BAB III – METODE PENELITIAN
3.6 Metodologi Analisis Data
3.6.2 Menganalisis Kriteria Infrastruktur Pencegahan dan
3.6.2.1 Mendeskripsikan Kriteria Infrastruktur Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Kebakaran di Kawasan HeritageKelurahan Nyamplungan
Tahap awal yang dilakukan dalam menentukan kriteria infrastruktur pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran di Kelurahan Nyamplungan adalah dilakukan dengan metode analisa Theoritical Deskriptive untuk mendeskripsikan kriteria-kriteria infrastruktur. Analisa deskriptifadalah serangkaian kajian yang tidak dapat dinyatakan dalam angka-angka dan rumus melainkan dengan kata-kata dan kalimat menurut data pengambilan kesimpulan (Sugiyono, 2006). Pada analisa deskriptifberfungsi untuk mengetahui keterkaitan antara kondisi eksisting infrastruktur terhadap zona-zona rawan bencana kebakaran kemudian menghasilkan kriteria-kriteria infrastruktur yang disesuaikan dengan beberapa ketentuan-ketentuan umum terkait pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran seperti Keputusan
53
Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor 11 Tahun 2000 Tentang Ketentuan Teknis Manajemen Penanggulangan Kebakaran di Perkotaan.
Dalam mendeskripsikan kriteria infrastruktur pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran di Kelurahan Nyamplungan menggunakan analisa deskriptif dengan berbasiskan landasan teori (theoritical desriptive). Analisa deskriptif ini sebagai bahan komparatif yang bersifat spesifik kepada topik penelitian umum dengan ruang lingkup teori yang bersifat global dengan tujuan untuk memperoleh alat perbandingan kriteria infrastruktur yang lebih luas dan beragam. Sifat analisa deskriptif yang cenderung tidak memiliki konstruksi analisa yang jelas, maka dalam sasaran ini analisa deskriptif yang diterapkan menyesuaikan dengan kebutuhan yaitu sebagai alat untuk mendeskripsikan macam kriteria infrastruktur berdasarkan zona-zona rawan bencana kebakaran.
Input yang digunakan dalam analisa deskriptif ini adalah hasil sasaran satu yaitu kondisi infrastruktur pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran serta zona rawan bencana kebakaran di Kawasan HeritageKelurahan Nyamplungan. Dari input tersebut selanjutnya disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan umum terkait manajemen penanggulangan bencana kebakaran maupun hasil penelitian terdahulu yang memiliki tujuan yang sama. Berdasarkan kajian tersebut, maka diperoleh kriteria-kriteria infrastruktur yang lebih rinci berdasarkan masing-masing zona rawan bencana kebakaran. Berikut alur analisa deskriptif dalam menentukan kriteria-kriteria infrastruktur pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran :
Gambar 3.2 Alur Analisa Deskriptif Penentuan Kriteria Infrastruktur Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Kebakaran
Hasil sasaran 1 a. Kondisi Infrastruktur pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran b. Zona rawan bencana kebakaran
Analisa Theoritical Deskriptive dengan sumber informasi
a. Kondisi infrastruktur pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran b. Ketentuan Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor 11 Tahun 2000 Tentang Ketentuan Teknis Manajemen Penanggulangan Kebakaran di Perkotaan c. Hasil penelitian terdahulu terkait penentuan kriteria infrastruktur penanggulangan bencana kebakaran
Kriteria-kriteria infrastruktur pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran (untuk masing-masing zona rawan bencana
kebakaran)
54
3.6.2.2 Menganalisis Kriteria Infrastruktur Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Kebakaran di Kawasan HeritageKelurahan Nyamplungan
Dalam mengonfirmasi kriteria infrastruktur pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran di Kawasan Heritage Kelurahan Nyamplungan dalam menindaklanjuti hasil pada tahap sebelumnya, dilakukan AnalisisDelphi. Hasil yang diperoleh dari analisa deskriptif sebelumnya akan menjadi input dan untuk melakukan alur proses dari analisa Delphi dalam menjawab sasaran kedua ini. Teknik analisa Delphi adalah suatu usaha untuk memperoleh konsensus group yang dilakukan secara kontinu sehinggadiperoleh konvergensi opini (Dunn, 2003). Analisa ini diawali dengan terlebih dahulu menentukan responden. Adapun responden yang digunakan dalam menganalisa kriteria infrastruktur pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran ini merupakan responden dari hasil analisa stakeholder yang telah dilakukan sbelumnya, sehingga diperoleh responden yang memiliki pemahaman tentang wilayah dan objek penelitian. Analisa Delphi yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi tahapan sebagai berikut :
1. Spesifikasi Permasalahan dan Merumuskan Kuisioner I
Menentukan isu permasalahan yang akan diangkat dan dikomentari oleh para responden. Menentukan item-item mana yang akan diajukan dalam kuisioner berupa daftar pertanyaan untuk dipakai pada putaran pertama dan selanjutnya 2. Wawancara Delphi Putaran I
Responden yang akan diwawancarai dalam proses analisa Delphi ini merupakan responden yang diperoleh dari hasil analisa stakeholder. Dalam tahapan ini, peneliti memegang prinsip anonimitas Delphi yaitu semua responden memberikan tanggapan secara terpisah dan anonimitas responden benar-benar dijaga (responden satu tidak mengetahui responden lainnya). Pertanyaan yang dilontarkan pada saat wawancara berasal dari kriteria-kriteria infrastruktur pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran yang dihasilkan dari analisa deskriptif
3. Analisa Hasil Putaran I
Mengumpulkan data dan memverifikasi hasil pendapat para responden, kemudian menginterpretasi kecenderungan pendapat responden. Kemudian mengeliminasi pertanyaan-pertanyaan yang tidak diperlukan lagi untuk putaran berikutnya. Menyusun pertanyaan untuk kuisioner selanjutnya dan mengomunikasikan hasil analisa putaran I kepada responden
55 4. Iterasi dan Penarikan Kesimpulan
Teknik analisa delphi akan berlangsung lebih dari 1 (satu) putaran, kemudian dilakukan penyusunan pertanyaan-pertanyaan dalam kuisioner untuk putaran dengan catatan bahwa hasil putaran sebelumnya dijadikan basis untuk putaran berikutnya. Iterasi dilakukan bertujuan untuk memastikan apakah instrumen hasil wawancara telah sesuai dengan maksud yang diberikan oleh masing-masing stakeholders. Dari hasil identifikasi instrumen berdasarka opini tiap-tiap stakeholder tersebut kemudian disederhanakan atau dikelompokkan secara substansial. Dalam penggalian pendapat pada tahap iterasi ini, penilaian setiap responden dihimpun dan dikomunikasikan kembali kepada seluruh responden sehingga berlangsung proses belajar sosial dan terdapat kemungkinan berubahnya penilaian awal. Tahap akhir dari analisa ini akan menghasilkan konsensus dari para responden terhadap permasalahan yang diajukan, yakni kriteria infrastruktur pencegahan dan penanggulangan bencana kebakarandi Kelurahan Nyamplungan.
Gambar 3.3 Tahapan Analisa Delphi dalam Menganalisis Kriteria Infrastruktur
Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Kebakaran
(Dunn, 2003)
Wawancara 1
(Berdasarkan analisa deskriptif) : Kriteria infrastruktur pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran di Kelurahan Nyamplungan
Eksplorasi kriteria-kriteria lain (baru) infrastruktur
pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran di Kelurahan Nyamplungan Eksplorasi kriteria-kriteria infrastruktur pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran di Kelurahan Nyamplungan Wawancara 2
(Berdasarkan pendapat stakeholder) : Uji kesepakatan komposisi kriteria baru infrastruktur pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran
di Kelurahan Nyamplungan
Kriteria-kriteria infrastruktur pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran
di Kelurahan Nyamplungan
Iterasi bertujuan untuk memastikan apakah
instrumen hasil wawancara sesuai dengan
maksud yang diberikan oleh maisng-masing
stakeholder
Iterasi Pertama
56
3.6.3 Merumuskan Konsep Penyediaan Infrastruktur Pencegahan dan