Lexy J. Moleong (2001: 30) menjelaskan bahwa: “penelitian pada hakikatnya merupakan wahana untuk menemukan kebenaran atau untuk lebih membenarkan kebenaran”. Sedangkan menurut Noeng Muhadjir (2000: 6) menjelaskan bahwa: “metodologi penelitian merupakan ilmu yang mempelajari tentang metoda-metoda penelitian, ilmu tentang alat-alat dalam penelitian”.
Berdasarkan definisi diatas secara sederhana dapat dikatakan bahwa penelitian merupakan cara-cara yang sitematis untuk menjawab masalah yang sedang diteliti. Adapun metode penelitian hukum yang digunakan dalam penelitian yang bersifat ilmiah ini adalah sebagai berikut :
3.1 Jenis Dan Desain Penelitian
Berdasarkan jenis data yang diperlukan, secara umum jenis penelitian dibedakan dibagi menjadi dua, yaitu penelitian primer dan penelitian sekunder. Pada penelitian primer membutuhkan data atau informasi dari sumber pertama, biasanya kita sebut dengan responden. Sebaliknya, penelitian sekunder menggunakan bahan yang bukan dari sumber pertama sebagai sarana memperoleh informasi untuk menjawab masalah yang diteliti.
Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian sekunder yang menggunakan studi kepustakaan dan menganut paham pendekatan kualitatif. “Penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif
berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang diamati (Moleong, 2001: 3)”.
Soerjono Soekanto (1986: 10), mengemukakan bahwa: “Suatu penelitian deskriptif, dimaksudkan untuk memberikan data yang seteliti mungkin tentang manusia, keadaan, atau gejala-gejala lainnya”. Penelitian deskriptif merupakan suatu penelitian yang mempunyai tujuan untuk melukiskan atau menjelaskan tentang sesuatu hal di daerah tertentu dan pada saat tertentu. Sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran secara menyeluruh dan sistematis mengenai penerapan peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini dihubungkan dengan penerapan hukum positif dalam penyelesaian sengketa penyangkalan anak.
3.2 Metode Pendekatan
Metode pendekatan dilakukan secara yuridis normatif. Metode pendekatan secara yuridis normatif yaitu metode pendekatan yang mengkonsepsikan hukum sebagai norma, kaidah, asas atau dogma-dogma. Selain itu dilakukan juga pendekatan terhadap bahan hukum non undang-undang, dalam hal ini menguji dan mengkaji data sekunder yang berkaitan dengan bahasan yang diambil. Penafsiran hukum yang dilakukan yaitu dengan melakukan penafsiran gramatikal yaitu penafsiran yang dilakukan terhadap kata-kata atau tata kalimat yang digunakan pembuat undang-undang dalam peraturan perundang-undangan tertentu.
Lokasi penelitian adalah tempat dimana penelitian dilaksanakan atau dimana seseorang melaksanakan penelitian. Lokasi penelitian sebagai sasaran yang sangat membantu untuk menentukan data yang diambil, sehingga lokasi sangat menunjang untuk dapat memberikan informasi yang valid. Lokasi yang dijadikan obyek penelitian oleh penulis yaitu di Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Semarang dan Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang, serta media elektronik dengan menggunakan media internet.
3.4 Fokus Penelitian
Fokus penelitian menyatakan pokok permasalahan apa yang menjadi pusat perhatian dalam penelitian ini. Sesuai dengan permasalahan, maka penelitian ini difokuskan pada putusan MA Nomor : 163 K/AG/2011 mengenai penyangkalan anak yang lahir dalam perkawinan pasca putusan MK Nomor : 46/PUU-VIII/2010, diantaranya sebagai berikut :
1. Apakah pertimbangan hukum dari Majelis Hakim MA dalam memutus Perkara Penyangkalan Anak Yang Lahir Dalam Perkawinan Nomor : 163 K/AG/2011 telah sesuai dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Akibat hukum putusan MK nomor : 46/PUU-VIII/2010 terhadap anak yang disangkal berdasarkan putusan MA Nomor:163 K/AG/2011.
3.5 Sumber Data Penelitian
Sumber data yang digunakan penulis dalam melakukan penelitian ini, meliputi:
3.5.1 Data Primer
Soerjono Soekanto (1986: 12), menjelaskan bahwa: “Data primer diperoleh langsung dari sumber pertama, yakni perilaku warga masyarakat”. Sumber data ini diperoleh melalui hasil wawancara yang yang dilakukan peneliti terhadap:
1. Responden
Responden merupakan sumber data yang berupa orang dan terkait dengan penelitian, dalam hal ini yang menjadi responden adalah Drs. Saiful Karim, M.H., Drs. H. Suyudi, M.Hum., dan Drs. Moch. Somantri, S.H., selaku Majelis Hakim Pengadilan Agama Purwokerto yang mengambil keputusan mengenai panyangkalan anak pada tingkat pertama.
2. Informan
Lexy J. Moleong (2001: 90), menjelaskan bahwa: “ Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian”. Dalam hal ini yang menjadi informan adalah Dra. Hj. Faizah, selaku Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Semarang.
3.5.2 Data Sekunder
Soerjono Soekanto (1986: 12), menjelaskan bahwa: “Data sekunder, antara lain, mencakup dokumen-dokumen resmi, buku-buku, hasil-hasil penelitian, yang berwujud laporan, buku harian, dan seterusnya”. Data sekunder dilakukan dengan penelitian kepustakaan
untuk mendapatkan landasan teoritis berupa penadapat-pendapat atau tulisan-tulisan para ahli atau pihak-pihak lain yang berwenang dan juga untuk memperoleh informasi baik dalam ketentuan formal maupun data melalui naskah resmi yang ada. Sumber data yang dipergunakan terdiri dari :
1) Bahan Hukum Primer
Bahan penelitian yang berasal dari peraturan perUndang Undangan yang berkaitan dengan penulisan yang dilakukan. 2) Bahan Hukum Sekunder
Bahan yang memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer seperti buku-buku dan literatur-literatur yang ada hubungannya dengan penulisan.
3) Bahan Hukum Tersier atau Bahan Hukum Penunjang
Bahan hukum yang memberikan informasi dan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan sekunder, seperti kamus hukum.
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian ini disesuaikan dengan metode dan jenis data yang digunakan peneliti. Maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah :
3.6.1 Studi Dokumen
Soerjono Soekanto (1986: 21) menjelaskan bahwa: “Studi dokumen merupakan suatu alat pengumpulan data yang dilakukan
melalui data tertulis dengan mempergunakan content analysis”. Studi dokumen ini dilakukan dengan cara memahami ketentuan-ketentuan perundang-undangan yang terkait dengan putusan MA Nomor : 163 K/AG/2011 mengenai penyangkalan anak yang lahir dalam perkawinan yang sah dan putusan MK Nomor : 46/PUU-VIII/2010.
3.6.2 Wawancara
Lexy J. Moleong (2001: 135), mengemukakan bahwa: “Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu”. Wawancara dilakukan dengan responden yaitu Drs. Saiful Karim, M.H., Drs. H. Suyudi, M.Hum., dan Drs. Moch. Somantri, S.H., selaku Majelis Hakim Pengadilan Agama Purwokerto yang mengambil keputusan mengenai panyangkalan anak pada tingkat pertama dengan maksud untuk mengetahui apakah pertimbangan hukum dari Majelis Hakim MA yang memutus Perkara Penyangkalan Anak Nomor : 163 K/AG/2011 telah sesuai dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta untuk mengetahui apa akibat hukum putusan MK nomor : 46/PUU-VIII/2010 terhadap anak yang disangkal berdasarkan putusan MA Nomor:163 K/AG/2011.
3.7 Keabsahan Data
Dalam suatu penelitian, keabsahan data sangat berpengaruh terhadap hasil akhir suatu penelitian. Sehingga untuk mendapatkan data yang valid diperlukan suatu teknik untuk memeriksa keabsahan suatu data.
Keabsahan data atau validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi. Lexy J. Moleong (2001: 178) menjelaskan bahwa: “Triangulasi adalah teknik pemeriksaaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data tersebut untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut”. Teknik triangulasi yang digunakan dapat ditempuh dengan cara sebagai berikut:
(1) Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara. (2) Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa
yang dikatakannya secara pribadi.
(3) Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu.
(4) Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang yang berada, orang pemerintahan.
(5) Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
3.8 Teknik Analisis Data
Noeng Muhadjir (2000: 142) menjelaskan bahwa: “Analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara, dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan bagi orang lain”.
Metode analisis data yang dipergunakan adalah analisis data kualitatif. Bogdan dan Taylor dalam Lexy J. Moleong (2001: 3), mendefinisikan: “metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati”.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis data yang pertama adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan mencatat semua data apa adanya sesuai dengan hasil wawancara di lapangan. Kemudian proses reduksi data yaitu proses pemilihan, perumusan, dan penyederhanaan catatan yang muncul di lapangan. Selanjutnya penyajian data yang berupa sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan langkah terakhir adalah penarikan kesimpulan.
Analisis mengenai permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini, dilakukan dengan cara menganalisis permasalahan yang ada di lapangan, selanjutnya akan dikaji dengan dikaitkan dengan peraruran perundang-undangan yang berlaku. Setelah analisis data selesai, maka hasilnya akan disajikan secara deskriptif, yaitu dengan menuturkan dan menggambarkan apa adanya sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Dari hasil tersebut kemudian ditarik kesimpulan yang merupakan jawaban atas permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini.
Bagan 3.8 Teknik Analisis Data
3.9 Prosedur Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti membatasi dalam empat tahap sebelum laporan, pekerjaan laporan, analisis data, dan penulisan laporan. Pada tahap pertama, yaitu pra lapangan peneliti mempersiapkan segala macam yang dibutuhkan sebelum terjun dalam kegiatan penelitian yaitu:
1. Menyusun rancangan penelitian. 2. Memilih lapangan penelitian. 3. Mengurus perizinan.
4. Menjajaki dan menilai keadaan lapangan. 5. Memilih dan memanfaatkan informan. 6. Menyiapkan perlengkapan penelitian.
7. Persoalan etika penelitian (Moleong, 2001: 86)
Pada tahap kedua yaitu pekerjaan lapangan, peneliti dengan bersungguh-sungguh dengan kemampuan yang dimilikinya berusaha untuk memahami latar belakang penelitian.
Pada tahap ketiga yaitu penulisan lapangan dan hasil penelitian. Merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam kegiatan penelitian dan tahap ini sebagai langkah akhir sesuai dengan proses penelitian.
Pengumpulan Data Reduksi
Data Kesimpulan Penarikan
Penyajian Data