Evaluasi Hasil Pelaksanaan RKPD Tahun 2015 Dan Capaian Kinerja Penyelenggaraan
250.000.000 249.006.100 99,60 13.1 Fasilitasi Penyelesaian
2.1.2 Meningkatnya kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan
Perselisihan Hubungan Industrial 13.2 Peningkatan Pengawasan, Perlindungan dan Penegakan Hukum Terhadap
Keselamatan dan Kesehatan
100.000.000 100.000.000 100
13.3 Pembinaan Syarat Kerja dan
Kesejahteraan Pekerja 75.000.000 74.313.600 99,08
Indikator kinerja yang digunakan dalam pengukuran keberhasilan capaian sasaran serta target dan capaiannya adalah sebagai berikut:
No. Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi % Capaian
1 APK TK/ PAUD % 50,00 40,19 80,38
2 APM TK/PAUD % 47 38,21 81,30
3 Rata-rata Lama Sekolah Tahun 8,65 7,19 83,12
4 APK SD/ MI/Paket A % 114,90 114,96 100.05
5 APM SD/MI/Paket A % 98,25 98,43 100,18
6 Angka Buta Aksara 0,90 1,55 172,22
7 APK SMP/MTs/Paket B % 98,60 98,7 100,10 8 APM SMP/MTs/Paket B % 92,50 91,75 99,19 9 APK SMA/MA/SMK/Paket C % 76,50 75 98,04 10 APM SMA/MA/SMK/Paket C % 65,50 62,15 94,89
2.1.2 Meningkatnya kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan
RKPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 II.59
No. Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi % Capaian 11 Persentase guru
berpendidikan S1/D4 % 92 67,45 73,32
12 Rasio Guru Terhadap Murid SD
Perbandingan
Guru:Murid 1 : 13 1:15 102,74
13 Rasio Guru Terhadap Murid SLTP
Perbandingan
Guru:Murid 1 : 18 1:13 93,59
14 Rasio Guru Terhadap Murid SLTA
Perbandingan
Guru:Murid 1 : 13 1:13 100,00
15 Persentase pangkalan data dan informasi pendidikan berbasis website
% 100 75 75,00
16 Persentase Pemanfaatan
ICT Untuk Pembelajaran % 22 10 45,45
17 Persentase
pemberdayaan komite sekolah
% 70 100 142,86
18 Cakupan rawat jalan
Puskesmas % 13,31 25,92 194,74
19 Cakupan rawat inap
Puskesmas % 1,06 0,5 39,68
20 Umur Harapan Hidup Tahun 68,74 67,01 97,48
21 Angka kematian bayi Per 1000 kelahiran hidup
27 6,39 176,30
22 Cakupan balita gizi buruk
mendapat perawatan % 100 100 100,00
23 Rasio Posyandu Per Satuan Balita Per 10000 penduduk (%)
Bh/10.000
Penduduk 13 7,44 57,23
RKPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 II.60
No. Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi % Capaian 24 Rasio Rumah Sakit Per
Satuan Penduduk
Bh/10.000
Penduduk 0,01 0,53 530,00
25 Rasio Dokter Per satuan penduduk
Orang/10.000
Penduduk 3 1,35 45,00
26 Rasio tenaga medis persatuan penduduk Orang/10.000 Penduduk 4 2,61 65,25 27 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin % 100 100 100,00 28 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin % 100 100 100,00 29 Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6 -24 bulan keluarga miskin
% 100 100 100,00
30 Persentase Sistem penyediaan air minum yang memenuhi standar kualitas kesehatan
% 95 95 100,00
31 Persentase Tempat-Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat kesehatan
% 95 95 100,00
32 Persentase tempat pengelolaan makanan yang memenuhi syarat kesehatan
% 95 95 100,00
33 Persentase rumah sehat % 95 95 100,00
RKPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 II.61
No. Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi % Capaian 34 Persentase data program
kesehatan yang up to date, valid, lengkap dan terintegrasi
% 100 100 100,00
Pada umumnya, target yang ditetapkan untuk indikator sasaran ini telah tercapai, walaupun belum secara keseluruhan indikator kinerja sasaran terealisasi 100%. Dari hasil pengukuran, evaluasi dan analisis pencapaian sasaran menunjukkan 18 (delapan belas) indikator kinerja sasaran telah mencapai/melebihi target dari 34 indikator kinerja yang ditetapkan. Adapun pencapaian masing-masing indikator dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. APK dan APM PAUD/TK cenderung meningkat dari target APK 50,00% tercapai 40,19%, maka persentase ketercapaian APK PAUD/TK 80,38%. Salah satu upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dalam meningkatkan APK TK/PAUD adalah dengan membangun prasarana pendidikan TK yaitu pembangunan TK/PAUD-TK/PAUD baru di beberapa kecamatan.
2. Target APM 47,00% tercapai 38,21% maka persentase ketercapaian indikator ini yaitu 81,30%.
3. Indikator Rata-rata Lama Sekolah dari target 8,65 tahun terealisasi 7,19 tahun. 4. APK SD/MI/Paket A dari target 114,90% terealisasi 114,96% dengan
persentase ketercapaian 100.05%. Tingginya angka APK SD/MI/Paket A disebabkan oleh telah direhab beberapa ruang kelas dan pembangunan perpustakaan yang di danai oleh DAK (Dana Alokasi Khusus) dan APBN. Di samping itu adanya program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Sekolah Gratis yang dapat mengurangi biaya pendidikan yang ditanggung oleh orang tua/wali murid dan memotivasi siswa untuk bersekolah.
RKPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 II.62
5. APM SD/MI/Paket A dengan target 98,25% terealisasi 98,43%. APM merupakan penghitungan murni dari angka partisipasi pendidikan. Meningkatnya APM menunjukan adanya peningkatan kesesuaian usia anak sekolah dengan persyaratan umur yang selayaknya. Bila dibandingkan dengan target akhir tahun anggaran yaitu 98,50. Artinya target dari Renstra pada tahun 2015 telah tercapai.
6. Capaian indikator angka buta aksara yang ditargetkan 0,90% terealisasi 1,55% artinya ada penurunan angka buta aksara dengan pencapaian targetnya sebesar 172,22%.
7. APK SMP/MTs/Paket B ditargetkan di tahun 2014 sebesar 98,60% dan terealisasi sebesar 98,70% dengan persentase ketercapaian 100,10%. Keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan angka partisipasi tingkat SMP/MTs/Paket B juga didukung oleh program dan kegiatan seperti adanya dana BOS, Program Sekolah Gratis, Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMP dan pembangunan perpustakaan serta rehabilitasi ruang kelas. Di tahun-tahun yang akan datang perlu terus dilakukan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.
8. APM SMP/MTs/Paket B ditargetkan 92,50% dari realisasi tahun sebelumnya 91,48% dan realisasi tahun ini ini adalah 91,75% dengan persentase ketercapaian indikator 99,19%. Di akhir tahun perencanaan ditargetkan menjadi 94%, target tersebut akan tercapai jika didukung oleh program dan kegiatan yang signifikan seperti menambah ruang kelas baru dan Unit Sekolah Baru (USB) serta rehabilitasi ruang rusak.
9. APK SMA/MA/SMK/Paket C pada tahun 2014 ditargetkan 76,50% dari kondisi awal 63,20 di tahun 2010. Realisasi pada tahun 2014 adalah 75,00% dengan persentase ketercapaian indikator 98,04%.
10. APM SMA/MA/SMK/Paket C ditargetkan 65,50% dengan realisasi 62,15% dengan persentase ketercapaian 94,89% artinya target yang telah ditetapkan belum tercapai, jika dibandingkan dengan akhir tahun perencanaan yaitu 73% maka perlu dilakukan upaya pencapaian terget setiap tahunnya dengan
RKPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 II.63
memberikan intervensi kebijakan pada pendidikan menengah. Kebijakan itu dapat berupa menambah cost anggaran Program Sekolah Gratis baik yang didanai oleh APBD Provinsi atau APBD Kabupaten melalui dana sharing untuk pendidikan menengah dan pembangunan SMA/SMK serta pembangunan ruang kelas baru untuk menampung penduduk usia sekolah menengah agar tidak sekolah ke luar daerah.
11. Rasio guru berpendidikan S1/D4 ditargetkan 92% semua guru di Kabupaten Musi Rawas telah berpendidikan S1/D4, ternyata realisasi pada tahun ini hanya 67,45%, dengan ketercapaian indikator 73,32%. Kebanyakan guru masih menempuh pendidikan S1/D4 baik melalui jalur pendidikan UT (Universitas Terbuka) atau pada perguruan tinggi lain yang ada di Kota Lubuklinggau maupun kabupaten lainnya. Permasalahan yang dihadapi yaitu rendahnya kesadaran guru yang telah berumur diatas 50 tahun untuk menempuh pendidikan S1/D4.
12. Rasio guru SD/MI dan siswa yang ditargetkan 1:13, ternyata target tidak tercapai yaitu 1:15. Hal ini disebabkan oleh supply dan demand jumlah guru tidak seimbang. Jumlah guru yang pensiun dan mutasi keluar daerah tidak seimbang dengan formasi pengangkatan CPNS guru SD/MI. Namun rasio tersebut sudah sangat baik, melebih rasio nasional 1:22
13. Rasio atau perbandingan guru SMP/MTs dan siswa yaitu 1:13 dari target 1:20, berarti pencapaian target sebesar 93,59%. Di tahun 2015 target yang akan dicapai adalah 1:16, dengan demikian pada tahun 2014 target pada akhir tahun perencanaan telah terpenuhi.
14. Rasio Guru:Siswa sekolah menengah pada tahun 2014 ditargetkan 1:13 tercapai 1:13 dengan persentase ketercapaian 100%. Jika dibandingkan dengan target akhir tahun Renstra yaitu 1 : 12 maka pada tahun-tahun mendatang perlu adanya intervensi kebijakan dengan mengangkat guru-guru bidang studi produktif dan penjaskes. Hal ini disebabkan juga oleh jumlah siswa SMA/SMK yang terus meningkat.
RKPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 II.64
15. Pangkalan data dan informasi pendidikan berbasis website ditargetkan 100% terealisasi 75% yaitu tidak terpenuhinya target yang ditetapkan. Beberapa pangkalan data berbasis website adalah NUPTK, NISN, Pendataan Ujian Nasional berbasis Online, Pendataan Pendidikan Dasar berbasis online dan DAPODIK serta PAS. Semua sistem pendataan online ini milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas menerapkan kebijakan pendataan berbasis Web, namun masih tergantung pada aplikasi online milik Kemendikbud sebagai situs/pangkalan sehingga ketercapaian indikator belum terpenuhi.
16. Persentase Pemanfaatan ICT untuk pembelajaran dengan target 22% dan pencapaian target sebesar 45,45%, artinya ada 39 SD dan SMP yang telah memiliki ruang dan laboratorium komputer sebagai tempat pembelajaran berbasis ICT. Artinya peningkatan pembangunan laboratorium komputer pada tahun 2014 ini, masih rendah dan perlu terus ditingkatkan karena masih banyak sekolah yang belum memiliki laboratorium komputer untuk pembelajaran.
17. Persentase pemberdayaan komite sekolah ditargetkan 70%, terealisasi 100% sehingga ketercapaian indikator 142,86%. Dewan Pendidikan Kabupaten Musi Rawas sebagai pembina komite sekolah dan juga pemerintah telah melaksanakan pembinaan namun belum secara menyeluruh pada semua jenjang dan semua wilayah. Upaya untuk memberdayakan komite sekolah sebagai alat kontrol atau pengawasan dan mitra sekolah dalam membangun sekolah terutama pada konteks MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) terus dilakukan secara bertahap dengan melibatkan stakeholder pendidikan. Diharapkan pada akhirnya semua komite sekolah dapat berperan aktif dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan masing-masing.
18. Cakupan rawat jalan Puskesmas pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 13,31%, terealisasi sebesar 25,92%, sehingga capaian indikator sebesar 194,74%. Cakupan rawat jalan Puskesmas kinerjanya sebesar 25,92%.Tercapainya target tahun 2014 karena didukung oleh program-program seperti: Jamsoskes,
RKPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 II.65
Jamkesmas dan aktifnya petugas kesehatan dalam mensosialisasikan program-program kesehatan untuk berobat ke unit-unit pelayanan kesehatan.
19. Cakupan rawat inap Puskesmas pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 1,06%, terealisasi sebesar 0,5%, sehingga capaian indikator sebesar 39,68%. Belum tercapainya target 2014 karena keterbatasan sumber daya di pelayanan dasar sehingga banyak pasien yang dirujuk ke jenjang unit pelayanan lanjutan seperti rumah sakit. Di samping itu pelayanan tingkat dasar memiliki batasan wewenang dalam mengambil tindakan medis.
20. Usia harapan hidup pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 68,74 sedangkan Usia harapan hidup menurut data dari Dinas Kesehatan sebesar 67,01%. Jika dibandingkan dengan tahun 2013 mengalami peningkatan, hal ini didukung oleh perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) semakin baik sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin baik dan kemauan masyarakat sakit untuk datang ke unit pelayanan kesehatan sudah mulai terjadi peningkatan.
21. Angka kematian bayi rata-rata pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 27 Per 1000 kelahiran hidup untuk tahun 2014. Data AKB belum dikeluarkan oleh BPS Kab Musi Rawas sehingga belum dimasukkan kedalam LKPJ Bupati Musi Rawas ini, namun Dinas Kesehatan mempunyai AKB sebesar 6,39% jauh lebih kecil dari target (artinya sangat sedikit sekali bayi yang meninggal) masih perlu data resmi dari BPS Kab. Mura. Secara umum memang bayi yang meninggal di Musi Rawas terjadi penurunan, hal ini karena meningkatnya pelayanan ibu dan anak, meningkatnya gizi masyarakat, menurunnya angka kesakitan penyakit menular, meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, meningkatnya pemberdayaan masyarakat untuk hidup sehat.
22. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 100%, terealisasi sebesar 100% sehingga capaian indikator sebesar 100%. Cakupan balita gizi buruk telah mendapat perawatan, hal ini menggambarkan bahwa seluruh kasus gizi buruk yang terdapat di Kabupaten Musi Rawas telah mendapat perawatan secara maksimal. Tercapainya target
RKPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 II.66
2014 didukung oleh kinerja pegawai kesehatan dalam melacak kasus gizi buruk dan memantau pos timbang/posyandu anak serta ke rumah- rumah atau PAUD bagi balita yang tidak datang ke posyandu. Biaya perawatan terhadap pasien kasus gizi buruk ditanggung oleh Pemkab dan Pemprov. 23. Cakupan Rasio Posyandu per satuan Balita per 10.000 penduduk pada tahun
2014 ditargetkan sebesar 13 posyandu per 10.000 penduduk tetapi terealisasi sebanyak 7,44 posyandu per 10.000 penduduk, dimana capaian indikator adalah sebesar 57,23%. Ini berarti tidak tercapai target yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena ada sebagian wilayah yang tidak terjangkau oleh petugas kesehatan misalnya rompok- rompok yang jauh dari pemukiman penduduk, namun petugas berupaya dengan melakukan kegiatan jemput bola yaitu sweeping ke lokasi terpencil.
24. Rasio rumah sakit per satuan penduduk pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 0,01 rumah sakit per 10.000 penduduk, terealisasi sebesar 0,53 rumah sakit per 10.000 penduduk, dengan capaian indikator sebesar 530%, dibandingkan dengan tahun 2013 dengan capaian sebesar 100% maka terjadi peningkatan yang sangat signifikan.
25. Rasio Dokter per satuan penduduk pada tahun 2014 ditargetkan sebanyak 3 orang per 10.000 penduduk, terealisasi pada tahun 2014 sebanyak 1,35 orang per 10.000 penduduk, dengan capaian indikator sebesar 45%. Bila dibandingkan dengan capaian tahun 2013 sebesar 50% maka terjadi penurunan 5%. Namun Hal ini menggambarkan bahwa secara umum rasio kecukupan tenaga dokter per 10.000 penduduk dari target yang ditentukan masih belum tercapai. Ini disebabkan masih banyaknya dokter–dokter baru yang belum diangkat baik menjadi Dokter PTT maupun Dokter PNS.
26. Rasio tenaga medis per satuan penduduk pada tahun 2014 ditargetkan sebanyak 4 orang per 10.000 penduduk, dengan realisasi sebanyak 2,61 orang per 10.000 penduduk dengan tingkat capaian indikator sebesar 65,25%, bila dibandingkan dengan capaian tahun 2013 sebesar 75%, maka terjadi penurunan 5,25 %. Hal ini menggambarkan bahwa tenaga medis atau
RKPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 II.67
paramedis yang ada di Kabupaten Musi Rawas sudah melebihi target yang ditentukan pada tahun 2014, hal ini disebabkan banyaknya pengangkatan tenaga medis terutama perawat dengan klasifikasi ilmu D-III Keperawatan yang diangkat melalui program K1 dan ditambah dari tenaga TKST dan TKS oleh Pemerintah Kabupaten Musi Rawas.
27. Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 100%, terealisasi 100%. Apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2014 sebesar 87,50% maka terjadi peningkatan capaian sebesar 12,5%,-. kalau dilihat dari capaian tahun 2014 maka belum mencapai target yang diharapkan, hal ini kemungkinan disebabkan oleh dari seluruh penduduk miskin yang sakit belum menggunakan haknya untuk berobat secara gratis.
28. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 100% terealisasi sebesar 100%, sehingga capaian indikator sebesar 100%. Apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2013 sebesar 0,87% maka terjadi kenaikan yang siginifikan sebesar 99,13% yang mendapat pelayanan rujukan tersebut, pelayanan rujukan disini dimaksud adalah rujukan yang dilakukan ke sarana kesehatan strata dua apabila keadaan pasien diluar fungsi dan wewenang pelayanan tingkat dasar.
29. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 100%, terealisasi sebesar 100%. Apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2013 sebesar 22,59% maka terjadi peningkatan sebesar 77,41%.
30. Persentase sistem penyediaan air minum yang memenuhi standar kualitas kesehatan pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 95,00% dengan realisasi sebesar 95,00% dengan tingkat capaian indikator sebesar 100%, artinya semua penyediaan air minum yang ada sudah memenuhi standar kualitas kesehatan. Dibandingkan dengan tahun 2013 dengan tingkat capaian indikator sebesar 95% terjadi peningkatan sebesar 5%. Ini disebabkan adanya sistem penyediaan air minum yang disediakan oleh PDAM yang sesuai dengan
RKPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 II.68
standar kualitas kesehatan yang mengacu pada Permenkes Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Syarat Kualitas Air Minum.
31. Persentase Tempat-Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat kesehatan di tahun 2014 ditargetkan sebesar 95% dengan realisasi sebesar 95% maka capaian tahun 2014 sebesar 100% terjadi peningkatan, ini disebabkan karena adanya sistem pengawasan Tempat-Tempat Umum yang pembinaan secara rutin ke setiap produsen penyediaan air minum supaya memenuhi standar kesehatan sesuai dengan Permenkes Nomor 61/MENKER/PER/I./1991 tentang standar TTU sesuai dengan standar kesehatan.
32. Persentase Tempat Pengelolaan Makanan yang memenuhi syarat kesehatan pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 95% dengan realisasi sebesar 95% dengan tingkat capaian sebesar 100% dibandingkan dengan tahun 2013 dengan tingkat capaian sebesar 82,22% maka terjadi peningkatan sebesar 17,78%.
33. Persentase rumah sehat tahun 2014 ditargetkan sebesar 95% dengan realisasi sebesar 95%, tingkat capaian indikator sebesar 100% dibandingkan dengan tahun 2013 dengan tingkat capaian sebesar 87,10% terjadi penurunan sebesar 12,9
34. Persentase data program kesehatan yang up to date, valid, lengkap dan terintegrasi pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 100%, terealisasi sebesar 100% sehingga capaian indikator sebesar 100%. Apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2013 sebesar 100% maka tetap tidak terjadi perubahan. Hal ini menggambarkan bahwa seluruh data program (KIA, Yandas, Penyehatan Lingkungan, Promkes, Pemberdayaan Masyarakat, Farmasi) selalu di Up date, lengkap dan selalu terintegrasi dan menjadi data base pada seksi monitoring evaluasi dan informasi Dinkes Kab. Mura.
Program dan Kegiatan
Adapun keberhasilan indikator kinerja sasaran meningkatnya kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan di atas didukung program dan kegiatan sebagai berikut:
RKPD Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016 II.69 No Urusan/Program/Kegiatan Target (Rp) Realisasi (Rp) Capaian (%) Urusan Pendidikan 1. Program PAUD 200.000.000 178.541.500 89,30
1.1 Publikasi dan Sosialisasi Pendidikan Anak usia Dini
200.000.000 178.541.500 89,30
2. Program Dikdas dan Wajar 9 Tahun
42.123.136.500 36.363.056.528 86,33 2.1 Penambahan Ruang Kelas
Sekolah
7.264.350.000 7.214.794.108 99,30
2.2 Pengadaan Mebeleur Sekolah 1.400.000.000 1.310.875.000 93,60 2.3 Rehabilitasi sedang/berat
Ruang Bangunan Sekolah (DAK)
26.020.740.000 21.473.447.420 82,50
2.4 Pelatihan Penyusunan Kurikulum
250.000.000 234.037.000 93,60
2.5 Pembinaan Minat, Bakat dan Kreatifvitas Siswa Kepada Masyarakat
150.000.000 102.910.500 68,60
2.6 Penyelenggaraan Pendidikan Dasar, Menengah dan Unit Kerja Kependidikan 6.391.046.500 5.400.552.500 84,50 2.7 Peningkatan Kapasitas Penerapan SPM Pendidikan Dasar. 250.000.000 248.640.000 99,50 2.8 Pelatihan Teknis TPT (Training Of Trainer) Pembina Guru Eksakta
397.000.000 377.800.000 95,20 3. Program Pendidikan