• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II MEREK YANG DILINDUNGI DALAM UNDANG-UNDANG

C. Merek Terdaftar

Merek dapat dikatakan sebagai merek apabila merek tersebut sudah didaftarkan oleh pemilik merek ke Dirjend HKI, yang untuk mendapatkan suatu merek melalui bebrapa proses sehingga merek itu dapat digunakan oleh para produsen yang mereknya telah terdaftar.

39

33

1. Pendaftaran Merek

Pendaftaran merek penting dan diisyaratkan oleh Undan-undang bahwa merek harus didaftar. Selain berguna sebagai alatbukti yang sah atas merek terdaftar, pendafatran merek yang sama keseluruhannya atau sama pada pokonya yang dimohonkan oleh orang lain untuk barang atau jasa sejenis juga berguna sebagai dasar mencegah orang lain memakai merek yang sama pada pokonyaatau secara keseluruhan dalam peredaran barang atau jasa.40

Pendaftaran merek dengan sistem konstitutif lebih menjamin kepastian hukum daripada sistem deklaratif. Dimana diegaskan pada Undnag-undang Merek 1992, pada penjelasan mengapa terjadi perubahan sistem deklaratif ke sistem konstitutif. Pada sistem konstitutif Undnag-undang Merek 1992 tekhnis

Perlindungan hukum terhadap merek diberikan melalui proses pendaftaran pada UUM No 15 Tahun 2001 menerapkan sistem konstitutif. Artinya hak atas merek terdaftar diperooleh karena proses pendaftaran yaitu pendaftaran merek pertama yang berhak atas merek tersebut.

Melalui pendaftaran merek dikenal dua macam sistem yaitu sistem konstitutif dan deklaratif. Sistem konstitutif, bahwa yang berhak atas suatu merek adalah pihak yang telah mendaftarkan mereknya, jadi dengan adanya pendaftaran inilah menciptakan hak atas merek dan pihak yang mendaftarkan adalah satu-satuya yang berhakatas merek dan bagi pihak lainnya harus menghormati hak pendaftar.

40

Bambang Kesowo, 1988, “Perlindnungan Merek Terkenal di indonesia”. Makalah disampaikan dalam sambutan arahan Seminar Nasional Perlindnungan Merek Terkenal di Indonesia, Fakultas Hukum Universitas Parhiyangan- Perhimpunan Masyarakat HAKI Indonesia – United States Information Service, di Bandung pada tanggal 26 September 1998 (Bandung:Fakultas Hukum UNPAR).

pendaftarannya telah diatur seteliti mungkin, dengan melakukan pemeriksaaan secara formal persyaratan pendaftaran dan pemeriksaaan substantif tentang merek. Seebelum dilakukan pemeriksaan substantif, dilakukan lebih dahulu pengumuman tetang permintaaan pendaftaran merek. Bagi mereka yang merasa dirugikan akan adanya pengumuman itu dapat mengajukan keberatan. Pihak yang mgenajukan pendaftaran merek diberi hak untuk menyanggah terhadap keberatan tersebut.41

Sistem deklaratif adalah sistem pendaftaran yang hanya menimbulkan dugaan adanya hak sebagai pemakai pertama pada merek bersangkutan. Sistem deklaratif dianggap kurang menjamin kepastian hukum dibandingkan dengan sistem konstitutif berdasarkan pendaftaran pertama yang lebih memberikan perlindungan hukum. Sistem pendaftar pertama disebut juga first to file principle. Artinya, merek yang didaftar adalah yang memenuhi syarat dan sebagai yang pertama. Tidak semua merek dapat didaftarkan. Merek tidak dapat didaftar atas dasar permohonan yang diajukan oleh pemohon yang beritikad tidak baik. Pemohon beritikad tidak baik adalah pemohon yang mendaftarkan mereknya secara tidak layak dan tidak jujur, ada niat tersembunyi misalnya membonceng, meniru, atau menjiplak ketenaran menimbulkan persaingan tidak sehat dan mengecohkan atau menyesatkan konsumen. Yang dapat mendaftarkan merek adalah orang atau badan hukum.42

42

Jacki Ambadar, Miranty Abidin dan Yanty Isa,Mengelola Merek, (Jakarta: Yayasan Bina Karsa Mnadiri,2007) hlm 79

35

1. Prosedur Pendaftaran Merek.

Merek bagi produsenbarang atau jasa merupakan hal yang sangat penting, karena merek berfungsi untuk membedakan antara barang atau jasa yang satu dengan barang atau jasa yang lainnya serta berfungsi sebaga tanda untuk mbedakan asal-usul barang atau jasa, citra reputasi diantara perusahaanyang satu dengan yang laiinya yang sejenis.

Ketentuan mengenai syarat dan tata cara Permohonan Pendaftaran Merek diatur dalam:

1. Pasal 7 sampai dengan Pasal 10 UUM 15 Tahun 2001

2. Pasal 1 hingga Pasal 6 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1993 tentang Tata Cara Pendaftaran Merek

Tata cara pengajuan Permohonan diajukan secara tertulis dalam Bahasa Indonesia kepada:

1. Mengisi formulir Permohonan

a. Permohonan diajukan dengan menggunakan formulir yang bentuk dan isinya seperti contoh yang dilampirkan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1993 tentang Tata Cara Pendaftaran Merek.

b. Pengisian formulir Permohonan tersebut wajib dilakukan dalam rangkap empat dengan mencamtumkan:

1. Tanggal, bulan, tahun:

2. Nama lengkap, kewarganegaraan, dan alamat Pemohon: Pemohon dapat terdiri dari satu orang secara bersama, atau

badan hukum. Dalam hal Permohonan diajukan oleh lebih dari satu Pemohon yang secara bersama-sama berhak atas Merek terseut, semua nama Pemohon dicantumkan dengan memilih salah satu alamat mereka.

c. Nama lengkap, dan alamat Kuassa apabila Permohonan diajukan melalui Kuasa.

d. Tempat tinggal Kuasa yang dipilih sebagai domisili hukumnya di Indonesia, apabila Pemohon berempat tinggal atau berkedudukan tetap diluar wilayah Negara Republik Indonesia.

e. Warna-warni apabila merek yang dimohonkan pendaftrannya menggunakan unrus-unsur warna.

f. Jenis-jenis barang dan/jasa yang termasuk dalam kelas yang dimohonkan pendaftarannya. Permohonan untuk dua kelas yang dimohonkan barang atau lebih dan/atau jasa dapat diajukan dalam satu Permohonan.

g. Nama negara dan tanggak permintaan Merek yang pertama kali dalam hal Permohonan diajukan dengan Hak prioritas.

2. Menandatangani Permohonan

a. Permohonan ditandatangani Pemohon atau Kuasanya, dengan ketentuan dalam hal Permohonan diajukan oleh lebih dari satu Pemohon yang secara bersama-sama berhak atas merek tersebut, perohonan tersebut ditandatangani oleh salah satu dari pemohon

37

yang berhak atas merek tersebut dengan melampirkan persetujuan tertulis dari para pemohon yang mewakili.

b. Dalam hal permohonan tersebut diajukan melalui kuasa (Konsultan Hak kekayaan Intelektual), Permohonan ditandatangani oleh Kuasa dengan ketentuan:

1) Surat kuasa untuk itu ditandatangani oleh semua pihak yang berhak atas Merek tersebut;

2) Jika Penerima Kuasa lebih dari satu orang, dan dalam surat kuasa tidak terdapat klausul “surat kuasa diberikan kepada Kuasa-kuasa tersebut untuk bertindak, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama”, menurut pendapat penulis maksudnya adalah Permohonan harus ditandatangani oleh semua pihak Penerima Kuasa. Jika yang menandatangani hanya sebagian dari Penerima Kuasa , misalnya hanya ada dua orang atau lima dari Penerima Kuasa yang berjumlah enam orang, Formulir Permohonan yang ditandatangani oleh dua atau lima orang Penerima kuasa itu mengadnung risikountuk dinyatakan tidak memiliki kekuatan berlaku dalam suatu sengketa yang mengemuka di pengadilan nantinya. Berdasarkan alasan ini, ada baiknya setia Penerima Kuasa mengajukan permohonan tersebut atau untuk keperluan lainnya, yang penerima kuasanya lebih dari satu orang, selalu disertai klausula “baik secara sendiri-sendirimaupun secara bersam-sama”

Syarat Permohonan setiap Permohonan wajib dilengkapi dengan: 1. Surat Pernyataan Pemilikan Merek.

a. Tanda tangan dan isi.

Surat pernyataan itu harus ditandatangani oleh pemilik merek dan bermaterai cukup yang dengan jelas dan tegas menyebutkan bahwa:

1) Merek yang dimoohonkan adalah milikknya.

2) Merek yang dimohonkan pendaftaran tidak meniru merek orang lainbaik untuk keseluruhan maupun pada pokoknya.

b. Terjemahan.

Apabila tidak menggunakan Bahasa Indonesia, surat pernyataan itu harus disertai terjemahannya dalam Bahsa Indonesia.

c. Etiket Merek

Jumlah etiket merek yang diperlukan adalah sebanyak dua puluh helai dengan ketentuan:

1) Ukuran

Etiket itu berukuran 9 X 9 Cm dan minimal 2 X 2 Cm 2) Warna.

Apabila etiket merek berwarna, harus disertai pula satu lembar etiket yang tidak berwarna (hitam putih).

a. Terjemahan.

Etiket merek yang menggunakan bahasa asing dan atau didalamnya terdapat huruf selain huruf lain atau angka yang tidak lazim digunakan dalam Bahsa Indonesia wajib disertai terjemahannya dalam Bahsa

39

Indonesia, dalam huruf llatin, dan dalam angka yang lazimdigunakan Bahasa Indonesia.

3) Akta pendirian badan hukum.

Apabila Pemohon adalah badan hukum Indonesia, dilengkapi:

a) Akta pendirian badan hukum yang termuat di dalam Tambahan Berita Negara: atau

b) Salinan yang sah akta pendirian badan hukum, 4) Surat Kuasa Khusus

Surat kuasa khusus diperlukan apabila Permohonan diajukan melalui Kuasa, dengan mengajukan Permohonan dengan menyebutkan mereknya. Namun, surat kuasa khusu ini mutlak diperlukan jika Permohonan diajukan oleh pemohon yang bertempat tinggal atau berkedudukan tetap di luar wilayah Negara Republik Indonesia. Hal ini disebabkan, menurut ketentuan Pasal 10 ayat (1) UUM No 15 Tahun 2001, Permohonan yang diajukan oleh Pemohon yang disebutkan di atas wajib diajukan melalui Kuasanya di Indonesia.

5) Pembayaran Biaya

Permohonan harus diserai pembayaran biaya dalam rangkaPermohonan, sesuai dengan jenis dan besar biaya yang ditetapkan oleh Menteri ukum dan Hak Asasi Manusia.

6) Bukti penerimaaan Permohonan

Apabila permohonan diajukan dengan menggunakan hak prioritas, permohonan harus disertai bukti penerimaan permohonan yangpertama kali yang

menimbulkan hak prioritas, dengan disertai terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

7) Salinan peraturan penggunaaan merek kolektif

Apabila merek yang dimohonkan pendaftaran akan digunakan sebagai merek kolektif, permohonan harus disertai salinan peraturan penggunaan merek kolektf, dengan ketentuan salinan perturanpenggunaan merek kolektiifyang tidk menggunakan bahasa Indonesia harus disertai terrjemahannya dalam bahasa Indonesia.43

Pasal 19 mengaskan bahwa pemeriksaan substanttif atas permohonan pendaftaran merek tersebut dilaksanakan oleh Pemeriksa pada Direktorat Jenderal HKI. Pemeriksa adalah pejabat yang kaarena keahliannya diangkat dan diberhentkansebagai pejabat fungsional oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi

3. Pelaksanaan Pendaftaran Merek 1. Pemeriksaan Substantif

Setelah permohonan pendaftaran merk memenuhi segala persyaratan, Direktorat Jendral akan melakukan pemeriksaan substantif sebagaimana diatur dalam Pasal 18 sampai dengan Pasal 20 UUM No 15 Tahun 2001. Pemeriksaan substantif atas permohonan pendaftaran merek ini dimaksudkan untuk menentukan dapat atau tidak dapatnya merek yang bersangkutan didaftar, yang dilakukan dalam waktu paling lama 9 (sembilan) bulan, pemeriksaanya dilaksanakan berdasarkan ketentuan Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6 UUM No 15 Tahun 2001. 43 2014

41

Manusia berdasarkan syarat dan kualifikasi tertentu serta diberi jenjang dan tunjangan fungsional di samping hak lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kemudian, dari hasil peemeriksaan substantif akan disimpulkan apakah permohonan pendaftaran merek dapat disetujui untuk didaftar atau tidak dapat didaftar atau ditolak. Dalam hal pemeriksa menyatakan bahwa permohonannya dapat disetuji untuk didaftar, atas persetujuan Direktur Jenderal HKI permohonan tersebut diumumkan dalam Beritta Resmi Merek. Bila sebaliknya, permohonan tidak dapat didaftar atau ditolak, atas persetujuan Direktur Jendral Haki hal tersebut diberitahukian secara tertulis kepada pemohon atau kuasanya dengan menyebutkan alasannya. Pemohon atau kuasanya diberikan kesempatan selama 30 (tigapuluh) harimenyampaikan keberatan atau tanggapannya dengan menyebutkan alasan ataskeputusan penolakan untuk didaftar, Direktorat Jenderal HKI akan serta merta menetapkan keputusan secara tertulis tentang penolakan permohonan pendaftaran mereka dengan menyampaikan keberatan atau tanggapannya. Dalam hal permohhonan ditolak, segala biaya yang telah dibayarknkepada Direktorat Jendral Haki tidak dapat ditarik kembali. Sedangkan jika pemohon atau kuasanya menyampaikan keberatan tau tanggapan dan pemeriksa melaporkan bahwa tanggapan tersebut dapat diterima, atas persetujuan Direktur Jendral Haki, permohonan itu akan diumumkan dalam Berita Resmi Merek.44

44

8) Pengumuman Permohonan

Pengumuman permohonan pendaftaran merek yang telah disetujui dalam Berita Resmi Merek harus dilakukan oleh Direkorat Jendral HKI dalam paling lama 10 (sepuluh) hari terhitung sejak tanggal disetujinya permohonan untuk didaftar.

Lamanya pengumuman permohonan pendaftaran merek berlangsung selama 3 (tiga) bulan dan dilakukan dengan menempatkannya dalam Berita Resmi Merek yang diterbitkansecara berkala oleh Direktorat Jendral HKI, dan/atau menempatkan pada sarana khusu yang denggan mudah serta jelas dapat dilihat oleh masyarakat yang disediakan oleh Direktorat Jendral HKI. Sarana khusus yang dengan mudah serta jelas dapat dilihat oleh masyarakat yang disediaka oleh Direktorat Jendral Haki mencakup antara lain papan pengumuman. Nika keaaaan memungkinkan, sarana khusu itu akan dikembangkan antara lainj mikrofim, mikrofiche, CD-ROM, internet dan media lainnya. Tanggal mulai diumumkannya permohon cicatat oleh Direktorat Jendral dalan Berita Resmi Merek.

Adapun hal-hal yang harus dicantumkan dalam pengumuman permohonan pendaftaran merek tersebut, meliputi:

a) Nama dan alamat lengkap pemohon, termasuk kuasa apabila permohonan diajukan melalui kuasa:

b) Kelas dan jenis barang dan/atau bagi merek yang dimonkan pendaftarannya:

43

d) Nama negara dan tanggal penerimaan permohonan yang pertama kali, dalm hal permohonan diajukan dengan menggunakan Hak Priooritas: dan

e) Contoh merek, termasuk keterangan mengenai warna dan apabila etiket merek menggunakan bahsan asing dan atau huruf selain huruf latin dan atau angka yang tidak lazim digunakan dalam bahsa indonesia, disertai terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia, huruf latin atau angka yang lazzim digunakan dalam bahasa Indonesia, serta cara pengucapannya dalam ejaaan latin.45

9) Keberatan dan sanggahan

Selama jangka waktu pengumuman 3 (tiga/0 bulan tersebut,setiap pihak dapat mengajukan keberatan secara tertulis kepada Direktorat Jendral Haki atas permohonan yang bersangkutan dengan dikenai biaya. Keberatan hanya dapat diajukan apabila terdpat alasan yang cukup disertai bukti bahwa merek yang dimohonkan pendaftarannya adalah merek yang berdasarkan UU Merek tidak dapat didaftar atau ditolak. Direktorat jenderal Haki akan menyampaikan atau mengirimkan salinan surat yang berisikan keberatan tersebut dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal penerimaan keberatan kepada pemohon atau kuasanya. Atas keberatan yang disampaikan pihak lain, pemohon atau kuasanya berhak mengajukan sanggahan terhadap keberatan kepada Direktorat Jendral Haki secara tertulis dalam palinh lama 2 (dua) bulan terhitung

45

sejak tanggal penerimaan salinan keberatan yang disampaikan oleh Direktorat Jendral Haki.

Keberatan dan atau sanggahan digunakan oleh Direktoorat Jendral HKI sebagai bahan (tambahan) dalam pemeriksaan kembali terhadap permohonan pendaftaran merek yang telah selesai diumumkan.46

10) Pemeriksaan Kembali

Pemeriksaan kembali terhadap permohonan pendaftaran merek yang telah diumukan dan mendapat oposisi dari pihak lain diselesaikan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak berakhirnya jangka waktu pengumuman. Direktorat Jendral HKI akan memberitahukan secara tertulis kepada pihak yang mengajukan keberatan mengenai hasil pemeriksaan kembali dimaksud. Dalam hal pemeriksa melaporkan hasil peeriksaan bahwa keberatan dapat diterima, Direktorat Jendral Haki memberitahukan secara tertulis kepada Direktorat Jendral HKI memberitahukan secara tertulis kepada pemohon bahwa permohonan tidak dapat didaftar atau ditolak dan terhadap ini pemohon atau kuasanya dapat mengajukan banding. Namun, dalam hal pemeriksa melaporkan hasil pemeriksaan bahwa keberatan tidak dapat diterima, atas persetujuan Direktur Jendral HKI, permohonan dinyatakan dapat di setujui untuk didaftar dalam Daftar Umum Merek.47 46 Ibid, hlm 341 47 Ibid., hlm 341-342

45

11) Sertifikat Merek

Sertifikat Merek akan diterbitkan dan diberikan oleh Direktorat Jendral HKI kepada pemohon atau kuasanya jika tidak memenuhi persyaratan dalam pemeriksaan substantif dan tidak ada kebertan dari pihak lain dan dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal berakhirnya jangka waktu pengumuman.

Demikian pula Sertifikat Merek akan diterbitkan dan diberikan oleh Direktorat Jendral HKI kepada pemohon atau kuasanya jika keberatan tidak dapat diterima dan dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal permohonan tersebut disetujui untuk didaftar Daftar Umum Merek.

Sertifikat Merek dimaksud harus memuat hal-hal sebagai berikut: a) Nama dan alamat lengkap pemilik merek yang didaftar;

b) Nama dan alamt lengkap kuasa, dalam hal permohonan diajukan melalui kuasa sebagaimana dimaksud Pasal 10;

c) Tanggal pengajuan dan tanggal penerimaan;

d) Nama negara dan tanggal permohonan yang pertama kali apabila permohonan tersebut diajukan dengan menggunakan Hak Prioritas. e) Etiket merek yang didaftarkan, termasuk keterangan mengani macam

warna apabila merek tersebut menggunakan unsur warna dan apabila merek menggunakan bahasa asing dan/atau huruf selain huruf latin dan/atau angka yang tidak lazim digunakan dalam bahasa Indonesia, disertai terjemahannya dalam bahasa Indonesia, huruf latin, dan angka dalam bahsa Indonesia serta cara pengucapannya dalam ejaan Latin;

f) Nomor dan tanggal pendaftaran;

g) Kelas dan jenis barang dan/atau jasa yang mereknya didaftar; dan h) Jangka waktu berlakunya pendaftaran merek.

Setiap pihak dapat mengjukan permohonan untuk memperoleh petikan resmi Sertifikat Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek dengan membayar biaya.48

12) Permohonan dan Komisi Banding

Terhadap penolakan permohonan yang berkaitan dengan alasan dan dasar pertimbangan mengenai hal-hal yag bersifat substantif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal 5, atau Pasal 6, dapat diajukan banding. Artinya, permohonan banding hanya terbatas pada alasan atau pertimbangan yang bersifat substantif saja, yang menjadi dasar penolakan permohonan pendaftaran merek tersebut. Dengan demikian, banding tidak dapat diminta karena alasan lain, misalnya karena dianggap ditariknya kembali permohonan pendaftaran merek.

Permohonan banding diajukan secara tertulis oleh pemohon atau kuasanya kepada komisi Banding Merek dengan tembusan yang disampaikan kepada Direktorat Jendral HKI dengan dikenai biaya, dengan menguraikan secara lengkap keberatan serta alasan terhadap penolakan permohonan sebagai hasil pemeriksaan substantif. Alasan yang diiuraikan dalam permohonan bdanding harus tidak merupakan pebaikan atau penyempurnaan atas permohonan yang ditolak. Dengan, ungkapan lain, alasan, penjelasan, atau bersifat pendalaman atas, penjelasan atau buku yang telah atau yang seharusnya telah disampaikan. Hal ini perlu untuk

48

47

mencegah timbulnya kemungkinan banding digunakan sebagai alat untuk melengkapi kekurangan dalam permohonan, karena untuk melengkapi persyartan telah diberikan dalam tahap sebelumnya.

Tenggang waktu pengajuan permohonan paling lama waktu 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal surat pemeritahuan penolakan permohonan. Bila jangka waktu dimaksud telah lewat tanpa adanya permohonan banding, penolakan permohonan dianggap diterima oleh pemohon dan selanjutnya Direktorat Jnedral HKI akan mencatat dan mengumkan penolakan itu.

Keputusan Komisi Banding Bnading Merek diberikan dalam waktu paling lama waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal penerimaan permohonan banding. Komisi Banding Merek dapat mengabulkan dikabulkan, Direktorat Jendral Haki melaksanakan pengumuman permohonan banding tersebut. Dalam hal pengumuman permohonan sebagaimana dimaksdu dalam Pasal 21 kecuali terhadap permohonan yang telah diumumkan dalam kuasanya dapat mengajukan gugatan atas putusan penolakan permohonan banding kepada Pengadilan Niaga dalam waktu paling lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal diterimanya keputusan penolakan tersebut. Putusan Pengadilan Niaga hanya dapat diajukan kasasi.

Komisi Banding Merek adalah badan khusus yang independen dan berada di lingkungan Departemen Kheakiman dan Hak Asasi Manusia. Dalam melaksanakan tugasnya, Komisi Banding Merek bekerja secara mandiri (independen) berdasarkan keahlian dan tidak dapat dipengaruhi oleh pihak mana pun.

Keanggotann Komisi Banding Merek teridri atas seorang ketua merangkap anggota, seorang wakil ketua merangkap anggota, dan anggota yang terdiri atas beberapa ahli di bidang yang diperlukan, serta Pemeriksa senior. Pengangkatan dan pemberhentiannya dilakukian oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun. Khusu untuk ketua dan wakil ketua Komisi Banding Merek dipilih dari dan oleh para anggota Komisi Banding Merek.

Dalam rangka memeriksa permohonan banding, Komisi Banding Merek akan membentuk majelis yang berjumlah ganjil sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang, satu diantaranya seorang Pemeriksa senior yang tidak melakukan pemeriksaan substantive terhadap permohonan pendaftaran merek yang bersangkutan. Ketentuan jumlah anggota majelis Komisi Banding Merek berjumlah ganjil agar apabila terjadi perbedaan pendapat, putuan dapat diambil berdasrkan suara terbanyak.49

4. Perpanjangan Pendaftaran Merek

Menurut UUM No 15 Tahun 2001 jangka waktu pendaftaran merek dapat diperpanjang setiap kali untuk jangka waktu yang smaa, Pasal 35 ayat (1). Sedangkan pendaftaran merek berlaku untuk jangka waktu 10 tahun sejak tanggal penerimaan dan jangka waktu perlindnungan itu dapat diperpanjang.

UUM No 15 Tahun 2001 menetukan persyartan untuk persetujuan perpanjangan waktu perlindnungan merek terdaftar. Persyartan itu meliputi:

49

49

a) Merek yang bersangkutan masih digunkan pada barang atau jasa sebagaimana disebut dalam Sertikat Merek tersebut dan

b) Barang atau jasa sebagaimana dimaksud dalam huruf a masih diproduksi dan diperdagangkan.

Bukti bahwa merek masih digunakan pada barang atau jasa yang diproduksi dan diperdagangkannya disertakan pada surat permintaan perpanjangan pendaftaran. Bukti tersebut dapat berupa surat keterangan yang diberikan oleh instansi yang membina bidang kegiatan usaha atau produksi barang atau jasa yang bersangkutan.

Permintaan yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksudkan di atas akan ditolak oleh Direktorat Jendral. Penolakan itu akan disampaikan secara tertulis kepada pemilik merek atau kuasanya dengan menyebutkan alasan-alasan penolakannya.

Untuk kepastian hukum maka perpanjangan jangka waktu perlindnungan merek terdaftar dicatat dalam Daftar Umum Merek dan diumumkan dalam Berita Resmi Merek dan akan diberitahukan secara tertulis kepada pemilik merek atau kuasanya.50

5. Jangka Waktu Perlindungan Merek Terdaftar

Dengan didaftarkannya merek, pemiliknya mendapat hak atas merek yang diindungi oleh hukum. Dalam Pasal 3 UUM No 15 Tahun 2001 dinyatakan bahwa hak atas merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan

50

OK, Saidin, Aspek Hukum Hak Kekayaan Intelektual, ( Jakarta: Raja Grafindo Persada,1995) hlm 89

mnggunakan sendiri merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. Kemudia Pasal 4 UUM No 15 Tahun 2001 menyatakan bahwa merek tidak dapat didaftar atas dasar permohonan yang diajukan oleh pemohon yang beritikad tidak baik. Dengan demikian, hak atas nmemberikan hak yang khusu kepada pemiliknya untuk menggunakan, atau menfaatkan merek terdaftarnya untuk barang atau jasa tertentu dalam jangka waktu tertentu pula.51

Pasal 28 UUM No 15 Tahun 2001 mengatur jangka waktu perlindnungan merek terdaftar, yang menyatakan bahwa merek terdaftar mendapat perlindungan

Dokumen terkait