PAPARAN DATA DAN ANALISIS PENELITIAN A. PAPARAN DATA
3. Pendukung dan Kendala Pesantren Ta’mirul Islam dan Darul Uhuwah Dalam Mengimplementasikan Modernsasi Pendidikan Islam Uhuwah Dalam Mengimplementasikan Modernsasi Pendidikan Islam Uhuwah Dalam Mengimplementasikan Modernsasi Pendidikan Islam
K.H Imam Zarkasyi
a. Ta’mirul Islam
Program pendidikan K.H Imam Zarkasyi merupakan lembaga swasta yang mandiri, dengan konsep yang unik, serta kurikulum yang berbeda dengan kurikulum negara dan tidak bersedia untuk mengikuti sistem pendidikan pemerintah. Pihak Pesantren Ta‟mirul Islam selain mempunyai faktor pendukung dalam mengimplementasikan konsep pendidikan K.H Imam Zarkasyi juga mempunyai kendala-kendala.
Tetapi Pesantren ini sudah sepenuhnya mengikuti sistem dan program KMI, terutama tingkatan MA yang sudah tidak mengikuti UN dan Ijazahnya diakui oleh depag dan Diknas. Tetapi untuk tingkatan MTs masih mengikuti UN meskipun sistem dan kurikulumnya tetap mengikuti KMI yaitu kelas kurikulum kelas 1-3 KMI merupakan murid langsung kyai Zarkasyi1.
1) Pendukung
Diantara faktor-faktor pendukung Ta‟mirul Islam untuk mengimplementasikan konsep K.H Imam Zarkasyi dari segi SDM adalah pimpinan pesantren dan wakil pengasuh merupakan lulusan Gontor atau murid langsung dari K.H Imam Zarkasyi sehingga mereka tahu betul bagaimana konsep yang dijalankan dan menegerti langkah-langkah apa yang harus ditempuh. Selain itu mayoritas Ustadz yang tinggal di pesantren dan Ustadz yang mengajar pelajaran Islam merupakan lulusan Gontor dan KMI Ta‟mirul Islam sendiri dan mereka sepenuhnya tinggal dalam lingkungan pesantren.2 Sebagaimana yang disampaikan oleh pengasuh pesantren:
1 Dokumentasi Penyetaraan KMI dengan Madrasah Aliyah
145
“Pendiri pesantren Ta‟mirul Islam adalah kyai Nahar Surur yang merupakan murid kesayangan K.H Imam Zarkasyi dan teman akrab Kyai Syukri (pengasuh Gontor sekarang). Saat ini pun saya (pengasuh) dan adik saya (wakil pengasuh) meruapakan murid langsung kyai Zarkasyi dan lulusan Pesantren Gontor tahun 1985. sehingga mengerti betul konsep modernisasi pendidikannya. Selain itu asatidz juga lulusan pesantren-pesantren yang mengadopsi sistem pendidikan K.H imam Zarkasyi. Selain itu buku-buku yang dipakai juga buku”.
Hal serupa disampaikan oleh Ustadz Amin bahwa “semua sesepuh pesantren ini mulai dari pendiri dan generasi sekarang semuanya santri dari K.H Imam Zarkasyi, sehingga sistem dan pola pesantren identik dengan konsepnya K.H Imam Zarkasyi”. 3
Selanjutnya Ustadz Sofyan menerangkan bahwa:
“Aktifitas keseharian di pesantren sangat
mendukung dalam mengimplementasikan konsep Kyai Zarkasyi, hal ini dapat dilihat dari disiplin bahasa asing (b. Arab dan Inggris), disiplin waktu, kegiatan ekstra berupa ketrampilan, olah raga, pramuka. Sedangkan di dalam kelas didukung dengan buku-buku karya Imam Zarkasyi atau yang direkomendasikan oleh K.H Imam Zarkasyi.”4 Selain tenaga pengajar/SDM lingkungan pendidikan Ta‟mirul Islam sangatlah mendukung dalam mengikuti konsep K.H Imam Zarkasyi, seperti disiplin waktu, kegiatan, penggunaan bahasa asing dalam interaksi sehari-hari, kegiatam ekstra (olah raga, ketrampilan, pramuka).5 Sedangkan dari segi materi Ta‟mirul Islam menggunakan buku-buku karya K.H Imam Zarkasyi atau KMI Gontor. 6
3
Wawancara dengan Ustad Amin. 28 Agustus 2017. Pukul 16.00 di ruang pengasuhan santri
4 Wawancara dengan Ustadz Sofyan tanggal 2 September 2017 di Kantor Sekretaris Pondok
5 Observasi di Ta‟mirul Islam 28 Agustus 2017. Pukul 16.00
146
Pesantren Ta‟mirul Islam juga tergabung dalam pondok pesantren alumni Gontor. Sehingga selalu ada kerja sama dengan KMI Gontor untuk bersama-sama memajukan lembaga pendidikan dan sosialisasi tentang cita-cita dan konsep K.H Imam Zarkasyi. Lebih lanjut, KMI Ta‟mirul Islam sudah diakui dan disetarakan dengan MA tanpa ikut UN, sehingga menambah kepercayaan diri pesantren untuk mengembangkan konsep KMI lebih lanjut.7 Hal ini diungkap oleh Ustadz Taufik Soleh:
“Pesantren Ta‟mirul Islam merupakan pondok alumni Gontor yangmana selalu bekerja sama dengan pondok alumni Gontor lainnya atau Gontro sendiri dalam menigkatkan mutu pendidikan sesuai dengan cita-cita Kyai Zarkasyi. Dan KMI Ta‟mirul Islam sudah muadalah dengan MA”.8
2) Kendala
Diantara faktor-farktor yang menjadi kendala Ta‟mirul Islam dalam mengimplentasikan konsep pendidikan K.H Imam Zarkasyi adalah muatan kurikulum yang terlalu padat yaitu di tingkat MTs, karena harus menggabungkan materi KMI kelas
1-3 dan MTs.9 Selanjutnya kurangnya pengetahuan
masyarakat, santri atau wali santri tentang program KMI yang mana lembaga pendidikan yang dirintis oleh K.H Imam Zarkasyi, sehingga menyebabkan animo msayarakat yang kurang percaya pada lembaga tersebut. Selain itu program KMI yang sepenuhnya tidak mengikuti UN sehingga membuat masyarakat khawatir bagaimana untuk bisa meneruskan ke perguruan tinggi. Hal ini disampaikan oleh Direktur KMI:
7
Dokumentasi Penyetaraan KMI Ta‟mirul Islam dengan MA oleh direktorat jendral Kementrian Agama
8 Wawancara dengan Ustadz Taufik Soleh selaku direktur KMI
9
147
“Pesantren ini belum sepenuhnya
mengimplementasikan konsep K.H Imam Zarkasyi, KMI kelas 1-3 masih menggunakan MTs sehingga harus menggabungkan materi KMI dan MTs. Kendala lain dari segi masyarakat yang kurang familiar dengan sistem KMI. Masih banyak siswa yang lulus MTs Ta‟mirul Islam melanjutkan ke SMA atau MA di luar”.10
Selain itu asrama pesantren putra dan putri belum terpisah atau masih satu komplek tetapi hanya berbeda gedung. Akan tetapi saat ini sudah tersedia gedung di Sragen yang rencananya untuk asrama putra. Sedangkan yang di solo khusus untuk putri.11 Hal ini sesuai dengan pernyataan Ustadz Amin:
“Ta‟mirul Islam belum memisahkan lokasi antara asrama putra dan putri, saat ini hanya terpisah oleh gedung saja. Tetapi selanjutnya asrama putra akan dipindah ke Sragen dan yang di sini khusus putri”.12
Pengasuh pesantren dan seluruh jajaran pengurus dan guru mempunyai komitemen yang tinggi untuk menerapkan semua sistem K.H Imam Zarkasyi secara keseluruhan, guna mencapai cita-cita pendiri pesantren. b. Darul Ukhuwah
Program pendidikan K.H Imam Zarkasyi merupakan lembaga swasta yang mandiri, dengan konsep yang unik, serta kurikulum yang berbeda dengan kurikulum negara dan tidak bersedia untuk mengikuti sistem pendidikan pemerintah. Pihak Pesantren Darul Ukhuwah selain mempunyai faktor pendukung dalam mengimplementasikan konsep pendidikan K.H Imam Zarkasyi juga mempunyai kendala-kendala yang membuat belum terealisasikan konsep pendidikan Imam
10 Wawancara dengan pengasuh pesantren K.H Halim S.H tanggal 28 Agustus 2017 pukul 08.30-10.00
11
Observasi di Ta‟mirul Islam 29 September 2017 pukul 16.00-17.15
12 Wawancara dengan Ustadz Amin Selaku koordinator Pengasuhan santri pada tanggal 29 September 2017 pukul 16.00-17.15
148
Zarkasyi dengan sepenuhnya, meskipun pihak pesantren telah berkomitmen untuk mengikuti sepenuhnya.
1) Pendukung
Diantara faktor-faktor pendukung Darul Ukhuwah untuk mengimplementasikan konsep K.H Imam Zarkasyi dari segi SDM antara lain pimpinan pesantren dan wakil pengasuh merupakan lulusan Gontor atau murid langsung dari K.H Imam Zarkasyi sehingga mereka tahu betul bagaimana konsep yang dijalankan dan menegerti langkah-langkah apa yang harus ditempuh. Selain itu beberapa Ustadz tinggal di pesantren13 dan Ustadz yang mengajar pelajaran Islam merupakan lulusan Gontor dan pondok-pondok alumni gontor yang tentu mengikuti konsep pendidikan K.H Imam Zarkasyi. Sebagaimana yang disampaikan oleh pengasuh pesantren:
“Pesantren ini mempunyai dipimpin oleh pengasuh dan wakil pengasuh lulusan Pesantren Gontor atau santri langsung dari K.H Imam Zarkasyi, sehingga mengerti betul konsep modernisasi pendidikannya. Selain itu
asatidz juga lulusan pesantren-pesantren yang
mengadopsi sistem pendidikan K.H imam Zarkasyi. Selain itu buku-buku yang dipakai juga buku-buku KMI.”14
Sedangkan dari segi kurikulum, pelajaran dan buku-buku khususnya pelajaran agama islam dan bahasa arab, Inggris dari Gontor yang sebagaian besar karangan K.H Imam Zarkasyi atau buku-buku yang direkomendasikan oleh beliau dan buku-buku diknas dan depag.15 Selanjutnya lingkungan pesantren yang sangat mendukung, penerapan disiplin, kegiatan ektra dan penggunaan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari. Direktur KMI mengatakan bahwa:
13
Obsevasi di Darul Ukhuwah 7 agustus 2017, pukul 07.00-08.00
14 Wawancara dengan Pengasuh pesantren pada tanggal 7 agustus 2017 di rumah pengasuh.
149
“Mayorits buku yang dipakai di Pondok Darul Ukhuwah adalah buku-buku dari Gontor, kecuali materi UN atau buku-buku yang tidak ada di Gontor seperti kesenian.
Selanjutnya lingkungan pesantren yang sangat mendukung, penerapan disiplin, kegiatan ektra dan penggunaan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari.”16
Sedangkan sarana prasarana yang berupa asrama
atau tempat tinggal, pesantren Darul Ukhuwah sudah memisahkan antara asrama putra dan putri. Darul Ukhuwah 1 yaitu untuk putra, Darul Ukhuwah 2 dan 3 untuk putri. Ustad Wahyu mengatakan”
“kampus Darul Ukhuwah sudah memisahkan lokasi putra dan putri sesuai wasiat kyai Zarkasyi. Kampus 1 ini khusus untuk putra sedangkan kampus 2 dan 3 untuk putri tetapi masih di sekitar malang”.17
2) Kendala
Diantara faktor-farktor yang menjadi kendala Darul Ukhuwah dalam mengimplentasikan konsep pendidikan K.H Imam Zarkasyi dari segi kurikulum adalah menggabungkan materi pelajaran KMI, Diknas (untuk SMP) depag (untuk MA) sehingga akan dirasa berat dan berkurangnya tujuan konsep pendidikan K.H Imam Zarkasyi.18 Selain itu kurangnya pengetahuan masyarakat, baik siswa maupun wali santri tentang program KMI yang mana lembaga pendidikan yang dirintis oleh K.H Imam Zarkasyi, sehingga menyebabkan animo msayarakat yang kurang percaya pada lembaga tersebut sehingga harus menginduk pada diknas dan depag. Hal ini disamapaikan oleh pengasuh pesantren:
16 Wawancara dengan Direktur KMI pada tanggal 14 Agustus 2017 di kantor KMI.
17 Wawancara dengan Ustad wahyu, tanggal 16 agustus 2017 di ruang asatidz
18
150
“Pesantren ini belum sepenuhnyamengimplementasikan konsep K.H Imam Zarkasyi, diantara kendalanya materi yang terlalu berat karena menggabungkan KMI, Diknas dan Depag. Masih banyak masyarakat yang kurang familiar dengan sistem KMI, terkendalanya muadalah atau pengakuan KMI Darul Ukhuwah dari pemerintah, sehingga jenjang pendidikan masih mengacu pada Dikbud dan Depag, tetapi konten pelajaran menggunakan sistem KMI. Akan tetapi ke depannya pesantren Darul Ukhuwah akan sepenuhnya menerapkan sistem K.H Imam zarkasyi, yaitu murni KMI tanpa mengacu Dikbud dan Depag”.19
Selain hal di atas tersebut, sistem pengakuan dan penyetaraan KMI dengan tinggat MTs dan MA yang terkadang masih menimbukan polemik tersendiri di kalangan pemerintah dan masyarakat dan beberapa perguruan Tinggi. Seperti yang disampaikan oleh Direktur KMI;
“Sudah diakui Diknas dan Depag tetapi masih banyak pihak yang mempermasalahkan karena KMI tidak mengikuti aturan pemerintah baik pelajaran dan Ujian Nasional. Terkadang ganti menteri akan berganti kebijakan, saat ini Menag merupakan lulusan KMI sehingga masih terus diakui. Tetapi tidak menutup kemungkinan kalau ganti menteri KMI akan bermasalah. Sehingga kami takut akan terjadi hal itu. Tetapi kami tetap berkomitmen untuk menerapkan program KMI sepenuhnya seperti Gontor dan pesantren lainnya”.20
Selain kendala dari segi madrasah/KMI ada juga beberapa kendala dari segi SDM yaitu kurangnya asatidz yang tinggal di dalam pondok untuk memantau santri secara langsung.21 Sedangkan sarana prasarana pesantren yaitu masjid masih dalam pembangunan sehingga untuk solat, mengaji menggunakan aula yang juga digunakan ruang kelas, tempat tinggal ustadz yang sudah berkeluarga masih dalam
19 Wawancara dengan Pengasuh pesantren pada tanggal 7 agustus 2017 di rumah pengasuh.
20 Wawancara dengan Direktur KMI pada tanggal 14 Agustus 2017 di kantor KMI.
21
151
pembangunan yang mana nanti semua ustasz wajib tinggal di pesantren. Hal ini disampaikan oleh Ustadz Hasan:
“Tidak semua Ustadz bisa tinggal di dalam pesantren terutama yang sudah berkeluarga. Jadi, kita masih kekurangan ustadz untuk tinggal di dalam pondok. Tetapi sudah dibangun beberapa perumahan di dalam pondok untuk ustadz yang sudah berkeluarga. Sehingga ke depannya kelangsungan pendidikan di dalam pondok semakin efektif. Masjid juga masih dalam pembangunan sehingga solatdan ngaji masih di aula”.22
Jadi untuk tetap melaksanakan konsep K.H Imam Zarkasyi, jiwa pesantrennya dan tetap mendapat pengakuan dari masyarakat dan pemerintah, solusinya adalah tetap mengacu pada ada Diknas yaitu SMP dan Depag yaitu MA. Tetapi sesuai dengan cita-cita pak Kyai, pondok ini akan murni menjadi KMI sesuai dengan konsep Kyai Imam Zarkasyi.
152 BAB V