BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
7. Mengembangkan versi
Pada tahap ini pengembangan menyelesaikan sistem yang telah dibuat sesuai dengan masukan atau saran terakhir dari pemakai
3.2.3.3Alat Bantu Analisis dan Perancangan 1. Flow Map
Diagram alir dokumen (Flowmap) merupakan diagram yang memberikan gambaran luar keseluruhan operasi tanpa penguraian semua langkah input spesifik, pengolahan dan output yang akan dilaksanakan. Hal yang penting adalah untuk menampilkan gambaran total tanpa khawatir akan tiap detail yang kecil. Setiap alur
1. Dokumen
Dokumen adalah data-data yang mengalir di dalam sistem informasi. Dokumen dengan dokumen dalam satu kolom, tidak dihubungkan secara langsung.
2. Proses pengolahan data
Proses yang terjadi dengan menggunakan perangkat komputer (komputerisasi). 3. Database
Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
2. Diagram Konteks
Diagram kontek adalah suatu alat atau metode penggambaran suatu Sistem Informasi secara global, baik Sistem Informasi yang berbasis komputer atau tidak berbasis komputer. Diagram konteks terdiri dari sebuah simbol proses yang mewakili keseluruhan proses dalam sistem dan minimal sebuah external entity (entitas luar) yang merupakan sumber atau tujuan data dari sistem tersebut dan aliran data yang menggambarkan aliran suatu masukan ataupun keluaran dari sistem tersebut.
3. Diagram Arus Data (Data Flow Diagram)
Data Flow Diagram merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur (structured analysis and design). DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data
memahami sistem secara logika. Beberapa simbol yang digunakan dalam DFD:
a. External Entity (kesatuan luar) atau Boundary (Batas Sistem)
Setiap system mempunyai batas sistem (Boundary) yang memisahkan suatu system lingkungan luarnya. Sistem akan menerima input-input dan menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau system lainnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem.
b. Data Flow (arus data)
Arus data menunjukan arus data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem. Arus data ini mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data di DFD diberi simbol suatu panah.
c. Process (proses)
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil dari suatu arus data yang masuk kedalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Suatu proses data dianjurkan dengan simbol lingkaran.
d. Data Store (simpanan data)
Simpanan data merupakan simpanan dari data yang dapat berupa suatu file atau database di sistem komputer. Simpanan data di DFD dapat disimbolkan dengan sepasang garis horizontal paralel.
dengan sistem yang didefinisikan secara detail dan tepat. Kamus data dibagi dua yaitu: 1. Kamus Data Elementer
Kamus data elementer merupakan daftar semua data elementer dalam sistem dan disusun berdasarkan abjad. Isi dari kamus data elementer meliputi nama atribut,
type, length dan constraint.
2. Kamus Data Komposit
Kamus data komposit merupakan semua data bentukan yang terdiri dari dua atau lebih data elementer.
5. Perancangan Basis Data
Database terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukan terhadap
banyak ‘user’ dimana masing-masing akan menggunakan sesuai dengan tugas dan fungsi.
Dari Semua operasi masukan dan keluaran yang berhubungan dengan basis data harus menggunakan Sistem Manajemen Basis Data (DBMS), dengan kata lain (DBMS) sebagai penghubung atas aplikasi dengan basis data itu sendiri. Basis data merupakan komponen yang penting dalam sistem informasi karna merupakan dasar dalam penyediaan informasi bagi penggunanya.
a. Normalisasi
Normalisasi merupakan proses untuk mengubah suatu relasi yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah relasi atau lebih yang tidakmemiliki masalah yang biasanya disebut anomali. Anomali adalah proses pada basis data yang memberikan efek
(normal form). Ada beberapa tahapan dalam pembentukkan normalisasi yaitu: a. Bentuk tidak normal (Unnormalized form)
Bentuk tidak normal merupakan kumpulan data yang tidak ada keharusan mengikuti format tertentu, data tidak lengkap atau terdapat duplikasi.
b. Bentuk normal satu (First normal form) / 1 NF
Bentuk normal satu, yaitu bila relasi tersebut mempunyai nilai data yang atomik, artinya tidak ada lagi kerangkapan data.
c. Bentuk normal dua (Second normal form) / 2 NF
Bentuk normal dua, yaitu bila relasi tersebut merupakan 1NF dan setiap atribut tergantung penuh pada primary key.
d. Bentuk normal tiga (Third normal form) / 3 NF
Bentuk normal tiga, yaitu bila relasi merupakan 2NF dan tidak tergantung secara transitif pada primary key atau pada bentuk normal tiga ini mencari ketergantungan lain selain primary key.
e. Bentuk Boyce-Codd Normal Form (BCNF)
Bentuk boyce-codd normal form, yaitu nila relasi telah memenuhi criteria Boyce-Codd Normal Form (BCNF), jika setiap determinan adalah suatu candidate key.
relasi data dari beberapa tabel dapat ditampilkan sebagai satu kesatuan informasi dalam bentuk query, form atau report. Sebuah relasi dibentuk dengan menyamakan data pada key field dari dua tabel, biasanya field yang memiliki nama yang sama pada kedua tabel, dimana field tersebut biasanya merupakan primary key dari tabel pertama, yang memiliki nilai unique untuk setiap record, dan menjadi foreign key pada tabel kedua.
1. Relasi satu ke banyak (one-to-many relationship)
Relasi satu ke banyak merupakan bentuk relasi yang paling banyak ditemui. Pada relasi satu ke banyak, data pada tabel A dapat memiliki banyak record yang sama pada tabel B, tetapi data pada tabel B hanya memiliki satu record yang sama pada tabel A
2. Relasi banyak ke banyak (many-to-many relationship)
Pada relasi banyak ke banyak, satu record pada tabel A dapat memiliki banyak record
yang sama pada tabel B, dan satu record pada tabel B dapat juga memiliki banyak
record yang sama pada tabel A. Jenis relasi ini hanya dimungkinkan untuk
membentuk tabel ketiga yang disebut junction tabel, dimana yang menjadi primary key pada tabel ketiga ini merupakan gabungan dua field yang merupakan foreign key
dari tabel A dan tabel B.
3. Relasi satu ke satu (one-to-one relationship)
Relasi satu ke satu, tiap record dalam tabel A hanya bias memiliki satu record yang sama pada tabel B, dan begitu pula sebaliknya. Jenis relasi ini tidak umum, karena kebanyakan informasi yang memiliki hubungan seperti ini berada dalam satu tabel.
adalah pengujian aspek fundamental sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah perangkat lunak berfungsi dengan benar. Pengujian black box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasiperangkat lunak. Data uji dibangkitkan, dieksekusi pada perangkat lunak dan kemudian keluaran dari perangkat lunak dicek apakah telah sesuai dengan yang diharapkan. Pengujian black box berusaha menemukan kesalahan dalam kategori :
1. Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang 2. Kesalahan Interface
3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal 4. Kesalahan kinerja
5. Inisialisasi dan kesalahan terminasi
3.3Analisis Sistem Yang Berjalan
Penggunaan Sistem Informasi absen dan proses penggajian pada Detty Collection sekarang ini belum berjalan dengan baik, hal ini dikarenakan sistem yang ada masih menggunakan status manual sehingga banyak terjadi kesalahan dan membutuhkan waktu lama mendapatkan informasi absen ataupun informasi gaji. Hal ini mengakibatkan penghambatan proses kerja pada Detty Collection.
dokumen yang ada pada sebuah sistem khususnya detail absen dan informasi selanjutnya digunakan sebagai acuan pada tahap perancangan atau pengembangan sistem. Berikut adalah dokumen dokumen yang ada pada prosedur absensi dan penggajian pada perusahaan Detty Collection:
1. Nama Dokumen : DataPegawai
Fungsi : Sebagai bukti pegawai
Sumber : Pegawai
Distribusi : Bagian Keuangan
Rangkap : 2
Periode : Sekali 2 Minggu
Struktur Data :NIP, nama, jenis_kelamin, status, pendidikan, kd_jabatan, tempat_lahir, tgl_lahir, agama.
2. Nama Dokumen : Data Absensi
Fungsi : Sebagai bukti kehadiran
Sumber : Pegawai
Distribusi : Bagian Keuangan
Rangkap : 1
Periode : Sekali 2 Minggu
Sumber : Bagian Keuangan Distribusi : Bagian Keuangan
Rangkap : 2
Periode : Sekali 2 Minggu
Struktur Data :periode_gaji, NIP, gaji_pokok, uang_makan, lembur, potongan_terlambat, potongan_tdk_hadir, asuransi, gaji_total. 4. Nama Dokumen : Laporan Penggajian
Fungsi : Sebagai bukti kepada pimpinan Sumber : Bagian Keuangan
Distribusi : Bagian Keuangan
Rangkap : 2
Periode : Sekali 2 Minggu
Struktur Data : NIP, nama_pegawai, tempat_lahir, tgl_lahir, jenis_kelamin, Jabatan, gaji_pokok, uang_makan, lembur, potongan_terlambat, potongan_tdk_hadir, asuransi, gaji_total.
3.3.2 Analisis Prosedur Yang Berjalan
Prosedur merupakan langkah-langkah yang di lakukan oleh sistem sehingga dapat memberikan hasil berupa laporan. Di bawah ini adalah prosedur sistem yang sedang berjalan yang di sajikan dalam bentuk FlowMap, Diagram Konteks dan DFD (Data Flow Diagram).
3. Lalu bagian keuangan membuat rekap data sebanyak 2 rangkap pegawai berdasarkan dokumen data yang sudah diserahkan pegawai
4. Satu rangkap data pegawai diarsipkan dibagian keuangan dan yang satunya lagi diberikan kepada bagian produksi
5. Bagian keaungan menerima laporan data produksi dan merekap menjadi bagian data produksi oleh bagian keuangan
6. Lalu bagian keuangan melakukan penghitungan gaji pegawai berdasarkan banyak kehadiran serta ditambah tunjangan dan upah lembur apabila ada
7. Kemudian bagian keuangan membuat daftar gaji pagawai yang disimpan dalam bagian keuangan
8. Daftar gaji tenaga kerja dibuatkan slip gaji untuk diberikan kepada pegawai
9. Kemudian bagian keuangan membuat laporan penggajian pegawai yang akan diserahkan kepada pimpinan perusahaan.
Gambar 3.2 FlowMap Olah Absen Data Pegawai yang Sedang Berjalan
Gambar 3.3 Flowmap Penggajian yang Sedang Berjalan Ket : A= Arsip Absen B= Arsip Gaji
Diagram konteks merupakan suatu diagram alir yang menggambarkan arus data pada suatu sistem yang bertujuan untuk menggambarkan arus data pada suatu sistem yang bertujuan untuk menggambarkan sistem pengolahan data secara garis besar atau keseluruhan. Diagram konteks ini dirancang untuk mengetahui masukan yang dibutuhkan oleh sistem, serta menggambarkan hubungan antara sistem dan entitas yang terlibat. SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN PEGAWAI PERUSAHAAN KONVEKSI DETTY COLLECTION PEGAWAI PIMPINAN Absen terisi Data pegawai Slip Gaji Laporan penggajian
lambing tertentu. Dengan adanya DFD maka penulisan suatu program akan menjadi lebih mudah dalam pelaksanaannya, karena menggunakan lambing-lambang yang bersifat standar yang ditetapkan secara umum dalam penulisan desain.
Pegawai 5 Buat Slip Gaji 4 Hitung gaji 3 Rekap absen 6 Membuat laporan 2 Buat absen 1 Rekap data pegawai Pimpinan Data pegawai
Data pegawai acc Data absen pegawai
Data laporan Data absen terisi
Data absen acc
Slip Gaji
Data absensi
Data absen acc
Data laporan penggajian Laporan gaji
Daftar gaji List gaji
Data daftar gaji Data pegawai
Data pegawai
Data gaji
pegawai 1.1 Isi data pegawai Bag. keuangan 1.2 Mencatat data pegawai Data peg acc
Data pegawai Data pegawai
Data pegawai
Acc data pegawai Data Pegawai acc
Gambar 3.6 DFD level 2 proses 1
b. DFD level 2 proses 3 Absen
pegawai
Bag. keuangan 3.1
Mengisi absen
3.2 Catat data absen Data absen
Data absen terisi
Data absen pegawai
Laporan absen
Bag. keuangan 4.1 Hitung jumlah tidak hadir 4.3 Hitung total gaji pegawai Hitung potongan keterlamba tan Rekap absen
Potongan tidak hadir Potongan terlambat
Daftar gaji pegawai
Gambar 3.8 DFD level 2 proses 4
d. DFD level 2 proses 5 Laporan Gaji
Bag. keuangan pegawai
Pemilik 6.2
Buat laporan penggajian
6.1 Acc slip gaji
Slip gaji Slip gaji acc
Laporan penggajian Laporan penggajian
Slip gaji acc
No Masalah Solusi
1 Sistem informasi absensi masih secara manual 1. Membuat sistem informasi absensi yaitu dengan cara menanda tangani absen harian.
2 Sistem informasi penggajian masih secara manual 2. Membuat sistem informasi penggajian
yaitu dengan cara menuliskannya dibuku besar.
3 Media penyimpnan masih berupa arsip sehingga 3. menggunakan media database yang memudahkan
sering kehilangan data dan terjadi kesalahan untuk proses pencarian data
4 Kesulitan mengumpulkan data dan menghitung gaji 4. membuat sistem informasi absensi dan penggajian
yang terintegrasi database
59 4.1 Perancangan Sistem
Perancangan sistem ini bertujuan untuk mempercepat pengolahan data dan informasi terutama dalam pembuatan laporan secara efektif, sehingga data yang ada akan tersimpan dengan baik dan jika ada data yang tidak diperlukan bisa
dihilangkan, sehingga terdapat pengumpulan data yang tersusun rapid an seragam. Sistem yang baik harus memiliki arah data yang masuk dan keluar yang jelas serta dapat dimengerti oleh pengguna mengenai fungsi dari sistem tersebut. Oleh sebeb itu harus diketahui bagaimana bentuk dan diagram datanya mengarah kea pa saja. Selain itu merancang perangkat lunak yang mendukung sistem haruslah terdapat desain awal input, output, dan yang terpenting hasil program aplikasi yang dihasilkan harus mudah digunakan.
4.1.1 Tujuan Perancangan Sistem
Tujuan dari perancangan sistem ini adalah untuk membangun suatu sistem informasi absen dan proses gaji karyawan agar dapat memudahkan dalam proses pengolahan absen dan gaji pada Detty Collection.
4.1.2 Gambaran Umum Sistem Yang Diusulkan
Sistem informasi detail absen dan informasi gaji memiliki kelebihan bila dibandingkan dengan prosedur sistem penggajian lainnya, karena sistem ini terdapat detail absensi pegawai, dan pembuatan laporan-laporan yang sebelumnya
dengan sistem informasi yang telah terkomputerisasi. Penyimpanan data akan lebih aman dan terintegrasi dengan adanya database penggajian.
4.1.3 Perancangan Prosedur yang Diusulkan
Perancangan prosedur dari sistem informasi penggajian tenaga kerja pada Detty Collection akan dituangkan dalam bentuk Diagram konteks, data flow diagram dan kamus data.
4.1.3.1Flow Map yang Diusulkan
keuangan pimpinan pegawai Input data absen masuk/ keluar Rekap absen Hitung gaji
Cetak slip gaji
Slip gaji Acc slip gaji Slip gaji acc Slip gaji acc
Cetak laporan absen
Laporan absen Laporan absen Cetak laporan
gaji
Laporan gaji Laporan gaji
Gambar 4.1 Flow Map yang diusulkan
hubungan keterkaitan antara sistem dengan pihak-pihak diluar lingkungan sistem. Hubungan keterkaitannya digambarkan sebagai aliran informasi dan data yang masuk ke dalam sistem dan keluar sistem.
SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN PEGAWAI PERUSAHAAN KONVEKSI
DETTY COLLECTION
PEGAWAI Bag. keuangan
Absen terisi Slip gaji
Cetak slip Slip gaji acc
Data laporan Input data absen
Data pengelolaan
Data flow diagram (DFD) merupakan model dari sistem untuk
menggambarkan pembagian sistem ke model yang lebih kecil. Berikut adalah gambar DFD yang diusulkan.
a. DFD Level 0 yang Diusulkan
pegawai 0.1 Input data absen masuk/ keluar 0.3 Hitung gaji 0.4 Cetak slip gaji 0.6 Membuat laporan Data pegawai Pegawai Validasi data pegawai
Data tidak valid
Slip gaji Absensi jabatan Data absensi Gaji pimpinan Data laporan Data jabatan Data absensi Data pegawai valid 0.2
Rekap absen
Data absen
Total gaji
Slip gaji Data gaji
0.5 Acc slip gaji
a. DFD Level 1 Proses 1 1.1 Input ussername & password 1.2 Validasi data pegawai
Data login admin Validasi data
Data tidak valid
valid
Gambar 4.4 DFD yang diusulkan level 1
b. Level 1 Proses 0.3 Absensi
3.1 Input absen 3.2 Hitung jumlah absen masuk, status Absensi jabatan Data pegawai Data absen Data jabatan Data absensi gaji Data gaji
informasi dari suatu sistem informasi dengan lengkap. Keterangan lebih lanjut tentang struktur data suatu arus data di DFD secara lebih terperinci dapat dilihat di kamus data.
1. Nama arus : Data pegawai Aliran data :
Atribut : {NIP, nama_pegawai, jenis_kelamin, tgl_lahir, alamat, jabatan}
2. Nama arus : Data Absensi Aliran data :
Atribut : {id_absen, NIP, tgl_absen, jumlah_kehadiran, keterlambatan}
3. Nama arus : Data gaji Aliran Data :
Atribut : {id_gaji, NIP, gaji_pokok, uang_makan, id_lembur, potongan_terlambat, potongan_tidakmasuk, gaji_total} 4. Nama arus : Laporan penggajian
Aliran Data :
Atribut : {id_gaji, NIP, tanggal, gaji_pokok, uang_makan, id_lembur, potongan_terlambat, potongan_tidakmasuk, gaji_total}
Perancangan basis data didefinisikan sebagai kumpulan data yang berupa suatu penyampaian informasi yang lengkap dengan jenis record yang mempunyai spesifikasi yang sama, sedang yang dimaksud dengan record adalah kumpulan data yang berisikan field-field berbeda, jumlah record pada umumnya terbatas. Berikut ini tahapan-tahapan dari perancangan basis data :
1. Normalisasi 2. Relasi tabel
3. Entity Relationship Diagram (ERD) 4. Struktur file
5. Kodefikasi
4.1.4.1 Normalisasi
Normalisasi merupakan suatu proses untuk mengubah suatu tabel kedalam beberapa tabel. Normalisasi biasa dipakai oleh perancang database untuk melakukan verifikasi terhadap tabel – tabel yang telah dibuat sehingga tidak menimbulkan masalah saat data diperbaharui maupun saat dihapus. Suatu tabel dikatakan normal jika memenuhi kondisi – kondisi tertentu..
Berikut langkah-langkah normalisasi : 1. Bentuk tidak normal
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti format tertentu, dapat saja tidak lengkap atau terduplikasi. Berikut ini bentuk data tidak normal :
{absen_id, nip, tanggal, jam_datang, jam_pulang, keterangan, nip, nama, jenis_kel, alamat, status, pendidikan, kd_jab, nip, gapok, potongan, uang_makan, no_slip, tgl_slip, gatot, id_rekap, kd_jab, nama_jab, gapok, id_rekap, periode_gaji, bulan, tahun, id_peg, jml_alfa, jml_sakit, jml_ijin}
2. Bentuk normal
{id_peg, nip, nama, jenis_kel, alamat, status, pendidikan, kd_jab, jabatan, kd_jab, nama_jab, gapok, gaji, id_peg, nip, gapok, potongan, uang_makan, gatot, no_slip, tanggal_slip, id_rekap, periode_gaji, bulan, tahun. Nip, jml_alfa, jml_sakit, jml_ijin, keterangan, terlambat}
3. Bentuk normal 2 (2-NF)
Pegawai: { id_peg*, nama, jenis_kel, alamat, status, pendidikan, kd_jab} Jabatan: {kd_jab*, nama_jab, gapok}
Gaji: {id_peg*, gapok, potongan, uang_makan, no_slip, tgl_slip, gatot, id_rekap, asuransi, lembur}
Rekapitulasi: {id_rekap, periode_gaji, bulan, tahun, id_peg, nip, jml_alfa, jml_sakit, jml_ijin, terlambat}
4.1.4.2Relasi Tabel
Relasi antar tabel adalah suatu proses mengorganisasikan file untuk menghilangkan grup elemen yang berulang-ulang. Proses relasi antar table merupakan pengelompokan data menjadi tabel-tabel yang merupakan entity dan relasinya. Berfungsi mengakses data dan item sedemikian rupa sehingga database tersebut mudah dimodifikasi. Adapun bentuk relasi antar tabel dari sistem informasi yang diusulkan adalah sebagai berikut :
Komponen utama ERD adalah entitas, atribut dan relasi. Entitas merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata dapat dibedakan dari yang lain. Relasi merupakan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari entitas yang berbeda. Entity Relationship Diagram pada aplikasi sistem informasi penjualan ini yaitu sebagai berikut :
Struktur file merupakan urutan isi atau data-data item yang ada pada file database. Rancangan struktur ini dimaksudkan untuk dapat melakukan kegiatan-kegiatan dalam pencarian data untuk mempermudah kerja sistem. Struktur file yang terdapat pada komputerisasi sistem informasi penjualan adalah sebagai berikut : a. Struktur file absensi
Tabel 4.1 Struktur File Tabel absensi
Absensi
No Nama Field Type Length
1 kode_absen int 20 2 Tanggal date 3 Nip char 20 4 jam_masuk varchar 10 5 jam_pulang varchar 10 6 Keterangan varchar 10
b. Struktur file gaji
Tabel 4.2 Struktur File Tabel gaji Gaji
No Nama Field Type Length
1 id_gaji int 11 2 Bulan varchar 20 3 no_slip char 25 4 tgl_slip date 5 Nip char 25 6 gaji_pokok int 20 7 uang_makan int 20 8 Lembur int 20 9 potongan_terlambat int 20 10 potongan_tidak_hadir int 20 11 Asuransi int 20 12 gaji_total int 20
Tabel 4.3 Struktur file tabel jabatan
Jabatan
No Nama Field Type Length
1 kode_jabatan char 20
2 Jabatan varchar 50
3 gaji_pokok int 20
d. Struktur file rekapitulasi
Table 4.4 Struktur file table rekapitulasi Rekapitulasi
No Nama Field Type Length
1 periode_gaji varchar 20 2 Bulan varchar 20 3 Tahun varchar 20 4 Nip char 25 5 kode_absen int 20 6 jml_alfa int 20 7 jml_sakit int 20 8 jml_ijin int 20
secara singkat. Kodifikasi digunakan sebagai identitas untuk setiap data yang akan diinput dalam table masing-masing. Kode dapat dibentuk dari kumpulan huruf, angka dan karakter khusus. Pengkodean dalam sistem informasi pemesanan ini menggunakan tipe kode group, yaitu kode yang berdasarkan field dan tiap field-field kode mempunyai arti. Berikut kode-kode yang digunakan :
1. Kode jabatan pimpinan = 0001 wakil pimpinan = 0002 bagian keuangan = 0003 bagian persediaan= 0004 bagian produksi = 0005 bagian pengiriman = 0006 bagian marketing = 0007
bagian teknisi mesin produksi = 0008
4.2 Perancangan Antar Muka
Perancangan antar muka merupakan tahapan untuk membuat tampilan atau disain dari sistem yang akan dibuat. Perancangan antar muka pemakai sangat penting untuk memenuhi criteria yang mudah digunakan, menarik dan nyaman digunakan oleh pemakai. Oleh karena itu dibuatlah rancangan antar muka untuk memudahkan pemakai. Rancangan tampilan yang dibuat meliputi rancangan struktur menu, rancangan input dan rancangan output dari sistem yang akan dibuat.