• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menulis Kreatif Naskah Drama Satu Babak dengan

Dalam dokumen smp8bhsind TerampilBerbahasaInd (Halaman 38-41)

dengan Memerhatikan Keaslian Ide

Tujuan pembelajaran:

Setelah mempelajari materi pada subbab ini, kamu diharapkan dapat menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memerhatikan keaslian ide.

Kamu telah mahir mengidentifikasi unsur intrinsik drama dan mampu menanggapi unsur pementasan drama. Pada materi ini kamu mendapat tantangan baru, yaitu menulis naskah drama.

Dengan belajar menulis kreatif naskah drama, kamu bisa mengkhayalkan sebuah cerita dan menciptakan tokoh-tokoh dengan wataknya sesuai dengan keinginan.

Dasar cerita drama adalah konflik atau permasalahan yang dialami para tokoh. Di dalam naskah drama harus tersimpan pesan dan nilai-nilai moral yang ingin disampaikan.

Dalam menulis naskah drama, kamu harus cermat dalam menangkap dan menggali ide, imajinasi, emosi yang nyata dan masuk akal. Konflik bisa berangkat dari persoalan diri sendiri, persoalan orang lain, maupun pengamatan terhadap lingkungan sekitar. Kamu juga bisa mengangkat persoalan sejauh mana kepedulian remaja ikut berperan membantu saudara- saudaranya yang tertimpa musibah bencana alam maupun persoalan hidup sehari-hari.

Untuk melatih kemampuanmu menulis kreatif, buatlah sebuah naskah drama satu babak dengan memerhatikan keaslian ide. Artinya, kamu harus benar-benar membuat karya yang orisinal, tidak menyontek dari sumber mana pun. Adapun teknis pembelajaran sebagai berikut.

Bentuklah kelompok. Langkah-langkah berikut dapat kamu jadikan panduan dalam menulis naskah drama berdasarkan konflik.

1. Identifikasi konflik

Banyak konflik yang kamu rasakan dan lihat, baik dari pengalamanmu maupun pengalaman orang lain. Peristiwa itu bisa di rumah, sekolah, maupun di masyarakat. Tentukan salah satu konflik yang kamu sukai.

Sebuah konflik misalnya pada rapat OSIS. Dalam sebuah diskusi panjang, peserta rapat terpecah menjadi dua kubu. Kubu pertama menghendaki acara bakti sosial, sedangkan kelompok kedua mengingini pentas seni untuk merayakan ulang tahun sekolah.

2. Susunlah cerita berdasar konflik yang dipilih

Setelah menentukan konflik, langkah selanjutnya kita mengembangkan konflik itu menjadi rangkaian cerita. Nah, hal-hal yang tidak boleh dilupakan ialah kita juga mesti menentukan tokoh-tokoh dan perwatakannya.

Contoh:

Perseteruan memanas saat pimpinan rapat mempersilakan anggota rapat menentukan acara yang akan digelar untuk merayakan HUT sekolah. Dengan dalih kemanusiaan, Adi yang disetujui oleh beberapa peserta memilih melakukan bakti sosial sebagai wujud kepedulian remaja terhadap nasib warga yang tertimpa banyak bencana alam di negeri ini. Indah yang didukung pula oleh peserta yang lain menghendaki pensi (pentas seni) untuk menyemarakkan ultah tersebut. Ia berargumentasi bukanlah bakti sosial pernah dilakukan dengan menyumbangkan bantuan ke korban banjir. Rapat sempat tidak menemukan titik sepakat. Bahkan, konflik memuncak saat Sukma yang mendukung Adi yang berseberangan dengan Indah saling menantang untuk beradu fisik. Hingga seluruh peserta rapat berusaha mendamaikan mereka.

3. Rumuskan peristiwa yang akan ditulis dalam bentuk percakapan (dialog) Setelah rangkaian cerita kamu tulis, langkah selanjutnya pilihlah adegan- adegan yang akan kamu lukiskan dalam adegan drama.

Contoh:

a. Peristiwa munculnya konflik karena terdapat dua ide untuk merayakan HUT sekolah hingga konflik memuncak karena nyaris adu fisik.

b. Peristiwa penyelesaian konflik yang dilakukan oleh peserta rapat dengan mendamaikan Adi dan Indah.

4. Mengembangkan dalam bentuk naskah drama

Perhatikan contoh pengembangan naskah drama berikut.

Pensi? (Drama Satu Babak) Para pelaku:

1. Adi 4. Fitri 2. Indah 5. Sukma 3. Banu 6. Seluruh siswa

Panggung:

Di ruang kelas yang disetting menjadi ruangan rapat. Deretan meja depan diduduki oleh pimpinan rapat, wakil pimpinan, dan sekretaris rapat. Seluruh

siswa menjadi peserta rapat, hanya beberapa peserta rapat saja yang mendominasi.

Jam di dinding depan kelas telah menunjukkan pukul 13.00. Udara panas, banyak siswa yang mengibas-ngibasi tengkuknya dengan kertas, buku, bahkan tangannya sendiri. Di sudut kanan dua orang asyik mengerumpi tentang grup band Kangen Band. Begitu pula banyak siswa lain, terutama yang duduk di deretan belakang, asyik ngobrol ke sana ke sini.

Tampak di papan tulis deretan agenda rapat siang itu. Rapat diawali dengan doa pembuka, pembukaan oleh ketua rapat, diskusi, dan penutup.

Banu : (Menghela napas dalam-dalam, lalu membusungkan dada dan tatapannya menyapu seluruh ruangan) "Teman-teman. Saya tegaskan, siang ini juga kita harus menyepakati untuk menentukan apakah kita akan melakukan bakti sosial atau akan ber-pensi ria…." Adi : "Saudara Banu (sambil mengangkat kelima jarinya) walau bagaimanapun kita harus melakukan bakti sosial. Banyak saudara kita di sana yang membutuhkan uluran tangan kita. Ada fakir miskin, korban puting beliung, tertimpa gempa, hingga korban penggusuran. Kita harus memiliki kepekaan dan kepedulian sosial. Coba bayangkan seandainya kita yang tertimpa musibah?" Beberapa

Peserta : (Tanpa dikomando, seperti koor) "Betul…."

Indah : "Interupsi…. (Sambil berdiri dan tatapan mata tajam) Saudara Adi, sekadar mengingatkan. Bukankah bakti sosial pernah kita laksanakan?"

Adi : "Maksud Saudari?"

Indah : "Kita kan pernah mengumpulkan baju pantas pakai, buku, dan tetek bengek lainnya yang pernah kita sumbangkan. Kita kan lagi merayakan sebuah perhelatan, sebuah perayaan ultah. Jadi tidak ada salahnya kita senang-senang sebentar, sambil tiap kita mengaktualisasikan bakat seni masing-masing. Bukan begitu Saudara pimpinan rapat?"

Banu : (Hanya mengangguk)

Indah : "Maksud Saudara?" Banu : "Bisa iya bisa tidak". Seluruh

Peserta : (Kompak) "Huu…"

Indah : (Menggerutu) "Saudara mesti tegas dalam menentukan sikap dong!"

Banu : "Oke kedua usul itu kita tampung. Fitri!" Fitri : "Iya Saudara pimpinan."

Latihan 2.6

Banu : "Tolong dua usul itu dicatat dalam notulen." Fitri : "Siap!"

Sukma : "Maaf. Saya sependapat dengan Adi. Iya kita boleh-boleh aja pensi. Tapi, apakah pantas kita rayakan di saat seperti ini."

Indah : "Kenapa tidak? Bukankah ini kita adakan sendiri di lingkungan kita. Tanpa publikasi besar-besaran kan."

Adi : "Iya. Betul Sukma. Bukankah akan bermanfaat uang yang kita keluarkan untuk bikin panggung bla bla bla kita sumbangkan ke tempat bencana."

Indah : (Dengan nada tinggi) "Oke kita beramal, tapi bukankah kita juga butuh berpesta biar kita tidak ketinggalan zaman."

Sukma : "Maaf Indah jangan terbawa emosi."

Indah : "Aku tidak emosi kok. Aku hanya menandaskan."

Banu : "Sudah…sudah. Tenang, kita selesaikan ini dengan kepala dingin. Baiklah semua usulan kita tampung. Rapat ini saya tunda. Kita harus menghadirkan Bapak Pembina sebagai penengah."

Seluruh

Peserta : (Kompak lagi) "Huuuuuuuuu………"

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

1. Di manakah latar drama satu babak tersebut?

2. Sebutkan tokoh dalam drama tersebut dan identifikasi watak masing-masing! 3. Tunjukkan dialog yang menandakan puncak konflik!

4. Apa tema naskah drama tersebut?

5. Nilai-nilai apa yang dapat kamu peroleh setelah membaca naskah drama tersebut?

Dalam dokumen smp8bhsind TerampilBerbahasaInd (Halaman 38-41)