• Tidak ada hasil yang ditemukan

Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, mengolah makanan dengan tepat, dan meningkatkan imunitas melalui peran makanan. Makanan dengan gizi seimbang merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dengan jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jenis yang harus ada dalam susunan yaitu kabohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Jumlah zat gizi yang diperlukan setiap orang berbeda-beda dipengaruhi oleh umur, berat badan, dan aktivitas sehari-hari.

Makanan dengan gizi seimbang akan membentuk sistem kekebalan tubuh. Contoh makanan yang baik untuk kekebalan tubuh antara lain brokoli dan bayam. Brokoli kaya serat, antioksidan, vitamin A, C, dan E. Kandungan gizi inilah yang dapat memperkuat sistem imun tubuh. Bayam kaya akan antioksidan, beta karoten, vitamin C, dan vitamin A. Selain itu juga masih banyak makanan yang dapat

31 meningkatkan imunitas antara lain bawang putih, kunyit, buah-buahan, makanan laut, dan yogurt.

Gambar 12. susunan gizi seimbang

Pengolahan makanan dengan tepat juga perlu diperhatikan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah pengolahan makanan hingga matang sempurna. Pengolahan makanan yang kurang matang dapat menyebabkan tumbuhnya bakteri dan virus pada makanan tersebut yang nantinya akan ikut termakan dan masuh ke dalam tubuh manusia. Pengolahan makanan yang matang sempurna akan membuat bakteri dan virus mati pada saat pengolahan.

32 IV. BAGAIMANAKAH MENJAGA KELOMPOK RAWAN INFEKSI

COVID-19?

A. Lansia

Menurut World Health Organisation (WHO), lansia adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas. Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Kelompok yang dikategorikan lansia ini akan terjadi suatu proses yang disebut

aging process atau proses penuaan. Proses penuaan ditandai dengan

tahapan-tahapan menurunnya berbagai fungsi organ tubuh, yang ditandai dengan semakin rentannya tubuh terhadap berbagai serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian misalnya pada sistem kardiovaskuler dan pembuluh darah, pernafasan, pencernaan, endokrin dan lain sebagainya. Rentannya tubuh tersebut disebabkan seiring meningkatnya usia sehingga terjadi perubahan dalam struktur dan fungsi sel, jaringan, serta sistem organ. Perubahan tersebut pada umumnya berpengaruh pada kemunduran kesehatan fisik dan psikis yang pada akhirnya akan berpengaruh pada ekonomi dan sosial lansia. Secara umum akan berpengaruh pada activity of daily living (Fathra, dkk., 2014).

Pada masa pandemi Covid-19 ini, usia lansia sangat rentan, karena daya imunitas tubuhnya yang mulai menurun sehingga mudah terserang berbagai panyakit. Lansia yang tinggal bersama keluarga, perlu mendapatkan perhatian yang khusus. Hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga lansia di masa pandemi Covid-19 ini, adalah sebagai berikut.

(1) Memberikan informasi terkait Covid-19 dengan bahasa yang mudah dipahami dan tidak menimbulkan kekhawatiran berlebih atau ketakutan.

(2) Menerapkan perlikaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada lansia. (3) Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang.

33 (4) Membelikan kebutuhan pribadi lansia.

Lansia yang memiliki riwayat penyakit tertentu, perlu mendapatkan tambahan perhatian khusus. Lansia dengan penyakit kronis harus minum obat secara rutin, dan memastikan memiliki stok obat yang biasa diminum. Lansia dengan penyakit diabetes harus dilakukan cek tekanan darah dan kadar gula secara berkala. Beberapa lansia yang membutuhkan alat khusus misalnya inhaler, maka harus dipastikan penggunaannya tetap berjalan dengan baik seperti biasanya, apabila mengalami demam dan sesak nafas segera menghubungi dokter.

Selain lansia yang tinggal bersama keluarga di rumah, kita juga harus membantu lansia yang berada di lingkungan sekitar. Pandemi Covid-19 ini harus dilawan secara bersama-sama dengan saling membantu sesama. Kita bisa berbagi informasi seputar Covid-19 dengan lansia di lingkungan sekitar, utamanya adalah tentang bagaimana menjaga diri agar tetap sehat. Lansia diberikan pengarahan terkait penggunaan masker dan desinfektan yang baik dan benar dengan bahasa yang santun dan mudah dipahami. Kita dapat memberikan informasi mengenai resiko Covid-19 yang mungkin terjadi dan peluang untuk sembuh apabila terdapat lansia yang sedang dalam isolasi. Lansia yang berada di panti, juga harus mendapatkan perhatian khusus. Lansia yang terinfeksi Covid-19 di panti dapat dilakukan isolasi mandiri dengan memindahkan ke kamar pribadi. Lansia di dampingi oleh perawat khusus, dan lansia sebaya yang memiliki keahlian, pengalaman dan kekuatan untuk menjadi relawan dalam respon Covid-19.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, para lansia dapat melakukan beberapa aktivitas di rumah untuk menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi rasa bosan. Aktivitas tersebut seperti senam, latihan pernafasan, membaca buku, mendengarkan musik, dan melakukan hobinya yang tidak terlalu banyak mengeluarkan energi dan tetap bisa dilakukan di rumah.

34 Gambar 13. Tips menjaga lansia saat pandemi Covid-19.

B. Balita

Usia balita, imunitas tubuhnya masih dalam masa perkembangan, sehingga sangat rentan terhadap kemungkinan berbagai penyakit. Balita belum memahami dengan baik tentang kondisinya di lingkungan sekitar, sehingga membutuhkan pengawasan dari orang tua maupun orang-orang yang lebih dewasa di lingkungannya. Beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga balita pada masa pandemi Covid-19 ini adalah sebagai berikut:

(1) Memberikan informasi terkait Covid-19 secukupnya dengan bahasa yang mudah dipaham, tanpa menimbulkan kekhawatiran.

(2) Mengajak balita untuk menerapakan hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, etika batuk yang benar, dan menggunakan masker jika berada di luar rumah.

35 (3) Menjelaskan kepada balita tentang mengapa saat ini mengurangi bepergian dan tidak bertemu dengan teman sebayanya, apabila balita hendak bermain dengan temannya, maka dapat melakukan video call menggunakan telepon genggam.

Orangtua dapat melakukan permainan-permainan sederhana sambil belajar di rumah bersama balita agar si buah hati tidak merasa bosan. Permainan yang bisa dilakukan seperti bermain peran, membaca buku bergambar, latihan berhitung, latihan mewarnai, bermain origami, dan lain sebagainya. Pandemi Covid-19 dapat dijadikan pembelajaran kepada balita untuk lebih mencintai Tuhan dan meningkatkan ibadah. Oragtua juga dapat mengajak anak berolahraga di halaman rumah, seperti berkebun, senam, dan jalan-jalan.

Selama di rumah, orangtua harus memperhatikan kesehatan anak, jika terjadi sakit maka kenali sakitnya, identifikasi apakah termasuk gejala dari Covid-19 atau bukan. Anak yang demam disertai dengan salah satu atau lebih gejala berikut: luka di mulut, nanah pada mata, muntah bercampur darah, feses berwarna hitam, perdarahan dari hidung/gusi, bintik-bintik merah, sering muntah, dan nyeri ulu hati atau gelisah, maka langsung menghubungi 119. Demam anak yang tidak disertai gejala lain, dan masih di bawah 37,5°C dapat diobati sendiri tanpa harus ke tempat pelayanan kesehatan. Orangtua dapat memberikan paracetamol secara rutin sampai panasnya hilang atau melakukan kompres. Kompres ‘tepid sponge’ dapat mengurangi demam pada balita, kompres dengan air hangat atau air biasa, dan menghindari mandi air dingin.

Orangtua juga harus mengenali dan menganalisis jika terjadi batuk dan diare pada anak, apakah dalam kategori biasa atau perlu diwaspadai. Hal yang dilakukan orangtua ketika anak batuk adalah dengan memberi pereda tenggorokan dan pereda batuk yang aman, memberikan asupan makanan yang baik, memberikan ASI bagi anak yang berusia di bawah 2 tahun, dan apabila batuk >14 hari segera rujuk untuk pemeriksaan. Batuk anak yang disertai sesak nafas dan tarikan dinding dada, langsung di bawa ke pelayanan kesehatan.

36 Diare dibedakan menjadi diare ringan dan diare berat. Diare ringan pada anak adalah apabila anak masih minim dengan lahap dan tidak disertai dehidrasi. Diare ringan dapat diatasi dengan memberikan ASI lebih sering dan lebih lama dari biasanya jika anak masih di bawah 2 tahun, namun apabila anak sudah tidak ASI eksklusif, berikan oralit atau cairan makanan (kuah sayur, dll) atau air matang. Kategori diare berat adalah apabila disertai dehidrase, anak malas minum, atau bahkan sampai disentri. Diare berat segera mengbungi pelayanan kesehatan.

Dokumen terkait