• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Pemerintahan Orde Baru

D. Meningkatnya Peran Negara dan Dampaknya bagi Masyarakat

Gambar 4.5 Kekuatan Orde Baru GOLKAR, SOEHARTO, DAN TENTARA AD

Pemilihan umum adalah sarana untuk menyalurkan pilihan politik dan aspirasi setiap warga Negara yang mempunyai system pemerintahan demokrasi rakyat. Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam suatu negara. Asas umum sebuah pemilu yaitu (LUBER) langsung, umum, bebas, dan rahasia. TIDAK ADA SATUPUN INDIVIDU YANG DAPAT MENJERAT HAK RAKYAT TENTANG

PEMILIHAN UMUM. Pemilu selain untuk memilih Presiden, juga memilih perwakilan di tingkat DPRD tingkat I dan II, dan DPR. Pemilu sudah memenuhi aturan UUD 1945, yaitu setiap lima tahun sekali. Pemilu rutin tiap lima tahun sekali belum bisa dilaksanakan pada masa Orde Lama. Unsur-unsur PKI dan segala ormasnya tidak diberikan hak pilih. Hal ini bertujuan mewaspadai bahaya PKI dan penyusupan ideology yang ingin mengganti Pancasila. Namun, sikap pemerintahan Orde Baru itu sangat kebablasan, repsresif, dan penuh penekanan terhadap aspek kehidupan masyarakat. Jargon politik yang terkenal yaitu pembangunan dan stabilitas Negara. Tiga kekuatan orde baru yaitu Soeharto, Golkar, dan ABRI.

Golkar yang dibina oleh Presiden Soeharto terus berusaha mengamankan posisi pemerintahan sejak Pemilu 1971. Golkar menjadi partai pemenang Pemilu 1971 dan berusaha untuk mempertahankannya. Ada sepuluh partai peserta pemilihan umum 1971. Dan pada Pemilu 1977 sampai akhir masa pemerintahan Orde Baru hanya diikuti tiga kontestan. Penyederhanaan partai ini dilakukan untuk mengamankan kekuasaan Soeharto. Tidak heran setiap pemilihan presiden oleh MPR hanya diikuti oleh calon tunggal yaitu SOEHARTO. Partai peserta Pemilu itu terdiri atas Golongan Karya,

Partai Demokrasi Indonesia, dan Partai Persatuan Pembangunan. Dua partai kecil, yaitu Partai Demokrasi Indonesia dan Partai Persatuan Pembangunan hanyalah partai penggembira dan partai pelengkap dari sistem demokrasi model Indonesia, yaitu Demokrasi Pancasila.

Stabilitas menjadi semu ketika tindakan pemerintah yang mengekang kebebasan rakyat, pers, dan ormas semakin interventif. Untuk itu, lahir organisasi Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia) untuk wadah para pegawai pemerintah. Pemerintah juga membentuk berbagai organisasi untuk berbagai profesi, kelompok masyarakat, dan mahasiswa. Muncul organisasi SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) untuk buruh, PGRI (Persatuan Guru Indonesia) untuk guru, KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) untuk para pemuda, PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) untuk para wartawan dan masih banyak lagi. Semua organisasi sosial kemasyarakatan itu, sayangnya arah pembentukannya hanya ditujukan untuk melanggengkan kekuasaan pemerintah. Caranya pada setiap pelaksanaan Pemilu mereka diarahkan dan diwajibkan untuk memilih Golkar bukan diberi kebebasan untuk memilih. Mulai tahun 1978 dengan ketetapan MPR dikeluarkan penjabaran Pancasila yang dikenal sebagai Eka Prasetya

Pancakarsa atau Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).

ABRI memegang kendali sejak penumpasan G 30 S/PKI dan adalah kebetulan sekali kalau kepala pemerintahan Indonesia adalah mantan militer. Melalui konsep dwifungsi, ABRI merupakan kekuatan signifikan dalam percaturan politik Indonesia. Mereka banyak yang ditunjuk menjadi anggota MPR. Dengan memanfaatkan dwifungsi ABRI ini, Orde Baru telah berhasil melegitimasi kekuasaan.

Dampak Revolusi Hijau dan Industrialisasi terhadap Perubahan Sosial Ekonomi di Pedesaan dan Perkotaan pada Masa Orde Baru

Revolusi hijau dimulai sejak berakhirnya PD I yang berakibat hancurnya lahan pertanian. Penelitian disponsori oleh Ford and Rockefeller Foundation di Meksiko, Filipina, India, dan Pakistan. IMWIC (International Maize and Wheat Improvement Centre) merupakan pusat penelitian di Meksiko. Sedangkan di Filipina, IRRI (International Rice Research Institute) berhasil mengembangkan bibit padi baru yang produktif yang disebut padi ajaib atau padi IR-8. Pada tahun 1970 dibentuk CGIAR (Consultative Group for International

Agriculture Research) yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada berbagai pusat penelitian international.

Gambar 4.6 Norman Borlaug penerima nobel karena penemuan di bidang revolusi hijau

Pada tahun 1970 juga, Norman Borlaug mendapatkan hadiah nobel karena gagasannya mencetuskan revolusi hijau dengan mencari jenis tanaman biji-bijian yang bentuknya cocok untuk mengubah energi surya menjadi karbohidrat pada tanah yang diolah menjadi subur dengan tanaman yang tahan terhadap hama penyakit. Upaya meningkatkan produktivitas pertanian antara lain dengan cara sebagai berikut.

b. Mekanisme pertanian dengan penggunaan alat-alat pertanian modern seperti bajak dan mesin penggiling.

c. Penggunaan pupuk-pupuk baru.

d. Penggunaan metode yang tepat untuk memberantas hama, misalnya dengan alat penyemprot hama, penggunaan pestisida, herbisida, dan fungisida.

e. Perkembangan Revolusi Hijau juga berpengaruh terhadap Indonesia.

Upaya peningkatan produktivitas pertanian Indonesia dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.

a. Intensifikasi Pertanian

Gambar 4.8 Soeharto membagikan pupuk

Intensifikasi pertanian yaitu upaya peningkatan produksi pertanian dengan menerapkan formula pancausaha tani (pengolahan tanah, pemilihan bibit unggul, pemupukan, irigasi, dan pemberantasan hama).

b. Ekstensifikasi Pertanian

Ekstensifikasi pertanian yaitu upaya peningkatan produksi pertanian dengan memperluas lahan pertanian, biasanya di luar Pulau Jawa.

c. Diversifikasi Pertanian

Gambar 4.10 Penanaman berbagai macam tanaman

Diversifikasi pertanian yaitu upaya peningkatan produksi pertanian dengan cara penganekaragaman tanaman, misal dengan sistem tumpang sari (di antara lahan sawah ditanami kacang panjang, jagung, dan sebagainya).

d. Rehabilitasi pertanian

Gambar 4.11 Lahan yang rusak

Rehabilitasi pertanian yaitu upaya peningkatan produksi pertanian dengan cara pemulihan kemampuan daya produktivitas sumber daya pertanian yang sudah kritis.

Faktor-faktor penyebab timbulnya lahan kritis adalah sebagai berikut.

1) Penanaman yang terus menerus.

2) Penggunaan pupuk kimia (pestisida, herbisida). 3) Erosi karena penebangan liar.

4) Irigasi yang tidak teratur.

Upaya untuk memperbaiki lahan pertanian antara lain dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.

1) Reboisasi untuk kawasan hutan/nonhutan. 2) Melakukan tebang pilih.

3) Pembibitan kembali.

4) Penanaman sejuta pohon.

5) Penanaman tanah lembah/pegunungan dengan terasering/sengkedan.

6) Seleksi tanaman (tanaman pelindung/tua).

Keuntungan

a. Ditemukannya berbagai jenis tanaman dan biji-bijian/varietas unggul.

b. Meningkatnya produksi pertanian yang berarti dapat mengatasi pangan.

c. Pendapatan petani meningkat yang berarti meningkatnya kesejahteraan petani. Tahun 1988, Indonesia mendapat penghargaan dari FAO karena berhasil dalam swasembada pangan.

Gambar 4.12 Panen Raya

Gambar 4.13. Penerimaan penghargaan dari lembaga pangan dunia FAO

Kelemahan Revolusi Hijau

a. Menghabiskan dana yang besar untuk biaya penelitian.

b. Menurunnya daya produksi tanah karena ditanami terus menerus.

c. Polusi tanah dan air akibat penggunaan pupuk pestisida yang berlebihan.

d. Dengan mekanisasi pertanian mengakibatkan tenaga manusia digantikan mesin.

EVALUASI

1. Presiden yang menggantikan Soekarno kemudian digantikan oleh seorang anak petani yang menamai eranya dengan nama Orde Baru yaitu…. a. Soekarni b. Oemar Dhani c. Probo Sutedjo d. Soeharto e. Ahmad Yani

2. Tujuan dari partai-partai komunis, dimana pun mereka berada adalah untuk ….

a. Merebut kekuasaan Negara

b. Mengembangkan paham komunis c. Menghapuskan dictator proletariat d. Mempengaruhi para penguasa

e. Membekukan lawan-lawan politiknya

3. Pada tahun 1951, PKI berhasil dibangun kembali oleh …. a. Musso

b. Alimin c. D.N. Aidit d. Supardjo

e. Kamaruzaman

4. Di bawah ini terdapat para jendeal yang menjadi korban

keganasan dan kebiadaban Gerakan 30 September 1965, kecuali …. a. Ahmad Yani b. R. Suprapto c. S. Parman d. D.I. Panjaitan e. Soeharto

5. Penumpasan Gerakan 30 September 1965 di Jakarta dilakukan oleh pasukan RPKAD yang dipimpin oleh ….

a. Colonel Sarwo Edhi Wibowo b. Colonel Katamso

c. Mayjen Pranoto Reksosamodro d. Mayjen Soeharto

e. Jenderal A.H. Nasution

6. Dukungan terhadap Gerakan 30 September 1965 pada daerah tingkat I Jawa Tengah di umumkan oleh asisten Kodam VII Diponegoro yaitu …. a. Colonel Suminto b. Mayor Mulyono c. Kapten Mintarso d. Colonel Sahirman e. Mayor Supardi

7. Herman Sarens Sudiro menyatakan bahwa pelaku utama dari Gerakan 30 September 1965 adalah PKI. Herman Saren Sudiro adalah pembantu utama dari ….

a. A.H. Nasution b. Ahmad Yani c. Haryono MT d. S. Parman e. R. Ruprapto

8. Sebelum munculnya Gerakan 30 September 1965, Kolonel Sukendro pernah menerima daftar nama para Jenderal yang

terbunuh dalam Gerakan 30 September 1965 dari pemeritahan …. a. Taiwan

b. Uni Sovyet c. Hongkong d. Cina

e. Amerika Serikat

9. Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) yang telah dibentuk tanggal 28 Oktober 1965 mendapat dukungan dari berbagai kesatuan aksi di bawah ini, kecuali ….

a. KASI b. KAPPI c. KAMMI d. KAMI e. KABI

10. Pembentukan Kabinet Ampera yang ditetapkan melalui ketetapan MPRS No. XII/MPRS/1966 adalah untuk ….

a. Melaksanakan program amanat penderitaan rakyat b. Memenuhi dan melaksanakan Tri Tuntutan Rakyat c. Memenuhi dan melaksanakan program jangka panjang d. Melaksanakan program pemerintahan didasarkan system

Demokrasi Pancasila

DAFTAR PUSTAKA

Dwi Ari Listiyani. 2009. Sejarah Untuk SMA/MA. Jakarta: Pusat Perbukuan

Imtam Rus Ernawati. 2009. Sejarah Kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Tarunasena. 2009. Sejarah SMA/MA Kelas XII Program IPS. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Tim Guru Mata Pelajaran Sekolah Galuh Handayani. 2014. Sejarah. Surabaya: CV Cerdas Inti Media

Triyono Suwito. 2009. Sejarah SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan

Dokumen terkait