• Tidak ada hasil yang ditemukan

Meningkatnya Kualitas Kurikulum dan Pembelajaran

Indikator sasaran meningkatnya kualitas kurikulum dan pembelajaran sebagaimana ditetapkan dalam perjanjian kerja antara Direktur Politeknik Negeri Bandung dengan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi terdiri dari 3 (tiga) indikator yaitu persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang melaksanakan kerja sama dengan mitra, persentase mata kuliah S1 dan D4/D3/D2 yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis proyek (team-based project) sebagai bagian bobot evaluasi, dan persentase program S1 dan D4/D3/D2 yang memiliki akreditasi internasional yang diakui pemerintah atau sertifikat sebagaimana disajikan pada tabel 4.1, 4.2, dan 4.3.

Tabel 4.1 Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang melaksanakan kerja sama dengan mitra

Indikator Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang melaksanakan kerja sama dengan mitra

Realisasi

2018 Realisasi

2019 Tahun 2020 % Capaian

Target Realisasi

35% 100% 285,7 %

Pada tahun 2020 capaian indikator persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang melaksanakan kerja sama dengan mitra adalah mencapai target yaitu sebesar 100% (38 program studi telah bekerjasama dengan mitra) dari target 35% yang ditetapkan dalam perjanjian kerja tahun 2020. Ketercapaian indikator kinerja tersebut dikarenakan dukungan program/kegiatan kerjasama Politeknik Negeri Bandung sebagai pendidikan

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Polban 2020 | 23 tinggi vokasi dengan mitra/dunia kerja dalam mendukung pencapaian visi Politeknik Negeri Bandung.

Persentase mata kuliah S1 dan D4/D3/D2 yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis proyek (team-based project) sebagai bagian bobot evaluasi ditargetkan sebesar 35% sesuai dengan yang ditetapkan dalam PK tahun 2020 sebagaimana disajikan pada tabel 4.2

Tabel 4.2 Persentase mata kuliah S1 dan D4/D3/D2 yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok

berbasis proyek (team-based project) sebagai bagian bobot evaluasi Indikator Persentase mata kuliah S1 dan D4/D3/D2 yang

menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis proyek (team-based project) sebagai bagian bobot evaluasi

Capaian indikator persentase mata kuliah S1 dan D4/D3/D2 yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis proyek (team-based project) sebagai bagian bobot evaluasi adalah sebesar 35,5% dari target yang ditetapkan 35%. Ketercapaian indikator kinerja tersebut dikarenakan dukungan program/kegiatan proses pembelejaran dan peran dosen yaitu membina setiap kelompok selama periode pekerjaan proyek dan mendorong mahaiswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam kolaborasi.

Indikator persentase program S1 dan D4/D3/D2 yang memiliki akreditasi internasional yang diakui pemerintah atau sertifikat ditetapkan target sebesar 2,5% sesuai dengan yang ditetapkan dalam perjanjian kerja Politeknik Negeri Bandung tahun 2020 dengan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) sebagaimana disajikan pada tabel 4.3.

Tabel 4.3 Persentase program S1 dan D4/D3/D2 yang memiliki akreditasi internasional yang diakui pemerintah atau sertifikat

Indikator Persentase program S1 dan D4/D3/D2 yang memiliki akreditasi internasional yang diakui pemerintah atau sertifikat

Tahun 2020 % Capaian

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Polban 2020 | 24 Realisasi

2018 Realisasi

2019 Target Realisasi

NA NA 2,5 28,9 1.156%

Pada tahun 2020 capaian indikator persentase program S1 dan D4/D3/D2 yang memiliki akreditasi internasional yang diakui pemerintah atau sertifikat tercapai melebihi target yiatu sebesar 28,9% (10 program studi dari 38 program studi telah mendapatkan sertifikat akreditasi internasional dari ASIC (Acreditation Service for International Schools Colleges and Universities) dan satu program studi mendapatkan sertifikat AMTO (Aircraft Maintenance Training Organizations) dari target yang ditetapkan 2,5 atau capaiannya sebesar 1.156%. Ketercapaian indikator kinerja tersebut dikarenakan dukungan program/kegiatan system penjaminan mutu Polban yang dikoordinasikan oleh Satuan Penjaminan Mutu Internal Politeknik Negeri Bandung.

b. Realisasi Anggaran

Pagu anggaran Politeknik Negeri Bandung dalam DIPA tahun 2020 sebesar Rp.

191.219.837.000. Dari pagu anggaran tersebut baru berhasil direalisasikan sebesar 154.406.500.029 dengan persentase daya serap sebesar 80,75%. Penyerapan anggaran ini tidak bisa dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena adanya perubahan pengalihan dari kemristekdikti ke kemdikbud pada tahun 2020. Adapun data realisasi anggaran berdasarkan sasaran strategis sebagaimana disajikan pada tabel 4.4 dan realisasi anggaran berdasarkan jenis belanja disajikan pada tabel 4.5.

Tabel 4.4 Realisasi Anggaran Berdasarkan Sasaran Strategis

Tabel 4.5 Realisasi Anggaran Berdasarkan Jenis Belanja

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Anggaran Realisasi % Sisa Anggaran

Layanan Dukungan eselon 1 59.545.936.000 44.650.920.370 74,99% 14.895.015.630 Layanan Sarana Prasarana dan Internal 17.802.678.000 12.594.517.241 70,75% 5.208.160.759 Layanan Perkantoran 113.871.223.000 97.161.062.418 85,33% 16.710.160.582

191.219.837.000

154.406.500.029 80,75% 36.813.336.971 Dukungan Manajemen

dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen Pendidikan Vokasi

Jumlah

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Polban 2020 | 25 Pagu anggaran sebesar tersebut di atas digunakan untuk membiayai 4 (empat) pencapaian Sasaran dengan 10 (sepuluh) Indikator Kinerja. Berikut rincian penyerapan anggaran pada masing-masing sasaran/indikator kinerja.

Hambatan/kendala dan permasalahan yang dihadapi dalam upaya pencapaian target tersebut karena adanya DIPA blokir pelaksanaan tahun anggaran 2020, kemudian proses pembukaan DIPA blokir baru dilakukan pada bulan Maret 2020. Sementara Kontrak Kinerja antara Polban dan Diksi 28 Agustus 2020 kemudian IKU revisi dari Diksi November 2020 dan PK baru di tanda tangani pada bulan November 2020 kenyataan 2 Desember 2020

Beberapa langkah antisipasi yang dilakukan agar target indikator kinerja dapat tercapai yaitu dengan membangun komunikasi dan koordinasi antara unit dan parap pemangku kepentingan, serta mengembangn sistem perencanaan yang komprehensif yang melibatkan berbagai unsur di lingkungan Politeknik Negeri Bandung berbasis teknologi informasi.

c. Efisiensi Sumber Daya

Pada tahun 2020, Politeknik Negeri Bandung berhasil melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp.36.834.138.000. Hasil efisiensi tersebut diperoleh dari dari belanja barang dan belanja modal. Anggaran hasil efisiensi digunakan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan prioritas.

NO JENIS BELANJA ANGGARAN REALISASI PROSENTASE KETERANGAN

(%)

1 3 13 = 9 s/d 12 14 15

1 BELANJA PEGAWAI 96.583.896.000 85.347.810.868 88,37%

2 BELANJA BARANG 72.717.642.000 52.274.529.927 71,89%

3 BELANJA MODAL 21.918.299.000 16.784.159.234 76,58%

4 BELANJA BANTUAN SOSIAL - - 0,00%

191.219.837.000

154.406.500.029 80,75%

2

JUMLAH

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Polban 2020 | 26 BAB IV

PENUTUP

Selama tahun 2020, Politeknik Negeri Bandung berhasil melaksanakan seluruh kegiatan untuk mendukung pencapaian target yang ditetapkan. Berikut ringkasan pencapaian indikator kinerja dan kinerja keuangan.

Nomenklatur No Kegiatan / Sasaran Kegiatan / Indikator Kinerja

Sasaran Kegiatan Satuan Target Capaian

Kegiatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen Pendidikan Vokasi SK 1 Meningkatnya tata kelola satuan kerja di lingkungan Ditjen Pendidikan Vokasi [Cascading SP:

15.]

IKK 1.1 Rata-rata predikat SAKIP Satker minimal BB predikat BB B

IKK 1.2 Rata-rata nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan

RKA-K/L Satker minimal 93 nilai 93 94.18

Kegiatan Pembinaan Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi

SK 2 Meningkatnya kualitas lulusan pendidikan tinggi [Cascading SP: 15.]

IKK 2.1 Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang berhasil mendapat pekerjaan; melanjutkan studi; atau menjadi wiraswasta.

% 55 65

IKK 2.2 Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks di luar kampus; atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional.

% 10 5.5

SK 3 Meningkatnya kualitas dosen pendidikan tinggi [Cascading SP: 15.]

IKK 3.1 Persentase dosen yang berkegiatan tridarma di kampus lain, di QS100 berdasarkan bidang ilmu (QS100 by subject), bekerja sebagai praktisi di dunia industri, atau membina mahasiswa yang berhasil meraih prestasi paling rendah tingkat nasional dalam 5 (lima)

% 15 15.6

IKK 3.2 Persentase dosen tetap berkualifikasi akademik S3; memiliki sertifikat kompetensi/profesi yang diakui oleh industri dan dunia kerja; atau berasal dari kalangan praktisi profesional, dunia industri, atau dunia kerja.

% 30 68.3

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Polban 2020 | 27

Nomenklatur No Kegiatan / Sasaran Kegiatan / Indikator Kinerja

Sasaran Kegiatan Satuan Target Capaian

IKK 3.3 Jumlah keluaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berhasil mendapat rekognisi internasional atau diterapkan oleh masyarakat per jumlah dosen.

hasil penelitian per jumlah dosen

0.10 0.598

SK 4 Meningkatnya kualitas kurikulum dan pembelajaran [Cascading SP: 15.]

IKK 4.1 Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang

melaksanakan kerja sama dengan mitra. % 35 100

IKK 4.2 Persentase mata kuliah S1 dan D4/D3/D2 yang

menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis projek (team-based project) sebagai sebagian bobot evaluasi.

% 35 35.5

IKK 4.3 Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang memiliki akreditasi atau sertifikat internasional yang diakui pemerintah.

% 2.5 28.9

Sebagian besar indicator kinerja sasaran kegiatan (IKSK) tercapai bahkan ada yang melampaui target, namun demikian ada beberapa IKSK yang belum tercapai secara optimal. Hal tersebut dipengaruhi berbagai factor baik dari implementasi SAKIP, dan adanya DIPA blokir pada tahun 2020, serta terjadinya wabag pandemic covid 19 pada tahun 2020 sampai dengan saat ini, demikian juga dengan kinerja keuangan capaiannya tidak optimal dikarenakan beberapa faktor teresbut.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Polban 2020 | 28 Dari hasil evaluasi kinerja, beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian antara lain terkait dengan implementasi SAKIP dimulai dari perencanaan, pelaksaanaan program dan anggaran masih belum berjalan secara optimal.

Untuk meningkatkan kinerja organisasi, beberapa fokus perbaikan yang akan dilakukan ke depan antara lain membangun komunikasi dan koordinasi antara unit dan para pemangku kepentingan, serta penguatan pada sistem perencanaan yang komprehensif yang melibatkan berbagai unsur di lingkungan Politeknik Negeri Bandung berbasis teknologi informasi. Kemudian mendorong semua pihak untuk merubah pemikiran yang fleksibel dan adaptif untuk menggunakan teknologi informasi, lebih spesifiknya internet, ponsel pintar, dan laptop untuk mendukung pelaksanaan program dan kegiatan di Politeknik Negeri Bandung yang lebih baik.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Polban 2020 | 29 Lampiran

1. Perjanjian Kinerja Tahun 2020 versi Agustus 2020 2. Perjanjian Kinerja Tahun 2020 revisi Nopember 2020 3. Pernyataan Telah Direviu

Dokumen terkait