KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
2. Menyangkut Temuan, dan untuk Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini sudah dilakukan melalui tahapan atau prosedur penelitian ilmiah, namun tidak mustahil masih ada kekurangan atau kelemahannya. Misalnya berkenaan dengan masalah teknis pelaksanaan penelitian, teknik pengumpulan data, akurasi analisis data maupun kekurangan atau kelemahan yang bersumber dari keterbatasan kemampuan peneliti sendiri.
Untuk peneliti selanjutnya, mengingat bahwa penelitian ini dilakukan dalam seting dan focus penelitian yang terbatas yaitu proses pembelajaran kemandirian siswa tunagrahita sedang di SLB C, maka bagi peneliti yang berminat untuk melanjutkan penelitian ini sebaiknya dilakukan secara lebih mendalam dan komprehensif dengan focus penelitian yang lebih luas baik dari segi cakupan subjek dan objek penelitian, kajian teoretis, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data yang lebih akurat sebagai pisau analisisnya. Dengan demikian, diharapkan hasil penelitian akan lebih bermakna dan dapat teruji keampuhannya dalam implementasinya di lapangan (kondisi, waktu, dan tempat) yang berbeda.
Abdurrahman, M. (1996). Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar: Jakarta: Dirjen Dikti-Depdikbud.
Ahman. (1998). Bimbingan Perkembangan: Model Bimbingan dan Konseling Perkembangan di Sekolah Dasar. Disertasi PPS IKIP Bandung.
Alimin, Z. (2006). Model Pembelajaran Anak Tunagrahita Melalui Pendekatan Kanseling. Disertasi SPs UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.
Amin, M. (1984). Pedoman Bimbingan Anak Luar Biasa. Jakarta: Depdikbud Tidak diperdagangkan.
Amin, M. (1995). Ortopedagogik Anak Tunagtahita. Jakarta: Depdikbud.
Anastasi, Anne. (1989). Psychological Testing. New York: Macmillan Publishing Company.
Anwar. (2004). Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills Education). Bandung: Alfabeta Ashman, A & Eikin, J., Ed. (1994). Educating Children with Special Needs.
Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall Inc.
Astati. (1999). Program Layanan Dasar Bimbingan Dalam Meningkatkan Persiapan Pekerjaan Anak Tunagrahita Ringan (Penjajakan Model Bimbingan dan Konseling Pendekatan Ekologis) pada Siswa Sekolah Menengah Tunagrahita Ringan di SPLB-C Bandung. Tesis PPS UPI Bandung.
Bailey, R.D. (1982). Therapeutic Nursing for The Mentally Handicapped. New York: Oxford University Press.
Blocher, D.H. (1987). The Professional Counselor. New York: Macmillan Publishing Company.
Beirne-Smith, Ittenbach & Patton. (2002). Mental Retardation, Sixth Edition. New Jersey: Pearson Education, Inc.
Bieliauskas, L.A. (1983). The Influence of Individual Differences in Health and Illness. Boulder-Colorado: Westview Press, Inc.
Delphie, B. (2005). Bimbingan Konseling untuk Perilaku Adaptif. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.
Depdikbud. (1999). Standard Kompetensi dan Kompetensi Dasar, Program Pendidikan Khusus Bina Diri Siswa Tunagrahita Sedang. Jakarta: Depdikbud. Departemen Sosial RI. (2007). Bimbingan Keterampilan Kehidupan Sehari-Hari
Penyandang Tunagrahita (Bantu Diri Umum). Temanggung: BBRSBG Kartini.
Departemen Sosial RI. (2007). Bimbingan Keterampilan Kehidupan Sehari-Hari Penyandang Tunagrahita (Makan & Minum). Temanggung: BBRSBG Kartini.
Departemen Sosial RI. (2007). Bimbingan Keterampilan Kehidupan Sehari-Hari Penyandang Tunagrahita (Lokomosi). Temanggung: BBRSBG Kartini. Departemen Sosial RI. (2007). Bimbingan Keterampilan Kehidupan Sehari-Hari
Penyandang Tunagrahita (Okupasi). Temanggung: BBRSBG Kartini.
Dharma, A. (Ed.). (1991). Child Development (Perkembangan Anak). Jilid 1, Cetakan Kedua, Alih Bahasa: Tjandrasa dan Zarkasih. Jakarta: Erlangga.
Efendi, J. (1999). Pengembangan Program Bimbingan Konseling Perkembangan Melalui Kegiatan Belajar Mengajar dalam Meningkatkan Kemandirian Anak Tunagrahita Ringan. Tesis, PPS UPI Bandung.
Gall & Borg. (2003). Educational Research, An Introduction, Seventh Edition. New York: Pearson Education, Inc.
Geldard & Geldard. (2001). Basic Persona! Counseling, A Training Manual for Counselor, Fourth Edition. Prentice-Hall, Inc. An Imprint of Pearson Education Australia.
Ginintasasi, R. (2003). Peranan Kegiatan Kepramukaan dalam Mengembangkan Kemandirian Remaja Anggota Pramuka dan Kaitannya dengan Pola Pengasuhan Orang Tua. Tesis pada PPS Universitas Padjadjaran Bandung: Tidak Diterbitkan.
Hadis, FA. (1996). Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Hallahan and Kauffman. (1988). Exceptional Children Introduction to Special Education. New York: Prentice-Hall International, Inc.
Hardnan, Drew, Egan & Wolf. (1990). Human Exceptionality, Society, School and Family. Needham Heights, Massachussets: Allyn and Bacon.
Hurlock, E.B. (1978). Child Development, Sixth Edition, New York: McGrawHill, Inc. Hurlock, E.B. (1993). Child Development (Perkembangan Anak). Jilid 2, Cetakan
Keempat, Alih Bahasa: Tjandrasa. Jakarta: Erlangga.
Kartadinata, S. (1988). Profil Kemandirian dan Orientasi Timbangan Sosial Mahasiswa serta Kaitannya dengan Periiaku Empatik dan Orientasi Niai Rujukan (Studi. Deskriptif-Analitik tentang Kemandirian Para Mahasiswa Beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Kotamadya Bandung). Disertasi PPs IKIP Bandung: Tidak Diterbitkan.
Kartadinata, S. (2002). Kompilasi Isu Etik Dan Moral Dalam Konseling. PPS UPI.
Kartadinata, S. (2010). Isu-Isu Pendidikan: Antara Harapan dan Kenyataan. Bandung: UPI PRESS
Kartadinata, S. dkk. (2007b). Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta: Ditjen PMPTK Depdiknas.
Lerner, Richard M & Hultsch, David I. (1983). Human Development, A Life Span Perspective. New York: McGraw-Hill, Inc.
Liando, J. (1993). Kesesuaian antara Pelaksanaan Bimbingan oleh Guru dengan Harapan Orang Tua di SLB-C Cipaganti Bandung. Tesis PPS IKIP Bandung:
Tidak Diterbitkan.
Lynn, SJ & Garske, JP. (1985). Contemporary Psychotheraphies, Models and Methods. Columbus, Ohio: A Bell & Howell Company.
Macmillan, D.L., (1973). Behavior Modification in Education. New York: The Macmillan Company.
Maslow, A.H. (1970). Motivasi dan Kepribadian (Penterjemah Nurul Iman). Jakarta: Gramedia.
Moleong, L.J. (1993). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muro, J. J. & Kottman, T. (1995). Guidance and Counseling in the Elementary and Middle Schools. Wisconsin, Iowa: C. Brown Communications, Inc.
Nasution, S. (1988). Metode Penelitian Naturalistik-Kualitatif. Bandung: Tarsito Nasution, S. (1996). Metode Penelitian Naturalistik-Kualitatif. Bandung: Tarsito
Neely, A.M. (1982). Counseling and Guidance Practices with Special Education Students. Homewood, Illionois: The Dorsey Press.
Purnamawati, S. (1997). Skala Kematangan Sosial Vineland. Bandung: PLB FIP IKIP Rochyadi, E., dan Alimin, Z. (2005). Pengembangan Program Pembelajaran Individual
bagi Anak Tunagrahita. Jakarta: Depdiknas.
Schulz, J.B., Carpenter, D.C., and Turnbull, A.P. (1991). Mainstreaming Exceptional Students a Guide for Classroom Teachers. Needham Height: Allyn and Bacon, Inc.
Steinberg, L. (1993). Adolescence (Third Edition). New York: McGraw-Hill, Inc.
Suhaeri dan Purwanta. (1996). Bimbingan dan Konseling Anak Luar Biasa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Surya, M. (2002). Teori-Teori Konseling. Bandung: Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.
Surya, M. (2003). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Yayasan Bhakti Winaya.
Sunanto, J., et al., (2005). Pengantar Penelitian dengan Subyek Tunggal. Tsukuba: CRICED: University of Tsukuba.
Supratiknya, A, (Ed). (1993). Psikologi Kepribadian 3. Teori-Teori Sifat dan Behavioristik. Yogyakarta: Kanisius.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Universitas Pendidikan Indonesia. (2012). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI
Wallace, W.A. (1986). Theory of Counseling and Psychotheraphy. New York: Allyn and Bacon., Inc.
Wantah, M.J. (2007). Pengembangan Kemandirian Anak Tunagrahita sedang . Jakarta: Depdiknas.
Wehman, P., et al. (1980). Functional Living Skills for Moderately and Severely Handicapped Individuals
Weiner, I.B. (1982). Child and Adolescent Psychopathology. New York: John Wiley & Sons, Inc.