• Tidak ada hasil yang ditemukan

Current Ratio =

3. Menggambar Daerah Penerimaan dan Penolakan

Untuk menggambar daerah penerimaan atau penolakan maka digunakan

kriteria adalah sebagai berikut :

Hasil thitung dibandingkan dengan ttabel dengan kriteria :

a) Jika t hitung ≥ t tabel maka H0 ada di daerah penolakan, berarti Ha diterima artinya antara variabel X dan variabel Y ada pengaruhnya.

b) Jika t hitung ≤ t tabel maka H0 ada di daerah penerimaan, berarti Ha ditolak artinya antara variabel X dan variabel Y tidak ada pengaruhnya.t

hitung; dicari dengan rumus perhitungan t hitung, dan

c) t tabel; dicari didalam tabel distribusi t student dengan ketentuan sebagai

berikut,α = 0,05 dan dk = (n-k-1)

Hasil Fhitung dibandingkan dengan Ftabel dengan kriteria :

a) Tolak Ho jika Fhitung > Ftabel pada alpha 5% untuk koefisien positif.

b) Tolak Ho jika Fhitung< Ftabel pada alpha 5% untuk koefisien negatif.

Gambar 3.4

Uji daerah penerimaan dan penolakan hipotesis simultan

Gambar 3.5

Daerah Penerimaan dan Penolakan Hipotesis d. Penarikan Kesimpulan

Daerah yang diarsir merupakan daerah penolakan, dan berlaku

sebaliknya.Jika thitung jatuh di daerah penolakan (penerimaan), maka Ho

ditolak (diterima) dan H1 diterima (ditolak).Artinya koefisian regresi

signifikan (tidak signifikan).

Kesimpulannya, Tingkat Pengembalian Modal dan Rasio Lancar

berpengaruh signifikan (tidak signifikan) terhadap Harga Saham. Tingkat

signifikannya yaitu 5 % (α= 0,05), artinya jika hipotesis nol ditolak (diterima)

dengan taraf kepercayaan 95%, maka kemungkinan bahwa hasil dari

65

adanya pengaruh yang signifikan (tidak signifikan) antara dua variabel

104 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh Tingkat

Pengembalian Modal dan Rasio Lancar terhadap Harga Saham pada Perusahaan

Sektor Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2008

- 2013, maka pada bagian akhir dari penelitian ini, peneliti menarik kesimpulan

sebagai berikut:

1. Perkembangan Tingkat Pengembalian Modal (ROE)pada perusahaan

Telekomunikasi yang terdaftar di BEI tahun 2008 sampai dengan tahun

2013 mengalami fluktuasi. Adapun fluktuasi Tingkat Pengembalian Modal

kecenderungan menurun. Penurunan yang cukup signifikan dari tahun ke

tahun yaitu Perusahaan Bakrie Telecom Telekom terus mengalami

kerugian dengan hasil yang didapat rendah terus atau pada tingkat minus,

Penurunan Tingkat Pengembalian Modal tersebut ini ini disebabkan

karena perusahaan tidak dapat mengelola perputaran total aktiva dengan

baik yang menyebabkan turunnya keuntungan dari penjualan tersebut dan

persaingan semakin ketat karena semakin banyak provider komunikasi

yang semakin beragam, sehingga pendapatan Smartfren Telekom semakin

menurun. Berbanding terbalik dengan Perusahaan Telekomunikasi

107

2. Perkembangan Rasio Lancar pada perusahaanTelekomunikasi yang

terdaftar di BEI tahun 2008 sampai dengan tahun 2013 mengalami

fluktuasi. Adapun fluktuasi Rasio Lancar kecenderungan Naik. PT.

Telekomunikasi Indonesia yang paling sering mengalami kenaikan setiap

tahun. Kenaikanrasio lancar diakibatkan oleh presentase Penurunan hutang

jangka pendek terhadap modal. Hal tersebut dikarenakan kemampuan

perusahaan untuk bersaing, kemampuan untuk tumbuh dan kemampuan

untuk berkembang.

3. Perkembangan Harga Saham pada perusahaan Telekomunikasi yang

terdaftar di BEI tahun 2008 sampai dengan tahun 2013 mengalami

fluktuasi. PT Telekomunikasi Indonesia mengalami kenaikan pada dua

tahun terakhir, hal ini dikarenakan karenanilai perusahaan yang baik

dimata konsumen dan investor.

4. Hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Antara

Profitabilitas dan Leverage terhadap Kebijakan Dividen Tunai sebagai

berikut :

a. Secara parsial Tingkat Pengembalian Modal berpengaruh

negatiftidak signifikan terhadap Harga Saham. Artinya apabila

Tingkat Pengembalian Modal Meningkat maka Harga Saham

menurun tapi tidak terlalu signifikan karena memiliki tingkat

korelasi yang lemah.

b. Secara parsial Rasio Lancar berpengaruh negatif tidak signifikan

maka Harga Saham menurun tapi tidak terlalu signifikan karena

memiliki tingkat korelasi yang lemah.

c. Secara Simultan Tingkat Pengembalian Modal dan Rasio Lancar

berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap harga saham.Artinya

apabila Tingkat Pengembalian Modal dan Rasio Lancar Meningkat

maka Harga Saham menurun tapi tidak terlalu signifikan karna

memiliki tingkat korelasi yang lemah.

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian dan kesimpulan di atas, penulis memberikan saran

bagi perusahaanTelekomunikasi yang terdaftar di BEI sebagai bahan

pertimbangan perusahaan maupun untuk pihak lainnya mengenai ROE dan Rasio

Lancar terhadap Harga Saham, yaitu sebagai berikut :

Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis ingin mengajukan saran-saran

sebagai berikut :

1. Jika perusahaan mengalami kerugian terus menerus harus melakukan

pinjaman modal untuk perkembangan usahanya dengan kemungkinan pada

tahun berikutnya akan mengalami keuntungan sesuai yang diharapkan

kemudian Perusahaan mampu membayar hutang-hutangnya dan dalam

operasional lebih memanfaatkan modal sendiri, sehingga berpengaruh

terhadap profitablitas yg mengakibatkan pembayaran dividen yang

107

2. Lebih meningkatkan lagi kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan

modal pinjaman tersebut untuk pengembangan usaha, sehingga dapat

berpengaruh terhadap Harga Saham yang meningkat. Hal ini dapat

berdampak terhadap Tingkat Pengembalian Modal.

3. Agar lebih memperhatikan unsur yang dinilai mempunyai pengaruh paling

lemah terhadap keputusan investor dalam berinvestasi. Hal ini dapat tidak

menarik buat investor untuk melakukan pembelian saham.

4. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan melakukan penelitian lanjuta dengan

memperluas jumlah sampel dan data penelitian. Misalnya dengan

menggunakan periode pengamatan yang lebih panjang serta memasukan

ratio-ratio yang berpengaruh lebih besar.

Tingkat Pengembalian Modal dan Rasio Lancar terhadap Harga Saham

diharapkan bagi manajemen perusahaan variabel-variabel ini dapat dijadikan

bahan pertimbangan agar dihasilkan kebijakan dividen yang optimal dengan

memperhitungkan kemampuan perusahan itu sendiri, yaitu mempertimbangkan

memanfataakan pinjaman dari luar untuk mengahsilkan keuntungan yang terus

menerus membaik agar para investor mendapatkan kewajibannya yaitu berupa

INFLUENCE OF RETURN ON EQUITY AND CURRENT RATIO AGAINTS CLOSING PRICE FOR TELECOMUNICATION COMPANIES WHO REGISTERED IN BURSA EFEK INDONESIA PERIOD

2008-2013

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh jenjang S1

Program Studi Manajemen

Oleh :

Yudhi Lianda

21210053

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

Dokumen terkait