Kota Pendidikan yang Berkualitas, mengandung makna bahwa pembangunan
Kota Malang ditekankan pada pengembangan bidang pendidikan dalam arti yang sangat luas, selain bidang lainnya. Makna strategis pendidikan yang bekualitas di Kota Malang adalah:
a. bahwa penyelenggaraan pendidikan pada semua jenjang di Kota Malang harus memiliki kualitas tinggi dan akan menjadi rujukan baik di tingkat nasional maupun global,
b. bahwa outcomes penyelenggaraan pendidikan diarahkan untuk menghasilkan SDM yang memiliki keunggulan kompetitif dalam hal penguasaan, pemanfaatan dan pengembangan IPTEK dan seni, serta memiliki wawasan global dengan kearifan lokal (berbudi pekerti luhur),
c. bahwa kebijakan publik pemerintah kota diarahkan pada kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada kepentingan pendidikan dalam arti luas, yang meliputi; (1) peningkatan kapasitas SDM pemerintah kota sebagai pengemban fungsi pelayanan publik; (2) peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan di semua level melalui pengembangan SDM dan institusional (tata kelola); (3) membuka akses seluas- luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya kepada masyarakat yang kurang/ tidak mampu secara ekonomi, untuk dapat menuntut ilmu melalui jalur formal (sekolah).
Berbudaya, artinya bahwa pelaksanaan fungsi pemerintahan Kota Malang dalam mencapai visi harus tetap mengedepankan nilai-nilai Ke-Tuhanan, nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai kehidupan sosial masyarakat Kota Malang (kearifan lokal) melalui pengembangan pendidikan untuk mengantisipasi perkembangan kota Malang menuju kota Metropolis. Pemahaman berbudaya, lebih dititik beratkan kepada suatu pencapaian kondisi kecerdasan emosional (emotional quotion), kecerdasan spiritual (spiritual quotion), dan kecerdasan intelektual. Hal ini berarti bahwa pengembangan sumberdaya manusia yang dilakukan selalu mengedepankan keimanan dan ketaqwaan, untuk menghasilkan SDM yang berkualitas secara utuh, sebagai wujud pembangunan manusia seutuhnya.
Berwawasan Lingkungan, artinya bahwa pelaksanaan pembangunan yang
serta pemukiman Kota Malang. Makna wawasan lingkungan (sosial, budaya, alamiah) dalam pembangunan akan memberikan nilai tambah bagi pembangunan bukan hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan perekonomian (pertumbuhan dan pemerataan ekonomi), tetapi juga orientasi pada konservasi (conservation orientations), dan berorientasi pada masyarakat (community orientations).
Sejahtera, artinya bahwa pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan di Kota Malang kesemuanya diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik secara materiil maupun spirituil. Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah memfasilitasi, mendorong dan menjamin keberlangsungan peningkatan kegiatan perekonomian kota, melalui kebijakanan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
IV.2. MISI
Dalam rangka mewujudkan Visi Kota Malang tersebut, maka penyelenggaraan pemerintahan Kota Malang mengemban misi-misi pembangunan untuk 20 tahun ke depan sebagai berikut :
a. Menjadikan Kota Malang sebagai Kota Pendidikan yang berorientasi global dengan kearifan lokal
Posisi Kota Malang yang strategis dengan iklim yang kondusif menjadikan Malang sebagai kota tujuan pendidikan untuk Wilayah Timur Indonesia serta menjadikan Kota Malang sebagai rujukan pengembangan bidang pendidikan, baik dalam lingkup nasional maupun global. Melalui pembangunan bidang pendidikan diharapkan tingkat kesejahteran masyarakat akan meningkat, karena tingkat pendidikan masyarakat yang tinggi dengan kompetensi yang sesuai dengan dunia kerja yang berorientasi kompetensi global dan memilki kearifan lokal dapat dengan mudah memasuki dunia kerja. Keberhasilan capaian kualitas pendidikan di Kota Malang baik dalam tata kelola maupun outcomes-nya akan menjadi rujukan nasional dan internasional, yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja bidang “industri” kependidikan dan “pariwisata” pendidikan.
b. Mewujudkan SDM yang Berkualitas dengan Penguasaan, Pengembangan dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang Berbudaya
Mewujudkan visi Kota Malang melalui peningkatan pembangunan SDM (tenaga kependidikan, masyarakat dan aparatur pemerintahan,) yang berkualitas dengan penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
berlandaskan pada nilai agama, etika dan sosial budaya secara menyeluruh dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat seutuhnya baik jasmani maupun rohani. Peningkatan kuantitas tenaga kependidikan yang berkualitas, yang akan meningkatkan kualitas sistem dan metode pendidikan di semua level (PAUD, TK, SD, SMP, SMK, SMA dan Perguruan Tinggi).
c. Mewujudkan lingkungan kota yang kondusif sebagai kota pendidikan yang berkualitas
Mewujudkan visi Kota Malang sebagai kota pendidikan yang berkualitas yang menjadi rujukan di tingkat nasional dan global, melalui penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang unggul dalam rangka meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan secara menyeluruh. Pengembangan infrastruktur penunjang pendidikan dalam bentuk pusat-pusat penelitian dan pengembangan, pusat sumber pengetahuan (resource centers), konservasi museum dan tinggalan-tinggalan sejarah kota (heritage building conservation) sebagai sumber belajar, serta pengembangan fasilitas wifi untuk kemudahan akses inforasi berbasis internet. Pemanfaatan ICT dalam pengembangan pendidikan dalam rangka memperluas akses informasi teknologi, melalui Jardiknas dan JIS diarahkan untuk menuju “cyber society” yang berbudaya dengan kearifan lokal. Kebijakan pengembangan pendidikan oleh pemerintah dilakukan dengan membuka akses seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya kepada masyarakat yang kurang/ tidak mampu secara ekonomi, untuk dapat menuntut ilmu melalui jalur formal (sekolah). Peran serta seluruh stakeholders (masyarakat bisnis, pemerintah dan masyarakat yang mampu secara finansial) berpartisipasi aktif dalam mendorong peningkatan pendidikan masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi.
d. Mengembangkan pembangunan wilayah dan infrastruktur yang berwawasan lingkungan
Mewujudkan kota Malang hijau lestari, sejuk melalui pendekatan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan (suatainable development). Pembangunan wilayah kota yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan dilakukan dengan mendorong pembangunan tata ruang dan infrastruktur kota agar mampu mendukung dan mewadahi aktivitas pengembangan kota secara efektif, efisien dan berkelanjutan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, maka pemanfaatan ruang kota harus mengakomodir seluas-luasnya kepentingan masyarakat, serta mendudukkan keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), secara proporsional. Kebijakan pemanfaatan ruang oleh
pemerintah didorong untuk mewujudkan penyediaan ruang terbuka (publik maupun privat) sebesar 30 % secara berkelanjutan. Peningkatan kuantitas dan kualitas RTH dilakukan untuk memperbaiki iklim mikro lingkungan kota. Upaya pembangunan kota dilakukan melalui pembangunan yang berorientasi pada pengembangan (development orientation), konservasi (conservation orientation), dan kepentingan masyarakat (community orientation) dalam rangka menjamin berlangsungnya proses pembangunan yang berkelanjutan (sustainable devolopment).
e. Mewujudkan Tata Pemerintahan Dan Aparatur Yang Professional
Mewujudkan visi Kota Malang dengan mengembangkan tata pemerintahan yang baik melalui peningkatan kinerja pelayanan prima diberbagai sektor publik yang didukung oleh perangkat daerah yang efektif dan efisien, aparatur yang profesional, infrastruktur yang memadai, dalam suasana politik, hukum dan kamtibmas yang kondusif, dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Peningkatan kemampuan (capacity building) aparatur pemerintah kota dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kemampuan akademik, skill, dan kemampuan management dalam rangka mewujudkan clean governance, yang didukung oleh aparatur yang bersih dan berwibawa.
f. Mewujudkan Kota Malang yang Agamis, bermoral, beretika, beradab, berbudaya, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Mewujudkan visi Kota Malang dengan dilandasi nilai-nilai kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi etika serta budaya bangsa yang didasari oleh norma-norma agama. Misi ini memilki posisi yang sangat strategis karena keberhasilan pembangunan akan memiliki makna kesejahteraan spiritual, sesuai dengan tujuan pembangunan dalam rangka mewujudkan masyarakat Kota Malang yang sejahtera baik secara materiil maupun spirituil. Ketenteraman lahir dan batin hanya dapat terwujud apabila kehidupan sosial masyarakat didasari oleh nilai-nilai kehidupan yang agamis, bermoral, beretika, beradab, berbudaya, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
g. Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Yang Efisien, Produktif dan Berkelanjutan Mewujudkan visi Kota Malang sebagai kota pendidikan yang didorong oleh keberhasilan kegiatan perdagangan dan jasa yang unggul dengan pertumbuhan ekonomi yang efisien, produktif dan berkelanjutan melalui upaya-upaya memberdayakan masyarakat kelompok ekonomi lemah dan mendorong kelompok ekonomi menengah dan besar sebagai kesatuan aktivitas ekonomi utama dan menjadi
tulang punggung tercapainya kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan aktivitas lainnya sebagai aktivitas pelengkap dan pendukung. Kebijakan pemerintah kota di bidang ekonomi perkotaan ditujukan untuk mengurangi angka pengangguran dengan mendorong dibukanya peluang lapangan kerja bagi masyarakat melalui peningkatan investasi yang mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.
h. Mewujudkan Kota Malang Yang Sejahtera
Mewujudkan masyarakat Kota Malang yang sejahtera, melalui peningkatan pendidikan, kesehatan masyarakat, serta penghidupan sosial, budaya dan ekonomi yang baik. Kebijakan pengembangan kegiatan perekonomian berpihak kepada kepentingan dan menuju kesejahteran masyarakat dalam arti luas. Pembangunan yang menyejahterakan masyarakat dilakukan melalui pendayagunaan sumber daya alam secara optimal dan berkelanjutan, serta didukung oleh kesadaran dan perilaku konstruktif masyarakat dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
BAB V
ARAH, TAHAPAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG