbahaya.Pada Kelompok III merupakan kategori baik karena hanya 0% dari total 30% pencemaran udara emisi tidak bergerak.

5.2 Saran

Penelitian ini hanya menganalisis tingkat pencemaran udara gas buang cerobong asap pada industri di Kota Medan. Mengenai hal ini perlu dilakukan kajian mengenai pencemaran udara gas buang cerobong asap pada industri berdasarkan 5 variabel yang telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya, untuk cakupan yang lebih besar. Metode ini sangat cocok untuk dipakai pada kasus shape independent (mempengaruhi) cluster-ing, karena kemampuannya membentuk pola tertentu dari cluster. Jika berkenan variabel dari penelitian juga di perbanyak, atau menggunakan metode non-hirarki

DAFTAR PUSTAKA

Basrowi dan Siti Juariyah,”Analisis Kondisi Sosial Ekonomi dan Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Srigading Kecamatan Labuhan Maggarai Kabupaten Lampung Timur”, jurnal ekonomi & pendidikan, vol. 7 No. 1 (2010).

Gudono. 2011. Analisis Data Multivariat Edisi Pertama.Yogyakarta: BFE.

Imam Ghozali, 2001. Analisis Multivaria dengan Program SPSS.Semarang: Badan Penerbit Universitas Dipenogoro.

Imam Ghozali, 2006. Aplikasi Analisis Multivariat dengan SPSS, Cetakan Keempat, Badan Penerbit Universitas Dipenogoro, Semarang.

Johnson, R, A and D. W. Wichern. 2007. Applied Multivariate Statistical Analysis, Prentice-Hall, Inc. New Jersey.

Lubis I A, Nugroho S, dan Swita, Baki. 2016. Kajian Metode Pengklasteran Hierarki Dengan Berbagai Pengukuran Jarak. e-journal Statistika.45.

Lungan Richard, 2006. Aplikasi Statistika dan Hitung Peluang.Yokyakarta:

GrahaIlmu.

Mulia, R M. 2005. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Cetakan Pertama. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Nugroho, Agung. 2005. Strategi Jitu Memilih Metode Statistika Penelitian dengan SPSS. Yogyakarta: Andi.

Saifuddin, 2003. Reliabilitas dan Validitas.Pustaka Belajar

Santoso Singgih, 2003. Statistika Multivariat. PT Gramedia, Jakarta.

Santoso Singgih. 20017. Statistika Multivariat dengan SPSS. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.

Sbm Binus. Analisis Cluster. 2015 [Online] Available https://sbm.binus.ac.id/2015/11/21/analisis-cluster.

Shiga, M., dan Mamitsuka,H. (2012). A variational bayesian framework for clustering with multiple graphs.Knowledge and Data Engineering, IEE Transactions on, 24(4),577-590.

Simamora, B. 2005. Analisis Multivariat Pemasaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.

Sitepu H, Irmeilyana, dan Gultom B. 2011. Analisis Cluster Terhadap Tingkat Pencemaran Udara pada Sektor Industri di Sumatera Selatan. Palembang.

Jurnal Penelitian Sains. 14(3A) 14303.

Supranto, J. 2004. Analisis Multivariate Arti dan Interprestasi. PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Soedomo, M. 2001. Kumpulan Karya Ilmiah Tentang Pencemaran Udara. ITB, Bandung.

Tim Penelitian dan Pengembangan Wahana Komputer, 2005. Pengembangan Analisis Multivariat dengan SPSS 12, Edisi Pertama, Salemba Infotek, Jakarta, Hal.120.

Usman, Hardius., dan Nurdin Sobari.(Edisi ke-1). 2013. Aplikasi Teknik Multivariate Untuk Riset Pemasaran.Jakarta: Rajawali Pers.

Vania Amelindha, Sumiati, Rohamn Fatchur. 2018. Preferensi Pelanggan online shop Instagram Berdasarkan E-service Qualty dengan Menggunakan Analisis Cluster dan Analisis Conjoint. Jakarta. Jurnal Ilmiah Manajemen. 8(12018).

Wardhana, Wisnu Arya. 2004. Dampak Pencemaran Lingkungan. Penerbit ANDI OFFSET. Yogyakarta.

Dokumen terkait