• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I : PENDAHULUAN

BAB 4: ANALISIS DATA

2. Menghitung Tingkat Koefisien Korelas

Dari hasil (rxy) = 0,9913, maka tingkat koefisien korelasi antara image brand Royal Plaza dengan gaya komunikasi remaja Royal Plaza sangat kuat. interpretasi nilai (r) dapat dilihat pada tabel beikut ini:

Tabel 4.25

Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval koefisien Tingkat hubungan

0,00 – 0,199 0,20 – 0,399 0,40 – 0,599 0,60 – 0,799 0,80 – 1,000 Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat

B. Hasil Analisis Penelitian

1. Ada Korelasi Antara Image Brand Royal Plaza Surabaya Dengan Gaya Komunikasi Remaja di Royal Plaza Surabaya Pada perhitungan analasis data menggunakan Regresi Linear di hipotesis uji t hitung (74,708) > t tabel (2,55).

2. Besaran tingkat korelasi antara variabel X dan variabel Y dapat diketahui melalui rumus koefisien korelasi dengan metode product moment dengan perhitungan t hitung (74,708) > t tabel (2,55). Hasil ini jika dimasukkan dalam koefisien korelasi dapat diketahui tingkat korelasi yang sangat kuat dengan perolehan 0,9913.

121

Jadi, Korelasi Antara Image Brand Royal Plaza Surabaya Dengan Gaya Komunikasi Remaja di Royal Plaza Surabaya menyumbang t hitung (74,708) > t tabel (2,55). Variabel X menyumbang 0,9913 dengan korelasi sangat kuat.

Sebagai langkah selanjutnya dalam penulisan skripsi ini adalah konfirmasi atau perbandingan temuan penelitian dengan teori yang ada. Teori Brand Image Keller yang relevan yaitu Teori Keller mengacu pada konsumen itu sendiri yang menciptakan beberapa brand image, namun itu semua juga tidak lepas dari strategi suatu brand. Dikalangan remaja, mall adalah salah satu brand yang melekat pada kehidupan social mereka, dari sinilah brand mall tersebut dikatakan berhasil dalam membuat brand image mall yang berdampak pada persepsi remaja.

BAB V

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari awal sampai akhir untuk menjawab rumusan masalah yang telah dicantumkan di BAB awal, maka perolehan hasil sebagai berikut:

1. Berdasarkan perhitungan melalui regresi linear sederhana dapat diketahui bahwa dalam uji hipotesis menolak hipotesis nihil (Ho) dan menerima Hipotesis kerja (Ha) dengan secor t hitung (74,708) dan t tabel (2,55). Dengan demikian ada korelasi antara image brand (Royal Plaza Surabaya) dengan gaya komunikasi remaja di Royal Plaza.

2. Besaran tingkat korelasi antara variabel X dan variabel Y dapat diketahui melalui rumus koefisien korelasi dengan metode product moment dengan perhitungan t hitung (74,708) > t tabel (2,55). Hasil ini jika dimasukkan dalam koefisien korelasi dapat diketahui tingkat korelasi yang sangat kuat dengan perolehan 0,9913.

B. Rekomendasi

1. Pihak Mall Royal Plaza dapat terus memperhatikan dan mengikuti perkembangan dan kebutuhan gaya hidup dari pengunjung remaja.

123

Gaya komunikasi yang terus berubah seiring berkembangnya zaman, tentu harus diselaraskan dengan strategi yang akan dijalankan oleh pihak Royal Plaza Surabaya agar dapat mempertahankan konsumen khususnya remaja sehingga dapat mempertahankan konsumen agar tidak berpaling ke pesaing lain.

2. Selain untuk image Royal Plaza, remaja harusnya dapat menempatkan diri di lingkungan sekitar agar tidak terjadi

kecolongan sikap yang menjadi tolak ukur pengunjung lainnya untuk berbelanja atau sekedar jalan – jalan di mall tersebut.

3. Sebagai penelitian yang mungkin perlu untuk ditindak lanjuti lagi untuk penelitian berikutnya, karena objek yang peneliti teliti ini cukup menarik untuk dilakukan penelitian ulang dan masih banyak yang perlu di eksplor untuk objek ini.

DAFTAR PUSTAKA

Aaker, D. (1991). Managing Brand Equity; Capitalizing on the Value of Brand Name. New York: Free Press.

Alo, L. (2011). Komunikasi Serba Ada Serba Makna. (Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Amstrong, K. (1997). Prinsip-prinsip pemasaran. Jakarta: Erlangga.

Antika, O. B. (2014). Kajian Lokasi Pusat Perbelanjaan Di Wilayah Surabaya Selatan. Jurnal Penelitian UNESA , 244.

Anwar, S. (1998). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Babbie, E. (2004). The Basics of Social Research 4th edition. USA: Thomson-Wadsworth. Cangara, H. (1998). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Dariyo, A. (2004). Psikologi Perkembangan Remaja. Bogor: Ghalia.

Effendi, O. U. (1999). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya. Elizabeth, &. B. (1992). Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

Gunarsa, S. D. (2004). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: BPK Gunung mulia.

H.A.W, W. (2000). Ilmu Komunikasi Pengantar Studi. Jakarta: PT.Rineka Cipta.

Ibrahim, I. S. (1997). Lifestyle ecstasy; Kebudayaan Pop Dalam Masyarakat Komoditas Indonesia. Yogyakarta: Jalasutra.

Setiadi, Nugroho. (2003). Perilaku Konsumen. Jakarta: Kencana.

Keith Davis, &. J. (2000). Perilaku Dalam Organisasi, Ed. 7. Jakarta: Erlangga.

Keller, K. L. (1993). Measuring and Managing Customer Based Brand Equity. Journal of Marketing , 57.

Kim, L. K.-H. (2006). creating images and the psychology of marketing communication. Jurnal: Routledge , 6.

Kotler, Philip. (2000). Manajemen Pemasaran, Edisi Millenium. Jakarta: Prenhallido.

Kotler , Philip. (2006). Marketing Management, 12th Edition, Pearson International Edition. New Jersey: Prentice Hall.

Minor, J. C. (1994). Perilaku Konsumen. Jakarta: Binarupa Aksara. Nugroho. (2013). Perilaku Konsumen. Jakarta: Kharisma Putra Utama.

Olson, J. P. (2000). Consumer Behavior : Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran. Jakarta: Erlangga.

Pilang, Y. A. (2004). Dia yang dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan.

Bandung: Jalasutra.

Rakhmat, J. (2000). Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: P.T Remaja Rosdakarya. Rangkuti, F. (2009). Strategi Promosi yang Kreatif dan Analisis Kasus Integrated Marketing Communication. Jakarta: PT. Gramedia PustakaUtama.

Runyon. (1980). Consumer Behavior and tge Practice of Marketing. Toronto: Merrill Publishing.

Ruslan, R. (2003). Metode Penelitian, Public Relation dan Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sadat, M. A. (2009). Brand Belief; Strategi Membangun Merek Berbasis Keyakinan. Jakarta: Salemba Empat.

Sarwono, S. W. (2012). Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Siregar, S. (2013). Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suharsimi, A. (2012). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Suryabrata, S. (1990). Metode Penelitian. Jakarta: Rajawali Press.

Susanto. (2001). Potret-Potret Gaya Hidup Metropolis. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Susanto, A. S. (1947). Komunikasi Dalam Teori dan Praktek. Bandung: Bina Cipta. Tjiptono, F. (2011). Pemasaran Jasa. Yogyakarta: Banyumedia Publishing.

Zinkhan, P. A. (2005). Consumers, cet. 2. McGraw: Hill.

http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab2/2011-2-00456-mc%202.pdf (diunduh pada 31-10-2014, 11:44 WIB)

Herwan Parwiyanto, Modul Kajian Komunikasi dalam Organisasi/AN/FISIP, dalam Perilaku Organisasi/herwanparwiyanto.staff.uns.ac.id, hlm. 7

Dokumen terkait