• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENGAPA YESUS HARUS MATI?

Dalam dokumen T ERIMA KASIH KAMI KEPADA (Halaman 171-176)

171

MENGAPA YESUS HARUS MATI?

Penyaliban Yesus adalah peristiwa yang sangat penting bagi mereka yang percaya kepada Yesus. Inilah yang terjadi.

Para pemimpin agama di Yerusalem menangkap Yesus, menuduh Dia menghujat, dengan mengaku sebagai Allah. Mereka membawa Yesus di hadapan pemerintahan Romawi yang berkuasa untuk dijatuhi hukuman mati. Pilatus, yang memiliki putusan akhir, yakin bahwa Yesus seharusnya dibebaskan. Tetapi, kerumunan orang banyak meminta agar Yesus dihukum mati: “Salibkan Dia!

Salibkan Dia!” Putusannya: mati disalib, yaitu metode penyiksaan dan hukuman mati pemerintah Romawi.

Tidak satupun dari hal-hal ini yang mengejutkan bagi Yesus. Berkali-kali, sebelum penyaliban-Nya, Yesus memberitahu murid-murid-Nya bahwa Dia akan ditangkap, dipukuli, disalibkan. Dia juga berkata bahwa tiga hari setelah dikubur, Dia akan kembali hidup. Yesus mengatakan bahwa Dia menyerahkan nyawa-Nya dengan rela, demi pengampunan dosa-dosa kita.

Tetapi, para pemimpin agama benar. Yesus sangat jelas dengan keilahian-Nya. Yesus mengatakan bahwa Dia ada sebelum penciptaan dunia,1 bahwa Dia memiliki kuasa untuk mengampuni dosa,2dan menjawab doa3dan menganugerahkan kehidupan kekal.4Dia mengatakan bahwa mengenal Dia berarti mengenal Allah.5Melihat Dia berarti melihat Allah.6Percaya kepada-Nya berarti percaya kepada Allah.7Menerima Dia berarti menerima Allah.8Membenci Dia berarti membenci Allah.9Dan menghormati Dia berarti menghormati Allah.10Yesus memberikan bukti meyakinkan untuk pernyataan-pernyataan ini.

Sebelum Penyaliban Yesus

Misalnya, hanya beberapa minggu sebelum penyaliban-Nya, seorang sahabat Yesus bernama Lazarus meninggal. Yesus ada di kota lain waktu itu, tetapi beberapa teman lain memberi kabar kepada-Nya.

Ketika Yesus tiba, Lazarus telah dikubur selama empat hari. Yesus membangkitkan dia. Ada beberapa saksi mata, dan berita itu menyebar dengan cepat.

Dari kota ke kota, Yesus menyembuhkan semua sakit penyakit. Dia memberi makan 4.000 orang yang datang mendengar Dia mengajar. Di waktu yang lain, 5.000 orang. Para pemimpin agama mengeluh,

“Lihatlah, seluruh dunia telah mengikut Dia,”11“Jika kita membiarkan Dia terus seperti ini, semua orang akan percaya kepada-Nya…”12

MENGAPA YESUS HARUS MATI?

172

Kematian Yesus di atas kayu salib bukan hanya konsekuensi alami dari mukjizat-mukjizat dan pernyataan-pernyataan-Nya. Dia bukan bergantung pada belas kasihan mereka.

Yesus telah membuktikan kuasa-Nya yang mutlak. Karena itu, pencambukan, mahkota duri di kepada-Nya, paku menembus pergelangan tangan dan kaki-Nya tidak membunuh-Nya. Begitu juga kekurangan oksigen di atas kayu salib. Yesus bisa saja turun dari kayu salib setiap saat. Ini sama seperti seseorang yang membungkuk dan menaruh kepalanya di bawah air, dan sengaja memilih untuk tenggelam padahal mereka punya kekuatan untuk mengangkat kepala mereka kapan saja. Yesus memilih untuk mati. Yesus berkata, “Tidak seorang pun telah mengambilnya dari-Ku, melainkan Akulah yang memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri.”13Dia melakukan itu dengan tujuan. Itu direncanakan. Itu disengaja.

Dan inilah mengapa….

Mengapa Yesus Mati

Dengan cara yang berbeda-beda, kita banyak berbuat yang bertentangan dengan cara Allah. Misalnya lihat sepintas berita di satu hari tertentu…rasisme, pembunuh, kekerasan seksual, kebohongan, ketamakan, korupsi, terorisme, perang, dll. Sebagai manusia kita sering mengacaukan hidup kita dan orang lain. Allah memandang kita sebagai yang terhilang, buta, dan di bawah penghakiman karena cara kita. Bayangkan betapa memuakkan dan sedihnya kita mendengar bahwa anak perempuan usia 6 tahun diculik dari keluarganya mengalami kekerasan seksual. Itu adalah semacam penghinaan terhadap rasa moral kita, bahkan mereka yang menentang hukuman mati bisa ingin pelakunya dihukum mati.

Nah, semua dosa kita adalah penghinaan terhadap Allah yang kudus. Semua dosa kita mendukakan Dia.

Kita tidak menjalankan hidup sesuai standar kita sendiri, tetapi standar-Nya saja. Jika jujur, kita bahkan jijik dengan diri kita sendiri kadang-kadang. Jadi apa yang akan dilihat oleh Allah yang kudus sempurna?

Allah berkata upah dosa adalah maut.14Itulah sebabnya, di dalam Perjanjian Lama Anda melihat Allah menyuruh bangsa Israel untuk mempersembahkan kurban seekor anak domba sekali dalam setahun untuk pengampunan dosa-dosa mereka. Anak domba mati menggantikan mereka. Tetapi itu adalah pengampunan sementara. Mereka harus melakukan ini setiap tahun. Ketika Yesus datang, nabi Yohanes Pembaptis mengatakan ini tentang Yesus, “Lihatlah, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!”15 Yesus datang untuk menanggung hukuman atas dosa umat manusia, atas dosa-dosa kita, menggantikan kita. Agar kita tidak mati dan terus-menerus terpisah dari Allah, Yesus membayar untuk dosa-dosa kita di atas kayu salib, supaya kita bisa selamanya diampuni dan memiliki kehidupan kekal. Inilah mengapa Yesus datang, sebagai Juruselamat kita, untuk menyelamatkan kita dari hukuman Allah, kutukan dan upah dosa

MENGAPA YESUS HARUS MATI?

173

kita. Dosa apa pun yang pernah Anda lakukan, atau akan Anda lakukan, Yesus tahu itu saat tergantung di atas kayu salib. Yesus menanggung hukuman untuk dosa-dosa kita bagi kita.

Perjamuan Kudus oleh DaVinci

Anda pernah melihat lukisan terkenal karya Leonardo da Vinci “Last Supper” dengan Yesus sedang duduk di meja panjang dan murid-murid duduk di sebelah-Nya di kanan dan kiri-Nya. Da Vinci sedang menggambarkan perjamuan kudus Yesus bersama murid-murid-Nya di malam hari sebelum Dia ditangkap dan disalibkan. Di “Last Supper” itu Yesus memberitahu murid-murid-Nya bahwa darah-Nya akan

“ditumpahkan untuk banyak orang untuk pengampunan dosa-dosa.”16

Yesus didera, dicambuk sampai hampir mati dengan alat penyiksa berupa cambuk yang bertali 9, ujungnya ada logam atau tulang, lalu pergelangan tangan dan kaki-Nya dipakukan ke sebuah kayu salib, lalu tubuh-Nya dinaikkan, dimana Dia akan tergantung sampai mati. Sebuah tombak ditikamkan ke perut-tubuh-Nya untuk memastikan Dia sudah mati. Yesus, yang tidak berdosa, membayar dosa kita di atas kayu salib. Tidak adil.

Kita tidak layak Dia menggantikan kita. Mengapa Dia mau melakukan itu?

Kita diberitahu, “Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, bahwa ketika kita masih menjadi pendosa, Kristus mati bagi kita.”17

Respon kita terhadap Penyaliban Yesus

Apa yang Dia minta dari kita? Untuk mengupayakan pengampunan kita? Bukan. Kita tidak akan pernah layak untuk apa yang Yesus lakukan bagi kita. Yang Dia minta dari kita hanyalah … percaya kepada Dia.

Dia meminta kita untuk menerima kematian-Nya demi kita, untuk menerima pengampunan-Nya yang sempurna sebagai pemberian gratis.

Cukup aneh, banyak orang tidak mau melakukan ini. Mereka ingin berusaha untuk mengupayakan keselamatan mereka sendiri. Mengupayakan cara mereka sendiri untuk masuk Surga. Mereka ingin menunjukkan dengan upaya mereka sendiri bahwa mereka pantas memiliki relasi dengan Allah. Yesus berkata mereka akan mati dalam dosa dan menghadapi hukuman, karena mereka menolak apa yang Yesus lakukan bagi mereka. Murid Petrus berkata tentang Yesus, “setiap orang yang percaya di dalam-Nya akan menerima pengampunan dosa melalui nama-dalam-Nya.”18

Tetapi bukan hanya pengampunan, juga kehidupan kekal dan relasi secara pribadi yang dekat dengan Allah saat ini, dalam hidup ini. Itu semua milik kita, karena Yesus mati di atas kayu salib bagi kita. Yesus tidak sekadar menanggung hukuman untuk dosa kita. Dia merubuhkan tembok yang berdiri antara kita dan

MENGAPA YESUS HARUS MATI?

174

Allah. Dia memberikan jauh lebih banyak daripada pengampunan. Dia memberikan rekonsiliasi, penerimaan penuh, relasi yang utuh dengan Dia, sehingga kita bisa mengenal kasih-Nya bagi kita.

Ini adalah seperti milyader yang tidak hanya membatalkan utang seseorang kepadanya, tetapi kemudian mengalihkan semua perumahannya kepada orang itu yang tidak bisa membayarnya kembali.

Kehidupan kekal, Surga, adalah pemberian gratis: “Sebab upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah adalah hidup yang kekal dalam Yesus Kristus, Tuhan kita.”19

Yesus datang ke dalam dunia untuk mati bagi kita, untuk menyediakan sebuah jalan bagi kita untuk mengenal Dia dengan intim. Adalah keputusan kita untuk menerima pemberian relasi dengan Dia yang Dia tawarkan kepada kita. Yesus meringkasnya demikian, “Akulah jalan, dan kebenaran, dan kehidupan.

Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”2

Tawaran-Nya kepada Kita

Setiap orang yang mau mengundang Yesus masuk dalam hidup mereka dan menerima pemberitan gratis pengampunan dan kehidupan kekal, memulai relasi yang tidak-berkesudahan dengan Dia.

Setelah penyaliban-Nya, mereka mengubur Yesus di dalam sebuah kubur dan ditempatkan prajurit Romawi yang terlatih untuk menjaga di kubur-Nya. Mengapa? Yesus telah berulang kali mengatakan bahwa tiga hari setelah penguburan-Nya, Dia akan bangkit dari kematian. Itu akan membuktikan semua yang Dia katakan mengenai diri-Nya. Tiga hari kemudian, kubur itu kosong. Yesus kemudian secara fisik menampakkan diri-Nya kepada murid-murid beberapa kali, kepada kerumunan 500 orang, kepada individu-individu. Semua murid Yesus pergi ke seluruh dunia memproklamasikan kebangkitan Yesus.

Masing-masing dari mereka mati sebagai martir karena itu, di tempat-tempat yang berbeda, begitu yakin akan identitas Yesus.

Adalah keputusan kita apakah mau menerima pengampunan yang Dia tawarkan, dengan mendekat kepada Dia, meminta Dia untuk mengampuni kita dan masuk dalam hidup kita. Yohanes menyatakannya dengan baik di Alkitab, “Kita telah mengetahui dan mempercayai kasih yang Allah miliki bagi kita. Allah adalah kasih, tinggal di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dengan ini, kasih disempurnakan dengan kita supaya kita dapat memiliki keyakinan diri pada Hari Penghakiman.”21

Yesus dengan tegas berkata, “Sesungguhnya Aku mengatakan kepadamu, orang yang mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku memiliki hidup kekal, dan tidak masuk ke dalam penghakiman karena ia sudah pindah dari kematian ke kehidupan.”22

MENGAPA YESUS HARUS MATI?

175

Doa Yesus tepat sebelum kematian-Nya: “Ya Bapa yang adil, meskipun dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau; dan mereka mengetahui bahwa Engkaulah yang mengutus Aku. Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan akan terus memberitahukannya supaya kasih yang dengannya Engkau mengasihi-Ku ada di dalam mereka, dan Aku ada di dalam mereka.”23Maukah Anda mengundang Yesus Kristus masuk dalam hidup Anda saat ini? Berikut caranya.

“Yesus, saya mau Engkau masuk ke dalam hidup saya. Ampunilah dosa saya. Terima kasih Engkau mati di atas kayu salib untuk saya. Pimpinlah hidup saya seperti yang Kau inginkan. Terima kasih Engkau masuk ke dalam hidup saya sekarang dan memberi saya relasi dengan-Mu. Amin.”

Catatan kaki: (1) Yohanes 17:24 (2) Matius 9:6 (3) Yohanes 14:13,14 (4) Yohanes 5:24 (5) Yohanes 8:19 (6) Yohanes 12:45; 14:9 (7) Yohanes 12:44; 14:1 (8) Markus 9:37 (9) Yohanes 15:23 (10) Yohanes 5:23 (11) Yohanes 12:19 (12) Yohanes11:48 (13) Yohanes 10:18 (14) Roma 6:23 (15) Yohanes 1:29 (16) Matius 26:28 (17) Roma 5:8 (18) Kisah Para Rasul 10:43 (19) Roma 6:23 (20) Yohanes 14:6 (21)

1Yohanes 4:16,17 (22) Yohanes 5:24 (23) Yohanes 17:25,26

________________________________________________________

Digunakan dengan Izin dari EveryStudent

https://www.everystudent.com/wires/whydid.html

MENGAPA SAYA HARUS PERCAYA PADA KEBANGKITAN KRISTUS?

176

MENGAPA SAYA HARUS PERCAYA

Dalam dokumen T ERIMA KASIH KAMI KEPADA (Halaman 171-176)