• Tidak ada hasil yang ditemukan

Merancang tampilan Layar

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 39-44)

Tujuan dari langkah ini adalah untuk merancang tampilan

user yang diidentifikasi selama pengumpulan informasi dan

analisis dari siklus hidup aplikasi sistem basis data. Langkah 7 Merancang Mekanisme Keamanan

Tujuan dari langkah ini adalah untuk merancang ukuran keamanan untuk basis data yang telah dispesifikasi oleh user.

Definisi dari keamanan basis data adalah suatu mekanisme yang memproteksi basis data dari suatu kejadian yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Suatu basis data merupakan sumber dari perusahaan yang

essential yang perlu dilindungi dengan menggunakan suatu

kontrol yang memadai.

Beberapa kasus keamanan basis data yang perlu diperhatikan, antara lain:

1. Pencurian data (Theft & Fraud)

2. Kehilangan kerahasiaan suatu data (Loss of Confidentially) 3. Kehilangan hak pribadi (Loss of Privacy)

4. Kehilangan integritas (Loss of Integrity)

5. Kehilangan ketersediaan data (Loss of Availability).

Hasil akhir dari perancangan fisikal basis data adalah suatu proses yang mendeskripsikan suatu implementasi dari suatu basis data pada media penyimpanan. Ini mendeskripsikan

suatu relationship dasar dan struktur penyimpanan dan metode akses yang digunakan untuk mengakses data secara efektif, selama batasan integritas dan ukuran keamanan.

2.2 Teori Manajemen Aset Digital

Menurut Penn State (2002) Digital Asset Management ( DAM ) adalah suatu set teknologi yang terkordinasi dan prosedur yang mengizinkan penyimpanan yang efisien, pengambilan informasi, dan penggunaan ulang file digital yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan memasukkan informasi yang lengkap dan menempel pada asetnya, DAM dapat menyediakan dan mendukung peraturan bisnis dan proses dapat melakukan penyimpanan, indeks, keamanan, pencarian, eksport dan perubahan pada informasinya. Manajemen Aset Digital kadang juga dikenal dengan nama Media Asset

Management. Media Asset Management ( MAM ) didefinisikan sebagai

teknologi yang digunakan untuk mencari dan mengambil isi khusus dari sebuah objek dari media analog ke digital.

Biasanya, asset digital adalah file media digital apapun yang mempunyai nilai ( value ). Asset digital sering memasukkan rich media seperti video, audio, dan graphics, tetapi tidak menjadi suatu persyaratan.

Images, graphics, logos, video and sound files, web pages (HTML, XML), PDF documents, Quark and Illustrator files, MS Office files, free text files, ads, marketing collateral, brochures, product packaging designs, dan lain-lain, merupakan objek digital. Biasanya perusahaan dan organisasi

mempunyai macam-macam asset digital seperti text, photos, logos, music, dan

video yang mempunyai nilai potential untuk kedepannya. Apabila mereka bisa

dilokasikan dan digunakan kembali.

Apabila digambarkan didalam framework dari sistem DAM, definisi dari suatu asset merupakan kepentingan yang sangat kritis. Terdapat suatu kesepakatan umum bahwa asset digital adalah isi asset ditambah dengan metadata (atau data yang menerangkan isi tersebut). Metadata bisa berupa informasi tentang tipe format, rights dan izin, sejarah pemakaian (usage

history), dan lain-lain.

Pada awalnya DAM biasanya digunakan oleh produksi video, pre-press dan bagian penerbitan. Sehingga DAM muncul menjadi komponen penting bagi infrastruktur teknologi informasi. Revolusi internet dan pemusatan pada media digital telah meningkatkan DAM dari enterprise menjadi ke setiap industri.

DAM adalah software infrastruktur yang mengizinkan organisasi untuk mengatur koleksi-koleksi dari bermacam-macam isi, dan juga menyiapkan dan meningkatkan isi untuk pengiriman ke semua tingkatan distribusi. DAM ingests,

indexes, categorizes, mengamankan, mencari, menyimpan, memasang isi

eksport. Pada kenyataanya suatu asset yang berbentuk digital mendapatkan kesempatan yang besar untuk revenue generation dan efisiensi operasional, ini memperlihatkan bahwa platform DAM memprioritaskan functionality dan dasar apa yang membedakan DAM dengan kelas software lainnya.

Terdapat tiga elemen dasar yang membedakan Digital Asset

Management solution dengan isi management solutions lainnya :

Organizing Principle.

Asset didefinisikan sebagai suatu kombinasi spesifik dari

suatu isi dan data yang mempunya nilai financial, apakah prinsip organisasi mendasari pengamanan, transaksi, rights dan fungsi sistem lainnya.

Functional Characteristics.

Setiap komponen fungsional dari suatu Digital Asset

Management solution ( termasuk ingestion, indexing, cataloguing, navigation, transformation dan export) harus memberikan

dukungan penuh untuk semua tipe media (termasuk streaming dan format tetap) dan untuk semua traditional dan elektronik channel pengiriman.

Architecture.

Yang mendasari architecture seharusnya component-based dan enterprise-worthy, untuk menyediakan pelaksana berkala dan penyaluran akses keseluruh organisasi.

Proses Manajemen aset digital adalah : • Creation

Seorang artis, penulis, editor, atau pembuat film akan menciptakan isi baru, dengan menggunakan materi yang ada sebagai dasarnya atau dengan menciptakan sesuatu yang isinya seluruhnya baru.

• Indexing

Setelah isi diciptakan dan disimpan, kemudian akan di indeks menurut berbagai macam kriteria yang disimpan dalam bentuk metadata.

Metadata dapat digunakan untuk membuat catalog dari isinya itu

sendiri. Contoh umum penggunaan metadata di dalam implementasi digital aset manajemen adalah perancangan key frames dari video MPEG-2.

• Storage

Isi yang baru tersimpan. Isi ini biasanya akan diarahkan langsung penyimpanan dalam hard drive dalam peralatan RAID, dengan arsip di dalam kaset, atau lebih baik di dalam optical jukebox.

• Delivery

User ( internal atau eksternal ) menerima permintaan dalam bentuk

faktor yang sesuai. Ini mungkin dibutuhkan untuk membuat CD, DVD, atau kaset VHS dalam kasus apapun.

• Resale

Mengikuti indeks dari isi dan user online dapat mengakses isi katalog dari pengembang untuk memilih gambar dan video yang tersedia. • Reuse

Dengan hak struktur manajemen yang berjalan pada media digital, pengembang dapat mencari dan memilih isi dari media digital untuk digunakan kembali. Eksekutif saat ini dapat membaca katalog dari

perusahaan untuk video, animasi, dan naskah yang relevan, daripada membaca secara keseluruhan.

• Review

Sistem DAM menyediakan kemampuan untuk melihat kembali isi yang lama dengan mudah. Materi yang sudah kadaluarsa dapat diarsip secara offline atau dihapus dari sistem.

Keuntungan dari Manajemen Aset Digital ketika diimplementasikan yaitu : • Lebih kompetitif

• Menghemat waktu dan uang • Menyediakan perlindungan legal • Menciptakan revenue

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 39-44)

Dokumen terkait