KAJIAN PUSTAKA
E. Menetapkan Efek Komunikasi
Semua program komunikasi yag dilakukan mempunyai tujuan, yakni mempengaruhi target sasaran. Pengaruh bisa terjadi dalam bentuk perubahan pengetahuan, sikap, dan prilaku. Pada tingkat pengetahuan, pengaruh bisa terjadi dalam bentuk perubahan persepsi dan perubahan pendapat. Adapun yang
dimaksud dengan perubahan sikap, ialah adanya perubahan internal pada diri seseorang yang diorganisir dalam bentuk perinsip, sebagai hasil evaluasi yang dilakukannya terhadap suatu objek. Sedangkan perubahan prilaku adalah perubahan yang terjadi dalam bentuk tindakan.
Tujuan dari kegiatan Pemberdayaan TKI Purna adalah adanya perubahan perilaku dari para TKI dimana biasanya setelah kembali ke Indonesia mereka akan mempergunakan uang hasil bekerja di luar negeri untuk hal-hal yang kurang produktif seperti membeli rumah, perhiasan, membeli kendaraan dan lain sebagainya. Dalam kegiatan Pemberdayaan TKI Purna yang dilakukan oleh BP3TKI Medan para komunikan (TKI Purna) diarahkan untuk mempergunakan uang hasil bekerja diluar negeri untuk hal yang lebih produktif yaitu seperti memulai wirausaha sehingga nantinya TKI bisa menjadi lebih mandiri dalam hal financial tanpa mengharapkan untuk kembali menjadi TKI.
3.3. Populasi Dan Metode Pengambilan Sampel 3.3.1 Populasi
Menurut Sugiyono (2016:119) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya.
Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh peserta kegiatan Pemberdayaan TKI Purna di tahun 2017.
Tabel 3.2 Populasi Penelitian
Populasi Wilayah (Angkatan) Jumlah
Peserta Pemberdayaan TKI Purna
Kabupaten Langkat (I) 25 orang Kabupaten Serdang Bedagai
(II)
25 orang
TOTAL 50 orang
Sumber : Data I
1.3.2. Metode Pengambilan Sampel
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Menurut Arikunto (2006:120) total sampling adalah pengambilan sampel yang sama dengan jumlah populasi yang ada. Pemilihan metode total sampel dalam penelitian ini dikarenakan jumlah populasi yang hanya sebanyak 50 orang. Populasi dalam penelitian ini merupakan keseluruhan peserta kegiatan Pemberdayaan TKI Purna tahun 2017 yang diadakan oleh BP3TKI Medan.
3.4. Metode Pengumpulan Data
Dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai cara. Untuk menggali dan mendapatkan informasi tentang kasus-kasus yang diteliti dan diamati, penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan :
1. Kuesioner
Kuesioner menurut (Kriyantono) (2006; 95) adalah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh responden. Adapun tujuan penyebaran kuesioner ini adalah untuk mencari informasi yang lengkap menegenai suatu masalah dari responden tanpa rasa khawatir bila responden memberikan jawaban yang tidak sesuai. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu kuesioner yang terbuka dan kuesioner yang tertutup. Kuesioner yang terbuka berisi pertanyaan dimana responden mempunyai kebebasan dalam menjawab tanpa ada alternatif jawaban dari peneliti sedangkan kuesioner tertutup adalah koesioner yang jawabannya sudah ditentukan sebelumnya sehingga responden tidak dapat atau tidak berkesempatan menambahkan jawaban lain (Singarimbun dan Effendi, 1989:177).
Kemudian untuk mengukur kuesioner tersebut penulis menggunakan skala Likert. Skala Likert adalah skala yang paling sering digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi responden terhadap suatu objek (Usman dan Purnomo, 2008:65).
2. Wawancara
Wawancara adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan pada para informan (Subagyo, 1997: 39). Wawancara dalam tesis ini hanya sebagai data pendukung sebelum melakukan penelitian lapangan. Sehingga didapat gambaran mengenai strategi komunikasi yang dilakukan oleh BP3TKI Medan.
Wawancara dilakukan kepada 2 (dua) orang informan yaitu : Kepala Seksi Perlindungan dan Instruktur kegiatan Pemberdayaan TKI Purna. Hasil wawancara dengan Kepala Seksi Perlindungan didapatkan data mengenai tahapan
pelaksanaan kegiatan pemberdayaan TKI purna. Wawancara dengan instruktur kegiatan pemberdayaan TKI purna didapatkan gambaran mengenai strategi komunikasi yang dilakukan instruktur pada saat kegiatan pemberdayaan TKI purna berlangsung.
3. Studi Dokumen
Sugiyono (2016) menyatakan bahwa dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu yang berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang. Studi dokumen ini dipakai dalam penelitian sebagai pelengkap yang berupa dokumen public tentang informasi yang telah dibuat.
Dokumen ini juga dapat berupa surat-surat, email maupun catatan harian dan juga laporan kantor dan foto-foto yang relevan dengan penelitian.
3.6. Metode Analisis Data
Pada tahap analisis data peneliti “membaca” data melalui proses pengkodingan data sehingga mempunya makna. Menurut Moleong analisis data merupakan proses pengorganisasian dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehimgga dapat ditemukan tema dan dapat diurutkan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Jika hipotesis dirumuskan maka perlu diuji, namun karena penelitian ini tidak merumuskan hipotesis maka analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif (Kriyantono, 2006)
Analisis dilakukan dengan cara melakukan perhitungan sehingga setiap rumusan masalah dapat ditemukan jawabannya secara kuantitatif. Dalam analisis data kuantitatif dapat dibedakan menjadi analisis data univariat, analisis data bivariat, dan analisis data multivariat. Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian analisi univariat atau disebut juga dengan istilah analisis frekuensi tunggal. Jenis
analisis ini dilakukan pada metode penelitian deskriptif dan hasil perhitungan statistic deskriptif yang merupakan dasar bagi perhitungan analisis selanjutnya.
Dalam analisis data kuantitatif dikenal dua macam statistik yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Penelitian ini menggunakan statistic deskriptif yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa, perilaku atau obyek tertentu lainnya. Menurut Sugiyono (2016) analisis yang dihasilkan dengan menggunakan statistik deskriptif bertujuan untuk menggambarkan gejala atau fenomena dari satu variabel yang diteliti tanpa berupaya menjelaskan hubungan-hubungan yang ada.
Beberapa jenis kategori statistik deskriptif antara lain adalah penyajian data melalui tabel, grafik, diagram lingkaran, pictogram, perhitungan modus, median, mean (pengukuran tendensi sentral), perhitungan detil, persentil, perhitungan presentase.
BAB IV
TEMUAN PENELITIAN