METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian
3.3 Menentukan Variabel
Dalam penelitian ini, peneliti membuat dua variabel penelitian yang dibedakan menjadi variabel bebas (X) dan Variabel tak bebas/terikat (Y) yaitu:
Variabel bebasnya (X): Dakwah bil Uswah yang dilakukan orangtua Variabel terikat (Y): Perilaku Berakhlakul Karimah Anak
Peneliti dalam membuat indicator variabel menggunakan konsep akhlakul karimah merujuk kepada dua buku yaitu “Bimbingan Akhlak Bagi Putra-Putri Anda” terjemahan dari kitab Akhlakul Banin karya ustadz Umar bin Achmad Baradja dan “101 kebiasaan si Anak Shalih” karya Nini Fatih Yustisia. Berikut indikatornya:
Tabel 3.3.1
- Memberikan contoh kepada anak merapihkan selimut dan tempat tidurnya
- Memberikan contoh membaca do‟a sehabis bangun tidur - Memberikan contoh bergegas
berwudlu dan disunnahkan untuk bersiwak/menggosok gigi juga - Memberikan contoh mengerjakan
shalat subuh
- Memberikan contoh Mandi Pagi - Memberikan contoh makan dan
minum menggunakan tangan kanannya, kecuali tangan kanannya terluka atau tidak berfungsi
- Memberikan contoh membaca basmallah dan berdo‟a sebelum makan
- Memberikan contoh Makan dan minumlah sembari duduk, tidak berdiri atau berjalan
- Memberikan contoh Tidak berlebih-lebihan dan boros dalam makan dan minum
- Memberikan contoh Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
- Memberikan contoh Memuji makanan dan tidak mencelanya - Memberikan contoh Memakan
1 - 55
makanan yang halal lagi baik untuk tubuh
- Memberikan contoh Mengucap hamdalah setelah makan dan membaca doa sesudah makan - Memberikan contoh
Mengucapkan salam ketika bertemu saudara sesama muslim - Memberikan contoh menjawab
salam atas salam yang sudah diucapkan oleh orang lain - Memberikan contoh Tidak
memanggil seseorang dengan panggilan yang buruk
- Memberikan contoh mau
berteman dengan siapa saja, tanpa membeda-bedakan suku, kaya, miskin, pintar, bodoh, cantik atau gantengnya
- Memberikan contoh Menjenguk Teman yang Sakit
- Memberikan contoh Katakan
“pinjam” jika Ingin meminjam sesuatu
- Memberikan contoh
Menghormati yang lebih Tua dan Menyayangi yang lebih muda.
- Memberikan contoh Rajin Menggosok Gigi
- Memberikan contoh Memotong kuku tangan dan kaki secara teratur
- Memberikan contoh Membuang sampah pada tempatnya
- Memberikan contoh Tidak meludah atau membuang ingus sembarangan
- Memberikan contoh Tidak pipis sembarangan
- Memberikan contoh menyiram dan mencebok air seni yang telah dikeluarkan
- Memberikan contoh Membaca Basmalah setiap akan melakukan sesuatu
- Memberikan contoh
Mengucapkan Hamdalah saat senang atau setiap selesai melakukan sesuatu
- Memberikan contoh Membaca
“Istirja‟” (Innalillahi Wa Innailaihi rooji‟un) setiap mengalami atau suatu musibah - Memberikan contoh Membaca
istighfar ketika Khilaf - Memberikan contoh
Mengucapkan bacaan Tasbih (subhanallah) saat melihat suatu keindahan
- Memberikan contoh Ucapkan terimakasih saat diberi sesuatu atau ditolong seseorang - Memberikan contoh Meminta
maaf jika berbuat salah - Memberikan contoh Ucapkan
tolong saat ingin meminta bantuan
- Memberikan contoh Jujur, tidak berbohong
- Memberikan contoh Permisi, ketika ingin izin sesuatu (lewat atau melakukan sesuatu) - Memberikan contoh Tidak
tertawa terbahak-bahak dan
berteriak
- Memberikan contoh berkata yang baik dan tidak menyinggung perasaan orang lain
- Memberikan contoh
Mendengarkan dan menjawabnya ketika adzan berkumandang - Memberikan contoh Berwudlulah
dengan tertib, tidak terburu dalam membasuh bagian wudlu
- Memberikan contoh Tidak bercanda ketika shalat dan mengganggu orang yang sedang shalat
- Memberikan contoh Berdo‟a sehabis shalat
- Memberikan contoh rajin membaca Al-Quran, minimal sehabis magrib
- Memberikan contoh Selalu Siap Sedia Jika Orangtua Memanggil - Memberikan contoh Selalu
mendoakan kedua Orangtua - Memberikan contoh Taati seluruh
perintah dan nasihat orangtua selama tidak melanggar aturan Syariat
- Memberikan contoh Tidak membentak atau berbuat kasar terhadap kedua orangtua - Memberikan contoh Mencium
punggung tangan orangtua saat bersalaman
- Memberikan contoh Tidak tidur terlalu malam setelah sholat isya kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang
(muroja‟ah) ilmu atau adanya tamu atau menemani keluarga - Memberikan contoh Tidak
langsung Tidur sehabis makan - Memberikan contoh Hendaknya
tidur dalam keadaan sudah berwudhu
- Memberikan contoh mengibaskan tempat tidur ketika hendak tidur, barangkali ada kotoran atau serangga penggangu yang merayap di situ yang bisa
membahayakan keselamatan diri - Memberikan contoh Tidur ke
arah kanan dan menghadap kiblat, tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik ketika tidur malam atau pun tidur siang - Memberikan contoh Berdo‟a
sebelum tidur
- Memberikan contoh Tidak tidur di waktu yang dimakruhkan (setelah shalat subuh dan sebelum shalat isya)
- Anak merapihkan selimut dan tempat tidurnya
- membaca do‟a sehabis bangun tidur - bergegas berwudlu dan disunnahkan
1, 2, 3, 4, 5
Karimah Anak
untuk bersiwak/menggosok gigi juga
- mengerjakan shalat subuh - Mandi Pagi
Adab Ketika Makan
- makan dan minum menggunakan tangan kanannya, kecuali tangan kanannya terluka atau tidak berfungsi
- membaca basmallah dan berdo‟a sebelum makan
- Makan dan minumlah sembari duduk, tidak berdiri atau berjalan - Tidak berlebih-lebihan dan boros
dalam makan dan minum - Mencuci tangan sebelum dan
sesudah makan
- Memuji makanan dan tidak mencelanya
- Memakan makanan yang halal lagi baik untuk tubuh
- Mengucap hamdalah setelah makan dan membaca doa sesudah makan
6, 7, 8, 9,
- Mengucapkan salam ketika bertemu saudara sesama muslim
- menjawab salam atas salam yang sudah diucapkan oleh orang lain - Tidak memanggil seseorang dengan
panggilan yang buruk
- mau berteman dengan siapa saja, tanpa membeda-bedakan suku, kaya, miskin, pintar, bodoh, cantik atau gantengnya*
- Menjenguk Teman yang Sakit - Katakan “pinjam” jika Ingin
meminjam sesuatu
- Menghormati yang lebih Tua dan Menyayangi yang lebih muda.
14, 15, 16, 17, 18, 19,
20
Adab Dalam Kebersihan
- Rajin Menggosok Gigi
- Memotong kuku tangan dan kaki secara teratur
- Membuang sampah pada tempatnya - Tidak meludah atau membuang
ingus sembarangan - Tidak pipis sembarangan
- menyiram dan mencebok air seni yang telah dikeluarkan
- Membaca Basmalah setiap akan melakukan sesuatu
- Mengucapkan Hamdalah saat senang atau setiap selesai melakukan sesuatu
- Membaca “Istirja‟” (Innalillahi Wa Innailaihi rooji‟un) setiap
mengalami atau suatu musibah - Membaca istighfar ketika Khilaf - Mengucapkan bacaan Tasbih
(subhanallah) saat melihat suatu keindahan
- Ucapkan terimakasih saat diberi sesuatu atau ditolong seseorang - Meminta maaf jika berbuat salah - Ucapkan tolong saat ingin meminta
bantuan
- Jujur, tidak berbohong
- Permisi, ketika ingin izin sesuatu (lewat atau melakukan sesuatu) - Tidak tertawa terbahak-bahak dan
berteriak
Adab Dalam Beribadah
- Mendengarkan dan menjawabnya ketika adzan berkumandang - Berwudlulah dengan tertib, tidak
terburu dalam membasuh bagian wudlu
- Tidak bercanda ketika shalat dan mengganggu orang yang sedang shalat
- Berdo‟a sehabis shalat
- rajin membaca Al-Quran, minimal sehabis magrib
- Selalu Siap Sedia Jika Orangtua Memanggil
- Selalu mendoakan kedua Orangtua - Taati seluruh perintah dan nasihat
orangtua selama tidak melanggar aturan Syariat
- Tidak membentak atau berbuat kasar terhadap kedua orangtua
- Mencium punggung tangan orangtua saat bersalaman
44, 45, 46, 47, 48
Adab Tidur
- Tidak tidur terlalu malam setelah sholat isya kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang (muroja‟ah) ilmu atau adanya tamu atau menemani keluarga
- Tidak langsung Tidur sehabis makan - Hendaknya tidur dalam keadaan
sudah berwudhu
- mengibaskan tempat tidur ketika hendak tidur, barangkali ada kotoran atau serangga penggangu yang merayap di situ yang bisa
membahayakan keselamatan diri - Tidur ke arah kanan dan menghadap
kiblat, tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai
49, 50, 51, 52, 53, 54,
55
tumpuannya baik ketika tidur malam atau pun tidur siang
- Berdo‟a sebelum tidur - Tidak tidur di waktu yang
dimakruhkan (setelah shalat subuh dan sebelum shalat isya)
3.4 Hipotesis
Hipotesis merupakan anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalah yang sedang diteliti. Dalam hipotesis ini, peneliti menganggap benar hipotesisnya yang kemudian akan dibuktikan secara empiris melalui pengujian hipotesis yang menggunakan data yang diperoleh sebelum melakukan penelitian.
Penulis memiliki hipotesis berdasarkan rumusan masalah dan kerangka pemikiran yang telah dipaparkan, dengan uji statistik taraf kesalahan sebesar 5% adalah:
Hipotesis Kerja (Ha): jika ρ (nilai korelasi dalam formulasi yang dihipotesiskan) ≠ 0 berarti adanya pengaruh yang signifikan antara dakwah bil uswah yang dilakukan orangtua terhadap perilaku berakhlakul karimah anak-anak usia usia sekolah di Griya Cempaka Arum Kec. Talun Kab. Cirebon
Hipotesis Nol (Ho): jika ρ (nilai korelasi dalam formulasi yang dihipotesiskan) = 0 berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara dakwah bil uswah yang dilakukan orangtua terhadap perilaku berakhlakul karimah anak-anak usia usia sekolah di Griya Cempaka Arum Kec. Talun Kab. Cirebon.
Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka pemikiran yang telah disebutkan, maka peneliti mengajukan hipotesis penelitian sebagai berikut:
“Terdapat pengaruh yang signifikan antara dakwah bil uswah yang dilakukan orangtua terhadap perilaku berakhlakul karimah anak-anak usia usia sekolah dasar
di Griya Cempaka Arum Kec. Talun Kab. Cirebon”
3.5 Populasi dan Sampel