c. Kinerja Kriteria Ekologi
P.32/ MENLHK/SETJEN/
PT Central Kalimantan Abadi telah memiliki sarana prasarana perlindungan hutan (Pengamanan Satpam PH dan DALKARHUTLA), Ketersediaan sarana prasarana perlindungan hutan yang dimiliki mencapai 72,73% dari ketentuan yang berlaku. Nilai tetap / Sedang (2).
Resume Penilikan II Kinerja PHPL & VLK Tahun 2020 IUPHHK-HA PT Central Kalimantan Abadi Provinsi Kalimantan Tengah
21
ASF – F0528A/Rev.4/04.05.16
Indikator Verifier Justifikasi Penilikan I
(2019) Justifikasi Penilikan II (2020)
KUM.1/3/2016 mencapai > 50 %.
Nilai Sedang (2).
3.2.3.
D
- Berdasar struktur organisasi, penang-gungjawab perlindungan hutan PT. CKA sebanyak 4 orang yaitu KABAG Bina Lingkungan (Deni), KABAG Pembinaan Hutan (Praino), (Arjun Ali) dan KASIE Kelola Sosial (Veronika). Tenaga perlindungan terdiri dari 4 SATPAM HUTAN yang dibantu oleh 3 orang anggota TNI AU.
Jumlah SDM ini telah memenuhi ketentuan sebagaimana diatur SK Menhut No. 523/Kpts-II/93.
- Jumlah GANIS BINHUT sebanyak 2 orang atas nama Veronika dan Deni. Jumlah GANIS tersebut telah sesuai dengan PERDIRJEN PHPL No P.16./PHPL-IPHH/2016.
- SDM pemadam kebakaran belum sepenuhnya sesuai dengan PERMEN LHK No. P.32/
MENLHK/SETJEN/ KUM1/3/2016 dalam hal kompetensi anggota Regu Inti dan penyediaan Regu Pembantu (MPA). Nilai Sedang (2).
PT Central Kalimantan Abadi didukung SDM Perlindungan hutan dalam jumlah dan kualifikasi belum sesuai ketentuan, yaitu : (i) Jumlah SATPAMHUT belum mencukupi dan sebagian SDM belum dibekali Diksar SATPAM dari Instansi Kepolisian; (ii) Tim Inti DAMKARHUt 15 personil belum dibekali Diksar DAMKAR (berdasarkan Permen LHK P.32/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/
2016 Tim Inti Min. 15 personil dengan kompetensi Diksar DAMKAR). Hasil analisis terhadap pesonil perlindungan hutan diperoleh bahwa jumlah dan kualifikasi mencapai 70%.
Nilai tetap / Sedang (2).
3.2.4.
D
Implementasi perlindungan hutan mencakup seluruh potensi gangguan dengan tindakan tertentu seperti patroli hutan, pemasangan papan peringatan,
pemberdayaan SATPAM
bekerjasama dengan TNI AU, sosialisasi gangguan kebakaran hutan, verifikasi lapangan keberadaan hot spot dan penyampaian laporan perlindungan hutan kepada Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah. Nilai Baik (3)
Kegiatan perlindungan IUPHHK HA PT Central Kalimantan Abadi telah diimplementasikan melalui tindakan tertentu (preemptif/
preventif/represif) dengan mempertim-bangkan seluruh jenis gangguan yang ada.
Implementasi patroli dilakukan penghentian aktifitas gangguan hutan dan hasil kegiatan telah dibuat pelaporan. Nilai konsisten / Baik (3).
Dokumen prosedur kerja pengelolaan dan pemantauan terhadap tanah dan air belum sesuai dengan dampak yang diperkirakan. Prosedur yang belum tersedia adalah prosedur terkait pengelolaan dan pemantauan
Tersedia prosedur yang mencakup seluruh dampak akibat peman-faatan hutan. Prosedur telah menggunakan metode RIL mulai dari perencanaan, penanaman, pemanenan (Penebangan, penya-radan, pengangkutan), dan
Resume Penilikan II Kinerja PHPL & VLK Tahun 2020 IUPHHK-HA PT Central Kalimantan Abadi Provinsi Kalimantan Tengah
22
ASF – F0528A/Rev.4/04.05.16
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3). Saat ini prosedur tersebut masih dalam tahap penyusunan untuk disesuaikan dengan dampak penting yang diperkirakan sebagaimana ditentukan pada Dokumen Addendum AMDAL PT. CKA Tahun 2018 yang baru dinyatakan berlaku tanggal 3 Desember 2018.
Nilai Sedang (2).
pemantauan dampak. Nilai naik menjadi Baik (3).
3.3.2.
D
PT. CKA telah memiliki sarana pengelolaan dan pemantauan dampak terhadap tanah dan air berupa sarana sipil teknis (mating-mating, gorong-gorong, saluran drainase, sudetan, side drain) dan sarana pengelolaan vegetatif.
Sarana pemantauan yang tersedia berupa OMBROmeter, peilschale dan bak erosi. Sarana yang belum dipenuhi sesuai Dokumen Addendum AMDAL Tahun 2018 adalah sarana pengelolaan dan pemantauan dampak LB3. Saat ini pemegang izin baru pada tahap konsultasi dengan pihak BLHD dalam memenuhi TPS kelengkapan sarana lainnya. Nilai Sedang (2).
Tersedianya sarana pengelolaan dan pemantauan sesuai dengan ketentuan dan/atau dokumen perencanaan lingkungan serta berfungsi dengan baik. Seluruh sarana berfungsi dengan baik.
Nilai naik menjadi Baik (3).
3.3.3.
D
Berdasarkan Struktur Organisasi Peman-faatan Hutan IUPHHK-HA PT. CKA Base Camp 39 dan Jobdisk KABAG Bina Lingkungan – Job Disk KABAG Pembinaan Hutan, diketahui bahwa SDM pengelolaan dan pemantauan dampak PT. CKA sebanyak 5 orang yaitu KABAG Bina Lingkungan (Deni) yang membawahi KASIE Lingkungan, KASIE RKL/RPL (Rikanesi), KABAG Pembinaan Hutan (Praino) yang membawahi KASIE Persemaian (Rosmawati), KASIE Penanaman (Jeni) dan KASIE Pemeliharaan (Jeni). Selain itu, PT. CKA juga memiliki 2 (dua) orang karyawan yang telah memiliki kompetensi GANIS BINHUT atas nama Veronika dan Deni. Jumlah dan kualifikasi personil telah memadai sesuai dengan ketentuan. Nilai Baik (3).
Berdasarkan hasil uji silang ketersediaan personil dalam pengelolaan dan pemantauan dampak tanah dan air PT Central Kalimanatan Abadi, diperoleh tenaga profesional terutama Ganis PHPL telah tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai ketentuan.
Hasil verifikasi uji silang ketersediaan SDM dalam kegiatan pengelolaan dan pemantauan dampak tanah dan air, diperoleh jumlah personil yang memadai dengan kualifikasi sesuai ketentuan. Nilai konsisten / Baik (3).
Resume Penilikan II Kinerja PHPL & VLK Tahun 2020 IUPHHK-HA PT Central Kalimantan Abadi Provinsi Kalimantan Tengah
23
ASF – F0528A/Rev.4/04.05.16
Indikator Verifier Justifikasi Penilikan I
(2019) Justifikasi Penilikan II (2020)
3.3.4.
D
Pengelolaan dampak ditentukan pada Dokumen Addendum RKL dan RPL PT. CKA Tahun 2018.
Pengelolaan dititik beratkan pada dampak penting yang diperkirakan yaitu : 1). Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3); 2).
Peningkatan aliran permukaan (run off); 3). Terjadinya erosi dan sedimentasi; 4). Penurunan kualitas air permukaan dan; 5).
Penurunan kualitas tanah. Dari 5 jenis dampak yang dikelola, ditentukan 31 jenis pengelolaan.
Sebanyak 5 ketentuan pengelolaan belum terealiasi yaitu: 1).
Identifikasi limbah ; 2).
Melengkapi tempat LB3 dengan simbol dan label ; 3). Penyerahan LB3 kepada pihak lain yang memeiliki izin 4). Penyusunan laporan pengelolaan LB3 kepada instansi terkait dan 5).
Pengelolaan aliran permukaan dengan penerapan teknologi RIL.
Dengan demikian, pemenuhan pengelolaan terhadap rencana/ke-tentuan mencapai 84 %. Nilai Sedang (2).
IUPHHK HA PT Central Kalimantan Abadi telah memiliki dokumen RKL yang memuat rencana pengelo-laan dampak terhadap tanah dan air. PT Central Kalimanatan Abadi telah mengimplementasikan pengelolaan dampak. Hasil pengelolaan disampaikan dalam Laporan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan RKL – RPL PT Central Kalimanatan Abadi semester I - II tahun 2019-2020. Terdapat implementasi kegiatan pengelo-laan dampak terhadap tanah dan air (teknis sipil dan vegetative) mencapai 87,50%. Nilai tetap / Sedang (2).
3.3.5.
D
Dokumen rencana pemantauan dampak terhadap tanah dan air PT. CKA berupa Dokumen Addendum RKL dan RPL Tahun 2018. Ketentuan pemantauan yang ditentukan mencakup : 1).
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3); 2). Peningkatan aliran permukaan (run off); 3).
Terjadinya erosi dan sedimentasi;
4). Penurunan kualitas air permukaan dan; 5). Penurunan kualitas tanah. Terhadap dampak penting tersebut, ditentuan jenis-jenis pemantauannya sebanyak 11 jenis. Dari 11 jenis ketentuan pemantauan, yang belum terealisasi sebanyak 2 ketentuan yaitu pencatatan dan pelaporan pengelolaan LB3 (neraca dan manifest) dan pengamatan kondisi sanitasi di lingkungan camp terkait dengan limbah domestik. Dengan demikian, pemenuhan pemantaun
Telah memiliki dokumen RPL yang memuat perencanaan peman-tauan dampak terhadap tanah dan air. Hasil implementasi tertuang dalam Laporan Pelaksanaan RKL – RPL semester I - II tahun 2019-2020.
Berdasarkan hasil verifikasi Uji Silang terhadap implementasi pemantauan dampak tanah dan air diperoleh informasi bahwa implementasi pengelolaan dampak PT Central Kalimanatan Abadi adalah sesuai ketentuan (menca-pai 64,29%). Nilai tetap / Sedang (2).
Resume Penilikan II Kinerja PHPL & VLK Tahun 2020 IUPHHK-HA PT Central Kalimantan Abadi Provinsi Kalimantan Tengah
24
ASF – F0528A/Rev.4/04.05.16
terhadap rencana/ketentuan mencapai 82 %. Nilai Sedang (2).
3.3.6.
D
Verifier ini terkait dengan 2.4.2., kondisi topografi blok dan petak tebang, iklim dan jenis tanah.
Hasil telah peta RKT, hasil verifikasi lapangan dan informasi dari auditor produksi bahwa hampir 30% petak tebang pada RKT 2018 bertopografi curam (25 – 40%) dan 75% petak tebang pada RKT 2019 bertopografi curam. Indikasi terjadinya dampak besar adalah pada lokasi kegiatan pembukaan wilayah hutan (PWH) terutama jalan angkutan kayu dan jalan sarad, badan jalan mudah terjadi erosi parit dan limpasan air permukaan saat hujan di badan jalan yang miring tergolong besar.
PT. CKA telah melakukan upaya pengelolaan dampak pada sebagian besar lokasi sesuai ketentuan seperti pembuatan parit kanan kiri jalan, sedimen trap, saluran buangan limpasan sebelum masuk aliran sungai.
Nilai Sedang (2).
Terdapat dampak pada bekas tebangan dan mengakibatkan kondisi perairan sungai menjadi keruh terganggu akibat erosi dan terjadi peningkatan Sedimentasi.
Terdapat indikasi terjadinya dampak yang besar dan penting terhadap tanah dan air. Nilai tetap / Sedang (2).
Kinerja Indikator
3.3. 26/36X100% = 72,22 %
Sedang (60-80 %) 30/36X100% = 83,33 % Baik (> 80 %)
3.4.
3.4.1.
D
Prosedur kerja identifikasi flora fauna berupa SOP Identifikasi Jenis Flora dan Fauna yang Langka (endangered), Jarang (rare), dan Terancam Punah (threatened) dengan No. 26/CKA/PKN/
02/2006. Prosedur tersebut belum sesuai dengan peraturan terkini yaitu PERMEN LHK No.
P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/
12/2018, App CITES valid from 4 October 2017 dan IUCN ver 2019, sehingga dinilai belum mencakup seluruh jenis flora dan fauna yang dilindungi dan/atau jarang, langka, terancam punah dan endemik yang ada di areal kerja (> 50 %).
Nilai Sedang (2).
Tersedia prosedur identifikasi jenis flora dan fauna yang mencakup seluruh jenis dilindung dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal pemegang izin. Prosedur identifikasi telah mengacu ketentuan Appedix CITES, Redlist IUCN dan PermenLHK No. P.106/
MenLHK/Setjen/Kum.1/12/2018 (Jenis Tumbuhan dan Satwa dilindungi). Nilai naik menjadi Baik (3).
3.4.2.
D
Tersedia data flora fauna dan telah diidentifikasi status perlindungan dan kerawanannya, namun data
PT Central Kalimantan Abadi telah mengidentifikasi jenis dilindungi mengacu pada peraturan
Resume Penilikan II Kinerja PHPL & VLK Tahun 2020 IUPHHK-HA PT Central Kalimantan Abadi Provinsi Kalimantan Tengah
25
ASF – F0528A/Rev.4/04.05.16
Indikator Verifier Justifikasi Penilikan I
(2019) Justifikasi Penilikan II (2020)
tersebut belum mencakup seluruh potensi flora dan fauna yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang ada di areal pemegang izin (> 50
%). Hal ini disebabkan :
Data hanya diperoleh dari kawasan lindung Konservasi Insitu dan tidak mewakili potensi flora fauna seluruh areal kerja. Status perlindungan dan kerawanan jenis belum disesuaikan dengan PERMEN LHK No. P.106/MENLHK/
SETJEN/KUM.1/12/2018, App.
CITES dan IUCN terbaru. Nilai Sedang (2).
perundangan (PP No. 7 Tahun 1999) dan Red List IUCN, tetapi identifikasi status konservasi belum mengacu Appendix CITES dan belum mengacu PERMENLHK No. P.106/MENLHK/SETJEN/
KUM.1/12/2018. Implementasi identifikasi flora dan fauna mencakup sebagian jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal pemegang izin.
Nilai tetap Sedang (2).
Kinerja Indikator
Tersedia prosedur pengelolaan flora berupa : 1). Prosedur Produksi/ Pembalakan; 2).
Prosedur Reduced Impact Logging; 3). Prosedur Pembebasan Pohon Binaan; 4).
Prosedur Pengamanan dan Perlindungan Hutan dan 5).
Prosedur Pengelolaan Flora dan Fauna Untuk Luasan Tertentu dari Hutan Produksi yang Tidak Terganggu dan Bagian yang Tidak Rusak. Prosedur tersebut belum mencakup seluruh jenis flora dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang ada di areal pemegang izin (> 50%) karena belum disesuaikan dengan kaidah pengelolaan flora dilindungi sebagaimana diatur pada Dokumen Addendum RKL dan RPL PT. Central Kalimantan Abadi, 2018 dan tidak mencakup pengelolaan kawasan lindung Konservasi Insitu sebagai habitat flora dilindungi. Nilai Sedang (2).
Hasil verifikasi diperoleh: (i) Prosedur yang tersedia belum menjelaskan secara terinci tahapan menyelamatkan jenis terancam punah mengacu peraturan : PP No. 7/1999 (Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa); (ii) Prosedur belum menjelaskan secara terinci upaya perlindungan jenis dilindungi mencakup evaluasi/pengendalian (preventif dan represif terhadap jenis dilindungi); (iii) prosedur belum mencakup pengelolaan insitu untu jenis dilindungi (atau KKI).
PT Central Kalimantan Abadi memiliki prosedur pengelolaan flora dilindungi yang langka (endangered), jarang (rare), terancam punah (threatened) dan endemic, namun belum mencakup seluruh jenis dilindungi (mencapai 75%). Nilai tetap / Sedang (2).
3.5.2.
D
Rumusan pengelolaan flora dilindungi dirinci pada Dokumen Addendum RKL dan RPL Tahun 2018. Ketentuan pengelolaan terdiri dari 1). Penandaan kawasan
Implementasi pengelolaan flora dilindungi telah mencakup seluruh jenis dilindungi (langka, jarang, terancam punah dan endemik) terdapat di areal PT Central
Resume Penilikan II Kinerja PHPL & VLK Tahun 2020 IUPHHK-HA PT Central Kalimantan Abadi Provinsi Kalimantan Tengah
26
ASF – F0528A/Rev.4/04.05.16
lindung; 2). Pemeliharaan tanda kawasan lindung; 3). Penanaman pohon dilindungi; 4). Penandaan pohon dilindungi; 5). Penerapan RIL; 6). Penyaradan efektif dan efisien 7). Penyertaan masyarakat dalam penanaman dan; 8).
Penyuluhan. Ketentuan pengelolaan tersebut telah terealisasi, namun prosedur belum mencakup seluruh jenis flora yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik, sehingga pengelolaannya juga belum menyeluruh. Nilai Baik (3).
Kalimantan Abadi. Implementasi pengelolaan flora dilindungi rmencakup kegiatan : (i) Pembinaan Habitat; (ii) Penyelamatan jenis yang terancam punah; (iii) Perlindungan Jenis dilindungi; (iv) Pemantauan jenis dilindungi. Nilai kosisten / Baik (3).
3.5.3.
D
Kondisi flora dilindungi dan/atau jarang, langka dan terancam punah dan endemik yang ada di areal PT CKA kondisinya relatif aman. Hal ini disebakan, selama 12 bulan terakhir gangguan illegal logging yang merupakan gangguan utama terhadap kondisi flora dilindungi tidak terjadi setelah PT CKA bekerjasama dengan TNI AU dalam pengamanan dan perlindungan areal dan SDH. Nilai Baik (3).
Kawasan hutan PT Central Kalimantan Abadi (Hutan Sekunder Lahan Kering 35.541,49 ha atau setara 86,6% dari total konsesi) merupakan habitat yang layak bagi flora dilindungi untuk dapat hidup dan berkembang biak dengan aman. Tidak ada gangguan terhadap kondisi seluruh species flora dilindungi dan/atau jarang, langka dan terancam punah dan endemic.
Nilai konsisten Baik (3).
Kinerja Indikator
Dokumen prosedur pengelolaan fauna dilindungi PT CKA berupa :
1). Prosedur
Produksi/Pembalakan; 2).
Prosedur Produksi/Pembalakan;
3). Prosedur Reduced Impact Logging; 4). Prosedur Pembebasan Pohon Binaan; 5).
Prosedur Pengamanan dan Perlindungan Hutan dan; 6).
Prosedur Pengelolaan Flora dan Fauna Untuk Luasan Tertentu dari Hutan Produksi yang Tidak Terganggu dan Bagian yang Tidak
Rusak No. OPS-01/
TT/02/05/2017. Prosedur tersebut belum mencakup pengelolaan seluruh jenis fauna dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik karena tidak tersedia prosedur pengelolaan kawasan lindung Konservasi Insitu
Hasil verifikasi diperoleh : (i) Prosedur ini belum menjelaskan secara terinci tahapan penyela-matan jenis terancam punah mengacu peraturan : PP No.
7/1999 (Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa) dan Permenhut No. P.48/Menhut-II/
2008 (Pedoman Penanggulangan Konflik Antara Manusia dan Satwa Liar); (ii) Prosedur belum menjelaskan secara terinci upaya perlindungan jenis dilindungi mencakup evaluasi/pengendalian (preventif dan represif terhadap jenis dilindungi); (ii) prosedur belum mencakup pengelolaan Kantong Satwa untuk jenis dilindungi.
PT Central Kalimantan Abadi memiliki prosedur pengelolaan fauna dilindungi yang langka
Resume Penilikan II Kinerja PHPL & VLK Tahun 2020 IUPHHK-HA PT Central Kalimantan Abadi Provinsi Kalimantan Tengah
27
ASF – F0528A/Rev.4/04.05.16
Indikator Verifier Justifikasi Penilikan I
(2019) Justifikasi Penilikan II (2020)
dan Kantong Satwa sebagai habitat asli fauna dilindungi. Nilai Sedang (2).
(endangered), jarang (rare), terancam punah (threatened) dan endemic, namun belum mencakup seluruh jenis dilindungi (mencapai 80%). Nilai tetap / Sedang (2).
3.6.2.
D
Ketentuan pengelolaan fauna dilindungi PT. CKA dirinci pada Dokumen Addendum RKL dan RPL PT. CKA Tahun 2018. Ketentuan pengelolaan tersebut terdiri dari : 1). Pemeliharaan tanda kawasan lindung; 2). Mengarahkan perpindahan satwa pada saat penebangan; 3). Pengayaan bekas tebangan; 4). Penebangan dan penyaradan ramah lingkungan; 5). Patroli perlindungan hutan; 6).
Penyuluhan; 7). Memasang papan larangan berburu dan; 8).
Pelatihan karyawan. Pengelolaan tersebut telah terealisasi, namun prosedur belum mencakup seluruh jenis fauna yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik, sehingga pengelolaannya juga belum menyeluruh jenis fauna dimaksud.
Nilai Baik (3).
Implementasi pengelolaan fauna dilindungi telah mencakup seluruh jenis dilindungi (langka, jarang, terancam punah dan endemik) terdapat di areal PT Central Kalimantan Abadi. Implementasi pengelolaan fauna dilindungi rmencakup kegiatan : (i) Pembinaan Habitat; (ii) Penyelamatan jenis yang terancam punah; (iii) Perlindungan Jenis dilindungi; (iv) Pemantauan jenis dilindungi; (v) Koridor satwa liar.
Nilai konsisten / Baik (3).
3.6.3.
D
Di areal kerja PT. CKA masih ditemukan gangguan terhadap fauna berupa perburuan satwa.
Perburuan satwa dilakukan dengan menggunakan jerat dan senjata angin dan motif perburuan adalah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan komersil. Jenis satwa diburu tidak terkecuali jenis-jenis dilindungi.
Memperhatikan temuan audit tersebut, maka keberadaan fauna dilindungi dan/atau jarang, langka, terancam punah dan endemik yang ada di areal kerja PT. CKA tergolong tidak aman. Nilai Sedang (2).
Kawasan hutan PT Central Kalimantan Abadi (Hutan Sekunder Lahan Kering seluas 35.541,49 ha atau setara 86,6%
dari total konsesi) merupakan habitat yang layak bagi fauna dilindungi untuk dapat hidup dan berkembang biak dengan aman.
Tidak ada gangguan terhadap kondisi seluruh species fauna dilindungi dan/atau jarang, langka dan terancam punah dan endemic.
Nilai naik menjadi Baik (3).
Kinerja Indikator
3.6. 14/18X 100 % = 77,78 %
Sedang (60-80 %) 16/18X 100 % = 88,89%
Baik (> 80%)
Resume Penilikan II Kinerja PHPL & VLK Tahun 2020 IUPHHK-HA PT Central Kalimantan Abadi Provinsi Kalimantan Tengah
28
ASF – F0528A/Rev.4/04.05.16
Indikator Verifier
(2019) (2020)
4.1
4.1.1.
D
PT. CKA telah memiliki dokumen terkait dengan pola penguasaan dan pemanfaatan SDA/SDH setempat yang dituangkan dalam dokumen identifikasi perladangan masyarakat, akan tetapi cakupan data dan informasi yang dibuat belum menggambarkan kondisi aktual atau riil di lapangan seperti informasi lokasi sebaran perladangan dan kebun (titik koordinat, luasan lahan, asal desa penggarap, dan jenis tanaman yang diusahakan). Adapun laporan/dokumen terkait dengan identifikasi hak - hak dasar masya-rakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat, dan rencana peman-faatan SDH oleh pemegang izin telah lengkap dan jelas, antara lain dalam dokumen : Adendum ANDAL Tahun 2018, RKUPHHK-HA Berbasis IHMB Periode Tahun 2011 - 2020, RO PMDH Tahun 2018 - Tahun 2019, RKTUPHHK-HA Tahun 2018 - Tahun 2019, serta dokumen SOP sebagai bentuk mekanisme pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Nilai Sedang (2).
Dokumen pola penguasaan dan pemanfaatan SDA/SDH masyara-kat setempat yang dimiiki oleh PT.
CKA belum mencakup data dan informasi yang menggambarkan kondisi aktual di lapang seperti informasi lokasi sebaran ladang, kebun, kegiatan berburu, pemanfaatan hasil hutan kayu, dan hasil hutan bukan kayu dengan disertai informasi detail seperti : titik koordinat, luasan, asal desa penggarap, dan jenis yang diusahakan. Adapun laporan/
dokumen terkait dengan identi-fikasi hak-hak dasar masyarakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat, dan rencana pemanfa-atan SDH oleh pemegang izin telah lengkap dan jelas, yakni dalam dokumen : Adendum AMDAL Tahun 2018, RKUPHHK-HA Berbasis IHMB Periode Tahun 2011 - 2020, RO PMDH Tahun 2019 dan Tahun 2020, RKTUPHHK-HA Tahun 2019 dan Tahun 2020, serta dokumen SOP sebagai bentuk mekanisme pelaksanaan kegiatan di lapang.
Nilai tetap / Sedang (2).
4.1.2.
CD
Memiliki mekanisme penataan batas partisipatif dan mekanisme penyelesai-an konflik. Kedua SOP tersebut telah mendapatkan kesepakatan dari masyarakat.
Dukungan masyarakat tercermin pada penandatanganan Dokumen Berita Acara Sosialisasi SOP Penataan Batas Partisipatif dan SOP Penyelesaian Konflik Dengan Masyarakat. Nilai Baik (3).
Mekanisme penataan batas secara partisipatif terkait dengan penataan batas/rekonstruksi batas kawasan telah diimplementasikan oleh PT. CKA, seperti dapat dilihat dalam dokumen Laporan TBT, dan Berita Acara Pelaksanaan Tata Batas. Adapun mekanisme penye-lesaian konflik dituangkan dalam dokumen SOP Penyelesaian Konflik dengan Masyarakat No.
40/CKA/PKN/01/2018, namun perlu penyesuaian pelaksananya (organisasi pelaksana) mengacu kepada struktur organisasi yang berlaku. Nilai konsisten / Baik (3).
4.1.3.
D
Mekanisme pengakuan hak-hak masyarakat dalam perencanaan pemanfaatan hutan telah ada,
Pengakuan hak-hak masyarakat setempat dalam perencanaan pengelolaan hutan oleh PT. CKA
Resume Penilikan II Kinerja PHPL & VLK Tahun 2020 IUPHHK-HA PT Central Kalimantan Abadi Provinsi Kalimantan Tengah
29
ASF – F0528A/Rev.4/04.05.16
Indikator Verifier Justifikasi Penilikan I
(2019) Justifikasi Penilikan II (2020)
jelas, dan mudah dipahami serta legal atau telah ditandatangani oleh personil yang kompeten.
Nilai Baik (3),
telah berjalan sebagaimana ditu-angkan dalam dokumen perenca-naan : RKUPHHK-HA Periode 2011 - 2020, RO PMDH/Kelola Sosial dan RKTUPHHK-HA Tahun 2019 dan Tahun 2020. Mekanisme pelaksa-naan di tingkat lapang terdapat dalam dokumen SOP dimana tahapan kegiatan telah jelas, dan mudah dipahami serta secara legal keseluruhan dokumen tersebut ditandatangani oleh personil yang kompeten. Nilai konsisten / Baik (3).
4.1.4.
CD
Tata batas luar areal kerja PT. CKA telah di tata batas secara temu gelang dan telah memperoleh penetapan dari Menteri Kehutanan tahun 2014. PT. CKA juga telah melakukan identifikasi, pendataan pada sebagian kawasan kehidupan masyarakat desa setempat berupa ladang dan atau kebun masyara-kat yang ada di dalam areal kerja dan telah diketahui oleh masing - masing pihak. Pembuatan batas partisipatif atas masing – masing ladang dan atau kebun masyara-kat belum dilakukan. Nilai Sedang (2).
PT. CKA telah melaksanakan penataan batas areal kerjanya dan telah temu gelang dengan luas areal kerja ± 39.793,01 hektar dan panjang batas luar ± 132,45 km.
Adapun lokasi desa terletak di luar areal kerja perusahaan, serta terdapat kawasan kehidupan masyarakat desa setempat berupa perladangan masyarakat di dalam areal kerja. Terdapat pengakuan oleh masyarakat terhadap keberadaan areal kerja perusa-haan. Nilai naik menjadi Baik (3).
4.1.5.
CD
PT. CKA telah merealisasikan seluruh penataan batas areal kerjanya (temu gelang, dan terdapat bukti persetujuan dengan IUPHHK-HA Lainnya dituangkan dalam dokumen Laporan TBT, serta terdapat dokumen Berita Acara Pengakuan Masyarakat terhadap Eksistensi IUPHHK PT.
Central Kalimantan Abadi sebagai bentuk pengakuan dari masyara-kat desa setempat. Nilai Baik (3).
Terdapat persetujuan para pihak terkait dengan penataan batas areal IUPHHK PT. CKA dengan pihak IUPHHK lainnya seperti PT.
Erythrina Nugrahamegah, dan PT.
Erythrina Nugrahamegah, dan PT.