• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.9 Menerima Pelunasan dari Piutang yang telah dihapus

Penghapusan piutang tidak perlu diberitahukan kepada para debitor. Oleh karena tidak diberi tahu, maka debitur mungkin sewaktu-sewaktu datang ke perusahaan dan membayar atau menyatakan sanggup untuk membayar utangnya. Maka Perusahaan akan menjurnalnya sebagai berikut:

Piutang Usaha XXX

Cadangan Piutang Tak Tertagih XXX

(mencatat timbulnya kembali piutang yang telah dihapus)

Kas XXX

Piutang Usaha XXX (mencatat penerimaan kas dari piutang)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN DAN GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3.1 Metodologi Penelitian 3.1.1 Obyek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah piutang untuk pelanggan rumah tangga oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk area Batam.

3.1.2 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah:

a. Dokumentasi

Penulis menggunakan metode pengumpulan data dengan cara mengumpulkan dokumen informasi berupa analisa umur piutang untuk pelanggan Rumah Tangga PT Perusahaan Gas Negara dan dokumen lainnya yang mendukung penelitian ini.

b. Wawancara

Dengan menggunakan metode ini maka penulis dapat melakukan wawancara dengan bagian-bagian terkait yang dapat memberikan informasi yang menunjang dalam pelaksanaan penelitian, seperti berapa jumlah pelanggan yang menunggak, berapa lama pelanggan melakukan penunggakan pembayaran.

3.1.3 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari 2012 sampai Maret 2012. Lokasi penelitian ini berada di PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk area Batam yang beralamat di Jln. Engku Putri Batam Center.

3.1.4 Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif, yaitu menganalisis suatu permasalahan secara deskriptif atau memberikan uaraian-uraian dengan mendasarkan pada teori yang relevan dan kondisi internal perusahaan.

Penulis disini menganalisa faktor-faktor penyebab penunggakan pembayaran gas.

Adapun data-data yang dibahas atau dianalisa adalah:

a. Data pelanggan rumah tangga

b. Data pembayaran pelanggan rumah tangga

c. Data penunggakan pembayaran pelanggan rumah tangga

3.2 Gambaran Umum Perusahaan

Sejarah Perusahaan

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk – Area Batam merupakan salah satu dari beberapa area yang dimiliki oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, dimana PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk – aera Batam berada di bawah naungan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk - Strategic Bussiness Unit Wilayah III

Sumatera Bagian Utara.

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk - Distrik Batam didirikan pada tanggal 14 Nopember 2004 yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri bertempat di Panaran. Dimana di Panaran merupakan stasiun penerima gas bumi yang akan disalurkan ke seluruh wilayah Batam untuk pelanggan industri, komersial dan rumah tangga. PT Perusahaan Gas Negara

(Persero) Tbk - Area Batam bergerak di bidang usaha distribusi gas bumi berlokasi di Jl. Engku Putri No.8 Batam Centre.

Visi Perusahaan

Menjadi Perusahaan Kelas Dunia di bidang penyediaan Gas Bumi

Misi Perusahaan

Menyediakan Gas Bumi untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan pelanggan dan menciptakan nilai tambah bagi para stakeholders melalui:

- Penguatan bisnis inti di bidang transportasi, niaga gas bumi dan pengembangannya - Pengembangan usaha pengolahan gas

- Pengembangan usaha jasa operasi, pemeliharaan dan keteknikan yang berkaitan dengan industri gas

- Profitisasi sumber daya dan aset perusahaan dengan mengembangkan usaha lainnya.

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Perusahaan

Job Description:

 Kepala Dinas Penjualan dan Layanan Area Batam

Mengelola pelaksanaan kegiatan dan layanan pelanggan di area Batam

 Sekretaris

Melaksanakan administrasi kesekretariatan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan.

 Kepala Seksi Layanan Teknis

Mengkoordinir pemberian rekomendasi/ saran teknis perihal instalasi dan spesifikasi instalasi terbaik yang dapat digunakan oleh pelanggan atau calon pelanggan dalam rangka pemenuhan kebutuhan gas.

 Pemelihara MRS Pelanggan

Melaksanakan pemeliharaan MR/S serta memberikan saran teknis terkait dengan MR/S pelanggan.

 Pelaksana Instalasi dan Peralatan Pelanggan

Memberikan saran teknis dan melakukan pengawasan terkait pemasangan instalasi dan peralatan pelanggan.

 Pencatat Meter Pelanggan Industri, Komersil dan Rumah Tangga Melaksanakan proses pencatatan penggunaan gas pelanggan.

 Administrasi Layanan Teknis

Melaksanakan administrasi layanan teknis untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan.

 Kepala Seksi Administrasi Penjualan

Melaksanakan proses perhitungan tagihan pemakaian gas pelanggan dan administrasi penjualan

 Koordinator Billing

Melaksanakan administrasi pendukung pelaksanaan proses perhitungan pemakaian gas pelanggan dan administrasi penjualan.

 Administrasi Penjualan

Melaksanakan administrasi pendukung pelaksanaan proses perhitungan tagihan pemakaian gas pelanggan dan administrasi penjualan.

 Senior Account Executive

Berperan sebagai point of contac dengan pelanggan atau calon pelanggan dalam hal penawaran produk, pembuatan kontrak, penanganan keluhan sampai dengan pembayaran tagihan gas.

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Pengakuan Piutang

PT PGN (Persero) Area Batam memberikan jasa tenaga gas kepada pelanggannya atas dasar pemakaian gas setiap bulan, dan atas jasa tersebut menjadikan pengakuan piutang perusahaan. Pengakuan piutang terhitung pencatatan meter gas atau sejak pertama kali listrik digunakan pada saat awal bulan pemakaian hingga akhir bulan pemakaian yang merupakan tagihan perusahaan setiap bulannya (tidak termasuk biaya pemeliharaan meter, biaya administrasi keterlambatan serta biaya penagihan).

Misalnya awal bulan N (awal bulan pemakaian) perusahaan memberikan jasa aliran gas hingga akhir bulan N (akhir bulan pemakaian) maka pada awal bulan kedua perusahaan melakukan penagihan atas jasa yang telah diberikan. Pencatatan pemakaian gas dilakukan oleh Petugas Pembaca Meter ditempat pelanggan dengan cara manual dan komputerisasi / Portable Data Entry (PDE), hasil pembacaan meter diperlukan dan dikoreksi untuk memastikan bahwa datanya telah sesuai atau benar, hasil pembacaan meter yang telah diverifikasi dan diproses menjadi data pemakaian m3.

4.2 Proses Awal Terjadinya Piutang

Pada umumnya praktik aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan elemen piutang adalah penjualan kredit. PT Perusahaan Gas Negara merupakan perusahaan yang melakukan pembiayaan sebagai sumber pendapatan. Penjualan yang terjadi di PT Perusahaan Gas Negara adalah penjualan secara kredit.

Piutang timbul karena perusahaan melakukan penjualan secara kredit kepada pelanggan. Dalam melakukan kegiatan ini perusahaan juga bekerja sama dengan beberapa pihak ketiga atau biasa disebut payment point. Proses awal terjadinya piutang pada PT. Perusahaan Gas Negara area Batam dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 4.1 Proses Penerimaan Kas dari Piutang

Keterangan :

1. Kasir membuat faktur rangkap dua, faktur 1 sebagai arsip dan faktur 2 diserahkan ke bagian piutang. Faktur tersebut diperoleh dari sistem. Bagian Piutang melakukan pengecekan jatuh tempo piutang berdasarkan faktur yang sudah diterimanya.

2. Apabila jatuh tempo sudah dicek, maka bagian Piutang menghitung berapa jumlah tagihan pelanggan untuk pemakaian gas pada bulan tersebut

3. Selanjutnya bagian piutang mencatat jumlah tagihan dan waktu jatuh tempo tersebut pada Schedule Umur Piutang (SUP) dan membuat surat tagihan rangkap dua. Surat tagihan 1 sebagai arsip bagian piutang dan surat tagihan 2 diberikan pembayaran rangkap 2, lembar 1 diberikan kepelanggan dan rangkap 2 diberikan kebagian piutang.

6. Selanjutny bagian piutang membuat faktur lunas rangkap 2. Lembar 1 dikimkan ke Pelanggan. Lembar 2 disimpan sebagai arsip.

7. Bagian Piutang membuat Laporan Penerimaan Kas dari Piutang rangkap 2.

Lembar 1 dikirimkan ke Bagian Keuangan. Lembar 2 disimpan sebagai arsip.

4.3 Pencatatan Piutang

Proses pencatatan tagihan gas menggunakan sistem komputer yang digunakan untuk mencatat pemakaian gas, menghitung dan menghimpun tagihan gas para pelanggan sehingga dapat mempermudah proses penagihan dan pembayarannya.

Sistem pencatatan piutang tagihan gas terhadap jasa yang telah diberikan tersebut menggunakan metode akrual basis dimana proses pengakuan piutang terjadi dan terhitung sejak awal pemakaian tenaga gas( pencatatan meter gas) tetapi penagihannya tidaklangsung ditagih kepada pelanggan dan dikumpulkan terlebih dahulu selama satu bulan.

Contoh, pada pukul 00.00 WIB akhir bulan Januari pemakaian jasa gas Bapak A sebagai berikut:

Biaya Beban Rp xxx

Biaya Pemakaian Gas Rp xxx +

Total tagihan Rp xxx

Pada tanggal 1 Februari, proses billing yang dilakukan oleh sistem komputer memperlihatkan total tagihan rekening gas pada bulan Januari. Kemudian proses billing tersebut direkap kedalam Daftar Piutang Pelanggan. Daftar Piutang ini menunjukkan jumlah tagihan yang dihimpun dari pemakaian gass pelanggan serta menunjukkan jumlah piutang usaha yang sudah diakui sebagai pendapatan tetapi belum dibayarkan, pada tanggal 1 Februari Daftar Piutang ini dilaporkan untuk pengakuan pendapatan pada bulan Januari dan tahap selanjutnya siap dicetak

dokumen bukti pembayaran tagihan rekening gas per pelanggan dengan ketentuan pelanggan tersebut telah membayar tagihan rekening gasnya.

Adapun pencatan jurnal tanggal 1 Februari:

Piutang Usaha Rp xxx

Pendapatan Rp xxxx

4.4 Faktor-Faktor Penyebab Penunggakan Pembayaran Piutang

Penyebab penunggakan pembayaran pelanggan gas rumah tangga disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut data pelanggan gas rumah tangga yang melakukan penunggakan pembayaran pada bulan Januari, Februari dan Maret 2012:

Tabel 4.1 Data pelanggan gas yang menunggak bulan Januari 2012

No.

Reff

Nama

pelanggan Bln Jml Tagihan Tgl

Pembayaran Pembayaran Ket

20053 Bapak A 12-Jan Rp 54.480 07-Mar-12 Rp 54.480 RT. Aktif 20069 Bapak B 12-Jan Rp 34.050 07-Mar-12 Rp 34.050 RT. Aktif

20071 Bapak C 12-Jan Rp 34.050 07-Mar-12 Rp 34.050 RT. Aktif

20031 Bapak D 12-Jan Rp 34.050 07-Mar-12 Rp 34.050 RT. Aktif

20014 Bapak E 12-Jan Rp 28.350 08-Mar-12 Rp 28.350 RT. Aktif 20028 Bapak F 12-Jan Rp 34.050 07-Mar-12 Rp 34.050 RT. Aktif 20014 Bapak G 12-Jan Rp 28.350 08-Mar-12 Rp 28.350 RT. Aktif 20003 Bapak H 12-Jan Rp 105.555 07-Mar-12 Rp105.555 RT. Aktif

Total Rp352.935 Rp352.935

Tabel 4.2 Data pelanggan gas yang menunggak bulan Februari 2012

No.

Reff

Nama

pelanggan Bln Jml Tagihan Tgl

Pembayaran Pembayaran Ket

20054 Bapak A 12-Feb Rp 43.480 09-April-12 Rp 43.480 RT. Aktif 20090 Bapak B 12-Feb Rp 34.050 09-April-12 Rp 34.050 RT. Aktif

20087 Bapak C 12-Feb Rp 34.050 11-April-12 Rp 34.050 RT. Aktif

20031 Bapak D 12-Feb Rp 34.050 08-April-12 Rp 34.050 RT. Aktif

20014 Bapak E 12-Feb Rp 38.350 09-April-12 Rp 38.350 RT. Aktif 20009 Bapak F 12-Feb Rp 34.050 10-April-12 Rp 34.050 RT. Aktif 20015 Bapak G 12-Feb Rp 48.350 08-April-12 Rp 48.350 RT. Aktif

Total Rp266.380 Rp266.380

Tabel 4.3 Data pelanggan gas yang menunggak bulan Maret 2012

Dari data tersebut maka peneliti melakukan wawancara kepada pelanggan rumah tangga penyebab penunggakan pembayaran pelanggan gas rumah tangga dan hasil dari jawaban para pelanggan faktor faktor penyebab tersebut adalah:

1. Penunggakan pembayaran terjadi karena faktor ekonomi.

Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa pelanggan memiliki kesulitan ekonomi karena pada umumnya pelanggan yang banyak melakukan penunggakan terdiri dari kalangan menengah kebawah, seperti kepala rumah tangga yang

bekerja sebagai sopir taksi dan bekerja di galangan kapal dengan pendapatan tidak menentu setiap bulannya. Alasan mengapa PT PGN melakukan pemasangan gas kepelanggan rumah tangga kalangan menengah kebawah dikarenakan lokasi perumahan pelanggan rumah tangga tersebut berdekatan dengan pipa induk PT PGN, sehinggan sangat mudah bagi pelanggan rumah tangga mengajukan permohonan pemasangan gas tanpa dilakukan survei secara rinci dari pihak PT PGN. Menurut penulis, perusahaan kurang selektif dalam memilih pelanggan saat menerima pengajuan permohonan pemasangan gas.

2. Payment point sebagai pihak ketiga sedang mengalami gangguan.

Saat pelanggan akan melakukan pembayaran tagihan rekening gas melalui pihak ketiga yang bekerja sama dengan PT PGN ternyata sedang mengalami gangguan, seperti tidak aktifnya menu pembayaran tagihan pelanggan pada mesin ATM yang diakibatkan jaringan atau koneksi yang bermasalah. Permasalahan ini sudah di tangani pihak PT PGN dengan mengerahkan maintenance untuk melakukan perbaikan, tetapi setelah ditelusuri permasalahannya bukan terdapat pada mesin ATM melainkan permasalahan pada jaringan atau koneksi. Akibat dari seringnya terjadi permasalahan saat pelanggan melakukan pembayaran melalui ATM, sehingga pelanggan mengulur-ulur waktu untuk melakukan pembayaran dan akhirnya pelanggan baru melakukan pembayaran saat jatuh tempo telah lewat.

Menurut penulis pembayaran yang dilakuan dengan melakukan transaksi melalui mesin ATM belum efektif, karena mesin ATM sering mengalami gangguan pada jaringan atau koneksi.

3. Pelanggan yang berada diluar kota sampai masa pembayaran telah lewat

Pelanggan rumah tangga yang rutin ke luar kota menjadi salah satu faktor penyebab penunggakan pembayaran, pelanggan rumah tangga seharusnya dapat melakukan pembayaran rekening gas melalui ATM bank yang telah bekerja sama dengan PT PGN. Akan tetapi pelanggan tidak melakukan pembayaran rekening gas dikarenakan sering terjadinya gangguan pada jaringan atau koneksi mesin ATM. Pada saat PT PGN melakukan survei pelanggan sebelum melakukan pemasangan gas PT PGN telah mengetahui bahwa pelanggan tersebut sering bertugas ke luar kota, tetapi pihak PT PGN tetap melakukan pemasangan gas karena pembayaran tagihan tidak harus dilakukan oleh pelanggan tersebut, tetapi bisa dilakukan transaksi melalui ATM atau menitipkan pembayaran tagihan kepada tetangga pelanggan tersbut. Menurut penulis pelanggan yang akan berencana keluar kota dalam jangka waktu yang lama, seharusnya pelanggan bisa menitipkan pembayaran ke pihak lain atau tetangga pelanggan yang juga berlangganan gas di PT PGN.

4. Tidak ada kesempatan untuk membayar rekening gas karena sibuk.

Pelanggan rumah tangga yang tidak mempunyai waktu untuk membayar ke kasir PT PGN disebabkan jam kerja yang padat. Pelanggan bisa melakukan pembayaran hanya pada waktu jam istirahat saja, akan tetapi kasir PT PGN tidak melayani pembayaran pada jam istirahat tersebut dikarenakan jam istirahat kasir PT PGN bersamaan dengan jam istirahat pelanggan. Pihak PGN sudah menyarankan kepelanggan untuk melakukan pembayaran melalui ATM, tetapi pada umumnya pelanggan kurang memahami melakukan transaksi melalui ATM dan seringnya terjadi gangguan pada jarinngan atau koneksi pada mesin ATM tersebut. Menurut

penulis pembayaran melalui ATM tidak efektif dan tidak efisien karena keterbatasan pengetahuan pelanggan dalam menggunakan ATM saat melakukan transaksi sehingga menyebabkan transaksi yang lama dan sering terjadi gangguan pada jaringan atau koneksinya.

4.5 Langkah- langkah untuk menghindari penunggakan pembayaran pelanggan lupa membayar tepat waktu

1. Agar pelanggan tidak lupa dalam membayar tepat waktu

Meningkatkan upaya-upaya sosialisasi pembayaran rekening gas secara tepat waktu kepada pelanggan melalui temu pelanggan.

2. Pihak ketiga mengalami gangguan

Memberikan informasi kepada pelanggan bahwa payment point sedang mengalami gangguan dan pembayaran tagihan dapat dilakukan di loket pembayaran kantor PT Perusahaan Gas Negara area Batam.

3. Memberi informasi kepada pelanggan yang berada di luar kota

Agar pelanggan rumah tangga yang sedang berada diluar kota tidak lupa membayar tagihan rekening gas sampai masa jatuh tempo maka pelanggan akan diberi informasi oleh perusahaan by phone.

Untuk memantau dan mengelola tunggakan pelanggan rumah tangga yang jumlahnya lumayan signifikan dari hasil yang peneliti survei maka banyak faktor yang menjadi penyebab tingginya tunggakan pembayaran gas. Bila dalam 3 bulan berturut-turut pelanggan tidak membayar tagihan, maka pihaknya akan memberikan sanksi. Tindakan yang diambil berupa menyegel meteran gas. Setelah dibayar, baru

dilepas.

Jika meteran gas pelanggan sudah dicabut dan ingin memasang kembali, maka pelanggan diwajibkan melunasi tunggakan sebelumnya.

Bagi meteran yang dicabut itu sudah kena putus dan jika memasang baru, dikenaikan biaya pemasangan. Selain itu, harus melunasi tunggakan sebelumnya.

Penulis mengusulkan kepada PT. Perusahaan Gas Negara untuk kedepannya sebaiknya untuk pelanggan baru, menggunakan gas prabayar. Pelanggan yang memasang jaringan baru disarankan menggunakan gas prabayar. Hal ini tentunya memudahkan pelanggan dalam melakukan pembayaran. Karena, berapa jumlah voucer yang dibeli, maka segitulah pemakaian gas pelanggan rumah tangga.

4.6 Penerimaan Pembayaran Piutang dan Penunggakan Pembayaran Piutang Pada tanggal 1 Februari Daftar Piutang per Januari telah menghimpun ddan dilaporkan serta dokumen bukti pembayaran tagihan rekening gas siap dicetak, maka pelanggan dapat melakukan pembayaran piutang bulan Januari pada awal bulan februari. Perusahaan menerima pembayaran piutang atas jasa yang telah diberikan selama 1 bulan dengan menyediakan tempat dan cara pembayarannya, hal tesebut ditujukan untuk memudahkan para pelanggannya membayar tagihan rekening gas.

Adapun jurnal pada saat pembayaran/ pelunasan yang dicatat adalah:

Kas Rp xxx

Piutang Usaha Rp xxx

Bila pelanggan melakukan pembayaran melebihi batas pembayaran yang telah ditetapkan, maka dalam waktu 2 bulan kedepan pelanggan tersebut akan dikirim surat pemutusan sementara dan dalam jangka waktu 1 bulan setelah surat dikirim maka akan dilakukan pemutusan sementara oleh PT PGN, bila pelanggan belum melunasi tagihan gasnya. Penyambungan kembali tenaga/ aliran gas dilakukan apabila pelanggan sudah melunasi tagihan rekening gasnya ditambah dengan Biaya Keterlambatan (denda) sebesar nominal yang telah ditetapkan oleh PT PGN.

Berdasarkan transaksi diatas, bagian kas melakukan pencatatan dengan jurnal:

Kas Rp xxx

Piutang Usaha Rp xxx Biaya Denda Rp xxx

Apabila dalam jangka waktu 2 bulan sejak tanggal pemutusan sementara pelanggan masih belum juga melunasi tunggakannya, maka PT PGN berhak melakukan pemutusan rampung berupa penghentian penyambungan aliran tenaga gas dengan mengambil sebagaian / seluruh instalasasi milik perusahaan. Jika pelanggan menginginkan penyambungan kembali, maka diperlakukan sebagai permintaan penyambungan baru dan pelanggan harus membayar biaya pasang sebesar nominal sesuai dengan ketentuan perusahaan, serta melunasi seluruh kewajibannya terdahulu yang massih belum dibayar, PT PGN melakukan pencatan dengan jurnal:

Kas Rp xxx

Piutang Usaha Rp xxx

Biaya Denda Rp xxx

Biaya Pasang Kembali Rp xxx

4.6 Penghapusan Piutang

Penghapusan Piutang pada PT PGN Area Batam dilakukan setelah mendapat izin dari pejabat yang berwenang dan dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan.

Tujuannya ialah untuk menghapus saldo penyisihan piutang ragu-ragu sebelumnya dan tidak mempengaruhi hak perusahaan untuk menagih rekening gas kepada para pelanggan yang terdahulu atau yang telah dihapus sebelumnya.

PT PGN melakukan pencatan dengan jurnal:

Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp xxx

Piutang Usaha Rp xxx

Adakalanya piutang yang telah dihapus oleh perusahaan, sewaktu waktu dibayarkan oleh pelanggan maka jurnal yang dicatat adalah

Piutang Usaha Rp xxx

Penyisihan piutang tak tertagih Rp xxx dan pada saat penerimaan

Kas Rp xxx

Piutang Usaha Rp xxx

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penilitian dan pembahasan yang disajikan pada bab sebelumnya, kesimpulan yang dapat ditarik dalam faktor utama penyebab penunggakan pembayaran pelanggan gas rumah tangga pada PT. Perusaahaan Gas Negara adalah:

1. Kurang selektifnya terhadap calon pelanggan dalam pemberian kredit.

Menjalankan kebijaksanaan kredit akan menimbulkan banyak resiko, misalnya tidak terbayarnya piutang atau terlambatnya pembayaran hutang dari langganan 2. Pihak ketiga mengalami gangguan

Memberikan informasi kepada pelanggan bahwa payment point sedang mengalami gangguan dan pembayaran tagihan dapat dilakukan di loket pembayaran kantor PT. Perusahaan Gas Negara area Batam.

3. Faktor lupa dari pelanggan

Penunggakan pembayaran oleh pelanggan gas rumah tangga yang terjadi pada PT.

Perusahaan Gas Negara salah satu faktornya yaitu lupa , hal ini disebabkan karena pelanggan kurang memperhatikan masalah pembayaran gas dan juga pembayaran gas baru di buka sekitar tanggal 5 setiap bulannya, sehingga pelanggan yang biasanya bayar tagihan air listrik dibawah tanggal 5 setiap bulannya sekalian mau bayar tagihan gas dan ternyata tagihan gas belum dibuka.

Hal seperti inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab lupa pelanggan membayar tagihan hingga batas waktu yang telah ditetapkan.

5.2 Saran

Pada bagian ini penulis mengajukan beberapa tindakan yang dapat diterapkan sebagai kebijakan PT. Perusahaan Gas negara yang kiranya dapat berguna untuk mengatasi masalah PT. Perusahan Gas Negara.

1. Melakukan seleksi pelanggan dengan lebih cermat. Sebelum PT. Perusahaan Gas Negara memberika kredit kepada pelanggannya, terlebih dahulu Perusahaan Gas Negara melakukan seleksi terhadap para pelanggan yang bersangkutan. Hal ini dilakukan untuk memperoleh langganan yang benar-benar dapat dipercaya dan juga untuk mendapatkan informasi tentang kemampuan pelanggan tersebut dalam membayar kewajibannya tepat pada waktu yang telah ditetapkan.

2. Pada saat payment point bermasalah sebaiknya pihak yang menangani masalah pembayaran gas Perusahaan Gas Negara memberi info kepada pelanggan bahwa pembayaran rekening gas dapat dilakukan di loket pembayaran gas di PT.

Perusahaan Gas Negara area Batam

3. Faktor lupa bayar dari pelanggan rumah tangga itu sendiri sampai batas waktu pembayaran yang telah ditetapkan telah lewat. Sebaiknya PT. Perusahaan Gas Negara memberi info kepelanggan gas rumah tangga dua hari atau sehari sebelum masa jatuh tempo yang telah ditetapkan PT Perusahaan Gas Negara yaitu tanggal 20 setiap bulannya dan membuka tagihan pembayaran gas dari tanggal 2 atau tanggal 3 setiap bulannya.

4. Memberi informasi kepada pelanggan yang berada diluar kota dan pelanggan yang lupa.

Agar pelanggan rumah tangga yang sedang berada diluar kota tidak lupa membayar tagihan rekening gas sampai masa jatuh tempo maka pelanggan akan diberi informasi oleh perusahaan by phone.

5. Tidak ada kesempatan untuk membayar rekening gas karena sibuk.

PT PGN menyarankan agar pelanggan membayar tagihan lewat ATM dan mengadakan temu pelanggan untuk memberi penyuluhan tentang cara pembayaran melalui ATM.

Daftar Pustaka

Harswa, Muslich. (2010). Resiko Kerugian Piutang. Jurnal Ilmu Pendidikan (Online), http://www.unikom.ac.id, (diakses 12 April 2012).

Jusup, Haryono. (2005). Dasar-Dasar Akuntansi (edisi 6), Yogyakarta: STIE YKPN

Mulyadi. (2001). Sistem Akuntansi. Edisi Ketiga. Jakarta: Salemba Empat.

Sugiri Slamet & Sumiyana. (2005). Akuntansi Keuangan Menengah (Edisi Revision). Yogyakarta: YKPN.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia (edisi 3). Jakarta: Balai Pustaka.

Dokumen terkait